SMILE...^_^

Minggu, 27 Februari 2011

JIKA AKU HARUS



Jika aku harus berenang di laut untuk mendapatkan apa yang kuinginkan, aku akan belajar bagaimana berenang, dan aku akan mengarungi lautan itu. Jika aku harus mendaki gunung tertinggi untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, aku akan belajar cara memanjat, dan aku akan memanjat gunung itu.

Jika aku harus menyelam samudra terdalam untuk mendapatkan apa yang kuinginkan, maka aku akan belajar bagaimana cara menyelam, dan aku akan menyelami samudra itu. Jika aku kecewa karena hal-hal yang tidak tampak seperti yang kuinginkan, maka aku akan belajar bagaimana menerimanya, dan aku akan menerimanya.

Setidaknya, sekarang aku telah mengalami bagaimana berenang, mendaki, menyelam, dan juga bagaimana untuk menerima segala sesuatu yang berasal dari usahaku.

Kemudian, aku akan mencoba kembali untuk melakukan yang lebih baik. Demi apa yang aku inginkan. Aku akan datang dan mencapai semua itu. Semoga saja keinginan ini adalah baik dan untuk kebaikan.


It’s not what happens to You. It’s what you do about it.


Berkeluh kesah seringkali membuat kita terdramatisasi oleh masalah. Seakan-akan rencana dan keinginan kita lebih baik daripada yang terjadi. Padahal, belum tentu. Siapa tahu, di balik kejadian yang mengecewakan menurut kita, ternyata sarat dengan perlindungan Allah dan sarat dengan terkabulnya harapan-harapan kita. Tiap melakukan kekeliruan, kita ditolong Allah dengan memberikan tuntunan-Nya. Tuntunan itu tidak harus dengan terkabulnya keinginan yang kita mohonkan. Bisa jadi terkabulnya do’a itu bertolak belakang dengan yang kita minta. Karena Allah Mahatahu di balik apapun keinginan kita. Baik keinginan jangka pendek, maupun keinginan jangka panjang. Baik kerugian duniawi maupun kerugian ukhrawi. Baik kerugian secara materi maupun secara kerugian mental. Kita tidak bisa mendeteksi secara cermat. Kadang-kadang kita hny mendeteksinya sesuai dengan keperluan hawa nafsu kita.

Kelihatannya sepele mengaduh ini. Tetapi, itu akan menjadi kualifikasi pengendalian diri kita. Ketahuilah bahwa kualitas seseorang itu tidak diukur dengan sesuatu yang besar-besar, tetapi
oleh yang kecil-kecil. Kalau kita ingin melihat kompleks perumahan yang berkualitas, maka kita lihat saja panjang pendek rumput di halamannya. Kalau berkualitas dan terawat dengan baik, maka
rumputnya pun akan nampak terawat dengan baik. Marilah kita respon setiap kejadian demi kejadian dengan respon lisan yang positif. Mengapa? Karena setiap respon akan mempengaruhi persepsi kita terhadap masalah yang kita hadapi dan cara kita menyelesaikannya. Lebih dari itu akan berdampak pula kepada orang-orang di sekitar kita. Jadi, sapaan-sapaan, teguran-teguran, komentar-komentar, celetukan-celetukan ini harus benar-benar bernilai produktif. Tidak hanya berarti bagi diri kita, tetapi juga bagi orang di sekitar kita.

Apalagi keluh kesah termasuk penyakit hati, yaitu bentuk ketidaksabaran kita dalam menerima
ketentuan dari Allah. Ada hadits qudsi yang menyatakan bahwa
"Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhanselain Aku." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadits qudsi ini, nampaklah bahwa segala apapun yang Allah karuniakan kepada kita, maka kita harus menerimanya dengan ridha. Oleh karenanya, kita tidak perlu banyak mengaduh atau berkeluh
kesah. Sedapat mungkin kurangi aduh-mengaduh ini. Jauh akan lebih produktif jikalau kita optimalkan waktu dengan banyak berdo’a dan menambah kualitas keilmuan diri serta terus menyempurnakan ikhtiar di jalan Allah yang diridhai.

