SMILE...^_^

Jumat, 13 Juli 2012

Cara Merubah Perilaku orang lain terhadap diri kita


Salam Sahabat Mahakosmos,

Tentu sudah tidak asing lagi mendengar istilah yang datang dari dunia modern bahkan hingga pemahaman agama bahwa perlakukan orang lain dengan penuh kebaikan seperti apa yang mereka inginkan.

Sehingga lahir juga banyak pemahaman: "aku adalah pikiranku saat ini"
Atau dengan kata lain, apapun yang terjadi pada diri kita dan yang diperolehnya adalah hasil dari apa yang kita pikirkan.

Dalam agama disebut juga dengan bersangka baik atau bahasa keren sekarang adalah Positive Thingking.

Semua pemahaman itu sudah sering kita lahap sehari-hari, namun tidak bisa diaplikasikan ketika menghadapi masalah sehari-hari.  Melempem, ternyata cuma paham teori saja.

Baru saja saya kedatangan seorang sahabat yang baru pulang nyaris tengah malam ini, maklum masih seperti Cinderella yang takut bunyi jam berdentam 12x.  Takut kehilangan sepatu kacanya.
Teori diatas sudah dipahami di mahakosmos, bahkan sering diterapkan untuk berpikir posiitif terus menerus.  Alhamdulillah ya, lumayan banyak perubahan namun tidak signifikan.  Artinya hubungan dengan relasi kerja, keluarga mulai "sedikit" membaik, namun belum maksimal.

Kenapa bisa begitu ya.....kan sudah berpikir positif.  Udah habis-habisan bersangka baik, kenapa cuma sedikit perubahannya??

Ketahuilah "semua berawal dari niat", artinya yang pertama kali kita pikirkan terhadap seseorang maka akan langsung tersetting di Reticular Cortex (RC) otak bagian atas.  Ini seperti magnet yang menarik dan bekerjanya hukum Law of Attraction.
Ketika pertama kali kita melihat seseorang yang baru dikenal namun sudah dipasang pikiran negatif atau melihat sisi negatif dari orang tersebut.  Maka RC otak akan bekerja mensetting dan melepaskan gelombang negatif kepada orang baru tersebut.

Alhasil gelombang ini akan ditangkap oleh otak orang yang baru dikenal tersebut, dan penerimaannya juga negatif pada diri kita.
Jangan salahkan bila kemudian orang tersebut juga berpikir negatif pada diri kita ini, sampai kapanpun sebelum settingan otak kita dirubah.
Dan ketahuilah settingan ini akan semakin permanen ketika terjadi pengulangan.   Dan namanya settingan, bila ingin dirubah ya harus direset dulu dari nol, baru setting baru.  Artinya kalau sudah terlanjur tercipta perilaku orang tersebut jadi memandang jelek terus kepada diri kita.
Atasan kantor jadi selalu memandang negatif.  Temen-temen, relasi customer juga memandang negatif, maka itu adalah hasil dari pancaran RC otak kita yang negatif.

Ketika berusaha membalikkan keadaan, mulai berpikir positif tentang orang-orang tersebut, ternyata hasilnya hanya "sedikit" yang diperoleh.  Ada perubahan sih, namun hanya sedikit, tidak radikal.

Itulah betapa pentingnya ketika bertemu dengan orang baru, lihatlah sisi baiknya.  Sekali lagi, lihatlah sisi baiknya, karena tiada mahluk yang sempurna kecuali Sang Pencipta.
Ketika berpikir dan melihat sisi baiknya walaupun kehidupan orang tersebut luarbiasa kelam,  maka gelombang pikiran orang itu akan juga melihat sisi baik dari diri kita.  Pas Chemistry-nya deh
Itulah cara menghadapi pelanggan baru, atau atasan baru, atau teman baru, atau teman kencan baru.  Caranya fokuslah di bawah ubun-ubun (RC otak), bayangkan sisi baik orang tersebut yang akan kita temui.  Bayangkan dengan kuat selama 5-10 menit.   Bisa juga bayangkan apa yang kita kehendaki sisi baiknya.  Maka ketika kita bertemu dengannya kemudian, semua jadi terasa indah deh. Kalau itu customer, wah bisa deal besar nih.

Namun jika sudah terlanjur diawali dengan pikiran negatif, maka hasilnya pasti dia akan berperilaku sama dengan apa yang kita pikirkan.
Dan yang fatal,  sama seperti koneksi gelombang.  Ketika kita memancarkan gelombang negatif maka akan resonansi dengan gelombang negatifnya orang tersebut.
Efeknya adalah sisi negatif dari orang tersebut akan mengalir, dan tersedot kepada diri kita.
Celakanya, sisi jelek seperti penyakit, apes, penderitaan dan semua yang jelek-jelek akan menularkan kita.

