SMILE...^_^

Kamis, 21 Juli 2011

BERPIKIR, BERSIKAP, BERBICARA & BERTINDAK 2PK (POSITIF, PRODUKTIF, KONTRIBUTIF)


 oleh Jen Zainal Asyikin Hans

BERPIKIR, BERSIKAP, BERBICARA & BERTINDAK POSITIF
1. Lawan dengki dengan penyayang
2. Lawan sombong dengan rendah hati
3. Lawan angan-angan dengan tawakal
4. Lawan ingkar dengan taat

LAWAN DENGKI DENGAN PENYAYANG
1. Selalu ingin menambah sahabat
2. Menyayangi orang lain
3. Bersabar atas serangan negatif
4. Senang atas kesuksesan orang lain

LAWAN SOMBONG DENGAN RENDAH HATI
1. Ambil pelajaran dari siapa saja
2. Tundukkan kesombongan dengan belajar
3. Pakai baju kepribadian sendiri

LAWAN ANGAN-ANGAN DENGAN TAWAKAL
1. Satu kebergantungan hanya kepada-Nya
2. Jangan lemah dan bersedih hati
3. Sebrangi jembatan jika sudah tiba
4. Menyadari takdir selalu diberi yang terbaik

LAWAN INGKAR DENGAN TAAT
1. Jadikan ilmu sebagai bahan bakar pekerti
2. Kejar hidayah dengan takut maksiat
3. Jangan menantang datangnya nasib buruk
4. Terima standar yang telah ditetapkan

BERPIKIR, BERSIKAP, BERBICARA & BERTINDAK PRODUKTIF
1. Lawan malas dengan rajin
2. Lawan egois dengan berbagi
3. Lawan cepat puas dengan cita-cita
4. Lawan putus asa dengan ikhtiar

LAWAN MALAS DENGAN RAJIN
1. Setelah yang satu kerjakan yang lain
2. Malu karena tidak punya kesibukan
3. Jadikan hari ini sebagai hari paling sibuk; kemarin telah pergi dan besok belum datang
4. Sambut penghidupan yang pasti dengan tetesan keringat

LAWAN EGOIS DENGAN BERBAGI
1. Membangun keberuntungan dengan memenuhi kebutuhan orang lain
2. Tidak menyia-nyiakan kesempatan beramal
3. Berbagi karena ingin dibagi ridha-Nya
4. Isi alam tidak pernah habis

LAWAN CEPAT PUAS DENGAN CITA-CITA
1. Raih bintang dengan optimis
2. Tidak tergesa melihat nasib
3. Saat diuji sambutlah ujian itu dengan baik
4. Paham atas kesalahan yang tak terhindarkan, tetapi besok harus lebih baik

LAWAN PUTUS ASA DENGAN IKHTIAR
1. Terlibat dengan arus utama
2. Mensyukuri kelebihan
3. Mengganti kekhawatiran dengan memulai kerja kecil
4. Tanamlah korma walau besok kiamat

BERPIKIR, BERSIKAP, BERBICARA & BERTINDAK KONTRIBUTIF
1. Lawan tamak dengan sahaja
2. Lawan pelit dengan pemurah
3. Lawan kebiasaan merusak dengan memelihara
4. Lawan riya dengan terbang rendah

LAWAN TAMAK DENGAN SAHAJA
1. Meringankan diri dengan menjauhi keborosan
2. Sanggup mulai dari bawah
3. Tidak semaunya sendiri
4.J auhi amarah diri dan orang lain

LAWAN PELIT DENGAN PEMURAH
1. Ingin selalu berbagi nikmat
2. Memberi bahkan saat sempit sekalipun
3. Memperbanyak Tabungan Energi bahkan kepada musuh
4. Bermurah hati dari yang kecil hingga nyawa sekalipun

LAWAN KEBIASAAN MERUSAK DENGAN MEMELIHARA
1. Mempertahankan kebaikan dengan kebaikan yang lain
2. Jangan gubris kelemahan di sekitar, carilah kelebihan
3. Damaikan konflik karena setiap orang adalah aset
4. Memelihara orang walau hanya satu seakan memelihara seluruh manusia

LAWAN RIYA DENGAN TERBANG RENDAH
1. Menjadi role model yang tulus dengan kesadaran akan adanya batasan waktu sebagai model
2. Selalu takut kepada-Nya
3. Menyadari dirinya hanya setitik air di samudera luas
4. Mengalihkan pujian kepada orang yang perlu

Referensi:

Farid Poniman, Indrawan Nugroho & Jamil Azzaini, "Kubik Leadership" Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007.

HUKUM SEMESTA: Energi Positif, Negatif dan Netral dalam mengatasi masalah kehidupan…..


Salam Sahabat Mahakosmos,
Seringkali dengar komentar dari yang memiliki masalah, entah penyakit, halangan rejeki, halangan jodoh, halangan karir, halangan usaha dan lain-lain. Yaitu seorang yang sudah membayar infaq dan sedekah potong kambing, ternyata penyakitnya sembuh, namun ada pula yang sudah beberapa kali kok ya amblas…penyakitnya masih senang saja “ngendon’ di badan. Seneng banget sih….

Kenapa ya? Tuhan pilih kasih kali ya. Lha, DIA MAHA ADIL dengan pengaturan hukum semestanya kok….sekecil apapun dihitung timbangan dengan hukum tarik menariknya. Sekecil-kecilnya kebaikan berbalas kebaikan, dan juga sebaliknya. Gak usah khawatir jadi orang baik.
Dalam ilmu fisika Elektro, kita mengenal Proton, Electron, dan Neutron. Positif, Negatif dan Netral. Kita pasang pembangkit listrik diesel saja kalo tidak ada netralnya bisa short body, juga pasang listrik di rumah, pasti ada grounding netralnya.
Dalam kehidupan pun semesta rupanya menganut hukum yang sama, positif, negatif dan netral.

Seseorang yang mendapat ujian entah penyakit jasmani, psikis, musibah, halangan rejeki, halangan jodoh, karir dan lain-lain adalah ibarat komposisi energi negatif yang terjadi.
Agar energi negatif itu setidaknya kembali 0, ya harus ditambahkan energi positif senilai yang sama.
Bisa jadi, mereka yang berobat dengan konsep sedekah dan infaq, ada mampu mencapai posisi NOL lalu sembuh. Namun ada pula dengan penyakit yang sama, dengan sedekah yang sama, tidak juga kunjung sembuh penyakitnya, dan baru sembuh ketika beberapa bulan kemudian.

Ketika ada banyak sahabat yang senang sekali mendapat kesembuhan dari Mahakosmos atau terapi medis maupun alternatif lain, saya hanya bilang: “Yang menyembuhkan itu bukan mahakosmos, bukan pula dokter, ahli terapi atau apapun. Tuhan dan mekanisme aturanNya yang demikian”

Saya tanya kepada pasien yang sembuh di Mahakosmos ataupun di jalur medis yang ternyata itu adalah dokter yang ke-berapa belas.
“Sudah berapa duit, biaya yang telah kamu keluarkan dari awal hingga sembuhnya penyakitnya itu?”
Halah ternyata sudah mencapai puluhan juta rupiah…..bahkan ada yang hilang satu rumah buat dijual, sudah jual 2 ekor sapi hingga ada yang sampai rumah tangganya hancur lebur alias energi kebahagiaannya terenggut, baru sembuh.
Kenapa?
Kalau boleh dianalisis, bisa jadi energi negatif ujian penyakit itu adalah senilai itu. Barangkali kalau dari awal langsung sedekah senilai itu, ya kembali ke titik semula. Titik NOL.
Bukan Mahakosmos atau terapi yang lain menjadikan sembuh, namun karena sudah impas. Energi negatif diguyur energi positif dengan nilai yang setara.

Dalam pemahaman agama yang saya terapkan adalah membayar kafarat. Pantas saja nabi saya mengajarkan kalo ada perbuatan MENTAL ATTITUDE yang negatif (akhlak, mindset salah, pola perasaan, perbuatan salah kepada TUHAN) harus membayar kafarat. Memberi makan 10 orang. Kalo mampu ya tambahi pakaian. Kalo mampu, ya memerdekakan budak. Kalo gak mampu secara materi, ya puasa 3 (tiga) hari. Itu sih, yang saya ketahui dan amalkan.

Bila didiamkan saja, maka rekaman energi negatif yang sangat fatal itu terekam di gelombang pikiran, sel-sel tubuh, hingga menyerap kedalam ke badan ruhani/jiwanya. Semakin terekam kedalam, mengakar, berkerak, maka jadilah pola kehidupan menjadi negatif dan bermasalah.
Bisa jadi dikau ke seorang Ustadz disarankan SEDEKAH sembelih 1 kambing, belom mempan juga…….lha iya lah, masih kurang energi positifnya hingga mencapai titik NOL, sembuh.
Bisa jadi, rekaman energi negatifnya masih lebih DIGJAYA dibanding energi positif yang dihasilkan dari sedekah itu. Masih kurang….

Atau bisa jadi, belum ikhlas sedekahnya karena belum sempurna konsep Elektron, Proton, dan Neutron-nya. Negatif, positifnya, dan Netralnya belum dilakukan sempurna…..
Maksudnya?
Belum dilakukan NETRALISIR-nya, groundingnya harus pas. Yaitu akui dong kesalahannya, intropeksi. Dalam agama saya, namanya Istighfar yang jelas, minta ampun atas rekaman kesalahan apa yang telah dilakukan yang menjadi penyebab penyakit kankernya, jantung, ginjal, dan lain-lain. Istighfar sambil grounding ke dasar bumi.

Yaitu tangan diusahakan mendekap tanah atau ke arah dasar bumi, konon tempat awal mula bumi ini terjadi yaitu BOLA GAS yang sangat panas, panas banget melebihi yang dikenal di kehidupan diatas sini. Bola gas di ruang melompong di bawah sana. Energi negatif yang sudah terlanjur tercipta jadi masalah, dikembalikan ke awal. NETRAL.
Saya jadi ingat, kenapa nabi saya mengajarkan SUJUD adalah posisi paling afdhol/tepat untuk minta ampun, diampuni dosanya, dan masuk surga jadinya.
Karena posisi tangan sedang GROUNDING, dan posisi kening dan ubun-ubun juga di GROUNDING. Ibarat botol yang berisi cairan keruh dan jelek, dituang begitu kebawah…..ya luber deh.
Persis, ubun-ubun dan kening adalah lubang yang bisa dimanfaatkan untuk membuang energi negatif dari ruang MISYKAT, berpusat di ruang hati (dada)
Bila MISYKAT ini bersih nantinya, kelak bertemu sebuah pelita, didalamnya ada cahaya gemerlapan…………..

Para Sahabat yang tanpa sadar, rejekinya melimpah, keluarga bahagia, diam pun diantari rejeki, yang susah jodoh jadi dikejar-kejar jodoh (nah lo) dan akhirnya menikah de el el, adalah mereka yang tanpa sadar menyadari ENERGI NEGATIF itu. Lalu diamalkan INTROPEKSI, minta ampun atas semua kesalahan penyebab masalahnya berulang-ulang dengan sujud, maupun tangan diarahkan ke bumi, sebagai NETRALISIR
Dan ikhlas sedekah, atau puasa untuk membayar kesalahannya kepada Tuhan yang tanpa disadarinya istiqomah (rutin) dan menghasilkan ENERGI POSITIF yang melampaui dari energi negatif masalahnya.