Semoga artikel ini bisa membuat kita semakin tegar dalam menghadami masalah dan problem yang sedang atau akan kita hadapi, serta kita bisa lebih ber husnudzan dan ber tawakkal kepada Alloh Azza Wajalla, karena Alloh berfirman

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.QS.At Thalaaq :3

Wallohu a'lam Bishowab.

It’s not what happens to You. It’s what you do about it.” Tidak menjadi hal yang penting apa yang menimpamu/terjadi padamu, namun yang penting adalah bagaimana kamu menyikapi hal yang terjadi padamu itu.Jangan lupa doa dan ikhtiar...insya Allah

Kita memohon kepada Allah swt. agar Dia mensucikan hati kita dari ghill (dengki), dendam dan iri, dan semoga Dia memberikan kepada kita hati yang selamat, mulut yang jujur, ilmu yan bermanfaat dan amal yang shalih.

“Ya Rabb Kami, beri ampunilah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr:10)

"Allahumma inna nas aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wa,amal al ladzi yuballighuna ilaa hubbaka" Ya ALLAH karuniakanlah kepada kami cintaMU dan kecintaan orang2 yg mencintaiMU dan amal yang membawa kami kepada kecintaan padaMU

OLEH; USTADZ ABDUL AZIZ SETIAWAN

Aku masih tetap mencintaimu….Now and Forever


Tentu kita semua ingin bahwa bangunan ukhuwah islamiyah yang sudah terbangun di antara internal umat Islam dapat meluas menjadi ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kebangsaan) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan antar sesama manusia) tanpa harus melihat asal usul, warna kulit, asal suku bangsa. Islam adalah agama rahmat dan agama keadilan.Kaum muslimin diperintahkan untuk mendakwahi kalangan non muslimin dengan cara yang bijaksana, melalui nasihat dan diskusi dengan cara yang terbaik. Allah berfirman:"

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri (QS 29:46)

Tentu kita semua ingin bahwa bangunan ukhuwah islamiyah yang sudah terbangun di antara internal umat Islam dapat meluas menjadi ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kebangsaan) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan antar sesama manusia) tanpa harus melihat asal usul, warna kulit, asal suku bangsa. Allah berfirman:"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS. Al-Mumtahanah : 8)

Kemudian dilanjut lagi: Kaum muslimin harus memberi kesempatan kepada orang-orang kafir untuk mendengar Kalamullah. Allah berfirman:"Dan jika seseorang dari orang-orang musyirikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.." (QS.At-Taubah : 6)

Biarlah perlahan, tapi pasti. Kita bangun sedikit demi sedikit puing-puing kesedihan, keputusasaan menjadi sebuah energi yang besar. Energi yang mampu membuat kita bangkit menjadi lebih baik. Mulai itu dari diri kita sendiri. Berusahalah untuk selalu berbuat baik kepada orang lain. Mari kita saling menyemangati satu sama lain. Tidak usah jadikan perbedaan menjadi kita semakin jauh. Tapi jadikan perbedaan menjadi sebuah kekayaan kita. Baik dalam wacana budaya maupun perbedaan pendapat. Hilangkanlah rasa benci..biarkan kasih sayang yang menggantinya. Agar semua orang merasa nyaman satu dengan yang lainnya.

Orang-orang ahli, orang-orang kaya berkumpulah dengan apa yang kalian miliki, menyatukan kekuatan untuk membuat bangsa ini tegak kembali. Semua Profesi jadilah orang yang profesional yang berperikemanusiaan dalam mengerjakan pekerjaannya. Untuk para pengusaha, bantulah pengusaha kecil untuk menjadi besar. Berbagilah ilmu dengan semua orang jika kita yakin ilmu itu akan berguna untuknya kelak. Untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik. Kekayaan hati yang dimiliki akan mencetak banyak orang kaya. Yang sudah kaya berbagilah tanpa pamrih, tanpa ingin dipuji, biarlah Tuhan yang akan membalasnya kelak. Tuhan tidak akan salah memberi pahala begitupun sebaliknya. Ayo Indonesia, BANGKITLAH!!! Aku masih tetap mencintaimu….

