SMILE...^_^

Jumat, 18 Mei 2012

PITA MOBIOUS ; PERMAINAN SEDERHANA UNTUK MENCERAHKAN JIWA – By Arif Rh


PITA MOBIOUS ; PERMAINAN SEDERHANA UNTUK MENCERAHKAN JIWA – Bagian 1



Sodara-sodaraku, coba perhatikan anak-anak playgroup atau taman kanak-kanak. Ketika ibu guru bertanya, “Siapa yang bisa menjawab pertanyaan ibu guruuuuuu !!?”. Saya yakin semua anak akan menjawab sambil angkat tangan, “Saya ibu guluuuuuuuuu !!!”. Padahal anak-anak itu belum tahu pertanyaannya loh he he he he. Namun coba amati anak-anak itu ketika duduk di bangku kuliah. Ketika dosen di depan ruang kuliah bertanya, “Ada yang mau bertanya?”. Anak-anak yang sama, yang dulu waktu masih di playgroup atau TK berani angkat tangan dan menjawab, bisa jadi berubah diam seribu bahasa. Tangan serasa berat untuk diangkat. Serasa gaya gravitasi di ruangan itu sepuluh kali lipat lebih besar dari 9,8 m / detik kuadrat he he he. Why? Whats wrong in their 12 years? (iki bener ora yo english e?). Pendapat saya karena ada sebuah sistem yang berbeda saat di playgroup dan TK dengan saat anak-anak itu masuk ke SD, SMP dan SMA. Yang tadinya BERMAIN SAMBIL BELAJAR menjadi TERTEKAN SAMBIL BELAJAR he he he he. Yo gimana mereka bisa berpikir reek reek !!!

Nah oleh karenanya kali ini kita akan BERMAIN-MAIN sambil BELAJAR bersama. Apa permainannya anak anaaak? PITA MOBIOUS. Betul sekaliii, baguuus bagusss qiqiqiqi. Mungkin belum banyak yang familiar dengan PITA MOBIOUS atau MOBIOUS STRIP (versi englishnya). Saya mengenal PITA MOBIOUS ini pada awal tahun 2010. Gak sengaja saya temukan pas googling nemu artikel dan video video tentang pita mobious. Awalnya saya bingung. Ini buat apaan sih? Eh lama-lama saya coba bikin dan "TING" !!! ada sebuah AHA MOMENT. Lho, ini kan bisa menjelaskan ini, ini dan ini? Jadi deh tu pita masuk ke khasanah simulasi training saya he he he. Nah sebenarnya apa yang saya bahas di sini nanti tidak ada di artikel atau di video-video di dunia maya itu. Bahkan setahu saya tidak dibahas oleh si penemu pita mobious. Ini penalaran filosofis “ngawur” yang saya rangkai sendiri, othak athik gathuk he he. Dan ketika saya menjelaskan konsep rumit kepada orang lain dengan pita mobious ini ternyata memudahkan saya untuk membuat mereka berkata, iya ya? Tapi ya ada juga sih yang malah tambah bingung dan berkata, “mumet aku mas” hua ha ha ha ha !!! Yang jelas paham gak paham nanti dicoba ya kawans … Saya jamin mudah dipraktekkan kok, tapi saya tidak tanggungjawab kalau anda nanti tersesat ha ha ha.

Apa sih pita mobious? Dari wikipedia berbahasa Indonesia, Pita Möbius dijelaskan sebagai “sebuah obyek topologis yang hanya memiliki satu sisi atau permukaan dan satu komponen perbatasan.” Pita ini ditemukan secara bersamaan namun tidak berhubungan satu sama lain oleh dua matematikawan Jerman August Ferdinand Möbius dan Johann Benedict Listing pada 1858. Seperti apa sih pita mobious ini? Mari kita perhatikan gambar berikut ini :


Hanya dengan memperhatikan gambar itu sudah jelas atau belom? Oke deh daripada bingung saya jelaskan ya. Jadi begini cara membuatnya :
  1. Siapkan kertas HVS dua lembar, gunting dan pulpen atau spidol kecil. Kertas HVS ini sebaiknya yang 80 gram jadi tidak terlalu tipis. Boleh ukuran kuarto boleh ukuran folio. Anda boleh juga gunakan kertas lain yang lebih tebal. Yang penting tidak terlalu tipis nanti mudah sobek.
  2. Gabungkan kedua lembar kertas HVS itu dengan lem secara memanjang, bukan melebar. Jika anda menggunakan kertas yang sudah lebar dan panjang hal ini tidak perlu dilakukan. Nah penjelasan selanjutnya saya asumsikan anda menggunakan kertas HVS.
  3. Lalu setelah sambungan lemnya kering, gunting di bagian tengah secara MEMANJANG, bukan melebar. Dari tahap ini anda akan mendapatkan kertas HVS memanjang seperti pita.
  4. Kemudian “plintir” salah satu ujung pita kertas itu lalu sambungkan dengan ujung lainnya yang tidak “diplintir”. Setelah disambungkan akan membentuk seperti di gambar itu. Kalau belum sama berarti keliru. Ingat hanya salah satu ujung yang di “plintir” baru kemudian disambungkan. O ya “mlintir” di salah satu ujungnya itu hanya sekali lho ya, tidak boleh lebih dari sekali.
Traraaaaaaaaaaa. Anda sudah memiliki pita mobious. Benda sederhana yang sudah anda buat itu bisa menjelaskan banyak hal. Bisa menjelaskan rahasia dualisme, fractal, keterkaitan segala sesuatu di alam semesta bahkan juga dimensi kelima. Kita akan bahas pada bagian selanjutnya.

Bersambung ke bagian 2 ...

Salam Quantum ...

ARIF RH
(The Happiness Consultant)





PITA MOBIOUS ; PERMAINAN SEDERHANA UNTUK MENCERAHKAN JIWA – Bagian 2




Oke. Anda sudah bikin belum pita mobiousnya? Apa anda baru cuman baca? Ayo “ngacung” siapa yang udah bikin !!? Ha ha ha ha. Hmmm sebaiknya anda bikin dulu pita mobiousnya yaaa jadi kita bisa langsung praktek. Bermain sambil belajar bersama. Nah saya anggap anda semua udah membuat pita mobiousnya. Sekarang saya tanya, pita mobious yang ada ditangan anda itu DUA PERMUKAAN atau SATU PERMUKAAN? Satu atau dua? Ha ha ha. Daripada bingung ambil spidol atau pena anda. Lalu, buat garis ditengah pita itu. Buat garis tanpa terputus terus, terus dan teruuuus. Jika nanti garis itu NYAMBUNG artinya pita mobious adalah SATU PERMUKAAN. Jika garisnya TIDAK NYAMBUNG berarti pita mobious itu DUA PERMUKAAN. Masih bingung? Begini lho bikin garisnya he he he :


Nah. Sudah pasti garisnya nyambung khan? Itu artinya pita mobious ini hanya SATU PERMUKAAN. Pada saat pelatihan banyak peserta yang menduga bahwa pita mobious ini DUA PERMUKAAN. Mereka lupa bahwa ujung kertas HVS saat membuatnya ujungnya “diplintir”. Jika tidak “diplintir” maka akan menghasilkan “gelang kertas” dengan dua permukaan. Sampai di sini apa makna filosofinya?

Anda bisa perhatikan di sekitar anda, semuanya adalah DUALITAS alias berpasangan. Ada pria, ada wanita. Ada siang, ada malam. Ada atas, ada bawah. Ada depan, ada belakang. Ada panas, ada dingin. Apa lagi? O ya, ada baik, ada buruk. Ada sukses, ada gagal. Ada rajin, ada malas. Ada lapar, ada kenyang. Ada kaya, ada miskin. Dan sebagainya, dan sebagainya. Itu adalah DUALITAS atau POLARITAS. Itulah yang disebut sebagai KENYATAAN bukan? Ya, anda tanyakan ke siapapun itu KENYATAAN. Namun di sini jika anda tanya ke saya, saya katakan semua itu SEMU. DUALISME dan POLARITAS itu ILUSI.

Jika kita menaikkan level kesadaran kita maka semua hal yang kita lihat sebagai DUALITAS sebenarnya SATU. Ibarat DUA SISI dari SATU KOIN yang sama. Saya ambil contoh sederhana begini. Ada fenomena MALAM dan SIANG. Keduanya adalah DUALITAS. Namun bukankan itu terjadi karena kita sebagai “object cahaya matahari”? Saat kita tidak mendapatkan cahaya matahari karena matahari sedang ada di belahan bumi yang lain, kita katakan itu malam. Demikian juga sebaliknya, saat kita mendapatkan cahaya matahari kita katakan ini siang. Sekarang bagaimana kalau anda “melebur” dengan sumber cahaya itu sendiri. Ini misal lho ya, anda menyatu dengan matahari sebagai sumber cahaya. Apa masih ada siang dan malam bagi anda? Jelas tidak ada. Ini berlaku pula dalam tataran kesadaran spiritual. Saat kesadaran kita sudah “menyatu” dengan SUMBER CAHAYA atau bahkan CAHAYA DI ATAS CAHAYA yaitu DIA YANG MAHA HIDUP maka kita akan lepas dari “perangkap” DUALITAS. Pada level ini seseorang akan MEMBERIKAN CINTA KEPADA SEMUA MAKHLUK tanpa PILIH-PILIH apakah dia KAYA atau MISKIN, apakah dia RAKYAT BIASA atau PEJABAT. Tidak lagi terjebak dalam DUALITAS.

Seseorang yang telah menyadari bahwa sebenarnya kehidupan yang “nampak dua sisi” ini sebenarnya hanya “penampakan yang SATU” akan lebih mudah mengelola pikiran dan emosinya. Sangat mumpuni dalam mengelola prasangka alias persepsinya terhadap suatu hal. Saat gagal dia tetap tenang, saat berhasil ya tetap tenang. Sementara orang yang masih terjebak pada dualitas akan depresi saat gagal dan akan lebay saat sukses, sangat labil. Karena sukses dan gagal adalah dua sisi dari koin yang sama, yaitu BELAJAR. Berkenaan dengan kesadaran melampaui dualitas ini saya juga pernah iseng bertanya kepada seorang teman :

Saya : “Menurut kamu, kalau saya katakan “MALAM BERSAMAAN DENGAN SIANG” masuk akal gak?”
Teman : “Wah, ya gak gitu ah, siang ya setelah malam, atau malam setelah siang”
Saya : “Kalau semisal kamu ngelihat bumi dari ruang angkasa sana, bukankah MALAM BERSAMAAN DENGAN SIANG?”
Teman : “Haaaa? Iya ya?”

Dialog di atas hanya sekedar contoh bagaimana ketika kesadaran kita melampaui dualitas kita bisa melihat kebenaran yang sejati. Jadi jangan heran ketika Tuhan berfirman, "SESUNGGUHNYABERSAMA KESULITAN, ADA KEMUDAHAN". Perhatikan kata BERSAMA, bukan SESUDAH ! KataBERSAMA menunjukkan KESADARAN MELAMPAUI DUALITAS. Kata sesudah masih dalam perangkap dualitas. 

Bersambung ke bagian 3 ...

Salam Quantum ...

ARIF RH
(The Happiness Consultant)



PITA MOBIOUS ; PERMAINAN SEDERHANA UNTUK MENCERAHKAN JIWA – Bagian 3 (tamat)



Pita mobious ini bagi saya adalah bisa untuk memaknai bagaimana SUMBER ASAL kehidupan bermula. Ya, kita semua bersumber dari SUMBER yang SATU. Dan coba cermati baik-baik, pita mobious ini tidak ada atas, tidak ada bawah. Tidak ada kanan, tidak ada kiri. Tidak ada depan, tidak ada belakang. Sebuah “object” yang sangat sangat berbeda dengan yang lain. Ini bisa kita ambil filosofinya sebagai DZAT TUHAN yang TIDAK BISA disetarakan dengan apapun. SANGAT UNIK dan sangat sulit untuk dipahami namun sekaligus “sederhana”, ini paradoksnya.

Bukan laki laki, bukan perempuan, bukan pula banci. Tidak di sini dan tidak di situ. Huaaah mumet !! Itulah sebabnya dalam khasanah spiritual jawa TUHAN diekspresikan sebagai “tan keno kinoyo ngopo”. Alias gak bisa dibayangkan seperti apa. MBUH !! Itu tepatnya. Dzat ESA inilah yang MENAMPAKKAN DIRINYA dalam kehidupan sebagai DUALITAS, padahal DIA MAHA ESA, tidak berbilang. Nah, ketika TUHAN yang merupakan “perbendaharaan rahasia” ini “ingin dikenal”, ia menciptakan alam semesta dan makhluk. Di sinilah DIA menampakkan dirinya melalui DUALITAS atau POLARITAS. Supaya mudah dipahami mari kita lakukan simulasinya.

Sekarang ambil gunting. Lalu gunting pita mobiousnya di bagian tengah menyusuri garis yang anda buat tadi. Jadi ini ceritanya kita sedang membelah pita mobiousnya menjadi dua bagian. Sebelum dilakukan saya mau tanya dulu. Kira-kira nanti jadi berapa “gelang kertas”? Ketika saya tanyakan ini biasanya peserta akan menjawab DUA. Ya logikanya karena dibelah dua di tengah ya jadi dua. Mari berhenti berasumsi dan sekarang mulai menggunting. Oke jadi berapa? SATU !!! ha ha ha ha. Ya, “gelang kertasnya” tetap masih satu hanya saja jadi lebih kecil dan lebih besar “diameternya”. Namun tunggu dulu, kenapa saya menyebutnya ”gelang kertas”? bukan pita mobious?.