Pantas saja guru saya dulu menyarankan kalau mau lapang rejekinya, ya sedekah dan berpuasa.
Suatu hal yang dulu seperti doktrin, buat apa sih? Lagi bokek kok ya disuruh sedekah dan ibadah.
Terjawab sudah dengan banyaknya kasus kehidupan yang terselesaikan setelah menyadari hukum semesta bekerja. Hukum SunatullahNya.
Memang teori hanyalah sekedar teori, namun baru nyata bila diamalkan. RUTIN.
Salamku. Rahayu.
Salamku untuk Ruh-RuhNYA yang Ayu, Assalamu’alaikum Wr.Wb
mas Kris, 0857.15244100
MAHAKOSMOS
adalah paguyuban ikhlas menyebarkan energi positif, dengan mental attitude yang positif.
Juga mengadakan pelatihan, motivasi, pencerahan dan terapi.
Konsep terapinya adalah psikologi (psikoterapi), mental attitude (kesalahan pola mindset, akhlak, perbuatan) dan Spiritual (tidak ikhlas), yang menjadikan masalah kehidupan.
Sudah banyak yang terbantukan karena mencapai ‘ngeh” sadar mau berbuka diri, intropeksi dan sama-sama melepaskan seluruh rekaman penyebab masalah (penyakit jasmani, kejiwaan, paranoid, schizoprenia, halangan rejeki, jodoh, dan lain-lain).
Mahakosmos adalah cuma provokator ke arah pencerahan saja…..
Dasar provokator!!
Provakator pencerahan.
Yang mau mengundang mahakosmos ya hubungi saja:
Mas Zain (082148001530)

Semua bukan kebetulan….. menjadi ada karena sebuah sangkaan, niat alias pola pikir




Salam Sahabat Mahakosmos,
Sesungguhnya apa yang terjadi pada siapapun di dunia ini bukanlah suatu kebetulan. Ada yang mengatur, mempertemukan, menjadikan dan terjadilah apa yang sedang dirasakan oleh setiap mahluk khususnya manusia. Bukan kebetulan ada orang yang berpola bisnis sama dapat bertemu satu sama lain. Bukan kebetulan ada yang hobinya selalu sakit-sakitan, kumat meyuyu. Juga demen banget sih penderitaan menghampiri seseorang. Bukan kebetulan juga sang penyakit pikiran (stress, depresi) menghampiri. Juga yang sering terkena gangguan ilusi (konon kerasukan mahluk halus). Namun ada pula yang bukan kebetulan malah dirasuki uang dan kekayaan, jadi kaya lah dia.

Bukan kebetulan ada orang yang sukses, mudah rejekinya, mudah karirnya. Bukan kebetulan ada pola kehidupan seseorang meraih sukses namun perlu jatuh bangun dulu. Namun ada juga yang tanpa kesulitan dapat meraih yang diinginkan.
Semua bukan kebetulan…..apa rahasianya?

Kalau jawabannya yah Tuhan sudah mengatur demikian……..selesai sudah, gak ada pembelajaran. Sesungguhnya semua ada rahasianya karena semua terjadi tidak kebetulan.

Banyak keluarga berada yang hidupnya sangat higienis selalu menggunakan antiseptic agar selalu sehat, dan sudah menghamburkan uang maintenance kesehatan. Nyatanya justru dari golongan ini banyak sekali yang kena penyakit kambuhan. Kadang saya ledek mereka, itu tuh sahabat saya yang cuma mengais rejeki dari sampah, bahkan kerjaannya memegang kotoran binatang dan memakan tanpa antiseptic, nyatanya sehat-sehat saja. Jarang sakit. Paling penyakitnya cuma sebentaran doang, Kenapa?

Banyak yang sering curhat, kenapa saya diumur setua ini kalau ingin meraih sesuatu atau keberhasilan, selalu saja jatuh bangun gabruk gabrukan dulu baru deh berhasil. Dan ini terjadi sejak kecil. Kenapa? Padahal banyak juga tuh yang mudah-mudah saja sejak kecil, apa yang diinginkan selalu tercapai dengan mudah dan beruntung.

Juga banyak sekali yang selalu gagal memegang bisnis, organisasi, jabatan. Baru dikelola sebentar sudah mandek. Sementara banyak juga yang mulus mulus saja bin lancar hingga berkembang pesat.
Banyak sekali yang sejak kecil selalu stress, pusing meyuyu akhirnya jadi sakit-sakitan. Padahal banyak juga yang sejak kecil sehat sehat saja dan terus sehat hingga hari tua.

Banyak sekali yang kesulitan jodoh, padahal sudah dandan habis-habisan blass pake gaya serabutan alias apa aja dilakoni (kayak saya dulu). Padahal wajah lumayan, kantong lumayan, cenderung keren, namun kok susah jodohnya. Namun ada juga yang mudah-mudah saja walau wajah ya pas buat dilihat. Nyengir sedikit sudah ada yang menghampiri. Kenapa kok bisa begitu ya? Padahal konon Tuhan sudah menjadikan semua berpasangan. Namun nyatanya banyak yang jomblo ajah.

Banyak yang pake kerja keras sampai malam baru dapat rejeki untuk dapurnya. Sementara banyak yang cuma kerja bentaran ajah sambil nyengir, itu rejeki mengalir kayak air sungai bengawan solo pas lagi musim hujan. Meluap kemana-mana. Kenapa?

Sahabat,
Tuhan Maha Mengabulkan (dalam istilah agama saya DIA memiliki sifat YA MUJIB (maha pengabul))
Dan DIA ada dalam sangkaan hambanya juga ada dalam niat hambanya. Bahasa kerennya sih, MINDSET alias pola pikir.


Pola pikir inilah ibarat jahitan konveksi harus ada polanya. Apapun polanya, maka siapapun tukang jahit pasti bikin baju/celana tersebut akan sama sesuai pola. Dan sampai kapanpun hasil jahitan ya begitu begitu saja, sesuai polanya.

Sama saja seperti rekaman kaset, kalau pola rekamannya dangdut meyuyu, yah pas pagi buta disetel lagi…pasti lagunya dangdut. Kalo pola rekamannya lagu mendayu-dayu, ya sampai kapanpun lagunya ya itu itu ajah. Gak pernah berubah.