Inilah penyebab banyak permasalahan pada seorang terapis, psikologi, dokter, atau siapapun tidak sengaja terkoneksi gelombang otaknya dengan sang penderita penyakit pikiran atau medis, maka energi negatifnya akan ikut menular dan jadinya berpenyakit sama.   Atau bila dia mampu bertahan, maka energi ini akan menular pada anaknya, istrinya, keluarganya.  Kok bisa, ya bisa, karena otakmu pasti sudah terkoneksi kuat dengan orang yang kamu sayangi.   Jadi apapun energi negatif yang sampai di gelombang otakmu, akan menyebar terdistribusi ke orang-orang yang dirimu sayangi dengan kuat.

Seorang yang jomblo setiap saat berkomunikasi, bertemu dengan teman-temannya yang punya masalah rumah tangga.  Lalu dia berpikir negatif tentang temen-temennya yang punya masalah itu.  Maka energi permasalahan itu akan mengalir pada dirinya.

Ketika di terapi sana-sini, ikut seminar apapun merubah diri, namun tiada hasil.   Ketika akhirnya ditanya pada session curhat kenapa belum tergerak untuk ambil keputusan menikahi lawan jenis, keluarlah pernyataan:  "saya tidak mau berumah tangga, karena takut bermasalah seperti temen-temen saya"
Halah, pola pikirnya sudah terbentuk seperti pola piikir teman-temannya yang bermasalah rumah tangga.  Percuma saja selama ini getol mencari pacar, teman kencan, kalau pada akhirnya gagal maning son.  Gagal maning.

Sahabat, kalau sudah RC otak dan Zone Hampa dari pikiran sadar sudah tersetting negatif pada seseorang lalu dirubah menjadi positif.  Tentu hasilnya kurang maksimal, akan kembali pada settingan semula.   Maka yang harus dilakukan adalah "reset total" dulu semua pemikiran negatif tentang orang tersebut.

Caranya pegang ubun-ubun, lalu sambil intropeksi kepada Tuhanmu. sadari bahwa selama ini seringkali berpikiran negatif pada dia (ceritakan detail dari awal bertemu sampai sekarang ini).  Lalu ikhlaskan pada Tuhanmu untuk melepaskan semua pikiran jelek itu.   Kalau digabung dengan cara agama saya, ya pake Istighfar.  Sampai terasa ubun-ubun itu menghangat, seperti ada hawa energi hangat keluar dari otak, kepala, leher, bahkan kadang sekujur tubuh bila sudah sering berpikir negatif.

Bahkan bisa jadi, penyakit kambuhan itu sembuh sendiri, karena rupanya itu efek menular dari orang yang engkau pikir negatif.  Hukum Transfer,  penyakit yang ikut  pindah  sebagian itu rupanya kembali ke asalnya semula.

Lakukan hingga sekujur tubuh, otak, pikiran menjadi nyaman.  Bisa jadi minimum setengah jam sampai setengah hari atau bahkan seharian bila koneksi pikiran negatifnya sudah sangat dominan.

Setelah itu, pegang ubun-ubung, ikhlaskan pada Tuhanmu, dengan membayangkan dan berpikir semua sisi baik dari orang tersebut.   Lakukan selama 10-15 menit.   Kalau senggang lagi, ya lakukan hal sama terus menerus.

Ketahuilah cara ini banyak yang menjadikan rumah tangga nyaris bubar, menjadi menghangat kembali.
Bahkan istri atau pasangan yang kabur dari dirimu, ternyata muncul kembali lagi.
Atau pelanggan yang sudah lari dari daftar nasabahmu, kelak akan mencari dirimu lagi.
Atau atasanmu yang selama ini seperti selalu berpikir negatif, maka dia akan berubah sumringah seperti membuka lembaran baru.
Yang pasti, hubunganmu makin mesra dengan pasanganmu atau pertemananmu atau relasimu.

Ini sih, kata teman-teman yang konseling ke mahakosmos.  Efeknya mujarab banget.

Kehidupan yang penuh kebaikan akan selalu mengisi lembar-lembar harimu juga rejeki tak tersangka tak terduga,  bila dirimu selalu berpikir dan bersangka sisi baik dari siapapaun orang yang ditemui.

Pasti bisa.

Salam pencerahan,
mas kris

"bukan trainer, bukan terapis, bukan pencerah dan tidak pernah punya sertifikasi"
Hanya diajari oleh  kehidupan dan sang hidup
So, jangan layak dipercaya....!!!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar