SMILE...^_^

Kamis, 11 Agustus 2011

~ Mencari Cinta Ilahi ~



Andai rasa sedih,pandanglah langit, ingatlah Allah masih ada.
Andai rasa resah, renunglah dasar hati, yakinlah Allah mencipta hati.
Andai rasa putus asa, lihatlah sungai yang tetap mengalir walaupun dihalang bebatu keras.
Andai rasa kecewa, lihatlah hakikat alam semesta, percayalah Allah maha berkuasa.
Andai rasa tersisih, lihatlah purnama dimalam sepi, yakinlah Allah takkan biarkan kita sendiri.
Kalau semuanya tak pasti, serahkan pada Maha Mengetahui yang tersirat dan tersurat. ♥







facebooknya ~ Mencari Cinta Ilahi ~

Rabu, 10 Agustus 2011

Tahukah teman?


Apa saja bagian dari diri kita yang masih hidup sesaat setelah kita mati?

Jantung - 10 menit, Otak - 20 menit, Mata - 4 Hari, Kulit - 5 Hari, Tulang - 30 Hari. 

Dan Amal Sholeh - Selamanya ..

Yang manakah yang saat ini kita prioritaskan ??? :)

Selamat menjalankan ibadah puasa, Ramadhan kariim ..





AlGardenz street-Amman-Jordan

Senin, 08 Agustus 2011

Hanya Lewat Restu-mu Terbuka Pintu ke Surga


SALAM SAHABAT, SEMANGAT PAGI!
Semoga DIA Pemilik Nama Rahman Rahim Selalu Mengijinkan Kita Berkelimpahan Kasih Sayang Selama Nafas Berhembus.

Lirik Pencerahan Kita Hari ini, Mohon Maaf Jika Kurang Berkenan:

Kunyanyikan semua lagu Untukmu Ibu
sebagai wujud terimakasih Ku kepadamu
Tanpa lelah kau berjuang Membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku

Ijinkanlah tanganmu kucium
Dan kubersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian
Dihangat pelukmu

Di dalam hati kuyakin Serta percaya
ada kekuatan doa yang engkau titipkan Lewat Tuhan
Membuat semangat bila diri ini rapuh
Dan tiada berdaya

Ada surga di telapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Buka pintu maafmu Saat kulukai hatimu

Ada surga di telapak kakimu
Lambangkan mulianya dirimu
Hanya lewat restumu Terbuka pintu ke surga

Kasih sayangmu begitu tulus
Kau cahaya dihidupku
Tiada seorang pun yang dapat menggantimu

(Gita Gutawa)

Sahabat,
Ajaran keyakinan manapun, kebudayaan apapun selalu mengajarkan untuk berbudi pekerti baik kepada orang tua. Konon sih katanya "surga dibawah telapak kaki ibu"  kalo neraka dimananya ibu ya? Menurut penyanyi idola saya Bang Aji Oma Irama "Tiada keramat yang ampuh di dunia melainkan doa (Red: pikiran-perasaan) ibu mu jua. Artinya apa, jika kita baik sama ibu ya dapatlah "surga" gelarnya anak pak sholeh, jika jelek ya dapatlah "neraka" gelarnya anak durhaka (gak punya bapak gak punya ibu, sebab mana ada yang mau anak durhaka). Pertanyaannya kamu anak apa? hehe

Surga apa sih, kok ada di bawah telapak kaki ibu?
Surga itu yang enak-enak. Siapapun yang baik sama ibunya kelak rejekinya selangit, jodohnya dimudahkan, pekerjaan apalagi! karir naik, usaha lancar, serba dimudahkan... mau melahirkan juga mudah, anak jadi baik gak bandel kaya' bapaknya dulu hehe. Hidup berkecukupan, penyakit jauh, masalah lewat. Sampai-sampai dia berkata "Kehidupan saya seperti di surga" ya itulah surga yang kamu dapat karena bakti mu kepada ibumu. Bukan hanya ketika masih hidup, sudah tiadapun kuburannya kau rawat, sehabis salat kau kirimkan doa keselamatan, bahkan sedekahpun kau niatkan untuk ibumu. Surga mana yang menolak mendatangi dirimu, sahabat?

Neraka saya gak tau dimananya ibu!
Hanya saja kita telah diajarkan oleh kehidupan bahwa siapapun yang bersikap buruk kepada orang tua(mulai jahat sedikit, sampe jahat banget) maka sudah bisa dipastikan hidupnya sembraut, kaya' malinkundang yang pernah bilang "Bundoooo...Jangan kutok ambo jadi batu, kutok sajo ambo jadi pepsodent" akhirnya jadilah pepsodent digosokin ke gigi kamu yang bau; digilas kehidupan serba tidak mengenakkan. Rejeki mampet, usaha jalan ditempat lagi latihan baris berbaris kaya' nya, mau melahirkan anak aja susahnya setengah hidup, berhari-hari nih anak kok gak brojol-brojol juga ya, sampe minum cucian kaki ibunya yang abis macul disawah baru owek...owek...,  banyak utang, anak bandel sama jahatnya dengan perlakuan orang tuanya ke nenek si bocah, sakit-sakitan sampai-sampai dia mau bilang "kehidupan saya seperti di neraka". Yah itulah neraka hasil dari perlakuanmu pada ibumu. Lalu neraka mana yang menolak mendatangi dirimu, sahabat?