Karena setelah dibelah dua dan menjadi satu “gelang kertas” ia berubah sifat. Ia memang mirip bentuknya dengan pita mobious tapi menjadi sebuah object yang memiliki DUA SISI. Saya ulangi, dibelah tetap masih jadi SATU namun yang tadinya SATU permukaan menjadi DUA PERMUKAAN. Bisa anda buktikan dengan membuat garis yang membelah “gelang kertas” itu maka garisnya hanya ketemu di satu sisi, sedangkan sisi yang sebelahnya tidak terkena goresan spidol kita. Inilah yang saya sebut di atas terjadi DUALITAS ! Kalau kita misalkan “object turunan” ini sebagai alam semesta, maka tidak heran alam semesta yang merupakan “turunan sumber asal’ ini sifatnya DUALITAS, berbeda dengan SIFAT SUMBER ASALNYA yang NON DUALITAS.

Yang menarik lagi, saat kita terus membelah belah  pita “gelang kertas”itu sampai tiga level, kita akan menemukan jumlah “gelang kertas” yang terbentuk MEMENUHI DERET BILANGAN FIBONACCI yaitu 1, 1, 2. Saat awal pita mobious adalah 1 pita. Kita belah pertama kali akan menjadi 1 pita “gelang kertas” dua permukaan. Object ini kemudian kita belah lagi akan menjadi 2 pita “gelang kertas”. 1, 1, 2 adalah deretan bilangan fibonacci. Kemudian sejak dari ‘gelang kertas turunan pertama” dari pita mobious, “gelang kertas” turunan setelah dibelah memiliki bentuk yang sama, dua permukaan, hanya saja lebih kecil dan “diameternya” lebih lebar (sebenarnya gak pas saya pake istilah diameter, gak apa apa la yau he he he he).

So, INI FRACTAL dan MEMENUHI DERET BILANGAN FIBONACCI. Jadi sampai di sini saya seperti melihat bagaimana proses “evolusi” alam semesta terbentuk sesuai dengan pola-pola riilnya. Bagi anda yang masih bingung soal apa itu fractal, silahkan mampir ke catatan saya berjudul KEAJAIBAN FRACTAL ; TUHAN MELETAKKAN RAHASIA DI DEPAN MATA KITA SETIAP HARI. Saya tidak meneruskan membelah-belah lagi. Setelah 3 level ini saya tidak tahu apakah masih memenuhi deret fibonacci atau tidak. Tapi misalpun tidak ya gak masalah, karena ini hanya untuk perumpamaan saja. Dalam kenyataannya TIDAK SEMUA hal memenuhi bilangan fibonacci, hanya saja BANYAK yang demikian.

Kembali pada simulasi “gelang kertas”. Satu lagi yang menakjubkan adalah, ketika kita membelah-belah “gelang kertas” tadi terus menerus, semua “gelang kertas” yang dihasilkan saling terkait satu sama lain dan menyatu. Apa maknanya? Ini bisa kita maknai bahwa dalam kehidupan senyatanya memang pada hakikatnya alam semesta ini SATU dan MENYATU. Konsekuensinya ya segala sesuatu di alam semesta ini TERHUBUNG satu sama lain. Anda, saya, hewan, tumbuhan, gunung, bintang dan apapun, WE ARE ALL CONNECTED.

Sampai di sini apakah bisa dipahami? Atau tambah mumet kayak beberapa teman saya, ha ha ha ha. Judulnya pencerahan tapi malah pemusingan ya? ha ha ha ha ha. Baik kita simpulkan. Simulasi pita mobious ini menunjukkan kepada kita tentang beberapa hal, yaitu :
  1. SUMBER ASAL KEHIDUPAN
  2. DUALITAS / POLARITAS
  3. KESADARAN MELAMPAUI DUALITAS
  4. FRACTAL / BILANGAN FIBONACCI
  5. KESATUAN SEMUA HAL DI ALAM SEMESTA
Silahkan dicoba sendiri bermain langsung dengan pita mobiousnya. Demikian catatan saya kali ini. Semoga bermanfaat. Mohon dimaafkan kalau banyak hal di sana sini yang gak nyambung dipaksa-paksain nyambung. Maklum namanya juga pake ilmu “othak athik gathuk”, hua ha ha ha . Sampai jumpa di catatan selanjutnya.

Tamat

Salam Quantum

ARIF RH
(The Happiness Consultant)




COPAS STATUS Pak Mardigu Wowiek Prasantyo ...



"Hai rekan-rekan media..anda adalah sebuah kekuatan. dan anda rekan media satu diantara bagian dari bangsa ini yang bisa membuat perubahan dengan cepat. kalau seluruh rekan -rekan media sepakat menghentikan pemberitaan atau menghentikan penayangan hal yang bersifat KEKERASAN ( VIOLENCE) dan menghentikan berita atau informasi yang bersifat PROVOKASI KEBENCIAN ( HATRED) maka dalam waktu singkat ( kurangdari 1 tahun) pasti akan terjadi peubahan perilaku masyarakat.

ada triliuan cell membentuk seorang manusia. setiap hari mati 3 milyar cell yang digantikan cell2 baru..secara teknis seorang scientist pernah mengkalkulasi bahwa perubahan cell manusia selama 1 tahun menjadikan manusia itu berbeda dengan cell 1 tahun yang lalu.

yang jadi masalah..kalau selama 1 tahun dia memberikan energi negatif, maka cell2 baru terinduksi unsur negatif. kalo di berikan unsur positif maka cell baru terinduksi kekuatan positif. coba saja dalam 1 tahun di isi dengan kekerasan, kebencian, hidup sulit, pemerintah payah, dll..apa yg terjadi dengan manusia baru tersebut 1 tahund dari sekarang?!

apa sulitnya media menyetop informasi kekerasan dan kebencian. apa sulitnya petinggi agama hanya mengajarkan keindahan akal budhi dan karya positif, apa sulitnya pemerintah mengurusi kesulitan masyarakat yang berbasis 3 hal ( kebutuhan makan, kesehatan, dan pendidikan)...sisanya berikan swasta. kapan kita memulainya..# happy long week end"

*morning.hakikat by Arif Rh

Rabu, 09 Mei 2012

Understanding Quantum Entanglement ; Semua Satu Kesatuan dan Terhubung! -- By Arif Rh


Understanding Quantum Entanglement ; Semua Satu Kesatuan dan Terhubung! -- Bagian 1


Dalam suatu kesempatan in house workshop di luar kota ada salah satu peserta yang bertanya tentang bagaimana cara kerja do’a. Waktu itu saya menjawab secara teoritis dengan singkat bahwa yang namanya do’a bentuk jawabannya tetap berupa makhluk, sebagaimana rejeki meskipun dari Tuhan ya lewat orang lain. Kemudian saya lanjutkan jawaban dengan sebuah simulasi sederhana. Saya minta beliau menyalakan hapenya kemudian memilih satu nama dalam phonebook dengan kriteria sebagai berikut :
  • Nama tersebut orangnya masih hidup
  • Nama tersebut memiliki hape
  • Nama tersebut juga mengetahui nomer hape beliau
  • Nama tersebut tidak berada dalam ruangan workhsop
  • Nama tersebut tidak ada janjian untuk sms atau menelepon beliau dalam waktu ini
  • Nama tersebut kalau bisa memiliki kedekatan emosional dengan beliau
Satu nama pun telah beliau pilih, saya juga tidak tahu siapa yang beliau pilih. Kemudian saya mengajak beliau untuk rileks, menyadari keluar masuknya napas dan saya berikan beberapa kalimat penuntun. Singkat cerita “ritualnya” selesai. Apa yang terjadi? Beberapa saat kemudian hape beliau berbunyi. Dan BENAR! Nama yang dimaksud menghubungi beliau melalui sms. Kok bisa? Hue he he he.