Pola pikir (mindset) alias sangkaan / niat yang didalamnya ada TUHAN sedang bekerja, seringkali TIDAK PERNAH DISADARI terlontar atau tercipta.
Contoh:
Maunya diet, akhirnya habis-habisan deh makan ditakar, plus “TRIT MIL”. Namun kok ya badannya malah gelembung kayak ikan mas koki yang buntek belendung. Kenapa bisa begitu sahabat, karena ketika melakoni perilaku tersebut….pola pikirnya selalu takut kegemukan. Melakukan itu semua karena takut glembor-glembor badannya. Maka rekaman otak-pikiran-hati akan merekam “GEMUK dan GLEMBOR-GLEMBOR”
Itu juga yang terjadi sama orang banyak makan, selalu teratur agar tidak kurus….yah setidaknya gak kayak papan penggilasan buat nyuci. Nyatanya makan sebakul, badannya kerempeng meyuyu. Kenapa? Karena pola pikirnya sambil ngabisin ransum dapur, otaknya berpola TAKUT KURUS. So, rekamannya jadi KURUS beneran.
Demikian juga karena sejak kecil orangtuanya selalu memotivasi agar kerja keras hingga larut supaya dapat rejeki. Ya bagus, jadilah anak tersebut berkembang jadi pekerja keras bahkan hingga larut malam, sampai “dicengirin” sama rembulan dan dapatlah rejeki. Namun lucunya, kalo gak kerja keras, maka rejeki gak datang. 

Kenapa?
Karena pola sangkaan yang tercipta adalah: DAPAT REJEKI KALAU KERJA KERAS SAMPAI MALAM. Jadi kalau kerjanya cuma sampai siang, ya gak dapat rejeki.
Sama seperti kebiasaan pola sangkaan: “Pagi-pagi harus bergerak, agar dapat rejeki…….” Maka kalau dia kesiangan, maka kecenderungan rejeki gak datang. Kenapa? Karena settingan programnya adalah DAPAT REJEKI KALAU BERGERAK DI PAGI HARI. Banyak yang kesiangan, cuman cengar cengir, dapat rejeki tuh…..
Pola pikir sangkaan inilah yang menjadi kebiasaan terekam kuat dalam otak (hardware), pikiran (software) hingga hati batin (tersembunyi) dan menjadi KARAKTER.
Jadilah semuanya seperti KARAKTER PSIKOSOMATIK, karakter berulang selalu terjadi….. dan terus begitu saja kisah kejadiannya. Karena polanya demikian.
Pernah ada seseorang penjual hebat sehingga dari hasil kantoran tersebut, dia berhasil membangun pabrik sendiri dan keluarlah dari kantornya…….untuk berwirausaha dari hasil job disc sebagai seorang sales kantoran. Pas ditanya apa sih rahasianya kok jualannya bisa bagus banget. Tentu jawabannya klise: ya kerja keras dong dengan manajemen.
Namun sesungguhnya saya tahu persis: kerjaannya hanya datang ke kantor sebentar, buat laporan, lalu keluarlah deh tidur-tiduran di mesjid (tafakur) lalu jalan-jalan dan menjemput kontrak bisnis. Happy sekali dan penuh keberuntungan. SMS order bejibun berdatangan tanpa susah payah. Sementara yang lain sudah pake SPEAK ENGLISH dan GAYA TRENDY plus kerja keras hingga larut malam, namun selalu kurang beruntung. Apa rahasianya?
Yaitu karena sangkaan sang sales tersebut yang layaknya programming terekam dalam magnet dirinya (otak-pikiran-hati-badan) hingga semesta alam dan magnet itu bekerja menarik (hukum law of attraction) sesuai rekaman pola sangkaan tersebut. Dia menyangka seperti sebuah wirid tiada henti bahwa rejeki itu mudah berdatangan dari manapun tanpa henti.

Seorang jomblo yang sukses bertahun-tahun dengan jomblonya akhirnya “ngeh” tersadarkan karena setelah tafakur (merenungi) dan tadabur intropeksi, menyadari selama ini selalu menyangkakan jodohnya kayak begini…bentuknya begini, kekayaannya begini……
Bisa jadi karena sangkaannya demikian, maka pasangannya yang sudah digariskan Tuhan untuk ketemu menjadi tidak jadi diketemukan. Karena beda frekuensi, alias gak koneksi. Ibarat proses pengiriman, standard yang mau dikirim ke tujuan adalah spek A, lah gak tahunya penerimanya sudah mengajukan spek lain yang tidak standard. Akhirnya semuanya tertunda menunggu approval dari pusat dulu.
Dan ketika dia banyak minta ampun atas sangkaannya (yang berkehendak sendiri) nyaris setiap saat serta merubah pola sangkaannya bahwa Tuhan sudah melimpahi pasangan hidup yang sesuai untuknya. Maka datanglah pasangan itu tidak tersangkakan dalam suatu perjalanan dan akhirnya cocok lalu menikah.
Jadi semua bukan kebetulan, yang terjadi akibat do’a tidak disadari dari NIAT SEPELE dan SANGKAAN (POLA PIKIR) yang terpatri sejak kecil….

Sebuah pelajaran AKHLAK POSITIF dari nilai-nilai ajaran agama yang sering DISEPELEKAN.
Bukan kebetulan ada yang hidupnya begitu mudah, rejeki berdatangan tanpa susah payah, kesuksesan, keberuntungan (keberkahan), hingga cerita kebalikannya yang penuh kesedihan, penderitaan, penyakitan, kurang beruntung dan lain-lain.