Surga neraka ya disini-sini juga, makanya berbuat baiklah kepada siapapun supaya dapat kebaikan juga. Gak usah kejauhan sampe ke akhirat,.. udah jelas di dunia diperlihatkan. Ya kalo di dunia baik Insya Alloh di sana juga sama. Kira-kira begitu sih.

Beberapa hari ini saya mendapat pelajaran berharga, membaca kitab kehidupan.
Seorang Nenek-Nenek (tapi masih perawan sih) sakit-sakitan, obat magh sekali makan 7-8 tablet,  pikiran gak tenang, hidup terlunta-lunta, punya sodara tapi gak diperdulikan. Konon katanya sewaktu jaman bauhela masih muda cantik kaya raya, pusaka orang tua dijualin, orang tua disumpahin mati, sama keluarga somse (sombong sekale) apalagi sama yang laen. Jadilah dikatakan keluarganya kena karma akibat perbuatannya masa lalu. Benner juga sih... dulu cantik kurang apalagi namun jodoh gak kunjung datang jadilah perawan tua. Mau kamu begitu?

Seorang Ibu-ibu punya 2 anak nakal minta ampun, sayangnya gak pernah sadar-sadar minta ampun. Anak yang cewek pemarah, kelakuan jelek, keluarga nya pun berantakan. Anak yang cowok sama banditnya suka berantem sama sodara, hajar sana hajar sini hingga dijulukin masyarakat dengan julukan jelek. Setelah saya baca, amati dan selidiki (seperti research penelitian ilmiah hehe) ternyata penyebab anaknya nakal gak minta ampun adalah si Ibu ini juga sama jahatnya dengan si Ibunya alias neneknya si bocah. Kalau ngomong dengan mak nya kasar, ampe kedengeran tetangga. Orang tua jalan aja seperti suster ngesot karena sudah gak bisa apa-apa, tinggal sendirian lagi. Saya pastikan kehidupannya gak bahagia, ya iyaLah secara surga gitu lho di sia-siain!

Katakanlah:" Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang berdosa." (QS. AN NAML:69)

Orang-orang diatas selalu bilang, ah... ini sudah takdir saya. Ya kamu sendiri yang bikin takdir. Tuhan sudah biki hukum kok selaras dengan hukum semseta. Semesta selalu merespon... kalau sinyal yang manusia pancarkan adalah baik, maka semesta akan merespon dan membuat suasana juga keadaan yang baik, sehingga kebaikanlah sepanjang perjalanan hidupnya. Begitu pula sebaliknya. Bukan masalah takdir, tapi kita mau bikin takdir seperti apa? tentukan laku hidupmu! Begitulah guru Mahakosmos saya berpesan.

Ada juga seorang yang baik cinta kasihnya sama orang tuanya, tiba-tiba dapet rejeki selangit, populeritas mulai menyentuh, mulai jadi tenar, kaya' briptu norman tu Lho,. wah dasyat ya.

Hati-hati jika sampai orang tua berkata jelek terhadap dirimu. ASLI, perkataannya di aminkan malaikat! Salah seorang sahabat dikisahkan sering beradu mulut sama ibunya, sampe-sampe sang ibu mengeluarkan kata-kata jelek buat sang anak. Aduhai betapa ibanya hati mendengar seperti itu. Kemana surga hendak dicari, sahabatku?

Saya melihat sang anak seperti itu karena sang ibu dulu juga polanya seperti itu, kasar sama anaknya, pelit juga dan main pukul. Akhirnya anak pun berbalas sama. Tapi apapun itu, orang tua sejahat apapun tetap orang tua kita, harga mahal yang harus ditebus karena surga tak kan mungkin pindah ke kaki bapak. Kalau begitu suruh saja bapak yang melahirkan! sayangnya bapak juga gak sanggup, mikir...dari mana mau ngeluarinnya?????

Saya pribadi lebih senang diSUMPAHIN yang baik-baik sama mak. Di SUMPAHIN cepat wisuda, mudah dapet kerja, Di SUMPAHIN cepet nikah juga saya IKHLAS. Terlebih-lebih diSUMPAHIN Kaya Lahir Batin Penuh Keberuntungan Sehat Lahir Batin.Saya tuker dengan menghadiahkan seluruh amal kebaikan buat kedua orang tua. Sedekah pun diniatkan buat mereka. Bagi saya Bukan karena surga-nya, karena saya mengabdi kepada DIA yang menghidupi orang tua saya. Masalah surganya itu sudah kepastian jika kita melakukan yang terbaik. Buat apa meminta sesuatu yang sudah pasti diberikan? mending minta yang lain....

Sahabat,
Jika dikau terlanjur berbuat salah dan ingin introfeksi diri, lakukan saat ini juga. Hari ini sangat penting disinilah anda akan memulainya.

Tubuh ini ibarat alat perekam, konon katanya di akherat nanti semua rekaman ini bakal ngoceh bersaksi atas apa yang pernah dilakukan si punya badan. Sebelum rekamannya ngoceh... yuk sama-sama kita buang rekaman kejelekan kita.
Tubuh juga ibarat botol, bagaimana mungkin mengeluarkan kotoran di dalamnya jika tutupnya tidak dibuka. Untuk itu buka dulu tutupnya, keluarkan kotorannya, isi dengan air kehidupan yang lebih bening. "Buka hatimu...bukalah sedikit untukKu, sehingga diriKu bisa memilikimu"

1) Buka Tutupnya: Sambil pegang kepala juga dadamu:
"Ya Allah yang menghidupiku ijinkan selama hamba masih bernafas, bukakan pintu otakku-pintu pikiranku-juga pintu badanku agar seluruh kesalahanku, masalah dan penyakitku keluar melalui pintu-pintu itu" Alfatehah....