OLEH; USTADZ ABDUL AZIZ SETIAWAN

Kebencian Hari Ini, Petaka Esok Hari


Percayakah anda, sebuah dendam dan kebencian yang ditebar hari ini membuahkan celaka bagi generasi mendatang? Mari kita tengok.

Berapa sering kita mendengar banyaknya korban akibat ranjau yang ditanam saat perang puluhan tahun silam. Di Rusia, Cina, Kolombia, Kamboja, Jenewa, Irak, Afganistan,  negara-negara Afrika, dan lain-lain.Ranjau-ranjau itu adalah sisa-sisa amarah, bekas-bekas angkara, dan jejak-jejak amuk, dan bekas-bekas kebencian. Kebencian atas penindasan dan ketidak adilan. Kebencian akan perilaku adikuasa.

Kita tak pernah tahu kapan semua itu akan tersapu bersih. Meski damai telah dijabattangankan, siapa bisa menjamin tak ada penyesalan di kemudian hari? Betapa mahalnya sebuah kebencian. Hal ini mengajarkan pada kita untuk tidak hanya mempertimbangkan apa yang terjadi pada esok hari akibat perbuatan kita hari ini. Ketika kita membenci sesuatu, maka kebencian itu akan beranak pinak, dan akan kembali kepada kita sebesar kebencian yang kita tebarkan.

Mari tanyakan pada diri sendiri, buat apa kebencian ini? Adakah manfaatnya? Adakah akibat diesok hari buat diri kita dan anak cucu kita? Adakah jalan yang lebih baik? Karena ranjau-ranjau kebencian itu akan melukai orang yang membenci, juga orang yang dibenci. Dua-duanya sama-sama terluka.
Namun ada yang harus digaris bawahi, bahwa kebencian tidaklah sama dengan ketegasan sikap dalam menegakkan aturan dan batas-batas norma kehidupan. Kebencian lebih condong mengarah pada subjek, sedang ketegasan lebih mengacu pada perilaku dan perbuatan.

Semakin jauh kita memandang ke depan, semestinya semakin besar nilai perbuatan kita hari ini bagi kemanusiaan.  Semakin berhati-hati dalam menentukan langkah dalam bertindak.
Salam..

Dakwah Rasulullah Saw. adalah seruan terhadap keadilan mutlak. Keadilan yang diterapkan kepada siapa saja, walau berbeda agama dan kepercayaan. Allah Swt. berfirman,

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalaha kepada Allah, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Maidah: 8).

Bahkan di hadapan kezaliman kaum Quraisy yang mencegah mereka melakukan umrah dan thawaf di Masjidil Haram, Allah juga melarang Rasul dan sahabat membalas kezaliman mereka dengan kezaliman pula. Allah berfirman,

"Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum—karena mereka menghalangi-halangimu dari Masjidil Haram—mendorongmu berbuat aniaya terhadap mereka.." (QS. Al-Maidah: 2)

Di sisi lain muncul orang-orang yang mengatasnamakan Islam, membunuh orang-orang yang notabene beragama Islam baik dengan pengeboman maupun tindakan brutal lainnya. Padahal dengan tegas Alloh subhanahu wa ta’ala telah melarang perbuatan tersebut bahkan mengancam pelakunya dengan ancaman yang sangat tegas, kekal dalam Jahanam, mendapatkan murka dan laknat Alloh.Firma Allah:

“Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisa: 93)

OLEH ; USTADZ ABDUL AZIZ SETIAWAN

BATAS BATAS HUMOR DALAM ISLAM ....(Mungkin Lupa)


Sesungguhnya hidup itu sebuah pilihan. Pilihan untuk taat kepada kehendak-kehendak Allah Swt yang tertuang dalam wahyu-Nya. Apa pun resiko yang akan dihadapi. Atau, melakukan dosa pembangkangan terhadapnya, pilihan untuk dunianya atau untuk akhiratnya. Sedangkan pilihan seseorang mencerminkan tingkat kualitas dan kecerdasan intelektualitas dan spiritualitasnya.

1.Tidak menjadikan sendi-sendi islam ( tauhid,risalah,wahyu dan dien ) sebagai bahan gurauan.
   