Simulasi di atas bukan hanya sekali itu saja. Dalam kesempatan lain yang terjadi juga sama. Bahkan ada yang sms itu sampai meng-sms topik yang sesuai dengan dimaksud saat melakukan “ritual pemanggilan jarak jauh”. Jika simulasi ini dilakukan secara massal maka hasilnya berbeda-beda. Ada yang dalam beberapa detik langsung dihubungi, ada yang beberapa menit kemudian ada juga yang jedanya hitungan jam ada juga yang hitungannya hari. Faktor apa sih yang menentukan cepat lambatnya dihubungi itu? Faktor tersebut adalah KEMELEKATAN. Semakin kita “tidak melekat” terhadap hasil semakin cepat kita dihubungi oleh orang yang kita maksud, semakin melekat kita dengan hasil maka semakin lama kita dihubungi atau bahkan tidak dihubungi sama sekali. Saya tidak akan membahas soal kemelekatan ini terlalu jauh karena sudah saya jelaskan dalam note terdahulu berjudul Kunci LoA Yang Terlupakan dan note berjudul Bahaya Kemelekatan. Yang ingin saya tekankan di sini adalah bahwa do’a memiliki mekanisme yang mirip dengan simulasi hape tersebut. 

Mengapa seseorang yang jaraknya sangat jauh bisa kita “hubungi” tanpa alat bantu teknologi? Inilah yang dalam kajian Fisika Quantum disebut Quantum Entanglement. Bahwa ternyata semua partikel di alam semesta itu saling terhubung satu sama lain secara spontan tidak memperdulikan jaraknya berapapun. Dan respon satu sama lain antar partikel itu dalam waktu yang sama menunjukkan hubungan antara mereka kecepatan responnya melebihi kecepatan cahaya. Ya, semua hal di alam semesta itu hakikatnya adalah SATU dan SALING TERHUBUNG SATU SAMA LAIN. Dengan demikian konsekuensinya dalam tingkatan fisik pun demikian. Anda, saya dan kita semua manusia di alam semesta saling terhubung sama lain. Kita hakikatnya satu, ibarat udara kita hanya terpisah oleh sekat ruangan. Kita hanya nampak terpisah karena jasad / tubuh kita ini. Kita ini seperti jaringan internet raksasa yang terhubung terus menerus selama 24 jam non stop oleh satu "MAHA SERVER" dengan kecerdasan tanpa batas yang tidak pernah tidur dan tidak lupa.

Bersambung ke bagian 2 ...


Salam Entanglement 
ARIF RH -- The Happiness Consultant

Understanding Quantum Entanglement ; Semua Satu Kesatuan dan Terhubung! – Bagian 2 (Tamat)


Contoh sederhana lainnya berkaitan dengan entanglement ini adalah begini. Saya kira setiap orang pernah mengalami berjalan atau naik kendaraan lalu berpapasan dengan orang lain. Saat kita ambil ke arah kanan dia juga ambil ke arah yang sama, kemudian kita ganti ke arah yang lain ternyata dia juga melakukan hal yang sama. Lho, lho, lho, ha ha ha akhirnya tertawa bersama. Pikiran memancarkan getaran dengan frekuensi tertentu dan getaran itu merambat melalui jaringan entanglement. Jika pas ya ketemu deh he he. Jadi ya kita harus mengevaluasi fenomena yang kita sebut kebetulan. Hakikatnya ya tidak ada kebetulan. Kebetulan itu sama saja kita naruh uang di saku celana sendiri lalu lupa. Suatu saat lama sekali kemudian anda menemukan uang itu saat gak punya duit. Seneng sekali tho rasanya? Padahal ya nemu uang sendiri dan anda yang memang naruh disitu kan? Kebetulan? Ya kebetulan yang tidak kebetulan karena anda ikut terlibat dalam peristiwanya he he he.

Nah, sekarang saya akan membahas kaitan antara penentuan jam sholat dan quantum entanglement. Mohon maaf bagi yang beragama lain saya hanya bermaksud memberi contoh saja. Mengapa jam sholat dibuat seragam? Karena dengan demikian secara massal banyak manusia di beberapa wilayah secara serentak masuk ke zona entanglement bersamaan. Ibaratnya dibikin agar jam segini yuk pada on line di internet dan pada buka FB semua. Akibatnya apa? Ya itu tadi, saat kita berdo’a maka do’a tersebut bisa langsung diproses dengan cepat. Siapa tahu manusia yang menjadi jawaban do’a kita juga on line di jam tersebut. Kalau dianalogikan pake simulasi hape di awal ya pada jam yang sama semua orang diminta menyalakan hapenya agar sms bisa masuk dengan cepat. O ya saya lupa bahwa simulasi hape di awal keberhasilannya juga ditentukan tingkat rileks orang tersebut saat kita “panggil dari jarak jauh”. Nah selain sholat yang jamnya ditentukan ini saya yakin dalam agama lain ada pola serupa dimana banyak manusia didesain untuk “on line” bersama dan masuk ke zona quantum entanglement.

Lalu bagaimana fenomena santet? Ini mungkin jawaban yang tidak enak tapi ya harus saya katakan bahwa santet juga memanfaatkan fenomena quantum entanglement. Dukun santet itu pakar fisika quantum sebenarnya he he he. Lho kok begitu? Ya bukan salah entanglementnya. Ibarat pisau ya terserah kita mau dipake buat ngiris bawang atau buat bunuh orang, bukan salah pisaunya donk! Namun jangan khawatir, jika frekuensi kita bagus kita tidak akan mempan disantet. Dan sebenarnya quantum entanglement ini kalo disadari betul maka para dukun santet itu akan bertaubat. Mengapa? Simak penjelasannya di bawah ini.

Kesadaran tentang entanglement ini konsekuensinya “dalam” sekali friends, kajian soal entanglement ini sangat bersinggungan sekali dengan spiritualitas. Jika kita sudah menyadari bahwa kita sebenarnya satu maka berbagai anjuran berbuat baik apapun menjadi sangat masuk akal. Karena ketika kita berbuat baik kepada orang lain sebenarnya kita berbuat baik kepada diri kita sendiri di tingkatan quantum. Ketika kita bersedekah kepada orang lain maka sebenarnya kita sedang memberi kepada diri kita sendiri di tingkatan quantum. Kita menjadi lebih berhati-hati untuk tidak menyakiti orang lain. Why? Karena jika kita menyakiti orang lain maka ditingkatan quantum kita sebenarnya sedang menyakiti diri sendiri. Sehingga cepat atau lambat di tingkatan fisik kita akan merasakan akibat dari perbuatan kita sendiri.