2) Keluarkan isi kotorannya: Masih pegang kepala juga dadamu:
"Ya Allah yang menghidupiku, ijinkan selama hamba masih bernafas kekuasaanMu yang memerintahkan rekaman otakku, rekaman pikiran dan rekaman badanku yang menyimpan seluruh rekaman kesalahan kepada ibu ku lenyap sempurna terhapus selamanya"

Sambil di Grounding kedua tanganmu (mengarahkan ke dasar bumi)
"Ya Allah, ampuni seluruh kesalahanku yang telah menyakiti ibuku. Ijinkan dengan tobat dan nafasku ini keluarkan seluruh kesalahanku itu. Astaghfirullahal 'adzim.... keluarkan ya Rabb kesalahanku itu, keluarkan tiada tersisa (berkali-kali sambil bernafas, mohon minta dikeluarkan)

Kita juga sering berprasangkaan yang salah kan kepada ibu kita?
Hanya bilang gini:

"Ya Allah, ampuni seluruh sangkaanku yang salah kepada ibuku. Ijinkan dengan tobat dan nafasku ini keluarkan Rabb seluruh sangkaanku yang salah itu dari otak-pikiran dan badanku" Astaghfirullahal 'adzim.....


Setelah itu kamu buang hal yang sama dalam diri ibumu:
Hanya lakukan:

1). Buka pintu hatinya:
"Ya Allah yang menghidupi ibuku, ijinkan selama ibuku masih bernafas, bukakan ya Rabb pintu otaknya-pintu pikirannya-juga pintu badannya, agar seluruh sangkaannya yang salah padaku keluar melalui pintu itu"   Alfatehah....

2). Ya keluarkan seluruh sangkaan ibumu yang salah:
"Ya Allah yang menghidupi ibuku, ijinkan selama dia masih bernafas kekuasaanmu ya Rabb yang memerintahkan rekaman otaknya-rekaman pikirannya-dan rekaman badannya yang menyimpan seluruh sangkaan yang salah terhadap diriku lenyap sempurna terhapus selamanya"

Sambil di Grounding kedua tanganmu (mengarahkan ke dasar bumi)
"Ya Allah, ampuni seluruh sangkaan ibuku yang salah terhadapku. Ijinkan selama dia masih bernafas keluarkan seluruh sangkaannya yang salah itu. Astaghfirullahal 'adzim.... keluarkan ya Rabb, keluarkan tiada tersisa (berkali-kali sambil bernafas, mohon minta dikeluarkan)

Mulai detik ini dan selanjutnya berlakulah yang baik sama ibumu, minta maaflah kepadanya.
Doakan keselamatan buat keduanya. Cinta kasihlah pada nya. Dan secepatnyalah minta di SUMPAHIN supaya hidupmu selamat lahir batin penuh keberuntungan.

"Ya Rabb, Ampuni hamba jika dalam tulisan ini telah membicarakan aib orang lain. Hanya untuk pembelajaran, Ampuni hamba Rabb"

Salam Super Ikhlas, Rahayu.
Zain,

Kenapa Sedekah bila ikhlas bisa bikin kaya, namun sebaliknya malah bikin susah....kenapa? Inget POLA PIKIR (sangkaan)


Salam Sahabat Mahakosmos,

Banyak sekali yang sharing bertanya kenapa sudah bersedekah malah bisnisnya ambruk, rejekinya menjadi sulit dan habis terus uangnya.....
Padahal konon banyak gerakan sedekah dan katanya bikin rejeki berlimpah.
Bahkan Tuhan dalam ajaran agama menjanjikan demikian, rejeki tak tersangka, kebaikan dan pahala berlipat-lipat.
Tetapi kenapa sudah mengikuti anjuran dan rutin bersedekah, kok ya malah makin sulit...
Dimana letak kesalahannya?

Sahabat, sesungguhnya Tuhan ada dalam sangkaan hambanya.   Sangkaan adalah pola pikir yang sangat menentukan kejadian di masa mendatang sesuai yang disangkakan.
Pola pikir (life pattern) adalah yang membedakan manusia ada yang selalu berkelimpahan, sehat, bahagia, tentram, rejeki demikian mudah, namun sebaliknya ada yang sakit-sakitan, sudah kerja keras namun rejeki tidak mau datang, menderita, dan lain-lain pola kehidupan.

Pola pikir ibarat orang membuat baju, namun sudah ada polanya.  Jadilah kemudian menjahit sesuai polanya.  Atau perumpamaan dalam kehidupan, kejadian demi kejadian kehidupan sesuai dengan pola pikir yang telah menjadi blue-print.

Pola pikir adalah hakikat do'a, sebuah sangkaan.  Dan Tuhan ada dalam sangkaan itu. Artinya apapun pola pikir akan menjadi suatu blue print kehidupan.
Sebagaimana sejak kecil seseorang selalu berpola pikir bahwa hidup ini selalu beruntung dan berkelimpahan.  Maka yang terjadi hari demi hari adalah dia selalu beruntung dan bagus rejekinya.
Orang yang berpola pikir, kerja cerdas dan uang berdatangan, maka hari demi hari kok ya terjadi peristiwa demikian mudah uang berdatangan.  Sementara pekerjaannya cuma beberapa jam.
Namun sebaliknya ada orang yang berpola pikir harus kerja keras sampai malam agar berhasil dapat uang, maka yang terjadi kelak dia akan berhasil kalo sudah banting tulang sampai malam.  Dan nyatanya bila tidak banting tulang, maka uang pun jadi pas-pasan.

Pola pikir (sangkaan) adalah do'a luarbiasa dimana terletak Tuhan didalamnya.  Pola pikir (sangkaan) ibarat lantunan do'a yang terus mengalir detik demi detik dan semakin menguat menjadi kebiasaan.   Maka bekerjalah hukum tarik menarik,  semua rekaman pola kehidupan ini akan menarik kejadian sesuai yang dipolakannya. 

Kembali kepada sedekah kok ya bisa bikin keajaiban rejeki?  Namun banyak juga sudah sedekah, kok ya malah amburadul, habis hartanya, rejekinya jadi kurang beruntung.

Mereka yang beruntung memperoleh keajaiban rejeki adalah karena sedekah ikhlas.  Dia tidak pernah BERPIKIR dalam bersedekah, pokoknya ada yang minta tolong ya dibagi, ada yang minta sumbangan....langsung koceknya dikeluarkan.  Ada yang minta tolong, langsung tangannya bergerak.  Bergerak dengan hatinya, empatinya, ikhlas tanpa pamrih.
Maka tanpa disadarinya dia telah membuat sangkaan (pola pikir) terekam dalam blue print dirinya, yaitu MUDAH BERBAGI TANPA PERHITUNGAN
Maka hukum semesta tarik menarik, akan bekerja seperti SOFTWARE,  membagi dia tanpa perhitungan pula.  Hukum berbalas sama. 
Itulah hukum alam, hukum Tuhan, sekecil biji sagapun akan berbalas sama.  Bahkan setitik debu sekalipun.

Namun mereka yang bersedekah yang PAKAI MIKIR, jadi pas mau sedekah dia berhitung-hitung apakah nanti sisa uangnya cukup buat makan sampai akhir bulan.  Apakah sisa uang setelah dipotong sedekah akan cukup untuk membayar uang sekolah anaknya bulan depan. 
Bahkan tanpa disadari, jadi berhitung dalam berbagi, karena takut uangnya habis nanti pas butuh buat beli sesuatu....lha gak ada uang sisa.
Namun ketika mengingat himbauan SEDEKAH BIKIN KAYA, maka serta merta jadi ikhlas memberikan segepok uangnya.  Demi dapat pahala, dan berharap keajaiban rejeki seperti yang lain.  Yaitu ketika disedekahkan uangnya semua,  tiba-tiba mendapat gantinya jauh lebih banyak.
Kini dia sudah ikhlas, dengan pertaruhan KEAJAIBAN SEDEKAH dan pahala berlipat.

Apa yang terjadi?  Keajaiban tidak datang.  Uangnya benar-benar habis, pas dia butuh, anak-anak butuh uang sekolah.  Lha uangnya bener-bener habis.  Blasss.

Sahabat, apa yang salah?  Dimana letak kesalahannya, kok ya sedekahnya jadi membuat dia berhutang sana sini.

Dalam ilmu recording (rekaman) bahwa manusia ibarat pita rekaman yang merekam semua pola pikir, pola perilaku, dan bila pita rekamannya isinya dangdut, ya setiap hari kedepannya lagunya dangdut meyuyu.  Tak akan bisa berubah, kecuali diganti pita rekamannya.  Alias intropeksi, hapus pita rekamannya dan ganti dengan lagu baru.

Mereka yang sudah bersedekah diatas, dan malah mendapat penderitaan bukan keajaiban.   Adalah mereka yang bersedekah, namun pola pikirnya yang terekam adalah:
1.  BERHITUNG-HITUNG
2.  TAKUT UANG HABIS
3. TAKUT NANTI PAS BUTUH UANG, GAK ADA UANG SISA

Inilah yang terekam dalam RECORDING TUBUHNYA, rekaman pola pikir (sangkaan) diatas yang kelak menarik kejadian persis seperti yang disangkakan.  Jadilah Tuhan dan semesta alam juga berhitung-hitung memberi rejeki.  Jadilah uangnya habis beneran.  Jadilah pas dia butuh uang,  bener-bener gak ada uang sisa.  Blassss

Ikhlas bersedekah adalah tanpa pamrih apapun.  Tidak pernah berhitung-hitung.  Bahkan seringkali tidak terpikirkan dampaknya, pokoknya bantu orang sampai bener-bener terbantu.   Bahkan kadang tidak tahu, bahwa uang yang disedekahkan itu adalah uang terakhir dari dompetnya.  Dan juga tidak pernah berharap apa-apa.  Tangan kiri pun tidak tahu tangan kanan BERBAGI, MEMBERI, SEDEKAH.
Bahkan ikhlas bersedekah adalah sangat sederhana.  Tidak pernah memaksakan.  Ada yang bantu ya segera dibantu.  Ada yang meminta sedekah, langsung memberi pas ada.
Bahkan tidak berpikir-pikir menjadi kaya sehingga dibuatlah "planning", setiap hari "sekian" recehan disebarkan kepada fakir miskin.  Agar dapat pahala dan kejaiban rejeki.