Orang positif yang sejak kecil diajarkan nilai positif dan menjadi KARAKTER POLA KEHIDUPAN, maka sampai kapanpun hidupnya penuh hal-hal positif, kesuksesan dan keberuntungan.
Namun sebaliknya sejak kecil kurang diajarkan nilai MINDSET, SANGKAAN, POLA PIKIR POSITIF, NIAT BAIK, KHUSNUDZON, dan terciptalah POLA KEHIDUPANNYA menjadi bermasalah.
Namun dunia belum kiamat, karena masih punya nafas khan?
Jadi selagi masih hidup dan bernafas, marilah kita rubah kehidupan ini dengan merubah SANGKAAN MENJADI POSITIF DAN NIAT BAIK.
“Anakku, istriku, suamiku, rumah tanggaku, pekerjaanku yang selalu membawa keberuntungan”
“Hidupku beruntung karena rejeki selalu berdatangan dengan mudah”
“Tuhan selalu melimpahkanku keberuntungan, apa yang kuinginkan selalu ada nyata…..”
“Tuhan selalu melimpahkan pelanggan berdatangan tiada kenal waktu….”
“Tuhan memurahkan segala yang kubutuhkan dalam kehidupan ini….”
“Tuhan selalu melimpahkanku keberuntungan jodoh selalu berdatangan sesuai waktunya…”
dan lain-lain
Namun layaknya sebuah pita rekaman, akan berjalan baik bila pita rekaman lama yang berisi sangkaan salah sejak kecil itu dicabut, dikeluarkan. Barulah ditanamkan program sangkaan baru yang kuat terekam dalam otak-pikiran-badan serta di langit dan bumi.
Salam MAHAKOSMOS buat seluruh sahabatku yang memberikanku keberuntungan,
Jaga selalu hatimu
mas kris
“orang biasa saja, namun biasa selalu beruntung…..”
Hidup sudah merupakan limpahan keberuntungan tiada hentinya bagi diriku untuk mengenal Sang Pemberi Keberuntungan (keberkahan)


Rabu, 20 Juli 2011

Belajar Ikhlas: Yakinlah Masalah yang Anda hadapi itu sementara….

Salam Sahabat Mahakosmos,
Dunia itu fana, selalu berganti waktu demi waktu, pagi – siang – sore – malam dan jadilah keesokan harinya. Kadang tertawa, berganti sedih, tersenyum, gembira, menangis hingga bengong. Semua selalu berganti.
Demikian juga dengan masalah kehidupan maupun penyakit kehidupan. Semua masalah muncul karena satu paket bagian dari apa yang telah kita minta sebelumnya kepada Sang Kuasa, baik yang disadari maupun tidak disadari.
Kepinginan punya pasangan hidup…dan terus terakumulasi menjadi keinginan kuat, ternyata kemudian…keinginan ini menarik elemen yang sama-sama kepingin mencari pasangan. Dan bertemulah frekuensi yang selaras ini. Jadilah dua orang bertemu.
Do’a tanpa disadari telah terjadi, tentu diiringi dengan pasangannya yaitu ujian dan masalah. Mulailah memikirkan uang untuk biaya pernikahan. Lalu keinginan itu pun terjadi lagi. Dan muncullah masalah selanjutnya, tempat tinggal, peralatan rumah, dapur, kebutuhan rumah tangga dan seterusnya tiada habisnya hingga kelak kepinginan punya anak dan muncul ujian menghidupi anak tersebut.
Sebagaimana waktu selalu berganti, pagi – siang – sore – malam dan berganti waktu. Masalah kehidupan ibarat kita mendapat teriknya siang hari. Kalau ikhlas menerima ujian teriknya siangnya tersebut, maka hari akan berganti sore dan malam. Namun kalau belum ikhlas juga, penderitaan teriknya siang tetap dirasakan hingga malam bahkan walau sudah berganti hari. Tetap merasakan teriknya siang.
Yakinlah, masalah keuangan Anda, ditipu orang lain, penyakit yang sedang diidapnya itu adalah sementara yang semuanya diizinkan oleh Sang Kuasa. Terimalah ujian itu, ucapkan saja kepada Sang Kuasa bahwa “diri ini ikhlas menerima dan menjalani semua ujian tersebut, tanpa prasangka”.
Tanpa prasangka emosi, mengeluh, komentar, interupsi, lenyapkan semuanya dengan kegembiraan – kelapangan hati, bahwa itu semua sudah bagian dari ketetapan skenarioNya untuk berlanjut ke skenario baru.
Anda sedang kena penyakit baik medis, maupun non medis (gangguan sihir, jin), terima saja ikhlaskan, karena semua pasti ada umurnya. Ujian itu adalah MAKHLUK yang ditugaskan sementara waktu, ada massanya dia akan kembali.
Namun ketika kita mengeluh bahkan emosi kepada kepada ahli supranatural, siapa yang bikin penyakit ini, siapa orangnya. Jadilah ujian itu berkepanjangan.
Anda emosi, kepada siapa yang telah menipu dan membangkrutkan usaha, maka jadilah ujian itu berkepanjangan.
Apapun yang menguji kita adalah karena izin Sang Kuasa. Yang mengirim virus, bakteri, atau mengutus orang pinter menyihir menjadi penyakit adalah Sang Kuasa.
Kalau tanpa izin DIA, semua tidak akan pernah terjadi.
Juga yang mengutus seseorang menipu usaha, membangkrutkan sehingga habislah harta Anda, menderitalah keluarga, adalah juga Sang Kuasa.
Saya selalu menyebutnya: begitulah Sang Kuasa kalau sedang bersenda gurau. Hadapi semua dengan senda gurau juga. Dunia hanya senda gurau. Selalu berganti peran dan situasi.
Semua ujian itu akan segera usai, bila kita tetap tentram, cool, biasa aja, bahwa ini cuma senda gurau…ujian sementara untuk skenario berikutnya. Ikhlaskan dan jalani.
Ngomong sih mudah, memang. Inilah seninya dan sulitnya, rahasia IKHLAS.
Penyakit yang harusnya cuma jatuh tempo 2 minggu, gara-gara mengeluh, emosi, gak terima, gak sembuh-sembuh walau sudah tebus 3 x obat seharga 600 ribuan belum juga tuntas. Ternyata kontrak penyakit jadi diperpanjang sesuai do’a yang tidak kita sadari dari Kesalahan Mental Attitude itu (emosi, mengeluh, tidak ikhlas, marah-marah). Kontrak Penyakit otomatis diperpanjang oleh permintaan yang tidak kita sadari. Akhirnya jadilah bulanan, tahunan, gak sembuh-sembuh dan terus kambuh.
Ikhlas menerima dan menjalani ujian adalah bukan suatu hal mudah, namun BISA sekali.
Berkomunikasilah diri dengan Sang Kuasa, bahwa demi NamaNya lah kita ikhlas menerima dan menjalani UJIAN SEMENTARA ini. Hamba Terima wahai Sang Kuasa.
Dan berkomunikasilah dengan penuh kasih sayang kepada wujud ujian tersebut. Dengan penyakit, disapa dengan hormat. “Wahai penyakit, saya yakin engkau diutus Sang Kuasa untuk berdampingan dengan diri ini di badan ini untuk SEMENTARA WAKTU. Saya ikhlas engkau berada di badan ini…. kalau sudah selesai tugasmu, saya do’akan engkau kembali dengan selamat. Saya ikhlas engkau menjalani tugasmu”
Menyapa dengan penuh kasih sayang, saudara kandung karena berada di satu badan. Dan sambil diusap-diusap penuh persaudaraan sebadan.
Sesungguhnya mahluk penyakit ini akan segera menyelesaikan tugasnya dengan cepat. Juga mahluk ujian lain, sepert penderitaan, hutang, dan lain-lain.
Inilah rahasia The Power of Ikhlas, agar semua ujian itu selesai sesuai waktunya, dan berganti dengan kegembiraan. Habis gelap terbitlah terang.
Kalau sudah terlanjur, masalah diperpanjang otomatis, gara-gara Anda dendam kesumat pada seseorang yang menipu lalu emosi dan terjadi hura-hara, akhirnya Anda sendiri masuk ke jurang lebih dalam. Banyak yang tidak bisa bangkit ketika bangkrut karena selalu penuh penyesalan, dendam, dan putus asa. Namun banyak yang bangkit, ketika mampu menerima itu semua dengan lapang.
Solusinya adalah Introspeksi, The Power of Introspeksi.
Chip kesalahan mental attitude ini tidak ikhlas menerima, mengeluh, putus asa, dan sebagainya itulah yang harus kita ikhlaskan. Melenyapkan semua memory rekaman peristiwa ketidakikhlasan tersebut dari seluruh badan kita, agar kembali seperti semula. Akhirnya membiarkan semua skenario berjalan sebagaimana mestinya saat kita menerima ujian tersebut.
Banyak orang yang berumur muda, namun sudah banyak variasi kehidupan, warna kehidupan yang menjadikannya seperti orang tua sepuh yang bijak.
Namun banyak orang tua, yang masih seperti anak muda, dan tetap terperosok dalam jurang makin dalam dengan perilaku yang belum bisa dewasa.
Ikhlas menjadikan hidup semakin berwarna, bersenda gurau semakin penuh makna. Menjalani ketetapan Tuhan apa adanya,
Hidup adalah anugerah.
Tetap jalani hidup ini
Dan lakukan yang terbaik, bermanfaat.
Berbuat kebajikan kepada siapapun, tanpa syarat apapun.
Salam Ikhlas. Rahayu
Mahakosmos


