SMILE...^_^

Minggu, 27 Februari 2011

BERHARGA BILA TULUS


Hadiah yang paling sederhana apabila diberikan dengan hati yang tulus bisa sangat berharga bagi sebagian orang.Sayangnya manusia masih banyak pula yang menilai segala sesuatunya dari harga sesuatu barang pemberian orang lain, tanpa memikirkan berapa banyak energi, waktu, pikiran yang terkuras untuk barang tersebut yang telah diberikan oleh orang lain.
Air botolan ukuran gelas memang sangat murah, tetapi nilainya jadi tinggi ketika seseorang  membagi-bagikannya ke jamaah wanita yang kehausan karena teriknya panas matahari. Coba saja jika dia bagi-bagi uang seharga jual termurah air botolan  ke tiap jamaah wanita, mungkin banyak yang  tersinggung jika melihat hadiah dalam bentuk nominal.

Berapa sering kita mendengar orang dapet kado yang harganya ternyata gak mahal, si penerima itu jadi tak puas dan tak senang menerimanya. Padahal bisa jadi orang yang memberi kado tadi, sudah bersusah payah keluar ongkos utk pergi mencari kado dan bungkusnya, belum lagi mungkin saja uang yang tak seberapa utk membeli kado tadi ternyata diam-2 sangat ia butuhkan utk keperluan yang lain, bisa jadi waktu nyari kado itu tadi dia kepanasan dan karena tak ada uang lebih untuk bisa membeli minuman dsb.

Yup, sayangnya manusia masih banyak yang menilai segala sesuatunya dari harga sesuatu barang pemberian orang lain, tanpa memikirkan berapa banyak energi, waktu, pikiran yang terkuras untuk barang tersebut yang telah diberikan oleh orang lain.

Seorang petani dari desa, bisa jadi datang berkunjung ke keluarganya di kota sambil membawa oleh-oleh hasil panennya. Karena di kota harga sayuran murah sekali, oleh-oleh petani ini tentu diremehkan oleh si penerima. Padahal jika kita mau menengok, berapa banyak tenaga, waktu, pikiran, kecemasan akan berhasil tidaknya panen; yang terkuras demi membawa hasil panen itu buat orang yang ia cintai dan hormati, yang tinggal di kota.

Sebaliknya jika kita mau berhenti sejenak berpikir, mana yang lebih banyak nilainya (bukan dari sisi harga) pemberian dari orang yang sekedar beli oleh-oleh di supermarket yang sudah tersedia; atau oleh-oleh dari petani yang menanam sendiri bibit oleh-oleh tersebut....mana yang lebih tinggi nilainya ? Saya lebih menghargai hasil usaha si petani ini.

Pernahkah anda memberi sesuatu pada orang yang anda hormati dan cintai, hasil usaha anda sendiri, karya anda sendiri, apakah itu kue, hasil sulaman, baju, atau apapun hasil kreatifitas anda sendiri; dan ternyata si penerima menyepelekannya karena dia menganggap tak ada nilainya ? Tentu kita kecewa. Bagi kita yang mengusahakan semuanya dari hasil usaha sendiri, nilai pemberian kita tentu jauhhhhhhhhh lebih tinggi dari apa yang dijual di pasaran bukan ?

Jadi memang, sebuah pemberian itu tidak bisa dinilai dari harga jualnya di pasaran, tetapi nilailah dari usaha si pemberi, keinginannya untuk berbagi hal yang ia anggap penting, biarpun itu hanya sebotol air di hari jumat yang sangat panas. Semakin seseorang suka berbagi, berarti semakin tinggi tingkat kepedulian dia kepada kita; hargailah ini dan kita akan mendapat sahabat baru. Bukankah saling memberi itu akan mempererat silaturrahmi seperti isi salah satu hadist nabi SAW yang mendorong sesama muslim untuk saling memberi hadiah untuk mempererat persaudaraan ? Maka mengapa kita menilai hadiah itu dari harganya, nilai nominalnya; sedangkan ada nilai-2 lain yang jauh lebih tinggi dibalik hadiah itu yang tak sebanding dengan harga jualnya jika diberikan dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang.

Imam Ibnu Katsir di dalam tafsirnya menjelaskan:
Allah ta’ala mengabarkan bahwa Dia telah menjadikan Muhammad SAW., sebagai rahmat bagi semesta alam. Yaitu, Dia mengutusnya sebagai rahmat bagi kalian semua. Barangsiapa yang menerima dan mensyukuri nikmat ini, niscaya dia akan berbahagia di dunia dan di akhirat. Sedangkan barangsiapa yang menolak dan menentangnya, niscara dia akan merugi dunia dan akhirat.


copas dari;


Tidak ada komentar:

Posting Komentar