REKAMAN SANGKAAN inilah kuncinya, alias REKAMAN POLA PIKIR. Bahasa kerennya:  REKAMAN MINDSET yang kelak menjadi suatu kepribadian, kebiasaan.
Bila dalam bersedekah, berpola pikir:  IKHLAS BERBAGI TANPA PERHITUNGAN, maka sebaliknya Tuhan semesta alam akan membaginya tanpa perhitungan.
Pola pikir: BERBAGI, MEMBANTU, maka kelak semesta alam akan membantu dari segala penjuru.

Yuuk berbagi dengan tulus, tanpa pamrih....tanpa motif apapun. 
Karena Tuhan, kita berbagi...... apa adanya, gak perlu diada-adakan, sangat sederhana.

Salam Ikhlas.  MAHAKOSMOS.
Jagalah Hatimu

mas KRis
"hamba yang paling beruntung, yang diinginkan selalu ada"

Gerak Wudhu sebagai suatu cara pengobatan yang sangat mudah....


Salam Sahabat Mahakosmos,

Sebagai praktisi totok jari akupunktur saya akui bahwa ada satu rahasia pengobatan dalam gerakan wudhu dan ini sudah diterapkan dalam berbagai kasus,  menjadi solusi untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit medis jasmani.

Mengusap tangan dengan benar dan sambil zikir thowaf (mengingatNya) itu bisa membuka semua titik jalur meridian semua organ-organ tubuh.  Karena ternyata di kedua telapak tangan dan jari-jari tersebut banyak sekali terdapat titik jalur meridian yang dipakai seorang akupunktur, dan pijat akupressur.  Belum lagi ditambah mengusap mulut, wajah, telinga, kepala hingga kaki sebatas mata kaki.   Lengkap sudah.....

Teknik ini sebagai metode pelatihan Quantum Mahakosmos untuk membantu proses penyembuhan berbagai penyakit kronis.
Tanpa pijatan, tanpa jarum, namun efeknya sungguh dahsyat.....banyak kasus dari berbagai stroke ringan, demam, migrain, vertigo, gangguan pernafasan, hingga bengkak karena tabrakan dan lain-lain yang mereda.

Caranya mudah, anggap saja seorang awam yang tidak tahu mengenai dimana saja letak ratusan titik jalur meridian tubuh tersebut.  Layaknya seperti gerakan wudhu, usaplah tangan, telapak, jari-jari......lalu bagian yang lain mulut, wajah, telinga, kepala, hingga kaki plus jari-jarinya hingga mata kaki.

Nah sambil mengusap ini....tidak menggunakan usapan tangan biasa.  Namun sambil berzikir kepada Tuhan, dengan mengenali kekuasaanNya yang berpusar (thowaf).  Anda percaya atau tidak percaya....pusaran Semesta ini tetap ada, karena dengan gerakan thowaf yang tak nampak itulah menjadi sebuah energi yang menghidupi semua mahluk di dunia ini (manusia, tumbuh-tumbuhan, binatang, angin, hujan, badai, lautan, hingga bumi berputar, tata surya berputar.....)
Dan kalau manusianya sudah kelewatan mengganggu sistem keteraturan semesta, maka pusaranNya dapat dilihat nyata seperti angin puyuh, tsunami laut dan lain-lain.

Gerak kekuasaanNya yang menghidupi seperti proton, elektron, neutron mengelilingi inti.  Tak nampak, tapi jelas tanda-tanda kekuasaanNya bagi orang-orang yang mau berpikir.

Gerak pusaranNya yang mendatangkan jodoh, rejeki, keberuntungan, order, klien, hingga virus, bakteri, hutang, bangkrut dan penyakit kronis.  Itu semua Dia yang menghendaki terjadi demikian, sebagai tanda siapapun yang diuji untuk "ngeh" tersadarkan.

Gerak pusaranNya yang tidak sengaja diperoleh oleh seorang yang asyik mahsyuk berzikir terlelap berjam-jam, tanpa disadari kepalanya bergoyang-goyang berpusar, tanpa dia mengerti.  Asyik sekali, nikmat berlama-lama karena masuk dalam pusaranNya yang sungguh indah penuh cinta kepada Tuhan.

Masuklah berpusar dalam thowafNya, sambil usapkan semua contoh gerakan wudhu tersebut, dan mintalah kepada DIA, agar pusaran kekuasaanNya itu membuka semua titik jalur meridian yang dimaksud, agar semua kejelekan penyebab penyakit keluar dari semua jalur meridian tersebut.

Sungguh, ini sangat membantu penyembuhan seketika untuk berbagai gangguan ringan, serta membantu proses penyembuhan berbagai penyakit kronis.
Metode orang awam, hanya diusap, berthowaf, dan mintalah kepadaNya.
Apalagi bila mau dipelajari secara mendalam.....

Bayangkan sehari lima kali, meluangkan waktu membuka titik jalur meridian.....Insya Allah sehat lahir dan batin.  Wajahpun bercahaya, karena arus chi-nya pun lancar.

Salam ikhlas.  Mahakosmos in your heart
mas kris

Mau Kaya Kamu? Buang Sangkaan Terhadap Rejeki!


Assalamu'alaikum,
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua

Salam Sahabat,
Semangat Pagi! Semoga berkelimpahan syurga bahagia selalu menyelimuti kita disetiap nafas berhembus.
Sudah lama rasanya tidak menulis catatan ringan seperti ini. Mohon maaf jika kurang berkenan.