Apa yg dialami sekarang...karena kita sendiri yg membuatnya waktu lalu..


oleh Mas-Kris Mahakosmos 


Banyak orang share ke saya...kok hidup susah banget...gak bahagia..anaknya bandel...susah diatur...rejekinya seret...jodoh susah..rumah tangganya berantakan...dianiaya orang...dijahati orang...ditipu orang...hutangnya banyak...atau harta banyak namun kok selalu menderita...bahkan disantet orang, benar-benar mengalami neraka kehidupan. Neraka nyata.

Sebenarnya alam semesta ini sudah diatur sedemikian rupa oleh yang bikin. Harmonis. Alam yg tebentuk dari suatu energi quanta..yang tidak terlihat.. dengan prinsip kekekalan energi, bahwa energi adalah kekal, tidak hilang...namun hanya berubah bentuk.
Mereka mendapatkan surga kehidupan...ya karena hidupnya selalu harmonis dengan energi alam kehidupan. Berbuat baik..perilaku baik..suka menolong orang tanpa pamrih.. ibarat mengeluarkan energi..namun sesungguhnya tidak ada energi yang hilang... Alam semesta akan membalas energi ini berlipat kali dan merubah energi yg kita "tabung" menjadi bentuk energi lain yaitu suatu kebaikan di hari esok dan mendatang.

Mereka yg share ke saya karena mengalami neraka kehidupan, sebenarnya karena mereka sendiri yang membuatnya....bisa jadi setelah ditelusuri..energi hidupnya tidak harmonis..senang mencurangi orang...merebut hak orang..naik mobil senengnya mepet2 nyalip tikungan disumpahi orang...dirumah baik didepan istri dan anak..diluar seneng cari hiburan.. ringan tangan menganiaya orang...nyari obyekan di kantor yg bukan haknya dan lain-lain. Mereka mendapatkan energi sesaat.

Mencurangi orang lain, merebut hak orang lain ibarat ambil untung didepan.. mendapatkan energi "tidak pada tempatnya" sesaat.. namun alam semesta akan menagihnya, untuk menyeimbangkan prinsip harmoninya alam. Keseimbang Energi.

Banyak case mereka yg rejekinya selalu ada saja...kata agama: berkah, karena waktunya diisi dengan menabung energi positif...memberi sedekah tiap hari kpd mereka yg membutuhkan...mengeluarkan energi positif, dengan senyum, memberi kebaikan, mendo'akan orang Dan alam semesta pun tidak akan pernah berdusta....akan membalas energi positif ini berkali lipat.
Saya jadi teringat pesan dulu guru2 spiritual: tidak usah membalas..kalo disakiti, dijahati, biarkan saja. Do'akan saja mereka yg menyakiti..bantulah mereka. Inilah bentuk menabung energi positif.

Kejadian hari ini...adalah tabungan apa yang telah kita lakukan di masa lalu.....
Mereka yg menginginkan surga kehidupan di masa mendatang....tentu tahu apa yang harus dilakukan.



Kupu-kupu

foto dari google


Kupu-kupu tdk tau warna sayap mereka. Tp org2 tau betapa indahnya mereka. Seperti juga anda,mungkin tdk tau betapa indahnya anda. Tapi Allah tau betapa istimewanya anda dimata-Nya,, Ketika anda tunduk dlm syari'atNya, Ridho atas takdirNya, Tersenyum dlm musibah, Tegar dlm ujian, Teguh dlm pendirian,Subhaanallah.. semoga Qt termasuk org2 yg terpilih mnjd orang yg terindah diMata-NYA... (Q.S.18:30)

hadist

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya’.
(HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).