Firman ALLAH :

"Dan jika kamu tanyakan mereka ( tentang apa yang mereka lakukan itu) tentulah mereka akan menjawab,"sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan main-main saja."katakanlah:"Apakah dengan ALLAH,ayat-ayat NYA dan RasulNYA kamu selalu berolok-olok?"( QS.At-Taubah:65 ).

2.Janganlah menjadikan kebohongan dan mengada-ngada sebagai alat untuk menjadikan orang lain tertawa,sabda Rasulullah Saw:
  
 "Celakalah bagi orang yang berkata dengan berdusta untuk menjadikan orang lain tertawa. Celaka dia,celaka dia." ( HR.Ahmad,Abu Dawud,Tirmidzi dan Hakim ).

3.Jangan mengandung penghinaan,meremehkan dan merendahkan orang lain,kecuali yang bersangkutan mengizinkannnya.Seperti tercermin dalam Firman ALLAH SWT.....QS.AL-Hujurat:11

4.Tidak boleh menimbulkan kesedihan dan ketakutan terhadap orang muslim.
  
Sabda Nabi Saw:"Tidak halal bagi seseorang menakut-nakuti sesama muslim lainnnya." ( HR.ath-thabrani )
   
"Janganlah salah seorang di antara kamu mengambil barang saudaranya,baik dengan maksud bermain-main maupun bersungguh-sungguh."(HR.Tirmidzi).

5.Jangan bergurau untuk urusan yang serius dan jangan tertawa dalam urusan yang seharusnya menangis.Tiap-tiap sesuatu ada tempatnya,tiap-tiap kondisi ada ( cara dan macam ) perkataannnya sendiri.Allah mencela orang-orang musyrik yang  tertawa ketika mendengarkan Al-Qur'an padahal seharusnya mereka menangis,lalu

FirmanNYA: " Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?Dan kamu mempertawakan dan tidak menangis.Sedang kamu melengahkannnya." (QS.An-Najm:59-61).

6.Hendaklah gurauan itu dalam batas-batas yang di terima akal,sederhana dan seimbang, dapat di terima oleh fitrah yang sehat,di ridhai akal yang lurus dan cocok dengan tata ke hidupan masyarakat yang positif dan kreatif.

Ya Allah, jadikanlah awal hari kami kebajikan, pertengahannya keberhasilan, dan akhirnya adalah perolehan apa yang diharapkan. Jadikanlan awal hari kami rahmat, pertengahannya nikmat, dan akhirnya anugerah kehormatan.

Ya Allah, hidarkanlah kami dari sifat senang menunda, penuhilah waktu kami dengan manfaat, dan jadikanlah hidup kami hidup yang bersinambung dan bertambah di dalamnya segala macam kebajikan.

Ya Allah, aturlah urusan kami, limpahkanlah kemurahan-Mu pada kegiatan dan waktu-waktu yang kami lalui, serta hujanilah kami kasih sayang dan pengampunan-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar.Amin

oleh : USTADZ ABDUL AZIZ SETIAWAN




Memancing kemarahan orang atau kerusuhan hal yang harus dihindari. Tetapi memancing ikan apa salahnya kan bermanfaat menghilangkan stres dan kalau ada hasilnya enak dibakar. Memancing seseorang agar dia bisa tertarik dengan yang memancing juga satu usaha yang baik asal dilakukan dengan sopan...



PENYAKIT CEMAS


Meresahkan.
Kehidupan di jaman seperti ini makin lama makin meresahkan
Harga kebutuhan sehari-hari makin tak terjangkau, sehingga taraf kehidupan manusia juga makin rendah
Perekonomian makin terjepit
Timbullah ‘ide-ide’ kreatif untuk menyiasati kondisi ini.
Efeknya banyak sekali dan dimana-mana
Kriminalitas makin tinggi dan beragam
Banyak orang yang mulai memraktekkan perekonomian curang
Menghalalkan segala cara agar dapat ‘keuntungan’ semu
Kesenjangan makin ekstrim, jalan pikiran manusia pun makin pendek.