Sekarang mari kita lihat fenomena sehari-hari. Siapa di antara kita yang doyan sekali nonton infotainment? Siapa di antara kita yang doyan sekali menggunjingkan keburukan orang lain? Jika kita menggunjingkan keburukan orang lain ya sama saja penjelasannya dengan uraian di atas. Saat bergunjing kita sebenarnya sedang membicarakan keburukan diri sendiri di tingkatan quantum. Akibatnya? Yang saya amati kita akan mengalami hal yang sama sebagaimana orang yang kita gunjingkan. Itulah sebabnya dalam aturan agama apapun dan dalam aturan keyakinan moral manapun bergunjing itu ya enggak baik. Nah sekarang setelah mengetahui ini masihkah kita hobi nonton infotainment? Saya gak bisa melarang, terserah anda. Tapi ya ingat konsekuensinya. Yang jelas dengan menyadari adanya quantum entanglement ini saya mengajak anda semua untuk berbuat baik kepada orang lain sebanyak-banyaknya. Sampai jumpa dalam note selanjutnya.

Tamat

Salam Entanglement
ARIF RH -- The Happiness Consultant

Selasa, 08 Mei 2012

KARMA-SUTRA ; aKAR MAsalah SUatu TRAgedi -- By Arif RH


KARMA-SUTRA ; aKAR MAsalah SUatu TRAgedi -- Bagian 1


"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri." (Terjemahan Al Qur’an Surat Al-Isra' ayat 7)

Note ini sebenarnya sudah sejak lama ingin saya tulis, tapi lama tertunda. Hasrat menulis note bertemakan “Karma” ini muncul kembali “gara-gara” note bersambung 4 seri yang ditulis sahabat FB saya Bro Fahmy Therapist Gaul tentang “Mengapa Terapi Bisa Gagal?”. Tulisan rekan saya ini bisa anda cari di wall saya karena saya ditag dalam note itu. O ya, note ini juga sangat berkaitan dengan dua note saya sebelumnya yang berjudul “Holographic System” dan "Understanding Entanglement”. Jadi kalo saya menggunakan istilah entanglement dan holographic di sini saya tidak akan menjabarkannya lagi, mohon dimaklumi. Teman-teman bisa melacak apa arti kedua istilah itu dalam note yang sudah saya tulis tersebut. Baik, kita masuk ke dalam pembahasan.

Sejak kecil nilai raport SD saya dominan angka 8 dan 9. Waktu di SMP dan SMA pun masuk peringkat-peringkat bergengsi di kelas. Sewaktu kuliah dulu, saya adalah mahasiswa yang “logis” banget. Indeks prestasi saya bahkan pernah menembus sampai angka 3,87 tertinggi satu angkatan. Saya penggila filsafat, statistika dan metode penelitian ilmiah. Beberapa kali ikut dalam tim dosen dalam melakukan riset. Dan yang bikin saya “besar kepala”, saya pernah menjadi asisten riset dosen yang sedang kuliah S3 di Jerman sana. Saya membantu memberikan petunjuk kepada teman-teman yang kesulitan mengerjakan skripsi sehingga saya dijuluki “pembimbing skripsi” ke 4 dari fakultas manapun baik eksak maupun sosial. Bahkan saya pernah memberikan guide untuk menganalisis data statistik tesis program S2 Master Ilmu Biologi. Singkat cerita begitu, dan muncullah sifat angkuh dalam diri saya. Ngerasa pinter sih. Akibatnya, ketika ngobrol atau berdiskusi arahannya selalu ke perdebatan. Saya selalu merasa puas ketika bisa mengalahkan orang lain. Nyebelin khaaaan he he he he. Untung anda semua enggak kenal saya waktu dulu qiqiqiqi.

Saya dikenal sebagai “manusia pembantai dosen”. Beberapa kali di kelas saya mempermalukan dosen sampai gak mau ngajar. Memang secara faktual dosennya salah dan ngawur sih, lulusan S2 kok payah, begitu gerutu saya dalam hati waktu itu. Salah satu kasusnya begini. Lah sang dosen lulusan S2 di kelas bilang bahwa statistik itu HANYA terdiri dari parametrik dan non parametrik. Saya interupsi dan saya ingatkan beliau bahwa statistik itu ada dua yaitu statistik deskriptif dan statistik induktif. Saya jelaskan statistik pertama yaitu statistik deskriptif gunanya untuk penggambaran data yang meliputi gejala pusat ; mean, median, modus serta bentuk distribusi data melalui varian dan standar deviasi. Dan yang kedua adalah statistik induktif gunanya untuk pengambilan kesimpulan dan generalisasi. Ini kemudian dibagi lagi, statistik induktif ada dua yaitu statistik parametrik dan non parametrik dimana penggunaannya tergantung bentuk distribusi datanya. Mendengar penjelasan panjang, lebar dan detail dari saya sang dosen “ngeyel” bahwa saya ini keliru.

Dengan nada kesal kesal sang dosen bilang, kamu sudah baca buku A, B, C, D bla bla belom? Lah kebetulan semua buku yang dia sebutkan sudah saya baca semua, tempat nongkrongku di perpustakaan kok qiqiqi. Kebetulan salah satu buku yang beliau sebutkan tadi saya bawa di tas, saya ambil dari tas lalu saya tunjukkan di kelas, saya buka halaman yang membahas tentang itu dan MEMANG SAYA YANG BENAR! Wakakakak saya menaaang, mampus lu!!! Muka sang dosen memerah malu, seterusnya gak mau ngajar dan diganti dosen laen yang lebih cerdas. Teman-teman bilang kamu ini apa gak takut nilaimu jelek? Kalo nilaiku dibuat jelek gara-gara kejadian itu akan saya labrak dosen tadi itu, gak profesional itu namanya, kata saya. Dan uniknya di kartu hasil studi mata kuliah itu nilai ujian saya dapet A. Hebat hebat hebat, plok plok plok, applause, belum kena batunya sih. 

Bersambung ke bagian 2 ...


Salam Karma Sutra
ARIF RH -- Anti Debat, Penggila Diskusi 

KARMA-SUTRA ; aKAR MAsalah SUatu TRAgedi – Bagian 2


Dulu saya gak begitu paham tentang hukum-hukum kehidupan. Akhirnya ya “kepentok” alias “kena batunya". Ternyata “hobi” saya dalam mendebat orang lain sampai “habis” berbalik menghantam diri saya sendiri.” Saya ini awalnya diprediksi menjadi mahasiswa dengan IPK tertinggi dengan waktu lulus tercepat, beberapa tawaran beasiswa S2 sudah saya incar karena cita-cita saya adalah menjadi dosen. Namun apa yang terjadi? Saya baru bisa lulus kuliah selama 8 tahun 1 bulan dengan status nyaris drop out. Surat toleransi perpanjangan masa studi saya maksimal tanggal 30 September 2006, dan saya dinyatakan lulus tanggal 29 September 2006. Kalo saya lulusnya tanggal 30 September maka telah terjadi GESTAPU alias Gerakan September Tigapuluh xixixixi. Nyaris banget khaan? Dan yang lucu saat wisuda di fakultas status saya ini adalah mahasiswa dengan masa studi terlama dengan IPK tertinggi, wakakakakak. Nah kenapa saya bisa demikian?