Dari Abu Hurairah dan Abu Said r.a berkata: Rasullullah SAW bersabda " Tidaklah sekelompok orang yang duduk berdzikir kepada Allah, kecuali ia di kelilingi para malaikat dan di curahi rahmat, di anugerahi ketenangan dan di sebut-sebut Allah di kalangan mahluk yang berada di sisi-Nya ( HR Muslim )

‎"The Miracle Of Shaheed"



‎"The Miracle Of Shaheed"
< Jangan Kau Menyangka Mereka Mati...>


Ilmu kedokteran telah mampu mendeteksi proses-proses pembusukan mayat (degradasi organisme) di dalam kubur, sejak ruh meninggalkan tubuh hingga tubuh berubah menjadi gas, cairan, dan amonia. Firman-Nya, “…Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya.” <(Al-A’raf [7] : 29).

Mikroba bekerja bersama pihak lain dalam menyelesaikan tugas ini, khususnya mikroba-mikroba anaerob yang hidup di dalam usus manusia, enzim-enzim yang terlepas dari sel-sel setelah tubuh meninggal, dan larva-larva tanah yang berkembang biak dengan sangat cepat. Mereka semua menggerogoti sel-sel mayat dengan sangat lahap.

Namun, fenomena ini tidak ‘berlaku’ pada jasad syuhada.

Tubuh mereka masih tetap utuh dan ‘kebal’ terhadap bakteri-bakteri pembusuk tersebut, meski telah terkubur berpuluh-puluh tahun, bahkan beratus-ratus tahun lamanya.

Seakan-akan, mereka masih hidup berada di tengah-tengah kita. Benarlah apa yang disampaikan oleh Allah Ta”ala, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rezeki.” (Ali ‘Imran [3] : 169).

Kehidupan tentara-tentara Allah yang bernama mikroba dalam menjalankan tugas super besar, meski bentuk mereka super kecil, dalam membusukkan jasad manusia. Namun, di hadapan para tentara Allah yang berjuang di jalan-Nya, seakan-akan tentara tak kasat mata ini bertekuk lutut, atas ijin Allah, tak mampu berbuat apa-apa.


Jasad utuh para suyuhada mujahidin mesir

Diantara fakta dan karamah yang menakjubkan ini adalah seperti yang diceritakan oleh Dr. Mahmud An-Najjar dosen ilmu arkeologi dengan spesialisasi tulang manusia di Universitas Yarmuk Yordan.

Saya berkesempatan mendengar langsung penuturannya tentang apa yang disaksikan dengan kedua matanya terkait jasad para syuhada pasukan Mesir yang berjihad di palestina melawan pasukan Yahudi tahun 1948 M.

mengungkapkan bahwa pada tahun 1956, beliau turut hadir bersama saudara kandungnya dalam acara penghormatan untuk para syuhada tentara Mesir.

Dalam acara yang memperlihatkan kurang lebih 45 jasad syahid lengkap dengan seragam mereka, beliau menyaksikan langsung kondisi tubuh mereka masih utuh seperti sedia kala walaupun kematian mereka terjadi 8 tahun silam.

(Kisah Ini Disampaikan Dr. Abdul Hamid Al-Qudhoh dalam Bukunya "The Miracle Of Shaheed")

Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar !!

‎"Buat Bahan Renungan & Introspeksi Diri AAgar Sadar Kebesaran Allah"A

Tuhan sedang mengajak becanda dengan ujian silih berganti itu, Dia lagi Kangen agar dikau “ngeh’ tersadarkan

oleh Mas-Kris Mahakosmos

]
Salam Sahabat,

Banyak yang sharing kepada mahakosmos, kok sudah mengingat Tuhan terus, tetap saja ujian datang silih berganti, belum bisa khusyu’, dan penyakit masih kambuh-kambuh juga. Bagaimana supaya langgeng mengingat Dia sepanjang waktu.

Sahabat, sesungguhnya Tuhan dekat sekali, kekuasaanNya yang membuat badan ini bernyawa, hidup, bernafas, bahkan kekuasaanNya pula terbentang dimana-mana mulai dari mengantarkan rejeki, mempertemukan kita di facebook ini, hingga ujian seperti mendatangkan bakteri-virus, masalah, penyakit gak sembuh-sembuh, juga kejahatan nampak dan tidak nampak.


Jadi kalau ada hari ini yang kena tipu habis-habisan, sesungguhnya Dia berkehendak atas itu, menipu Anda melalui orang lain.

Juga bila usaha Anda bangkrut, sesungguhnya yang membangkrutkan juga Tuhan. Dan lain sebagainya.
Apapun ujian itu yang datang silih berganti hingga kita ambruk, jatuh bangun, sesungguhnya itu adalah wujud kasih sayang Tuhan mengingatkan, menyadarkan untuk kembali lurus dengan mental attitude yang baik. Itulah cara Tuhan becanda, dengan kasih sayangNya yang demikian.


Saya perlu waktu sebulan untuk ngeh, tersadarkan, ternyata yang menipu saya akhir tahun lalu itu adalah cara Tuhan mengingatkan saya, dengan mendatangkan dan menggerakkan beberapa orang untuk menipu.
Akhirnya saya sadar, dan mengikhlaskan kejadian penipuan ini, dan saya sms ke orang penipu itu, bahwa saya sudah ikhlas….bila tempo hari kalian bertindak demikian.


Tahukah sahabat, besok paginya saya di call seseorang yang pernah saya bantu dua tahun lalu untuk urusan project, beliau meminta no rekening saya……karena projectnya sudah terbayar.
Saya hanya tersenyum, Tuhan paling bisa deh kalau mengajak bercanda.


Saya diajak bercanda hingga titik habis-habisan, kebingungan, dan nyaris hilang kesabaran……namun di titik itulah saya namakan ZONE IKHLAS untuk kembali kepada hakikatnya. Ya ampun, Tuhan lagi ngajak bercanda, kok ya….saya gak ngeh.