Tidak hanya di kota-kota besar seperti di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan di kota-kota besar lainnya. Di desa-desa terpencil, di pelosok perkampungan-perkampungan yang dikenal tenang pun tidak terlepas dari penyakit cemas ini.Tidak hanya mereka yang sulit mencari rupiah, kepada yang sudah mapan pun cemas menghinggapi dengan sangat leluasanya. Cemas memang akan menjalar ke mana-mana. Juga kepada yang kaya-miskin, pintar-bodoh, atasan-bawahan, kelompok terhormat dan yang ter- singkir dalam kelompok sosial yang paling marginal, kelompok yang paling rendah dan terpinggirkan.

Cemas memang sewaktu-waktu datang
Menyerang siapa saja dan kapan saja.
Ia tidak pilih kasih.
Hampir sebagian besar manusia turut merasakannya.
Sumber kecemasan sebenarnya tidaklah jauh.
Ia ada di dalam diri manusia itu sendiri.
Sumber cemas ada di hati.
Dalam nur'aninya

Menyangkut masalah hati,
Bukanlah masalah yang sederhana.
Masalah hati adalah masalah yang besar, masalah akbar.
Sangatlah banyak orang yang lupa dengan kedir- iannya.
Manusia sering dibuat lupa akan kemanusiaannya sendiri karena hatinya. Karena nuraninya.

Badannya berjalan, akan tetapi hatinya mampet dan berhenti. Fisiknya bergerak, tetapi hatinya tidak lagi berfungsi. Begitu banyaknya kerusakan yang terjadi di muka bumi, karena desakan rasio yang dinomor satukan. Persoalan-persoalan yang muncul tidaklah dikembalikan kepada control kehidupan yang sebenarnya bersumber di hati.

Orang bisa saja mengamuk, tetapi bila bisikan hati didengarkan dengan seksama, akan jadi lain ceritanya. Bersitegang urat saraf, luapan keinginan untuk menyingkirkan lain, yang sudah sampai di ubun-ubun, suka-suka muncul dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Tapi bila himbauan-himbauan hati didengar dan diresapi, keputusan yang diambil tidak akan berakibat fatal. Akan ada jalan tengah yang justru malah menguntungkan kedua belah pihak.

Hati, dasarnya memang menjadi penyejuk dan menyeimbang dari gejo lak rasionalitas (akal) yang sering gampang panas itu. Ini mestinya diefektifkan

Bila hati manusia tidak normal maka pada saat itu fungsi kemanusiaan manusia telah terganggu. Manusia menjadi sangat mudah hilang kendali. Tingkah lakunya menjadi kasar dan keras. Ide dan keputusan yang diambilnya bukan saja sangat mementingkan egonya, menomor satukan kepentingannya, tapi juga mengancam keamanan dan keselamatan orang lain.

Rasulullah SAW. bersabda:
"Dan Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orngyang fasik."(QS.Al-Hasyr:19)

" Ingatlah bahwa sesunguuhnya dalam diri manusia ada segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh itu. Dan bila segumpal darah itu rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Dan ketahuilah segum- pal darah itu adalah hati."

Namun....
Segelap apapun kabut yang ada di depan mata, bila kegundahan dikembalikan kepada Allah, akan berubah menjadi cahaya. Masalah yang begitu nampak mencekam di depan akan perlahan berkurang dari beban-beban yang menyempitkannya.

Kita tidak perlu mengutuk siapapun perihal apa ayang telah menimpa kita. Sebagaimana pesan yang disamaikan oleh Nabiullah SAW." Bahwasanya seorang hamba apabila mengutuk sesuatu, naiklah kutukan itu ke langit, lalu dikunci pintu langin-langit itu dibuatnya. Kemudian turunlah kutukan itu ke bumi, lalu dikunci pula pintu-pintu bumi itu baginya. Kemudian berkeliaran ia ke kanan dan ke kiti. Maka apabila tidak mendapat tempat batu, ia pergi kepada yang dilaknat, bila layak(artinya kalau benar ia berhak mendapat laknat) tetapi apabila tidak layak, maka kembali kepada orang yang mengutuk(kembali ke alamat si pengutuk)."(HR.Abu Dawud)

Alangkah indahnya bila kita mampu menghilangkan cemas dengan mengembalikan kepada kesucian hati. Hati yang suci dan bersih akan membuat kita mampu menjalani hidup ini dengan cara yang suci dan bersih pula.