Sahabat, yang membuat saya beruntung!
Tuhan Maha Pemurah yang memurahkan rejeki kita agar mudah datang. KemurahanNya meliputi apapun kepada siapapun dan kapanpun. Mau bekerja atau tidak, kerja keras atau kerja cerdasREJEKI TETAP DATANG karena rejeki GAK PUNYA STATUS (emang lho yang setiap 5 menit update Status hehehe). Kita tentu pernah melihat tukang gorengan, dengan pekerjaan seperti itu namun bisa sekeluarga pergi haji, beli rumah, beli tanah, uang gak abis-abis. Sementara ada seorang karyawan sebuah perusahaan rumah saja masih ngontrak, cicilan Kartu kredit buanyak, jangan-jangan istri juga masih kredit alias belum lunas bayar mahar.Bahkan ada yang kerja siang malam sampai tulangnya dibanting, keringatnya diperas tapi setiap tanggal 25 sudah sibuk nyari pinjaman. Apa yang salah?

Sahabat, yang membuat saya bertambah beruntung!
Karena Rejeki gak punya Status, dia datang kapan saja bahkan jam 2  dini hari lagi enaknya tidur dia bisa ngetuk-ngetuk pintu rumah, jam 3 subuh Hape masih aja bunyi  twing...twing...twing...twing.. Pesanan Orderan. Ya namanya juga dimurahkan. Tapi kok tiap orang beda ya? Kalau begitu Tuhan gak adil dong?

Ok, Tuhan itu sesuai Sangkaan hambanya,
Kita sendiri yang membuat POLA dengan sangkaan kita. Pernah melihat POLA baju? kalau POLA nya sudah begitu ya nanti potongannya jadiannya juga begitu, sesuai POLA nya. Orang menyangka rejeki itu datangnya dari pekerjaan misal; menjadi guru termasuk saya (tapi itu duyu...sekarang  gak lagi hehe), menyangka rejeki itu dari pekerjaan menjadi ya apa sajalah sesuai pekerjaan sahabat sekalian (montir kek, sales kek, pedagang kek,pengusaha kek, hansip kek). Ya kalau sangkaannya rejeki datang dari pekerjaan menjadi guru PNS, ya rejekinya dari situ aja. karna sudah dipolakan. Polanya Kerja keras tulang dibanting keringat diperas...ya kalau kerja gak sampe tulang dibanting keringat diperas gak dapet banyak duit. Sekali lagi Rejeki Gak Punya Status, Gak mau di Polakan.

Gak usah deh mem-Pola-kan rejeki. Rejeki itu datang dari mana saja kita gak tau, entah ketemu ular antik yang kalau dijual harganya gak karu-karuanEntah anaknya mutah, mutahin mutiara..kita gak tau. Namanya juga anak adalah rejeki. Rugi kita kalau mempolakan rejeki, Tuhan itu sudah Maha Pemurah... Rejeki dimurahkan datang dari mana saja, kapan saja. Kalau Pola nya A ya rejekinya sesuai Pola A.... Polanya B rejekinya sesuai Pola B.

Yah, saya kan masih Mahasiswa..belum kerja. Dari mana dapet rejeki?
ich.... sudah dibilangin! masih ngeyel kamu ya!
Rejeki itu gak Punya Status... gak kaya' kamu forever Update Status meyuyu! Mau mahasiswa kek gak ada urusan... entah kamu nolongin anak pejabat dikasih uang sekoper (hah...lho kaget kan?)

Rejeki datang sesuai pola atau sangkaan kita.
Bagi yang terlanjur menyangka rejekinya datang dari pekerjaan buruan deh di hapus dulu sangkaannya.
Hanya bilang:

"Ya Tuhan yang menghidupiku ijinkan selama masih bernafas bukakan pintu otakku, pintu pikiran hingga batinku & pintu badanku, agar seluruh sangkaan ku yang salah terhadap rejeki keluar melalui pintu itu"

"Ampuni sangkaan hamba yang salah terhadap rejeki, Ijinkan dengan nafasku ini keluarkan seluruh sangkaan ku yang salah itu dari otakku, pikiran hingga batinku & dari seluruh badanku .. Astaghfirullahal 'adzim.. keluarkan Ya Rabb"

Silahkan pake bahasa sendiri (udah gede masa' doa aja pake ajarin hehe)

Kelak jika sudah bersih dari sangkaan yang salah itu, rejeki mudah kok.. ASLI ada aja, datang dari mana aja. Ingat Rejeki itu luas bukan hanya uang, namun bisa berbentuk apapun. Tapi kamu mintanya uang kan? DASAR KAMU MATA DUITAN, SAMA KAYA' SAYA.... ngeliat apapun selalu jadi DUIT. hehe

SELAMAT MEMBUANG POLA YANG SALAH, DAN MENGUBAH POLA.... SEBAIKNYA JANGAN BERPOLA SIH... BIARKAN REJEKI DATANG DARI MANA SAJA, KITA GAK TAU SAMA-SAMA HUJAN LAH KOK DI DEPAN RUMAH KITA HUJAN EMAS, PAGI-PAGI SEMUA ORANG NYETOR KE WC LAH ANDA NYETORNYA EMAS, KITA JUGA GAK TAU!

PR SAYA SETIAP HARI ADALAH MEMBUANG SANGKAAN YANG SALAH KEPADA SIAPAPUN KEPADA APAPUN YANG ADA DILANGIT MAUPUN DIBUMI. INI PR DARI GURU SAYA YANG GANTENG, MAS KRIS.
TERIMAKASIH MAS KRIS ATAS ILMUNYA, SAYA JADI ORANG BERUNTUNG NIH SEJAGAT RAYA..APA YANG DIMAU SELALU ADA DENGAN MUDAH DAN SELAMAT. SORRY YA BUAT YANG LAIN HEHEHEHE

SALAM SUPER IKHLAS,
orang yang selalu beruntung: ZAIN

Penyakit karena sebab perilaku kita sendiri....