Banyak hal yang menyebabkan saya demikian. Faktor finansial, percintaan yang kandas dan sebagainya, ini bisa anda baca di buku saya bab pertama. Namun yang kentara sekali adalah kok yo “kebetulan” saya dapet dosen pembimbing dan dosen penguji dimana dua di antaranya adalah terkenal sebagai The Most Killer Person in The Campus. Di kampus saya ada istilah untuk tiga dosen yang “kejam” yaitu The Three Mas-kentir he he he. Nah itu dia, saya yang biasa mendebat orang lain tidak bisa berkutik “melawan” kedua dosen saya yang killer itu. Dan yang repot adalah mereka sulit sekali untuk ditemui dan moody. Kalo gak pas moodnya pasti ancur deh “harga diri” dan perasaan. Salah satu teman saya bahkan ada yang sampai bawa pedang ke dosen tersebut karena merasa dipersulit dan lama sekali lulusnya he he. Ngeri banget khaan?

Saya pernah datang ke rumah salah satu dari mereka mau konsultasi dan saya diusir. Sedih sekali saya. Dan waktu itu saya belum nyadar apa sebab dari “kesulitan” dalam proses menyelesaikan skripsi saya. Itu membuat saya putus asa dan lari dari kampus selama beberapa tahun bertarung dengan kesulitan hidup dan sempat memutuskan mengakhiri hidup, kompleks sekali temans terlalu panjang untuk saya uraikan di sini. Nah, mengapa sih semua itu bisa terjadi? Sejak mengenal dunia pengembangan diri saya jadi tahu penyebabnya. Saya melihat jejak hidup saya sendiri, oh my god!!. Ternyata semua hal baik dan buruk yang saya alami sebenarnya sumbernya saya sendiri. Itulah yang saya sebut di sini sebagai KARMA-SUTRA. KARMA bagi saya adalah singkatan dari aKAR MAsalah. SUTRA adalah singkatan dari SUatu TRAgedi. Bagaimana penjelasannya?

Begini, hakikatnya segala sesuatu itu bahan dasarnya adalah energi. Anda, saya, hewan, tumbuhan, planet dan segala sesuatu adalah energy. Nah energi ini memiliki beberapa sifat, salah satunya adalah bahwa "energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)". Jumlah energi di alam semesta sejak dahulu sampai sekarang adalah TETAP, TIDAK BERUBAH. Saya contohkan begini. Misal di rumah anda ada listrik dari PLN, kan itu energi tho? Lalu energi listrik itu kita salurkan lewat setrikaan maka energi itu akan mengalami konversi menjadi panas. Bila setrikaan panas itu anda lempar ke air dingin maka energi panas akan berpindah ke air sehingga air menjadi hangat plus munculnya uap plus misal ledakan setrika karena konslet plus jeritan anda jika anda kesetrum he he he. Intinya sifat energi selalu kekal, tidak musnah, hanya berubah dari satu wujud ke wujud yang lain. Lalu apa kaitannya sifat energi yang kekal itu dengan kejadian dalam hidup kita?

Bersambung ke bagian 3 ...


Salam Karma Sutra
ARIF RH -- Anti Debat, Penggila Diskusi 

KARMA-SUTRA ; aKAR MAsalah SUatu TRAgedi – Bagian 3


Setiap perbuatan kita dalam kehidupan ini pada dasarnya ya menyalurkan energi. Nah karena sifatnya kekal maka aliran energi itu sebenarnya tidak akan hilang, ia hanya berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Alam semesta adalah sebuah sistem tertutup dengan jumlah energi yang tetap. Sehingga secara otomatis apapun yang kita lakukan suatu saat pasti akan kembali ke diri kita sendiri. Sebagai ilustrasi begini. Kalo kita hantamkan tangan ke tengah-tengah air pada sebuah bak mandi pasti akan menimbulkan riak-riak air menuju ke tepi bak. Setelah riak-riak air itu sampai ke tepi bak maka riak-riak itu akan memantul kembali menuju kita tangan kita.

Kecepatan kembalinya riak-riak air itu tergantung kekuatan hantaman tangan kita ke dalam air. Aplikasinya dalam kehidupan ya berarti jika yang kita lakukan baik maka kebaikan itu suatu saat akan kembali kepada kita cepat atau lambat. Sebaliknya, bila kita berbuat tidak baik maka ia akan selalu kembali kepada kita. Namun fenomena dalam kehidupan tidak sesederhana ilustrasi bak mandi itu. Soalnya kembalinya energi itu bisa berwujud macam-macam. Begini maksudnya. Misal saya dulu suka mendebat orang, bisa jadi kembalinya berwujud suatu saat saya didebat orang juga atau bisa jadi saya kena penyakit batuk lama gak sembuh-sembuh. Nah dalam hal ini kita yang harus peka, sebenarnya ketidakseimbangan dan ketidaknyamanan baik secara fisik dan non fisik yang kita alami ini sebabnya apa?

Untuk itulah yang namanya evaluasi ke dalam diri sangat diperlukan. Namun biasanya kita lebih peka dan lebih sadar jika wujud kembalinya itu sama formatnya dengan yang pernah kita lakukan. Nggampar orang lalu digampar orang juga. Menggunjingkan orang lalu kita digunjingkan juga. Dan saya banyak sekali mendapatkan kisah nyata orang lain tentang tragedi dalam hidup yang dialami sama persis dengan perbuatan masa lalu. Ada kisah yang perbuatan baik kembali baik dan kisah perbuatan buruk kembali buruk. Saya akan uraikan kisah nyata yang perbuatan buruk kembali buruk dulu. Baru kemudian saya akan cerita kisah nyata perbuatan baik kembali baik.

Kisah pertama ini saya peroleh ketika saya diundang oleh PT. Telkomsel Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah untuk memberikan pelatihan. Sepulang pelatihan saya ngobrol dengan driver armada kantor Telkomsel yang mengantar saya ke hotel. Dia bilang, “Bener banget mas yang anda sampaikan itu. Lha contohnya saya ini. Saya dulu pernah meludahi mobil karena waktu itu mobil di depan saya jalan pelan banget. Padahal ya mobilnya gak salah karena lagi macet. E alaaaa sekarang kan kerjaan saya sopir. Beberapa kali diludahi mas kaca depan mobil ini sama pengendara motor. Saya baru nyadar tadi pas mas Arif menyampaikan materi”. Nah lo, merinding khaaaan?

Kekisruhan dua hari kemarin di wall facebook saya ketika disadari saya simpulkan merupakan bentuk pencairan karma saya terdahulu. Saya dulu suka usil, menjatuhkan dan mendebat orang ya bakalan di debat dan dijatuhkan orang.­­ Dan biasanya kita sulit untuk menghindar, meskipun berusaha menghindar. Karma harus dialami sampai kita belajar sesuatu dari proses itu. Peningkatan kesadaran tersebut lah yang dalam pencermatan saya selama ini akan memutuskan rantai karma. Saya ingatkan lagi bahwa kembalinya wujud energi perbuatan di masa lalu ini tidak selalu berwujud sama dengan perbuatan di masa lalu. Wujudnya bisa berbeda. Jadi kalo kita mengalami penyakit secara fisik segera evaluasi diri. Jangan-jangan itu pencairan karma. Biasanya penyakit baru pergi jika kita menerima kehadirannya dan mengerti pesan apa yang ia bawa dalam kehadirannya. Dalam melakukan terapi kadang saya membawa klien masuk dalam sesi evaluasi ini. Karena jika itu sebuah karma saya mau pake teknik apapun gak bakalan sembuh. Penyakit itu adalah utusan peningkatan kesadaran jiwa dan perbaikan diri.