Firman Allah, "Sesungguhnya beruntunglan orang yang mensucikan diri. Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang."(QS.Al- A'laa:14-15)

Orang bijak berkata, "Barangsiapa yang menanam benih 'nanti', maka akan tumbuh sebuah tanaman bernama 'mudah-mudahan', yang memiliki buah bernama 'seandainya', yang rasanya adalah 'kegagalan dan penyesalan'."

oleh ustadz ; ABDUL AZIZ SETIAWAN

Berqurbanlah yang Terbaik (Sharing dari tulisan yg dibuat teman)


foto dr om google ^_^



Berqurbanlah yang Terbaik (Sharing dari tulisan yg dibuat teman)
dan nia copas jg dr fb nya bpk Muhamad Rofiq
Pesan ini sudah pernah saya kirimkan, semoga bisa menambah semangat dalam berqurban.......

"Tidak ada suatu amalan yg paling dicintai oleh Allah dr baniadam ketika hari idul adha selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pd hari kiamat (sbg saksi)dg tanduk,bulu, & kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya" (HR TIRMIDZI, IBNU MAJAH, & HAKIM)


QURBAN TERBAIK
Oleh Jojo Wahyudi

Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban. Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan. Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti, sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim & Nabi Ismail.

Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti. Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang, ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.

” Berapa harga kambing yang itu pak ?” ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.” Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang” kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.” Tidak bisa turun pak?” kataku mencoba bernegosiasi.” Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal” si pedagang bertahan.” Satu juta lima ratus ribu ya?” aku melakukan penawaran pertama” Maaf pak, masih jauh.” ujarnya cuek.Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.” Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?” kataku” Masih belum nutup pak ” ujarnya tetap cuek” Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?” ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.” Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri. Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan rumput” kata si pedagang meledek.

Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima ratus ribu. Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil. Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya. Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.” Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?” kataku kemudian” Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah” katanyaBelum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi. Meskipun pakaian “korpri” yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.

” Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?” katanya kagum” Dua juta tidak kurang tidak lebih kek.” kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.” Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?” kata si kakek dalam bahasa Purwokertoan” bisa di tawar-kan ya mas ?” lanjutnya mencoba negosiasi juga.” Cari kambing yang lain aja kek. ” si pedagang terlihat semakin malas meladeni.” Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas.” katanya tetap bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.

” Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?” lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.

Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi. Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek, kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.

” Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah” si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan” Ora ono ongkos kirime tho…?” (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih” Dua juta sudah termasuk ongkos kirim” si pedagang yg cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek” mau di antar ke mana mbah?” (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)” Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa ditabung lagi)” kata si kakek sambil menerimanya” tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya), sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti, InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu).”

Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail milikku. Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.

Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku. Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol, sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya. Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan oleh si kakek.Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri dengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.

Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta asing.Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi.Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega SuperYang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinyaYang sanggup mengkoleksi “raket” hanya untuk olah-raga seminggu sekaliYang sanggup juga membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligusTapi apa yang aku pikirkan?Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku di dunia fana. Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.

Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia, balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu.

Sabtu, 26 Februari 2011

Titik Terendah.!!


Ada sebuah materi paling berkesan yang saya dapatkan dari mentor saya Ippho Santosa. Dalam sebuah kesempatan dia menceritakan langsung kepada saya tentang "Titik Terendah"

Anda sedang berada di titik terendah?
- Gagal
- Bankrut
- Sakit
- Teraniaya
- Ditipu
- Ditinggalkan

Selain introspeksi, baiknya Anda juga bersyukur. Betul sekali, bersyukur. Lho kok bisa? Karena saat Anda sedang berada di titik terendah, sebenarnya pada masa yang sama Anda juga berada di titik tertinggi. Di mana kemungkinan besar Anda sedang mesra-mesranya dengan Allah, Zat Yang Maha Tinggi. Ini menurut Ippho Santosa dan sahabatnya, Muhammad Rofiq. Tidak percaya? Coba deh perhatikan fenomena-fenomena berikut ini:
- Ka’bah
- Sujud
- Tawadhu (rendah hati)
- Berdoa dan berzikir dengan suara rendah
- Teraniaya
- Masa-masa sulit

Apa persamaannya? Ternyata semuanya berada di titik terendah!
- Bukankah Ka’bah –bangunan yang paling mulia di muka bumi ini– berada di lembah?
- Bukankah ketika manusia sedang bersujud, sedang tawadhu, sedang berdoa dan berzikir dengan suara rendah, sedang teraniaya, dan sedang melalui masa-masa sulit, dia tengah dekat-dekatnya dengan Allah? Doa mereka begitu mudahnya terjawab dan terkabulkan. Subhanallah!