Sesungguhnya penyebab penyakit ada beberapa faktor


1) kurang menjaga kesehatan dan pola makan
2) pola pikir / psikologi (emosi, mindset, karakter) 
3) Doa Jelek orang lain (sangkaan,sihir,dll) yang kesemuanya bisa diatasi dengan apapun teknik terapi medis dan non medis (psikoterapi). 


Namun ada lagi yang ke-4, ini yang harus Anda syukuri dan intropeksi yaitu KARENA BALASAN ATAS PERILAKU ANDA yang terekam di dasar jiwa dan baitul muqadas, atau istilah agama teman saya namanya karma.


Tiada teknik terapi, obat yang bisa menyembuhkan namun hanya intropeksi dan gunakan ilmu syukur


FAKTOR KE-4 ini (balasan perilaku masa lalu), Yang bisa membantu adalah pasien sendiri.
Ingat-ingatlah semua perilaku sendiri karena semesta berbalas sama, menyakiti akan disakiti, memakan harta orang akan dimakan pula, menjatuhkan orang akan dijatuhkan lagi, pola pikir dan perilaku yang kerap merugikan orang lain akan diracuni oleh makanan menggerogoti badannya. 


Sekecil-kecilnya perbuatan manusia sebesar biji saga sekalipun akan dituai, dipertanggungjawabkan di dunia ini dalam bentuk ujian yang bikin "nelangsa" juga penyakit yang tidak ada obatnya.
Jika kita saat ini sedang dijatuhkan, disakiti, dibangkrutkan, dibalas, diberi penyakit medis aneh bertahun-tahun dan seabrek-abrek penderitaan. Ikhlaslah untuk menerima ujian "nelangsa" ini karena memang buah dari perilaku kita sebelumnya. Semuanya akan usai, sesuai waktunya ujian tersebut. 


Syukuri saja semua nikmat itu. 


Salam. Rahayumas kris












COPAS dari fbnya bpk :Mas-Kris Mahakosmos

Minggu, 07 Agustus 2011

Dua hati dalam satu doa






Dua hati yang saling berteriak, namun mereka tak mendengar....
Dua hati yang saling mencari, namun mereka belum menemukan....
Dua hati yang saling merindu, namun mereka belum diizinkan....
Dua hati yang saling berjauh, mereka mohon untuk didekatkan....
Dua hati yang tetap meminta, dalam doa untuk satu cinta yang sama...

Untuk jiwa yang sepi, sesungguhnya kamu tidak sendiri. Disana juga berdiri sosok jiwa sempurna yang sedang berharap sama sepertimu. Jiwa yang sudah terlahir, jauh sebelum kamu memintanya hadir hari ini.



fotonya om google ^_^

tips dr Ifan Winarno



ayo gan ... belajar lagi ... "saya sudah makan berserat, tapi kok tetap saja gak bisa lancar BAB" .. gampang, itu karena posisi usus kurang ideal untuk melancarkan BAB .. terus gimana? .. (lihat gambar) ... tangan di belakang pinggang, stretching spt org sakit pinggang pd gambar ... itu saja? itu saja ... 











sehari-hari, seorang bayi cuma main-main dgn posisi kaki di atas seperti pada gambar .. para praktisi Yoga memodifikasinya menjadi posisi "viparita karani" dan mengatur pernafasan .. inilah rahasia TIDUR NYENYAK adik bayi .. jadi setelah sampai di Pulau Kapuk, angkat kaki kayak bayi bbrp menit, dan nikmati aliran darah yang turun balik dari kaki .. dan sampai ketemu di dunia mimpi ...








ini adalah gambar posisi Viparita Karani yang paling AMAN, karena menggunakan bantal/selimut sebgai penyangga pinggang dan pantat, serta tembok sebagai penahan kaki .. jadi cukup mudah dilakukan siapa saja hanya dengan bernafas sesantai mungkin .. posisi ini juga sering dikenal dgn nama "Inverted Lake" .. apa saja manfaatnya?

- Mengendalikan aliran darah
- Meredakan Cramp pada saat Menstruasi
- Menyembuhkan pembengkakan sendi2 kaki
- Menyembuhkan Varises
- Membantu mengatasi gangguan testis dan produksi sperma pada pria, serta masalh kandungan pada wanita
- Meningkatkan kinerja sistem pencernaan makanan
- Memulihkan rasa pegal pada telapak dan kaki
- Menarik bagian belakang punggung, perut depan, dan belakang kaki
- Dalam jangka panjang, memulihkan kesehatan mata dan telinga
- Menyembuhkan sakit pinggang ringan
- mampu mengatasi sakit kepala dan migrain, terutama bila dibarengi dengan mengikatkan ikat kepala (cukup kuat) untuk menekan dahi dan tengkorak belakang
- Membantu anda awet muda dan penuh vitalitas
- Meredakan kecemasan
- dan pasti .. menyembuhkan depresi ringan dan INSOMNIA

*** tutup mata, bernafas sesantai mungkin, kira2 5-15 menit .. 
yoga.posture






Jumat, 05 Agustus 2011

KEJERNIHAN DAN KEDAMAIAN

# catatan hari kedua bulan Ramadhan, 2 Agustus 2011

Seorang bapak bersama dua anaknya naik sebuah kereta. Mereka menempati sebuah gerbong dimana anaknya selalu bercanda, berlari, dan sesekali berteriak. Layaknya anak-anak pada umumnya, yaitu anak umur 5 tahun dan 8 tahun, mereka seakan punya dunia yang selalu ceria. Sepanjang perjalanan anak tersebut berlari yang kadang-kadang mengganggu para penumpang kereta lainnya. Namun seperti membiarkan anaknya berlari atau bermain apa saja di dalam kereta tersebut, bapak itu memang terlihat sangat ‘cuek’ dan tidak memperhatikan anaknya.