Bersambung ke bagian 4 ...


Salam Karma Sutra
ARIF RH -- Anti Debat, Penggila Diskusi

KARMA-SUTRA ; aKAR MAsalah SUatu TRAgedi – Bagian 4 (Tamat)


Nah , kisah yang kedua ini saya peroleh dari seorang siswa di sebuah SMA Swasta. Ini ceritanya komplit, kisah buruk kembali buruk dan baik kembali baik. Setelah saya memberikan materi soal Karma-Sutra dan pelatihan usai dia mendekat ke saya. Dia bilang, “Pak, bisa minta waktu sebentar. Saya mau cerita ini”. “O ya ya, silahkan. Gimana mas?”, tanya saya. “Begini pak, saya mau cerita pengalaman saya. Kisah nyata dan yang barusan bapak sampaikan itu bener semua dan saya mengalaminya sendiri. Dulu saya ini SMP nya di Batam. Lah, bapak tau sendiri maksiat di Batam kayak apa. Saya ini mafia lah pak pokoknya, malu saya ceritanya. Nah, secara akademis saya ini pintar. Dan waktu itu saya bercita-cita sekolah di SMA negeri di Purwokerto. Di situlah pak apesnya numpuk. Saya gak diterima di SMA negeri di Purwokerto ini bukan saya gak mampu. Ada saja apesnya itu. Yang berkasnya ilang lah, waktu daftar telat lah, macem-macem yang menurut saya sepele. Yah akhirnya saya sekolah di SMA ini pak.

“Di sekolah ini saya mencoba untuk berubah. Karena jauh dari teman-teman lama saya di Batam lebih mudah bagi saya untuk berubah menjauhi maksiat. Di sini saya cukup berprestasi. Saya kepingin sekali bisa ke luar negeri. Cuman ya itu tadi, setiap ada kesempatan gak kena-kena gak dapet-dapet. Ah, apes lah pokoknya. Mungkin ini pencairan karma itu. Lalu saya berupaya memperbanyak berbuat kebaikan untuk menebus kemaksiatan-kemaksiatan saya dulu. Di sini saya dapat beasiswa pak dari yayasan karena prestasi akademik saya. Diem-diem aku kasihin ke teman setiap bulan karena dia lebih butuh.Saya ikhlas ngasihnya. Waaah bener pak gak di sangka-sangka saya nembus terpilih event studi banding ke Australia minggu depan. Dan semua penjelasan mengapa itu bisa terjadi ya sebagaimana bapak sampaikan tadi itu. Makasih ya pak”

Mendengar cerita siswa itu saya melongo. Busset, ini untuk kesekian kalinya saya mendengar cerita-cerita macam begini. Ini berarti memang demikian polanya. Apalagi kalo dikaitkan  dengan konsep entanglement dan holographic system jelas sangat berkaitan. Kehidupan yang kita jalani ini hanya cermin dari apa yang ada di dalam diri kita dan apa yang ada di masa lalu kita. Memang biasanya ada jeda waktu. Karena apa yang kita lihat di tataran makro kosmos biasanya begitu, ada jeda. Saya contohkan begini, kita melihat bintang di malam hari kan? Kita menganggap bintang-bintang itu masih ada. Padahal realitasnya kita sedang melihat masa lalu. Kok bisa?

Ya begini, cahaya kan butuh waktu untuk sampai ke mata kita. Bahkan bilangannya bisa tahun cahaya. Jadi saat kita melihat bintang tersebut bisa jadi sebenarnya bintang itu sudah musnah. Kita masih melihatnya karena “lambatnya” cahaya itu sampai ke mata kita. So, secara fisika apapun yang kita lihat dalam keseharian ini sebenarnya adalah masa lalu. Nah, dalam konteks yang lebih spiritual, kehidupan yang kita jalani ini juga diwarnai oleh masa lalu kita. Apa yang saya maksud masa lalu? Ya perbuatan kita di masa lalu. Mari kita tingkatkan kecermatan kita dalam melihat kehidupan kita sendiri dan kita akan menemukan apa yang barusan saya uraikan.

Mungkin ada di antara anda yang masih belum percaya dengan apa yang saya ceritakan. Anda merasa kok saya nyatanya berbuat maksiat baek-baek aja. Rejeki saya lancar. Saya sehat. Weiiits tunggu dulu bung. Kita belum bisa menyimpulkan. Mari kita lihat sisa waktu hidup ke depan. Karena sekali lagi semuanya pasti akan kembali kepada kita, hanya soal waktu saja. Nanti ketika sudah mulai bau tanah. Rambut mulai memutih. Jalan mulai terseok-seok. Berbicara mulai diselingi batuk. Pandangan mulai kabur. Mulai sering mengeluh sakit karena onderdil tubuh sudah aus. Biasanya di situlah kita sadar. Dan mulai menyadari konsep yang kita bahas ini. Tapi khan gak harus nunggu tua kita sadar. Yuk, kita sadar sekarang saja. Kita saling mengingatkan. Ini sangat penting karena yang namanya kematian itu kayak buah kelapa. Yang udah tua bisa jatuh ke tanah dan yang muda pun juga bisa demikian. Mungkin kita tidak bisa bersih sama sekali dari perbuatan tidak baik. Namanya manusia ya pasti ada khilafnya. Oleh karenanya mari kita sama-sama perbanyak berbuat baik. Sehingga apabila dilakukan perhitungan kita masih mendapatkan selisih saldo lebih banyak perbuatan baik daripada perbuatan buruknya. Amiiin. Sampai jumpa dalam note selanjutnya.

Tamat.


Salam Karma Sutra
ARIF RH -- Anti Debat, Penggila Diskusi 

MISTERI PERADABAN ; MANUSIA TERDAHULU TERNYATA JAUH LEBIH CANGGIH – By Arif RH


MISTERI PERADABAN ; MANUSIA TERDAHULU TERNYATA JAUH LEBIH CANGGIH – Bagian 1


“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
(Terjemahan QS Al- Baqarah ayat 30)

Sebenarnya rasa penasaran tentang topik ini sudah cukup lama yaitu sejak saya berdiskusi via chatting di facebook dengan pak Agung Webe beberapa bulan lalu. Sejak momen itu saya terus menelusuri fakta-fakta sejarah tentang peradaban manusia. Dan puncaknya setelah pak Agung Webe beberapa hari kemarin merelease note berjudul Mahabarata ; Sebuah Bencana Teknologi. Wow, setelah membaca note pak Agung Webe tersebut hasrat saya untuk “kuliah di universitas google” semakin besar dan ingin men-share-kan temuan-temuan saya tersebut ke dalam sebuah note. Sejauh ini saya sudah melakukan cek dan recheck data yang menjadi bahan note ini, karena anda tahu sendiri di dunia maya cukup banyak hoax alias berita palsu yang menyesatkan. Namun saya menyarankan setelah anda membaca note ini untuk tetap melakukan recheck dan crosscheck dan segera berikan feedback kepada note ini jika menemukan beberapa data yang tidak valid. Baik, kita masuk pada pembahasan tentang misteri peradaban manusia.