Kejadian ini sudah demikian banyak terjadi, namun saya baru ngeh, di era 2007an keatas, dari kasus harta ratusan juta hingga yang kecil-kecil, namun semuanya langsung TERGANTIKAN ketika mampu mengikhlaskannya, dan cengar-cengir “ngeh”.


Sahabatku yang sedang ditimpa musibah, penyakit aneh berganti-ganti, sembuh kumat…sembuh kumat, segeralah cengar-cengir…menyadari Tuhan sedang mengingatkan.
Kalau banyak masalah para sahabat teratasi dengan konsep psikologi spiritual yang saya sharingkan, sesungguhnya itu terjadi karena Anda sudah “ngeh” untuk COMMUNICATION WITH GOD, ngajak ngobrol sepanjang waktu.

Inilah hakikatnya zikir, mengingat Allah.

Apapun ketika Anda membaca message ini, tertawa hingga senyum simpulnya ternyata simpul mati semua, dan terus minum, makan, berjalan, menghela napas, memegang rambut…..bekerja, dstnya, ingatlah dan katakanlah. Sekali lagi, KATAKANLAH: Ya Allah, Engkau dibalik ini semua….dan merasakan proses aktivitas itu Allah yang memfasilitasi.
Agama Islam memerintahkan membaca bismillah setiap aktivitas, juga berzikir, pada akhirnya untuk “ngeh” tersadarkan, bahwa semua kisah sinetron sehari-hari ini berjalan diatas layarNya.

Bukan sekedar Bismillah dan zikir, namun pola pikir dan perasaan gak karuan kemana-mana, tak ada kesadaran, hanya sekedar memenuhi ajakan agama saja. Malah penyakit gak sembuh-sembuh, ujian begitu ajah menggerogoti, masalah, penderitaan, kesedihan selalu saja ada. Itu terjadi karena mulut mengucap bismillah dan zikir, namun perasaannya (hati-qolbu) tidak dijaga. Tanpa disadari, kita telah berdo’a jelek, memprogram jelek di qolbu.


Memang susah menjaga hati, qolbu, perasaan terdalam. Namun itulah yang dijaga. Tanamkam saja, kesadaran dalam qolbu itu daripada merasakan yang jelek-jelek. Menanamkan di setiap aktivitas untuk YAKIN seyakin-yakinnya bahwa setiap detik aktivitas itu ada Tuhan yang berperan.

Dan jangan malu untuk mengucapkan, COMMUNICATION WITH GOD, Ya Allah yang berkuasa atas pekerjaanku ini….Engkau dan balatentaraMu yang mengantarkan rejeki hari ini…..

Bagi para jombo-jomblo -kers, sambil cengar-cengir di depan para pangeran dan putri-putri cantik, ucapkanlah ” Ya Allah, yang berkuasa atas orang-orang itu dan jodohku, Engkau yang memudahkan datangnya jodoh untukku…..” dan terus inget DIA atas apapun yang dipandang.


Bagi yang sedang ditimpa musibah, penyakit, gak kelar-kelar juga walau udah menahun. Sapalah Dia: “Ya Allah Yang berkuasa atas diriku dan penyakitku, ampuni seluruh kejelekanku yang telah menyakiti siapapun sehingga penyakit ini datang menyakitiku. Hamba tobat ya Allah, dan terus minta ampun.” Satu persatu diingat, intropeksi, kepada siapa saja telah menyakiti orang lain sejak kecil hingga sekarang.

Sesungguhnya, penyakit menahun datang, menyakiti kita karena MINDSET MENTAL ATTITUDE kita yang kerap menyakiti siapapun, TANPA DISADARI. Inilah HUKUM LAW OF ATTRACTION.

Anda membuat nyeri hati istri karena bermain mata diluar rumah, maka bisa saja tangan dan kaki anda sering nyeri….pegel-pegel.

Anda bermain maksiat diluar rumah, maka anak anda di rumah pasti sering sakit-sakitan. Dan lain sebagainya.

Ujian datang silih berganti, kadang hingga jatuh bangun ketimpa tangga, muka belepotan, sesungguhnya Dia lagi kangen sama dirimu. Kepingin kangen-kangenan.

Mengajak kita ngeh, tersadarkan, untuk kangen juga.


Duh Gusti Allah, tiada apapun yang kuminta di dunia ini, hanya satu saja: “Aku ingin menjadi KekasihMU….”
Ini permintaanku tatkala Engkau mengundangku jum’atan lalu di mesjid luar batang ketempat kekasihMU, keturunan Imam Ali-Siti Fatimah.
Entah kenapa air mataku sejak itu, selalu berlinang air mata.


Salam Ikhlas. Rahayu
mas Kris


Senin, 18 Juli 2011

Bisa jadi... ia seorang kekasih Allah..


Tidak semua kekasih Allah itu org yg paham ilmu2 agama..
Bisa jadi ia pasangan, saudara,anak2,ortu,sahabat...
bahkan bisa juga ia seorang tukang sapu jalanan...

Yang membuat ia menjadi kesayangan Allah...
hatinya dimanapun selalu terikat pada Allah..Bahkan..
Ketika disebut nama-Nya..bergetar hatinya..air matanya menetes
(Q.S.8:2)

Subhanallah..
Cintanya tidak sekedar kata..
Tapi komitmen untuk selalu bersemangat ibadah, tidak merasa sendirian dalam keadaan apapun

Dakwahnya bukan dengan dalil Qur'an / hadis, tetapi dgn akhlaknya yang mulia..

Wajarlah hatinya tidak mudah bersedih dan kecewa...
Karena..
ia telah menjadi kesayangan Allah swt(Q.S.10:62)

سُبْحَانَ اللّهُ وَاَلْحَمْدُلِلّهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ. اَللّهُ اَكْبَرُ

Jangan pernah remehkan siapapun..
Karena..
Bisa jadi... ia seorang kekasih Allah..

[By : Muhammad Reza Adrianto]