Akhirnya beberapa penumpang menggunjingkan hal tersebut,
“Dasar bapak tidak bisa mengurus anak, anak nakal didiamkan saja seperti ini”
“Bagaimana sih bapak ini? Anaknya berlari seperti itu dia diam saja”
“Keterlaluan bapak ini, benar-benar tidak memperhatikan anaknya”

Anak dari bapak tersebut tetap dalam dunia cerianya. Ia saling bercanda antara kakak dan adiknya. Mereka tertawa lepas dan benar-benar bahagia dalam dunia mereka sebagai anak. Namun karena beberapa penumpang merasa terganggu dengan tingkah bermain dua anak tersebut, maka seorang penumpang mendekati bapak itu untuk diajak bicara.
“Apakah bapak memperhatikan dan tahu bahwa anak bapak berlari kesana kemari, tertawa dan bahkan membuat bising?”
“Ya, saya tahu. Saya memperhatikan mereka”
“Mengapa bapak diam saja? Seharusnya bapak memperingatkan mereka supaya sedikit tenang agar tidak mengganggu penumpang lainnya”
“Mereka sedang bahagia”
“Semua anak bahagia, namun bapak tidak bisa membiarkannya seperti itu”
“Saya tidak tega merusak kebahagiaan anak saya”
“Saya semakin tidak mengerti arah pembicaraan bapak”
“Saya ini menjemput dua anak saya untuk bertemu dengan ibunya. Ibunya sekarang sedang dirawat di rumah sakit dan dalam keadaan kritis. Saya diam saja dari tadi karena memikirkan istri saya yang dalam keadaan kritis. Saya diam saja bukan karena tidak memperhatikan anak saya, namun saya tidak tega merusak kebahagiaan mereka untuk tahu kondisi ibunya”

Seseorang yang mengajak ngobrol bapak tadi ikut sedih, ia kemudian diam dan ikut memandangi kedua anak bapak itu yang sedang bermain. Ia memahami kondisi bapak tersebut. Para penumpang lainnya kini bertambah heran karena melihat salah satu diantara mereka yang mencoba untuk mengajak ngobrol bapak itu kini ikut menjadi diam.

“Kita dapat menjadi jernih ketika kita melepaskan segala sudut pandang yang kita pakai untuk melihat sesuatu”

Setiap orang memakai sudut pandang dirinya sendiri untuk menilai sebuah peristiwa, dan dari sinilah sebuah konflik berawal. Konflik terjadi karena perbedaan sudut pandang yang dipakai, dan seseorang mempertahankan sudut pandang yang dimilikinya.

Bagaimanakah bentuk sebuah kejernihan yang memandang sebuah peristiwa tanpa sudut pandang?
Kejernihan tersebut dinamakan ‘tidak menilai’.
Apapun peristiwa yang terjadi, apapun pengalaman yang hinggap, apapun yang dilihat, apapun yang didengar, kita tetap ‘tidak menilai’

Untuk tidak menilai, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Seringkali kita dengan tergesa-gesa memberikan sebuah nilai atau anggapan terhadap sesuatu yang hadir didepan kita. Judgment kita atau nilai kita akan membuat sebuah ‘riak’ di dalam pikiran. Apabila anda terbiasa dengan ‘tidak menilai’, maka anda akan naik ke atas mengambil jarak antara pengamat dan yang diamati. Semakin tinggi anda naik ke atas, pandangan anda semakin utuh dan anda semakin melihat dengan nyata sudut-sudut yang lain.

Melatih kejernihan pikiran anda kali ini adalah dengan langkah meditasi ‘tidak menilai’.
Kita akan mulai dari pagi ini. Apapun yang anda baca di status facebook, ingat bahwa anda sedang dalam latihan ‘tidak menilai’
Apapun yang anda alami sepanjang hari ini, ingat bahwa anda sedang dalam latihan ‘tidak menilai’.
Hal ini bukan berarti anda diam saja, anda hanya sedang ‘tidak menilai’, anda masih bisa bilang‘terimakasih’ apapun yang anda liat atau anda alami. Apapun yang anda baca dari sebuah status facebook, ketika anda menanggapi saat itulah anda sedang menilai. Cukup katakan ‘terimakasih’, apapun  yang anda alami ucapkanlah ‘terimakasih’

Salah satu ‘riak’ yang merusak kejernihan adalah dari hasil penilaian. Ciptakanlah kejernihan dengan mengurangi ‘riak’ yang ada. Langkah mudah untuk mengurangi ‘riak’ tersebut adalah dengan latihan‘tidak menilai’ untuk sepanjang hari pada hari kedua ini.
“Terimakasih”

Salam Kejernihan!
Agung Webe -  http://www.agungwebe.net
Medan, 2 Agustus 2011