Jadi, titik terendah bukanlah sesuatu untuk dikeluhkan. Melainkan, untuk diintrospeksi dan disyukuri. Makanya, bagi Anda yang sedang berada di titik terendah, setulus hati saya mengucapkan, “Selamat! Anda mendapat tiket VIP untuk bersama Allah.”

----------

MENYAKITI IBLIS


Menyakiti Si Iblis! Ternyata, bersedekah merupakan salah satu amalan yang dapat menyakiti Si Iblis. Berdasarkan percakapan Si Iblis dengan Sang Nabi, diketahui bahwa ketika Anda bersedekah, itu sama saja Anda membelah tubuh Si Iblis dengan gergaji.

Dan dari percakapan ini diketahui pula empat manfaat bersedekah:

1. harta Anda akan diberkahi
2. kehidupan Anda akan disukai
3. segala macam musibah akan terhalau
4. sedekah Anda akan menjadi hijab antara Anda dengan api neraka

Di kesempatan lain, Sang Nabi pernah berpesan, “Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.” Khalifah Ali juga pernah berpesan, “Pancinglah rezeki dengan sedekah.”

Nah, mengacu berbagai dalil, inilah rangkuman manfaat sedekah:
1. melipatgandakan rezeki (10 kali, 700 kali, bahkan lebih)
2. memudahkan urusan
3. memudahkan keturunan
4. memelihara kesehatan
5. memanjangkan umur
6. menolak bala
7. membersihkan harta
8. membuat kita tidak terlalu cinta akan harta
9. membuat Dia tambah sayang sama kita
10. menjadi pahala dan salah satu pintu surga

Allah pun telah menjanjikan, kalau kita menginginkan perniagaan yang tidak mungkin merugi, maka penuhilah tiga syarat. Pertama, baca Al-Qur’an. Kedua, dirikan sholat. Ketiga, sedekah baik secara diam-diam maupun terang-terangan (QS 35: 29).

Semakin besar sedekahnya, yah, semakin baik. Masih ingat dengan Index of Sacrifice? Yap, semakin berat pengorbanan Anda dalam bersedekah, maka semakin CEPAT dan semakin BESAR pula balasannya. Setidaknya, demikianlah testimoni para pelaku sedekah. Nah, berat itu bisa karena ‘jumlah rupiahnya’ atau ‘rasa sayang Anda terhadap uang dan barang yang Anda sedekahkan’.

Jika pendapatan Anda Rp 10 juta, maka sedekah Rp 1 juta terhitung relatif ringan. Tapi, jika pendapatan Anda Rp 2 juta, maka sedekah Rp 1 juta terhitung relatif berat. Iya ‘kan? Itu yang pertama. Yang kedua, berat bisa juga karena rasa sayang Anda terhadap uang dan barang yang Anda sedekahkan. Misalnya, kalung warisan, cincin pernikahan, jam kesayangan, dan lain-lain. Berat, memang. Namun inilah yang sangat dianjurkan. (QS 3: 92)

Dengan kata lain, lebay itu boleh. Asalkan ‘lebay’ dalam bersedekah. Foya-foya juga boleh. Asalkan ‘berfoya-foya’ di jalan Allah, hehehe!

Akhirnya, mari kita tingkatkan Index of Sacrifice kita dalam bersedekah! Dengan kata lain, mari kita ‘berfoya-foya’ di jalan-Nya! Agar semakin cepat dan semakin besar pula balasan dari-Nya. Sip?

www.ipphosantosa.com Entrepreneur, Penulis Megabestseller, Penerima MURI Award