Sebagian dari anda mungkin ada yang sudah pernah nonton film kartun THE FLINSTONE yang populer di Indonesia sekitar tahun 1990 an. Dalam film tersebut setting ceritanya adalah kehidupan keseharian para manusia purba di zaman batu dengan teknologi seadanya “yang dipaksakan modern”, misal ada mobil yang karoserinya dari kayu, bannya dari batu, dan tenaga penggeraknya dengan cara si driver berlari menggunakan kakinya, hua ha ha sama aja gak naik mobil tho? Naik mobil kok “ngos-ngos”-an hihihi. Ada juga alat musik dimana piringan hitam / CD nya berbahan dasar dari batu, kulkas dari batu dan sebagainya. Hua ha ha, lucu pokoknya. Ulah sang tokoh utama yaitu Alfred Flinstone (kalau gak keliru) yang polos dan konyol juga semakin menambah kelucuannya ha ha ha.

Kehadiran film kartun The Flinstone membuat saya berasumsi ya yang namanya jaman dahulu sangat primitif, kuno, tidak canggih seperti sekarang. Apalagi waktu SMP jaman saya dulu masih diajarkan teori evolusi manusia dari manusia purba ke manusia modern. O ya satu lagi tentunya kisah tentang Adam dan Hawa yang “didoktrinkan” sebagai manusia pertama. Dalam kepala saya terbersit sebuah pemikiran bahwa Adam dan Hawa ya sangat primitif kehidupannya kayak film The Flinstone itu. Hidup dengan teknologi seadanya. Kesimpulan saya peradaban bergerak maju, waktu zaman dulu primitif dan sekarang ini jauh lebih modern. Dan saya yakin kesimpulan kebanyakan orang memiliki kesimpulan sebagaimana saya.

Tapi tunggu dulu. Setelah tuntas membaca note ini, saya yakin kesimpulan anda akan berubah drastis. Ternyata manusia di zaman dahulu itu jauh lebih canggih dan jauh lebih modern di bandingkan saat ini. Adam dan Hawa juga ternyata BUKAN MANUSIA PERTAMA. Believe of not, that’s real guys!! Ini fakta sejarah dan dibuktikan temuan-temuan arkeologis. Sejarah tidak pernah berbohong. Manusia lah yang berbohong memanipulasi sejarah demi kepentingan dan egonya. Sayangnya perbuatan manusia memanipulasi sejarah itu juga dicatat oleh sejarah.

Bersambung ke bagian 2 ...


Salam Open Mind
ARIF RH -- Keturunan Adam dan Hawa

MISTERI PERADABAN ; MANUSIA TERDAHULU TERNYATA JAUH LEBIH CANGGIH – Bagian 2


Baik, kita secara bertahap akan meluncur “menuju ke masa lalu”. Kita awali dari mesir dulu deh. Di sana ada bangunan terkenal berbentuk limas segi empat yang bernama piramida. Coba dipikir saja, gimana itu cara membangunnya? Sampai saat ini pun para ilmuwan masih takjub. Salah satu piramida bernama piramida khufu. Jumlah batu yang digunakan untuk membangun piramida khufu sekitar 2,5 juta blok batu. Bayangkan! 2,5 juta batu! Masing-masing blok batu itu beratnya 2 ton hingga 70 ton sehingga total berat piramida ini diperkirakan 6,5 juta ton. Batu-batu yang lebih besar dan berat diletakkan di bawah tentunya. Piramida ini dinobatkan menjadi struktur bangunan terberat di dunia hingga saat ini!  

Ingat, bangunan itu juga dibuat di atas PASIR! Bangunan seberat itu di atas pasir! Wow, amazing! Bukankah juga berarti perancang bangunan piramida tersebut memiliki pengetahuan mengenai teknik geologi untuk menentukan lokasi pembangunan yang kuat menahan beban seberat itu? Bagaimana memilih batu yang sesuai untuk bangunan? Bagaimana cara memotongnya? Bagaimana cara mengangkutnya ke atas? Banyak pertanyaan yang sulit dijawab meskipun pada relief di dinding piramida ada petunjuk. Yang jelas piramida dibangun dengan tingkat pengetahuan yang sangat canggih. Apakah saat itu sudah bertebaran fakultas teknik jurusan arsitektur dan teknik sipil? Ha ha ha, mumet kie.

Eits, belum selesai soal piramida mesir. Saat googling saya menemukan sebuah blog yang membahas piramida khufu. Diceritakan di situ seorang ilmuwan bernama Max Toth dalam bukunya mengenai piramida mengatakan bahwa piramida khufu mewakili hukum-hukum alam semesta yang universal. Dan hukum-hukum alam semesta yang universal itu dituangkan dalam bentuk geometri bangunan piramida itu. Contohnya ;
  • Jarak antara empat sisi di dasarnya ternyata memiliki hubungan dengan lingkaran bumi.
  • Jumlah hari dalam 100 tahun adalah 36.524 hari. Ini sama dengan total inci jarak antara empat sisi di dasarnya.
  • Perbandingan antara tinggi piramida dengan jarak antara empat sisi dibagian dasarnya tepat 3,14 atau kita kenal juga dengan sebutan Phi.
Selain soal geometri yang luar biasa lainnya adalah suhu di dalam bangunan piramida yang berada pada kondisi tetap, yaitu 68 derajat fahrenheit, sama persis dengan temperatur internal bumi. Kok bisa? Sejak bulan januari 2011 saya menelusuri tentang bangunan piramida, ternyata ini juga terkait dengan keajaiban bentuk geometri piramida. Ada beberapa bentuk arsitektur bangunan yang sangat baik dalam mengelola siklus energi yaitu, kubah (yang biasanya ada di atap masjid), oktagon dan piramida. Wow!!

Saya belum cerita yang domestik loh misalnya candi borobudur dan sebagainya. Tapi hanya dengan uraian di atas saja bukankah sangat logis kalo kita mengakui manuisa jaman dulu lebih maju dari kita? Dan tentunya kita akan tercengang jika mengetahui fakta bahwa manusia sebelum adam dan hawa jauh lebih canggih daripada bangsa mesir kuno tersebut. Mari kita simak bersama beberapa fakta penemuan arkeologis yang saya temukan dari hasil googling.
  • Penemuan bateri dari Baghdad, Iraq Pada 1930, ahli arkeologi Austria, Dr Wilhem Konig yang menjalankan kerja mencarigali di daerah Khujut Rabula, dekat Baghdad; menemui suatu objek aneh tertanam di tapak itu. Objek itu terdiri daripada silinder tembaga, batang besi serta aspal yang disusun dalam sebuah bekas tanah liat seperti tempayan kecil setinggi 14 cm dan berdiameter 8 cm. Penyelidikan lanjutan mendapati objek aneh itu ternyata berfungsi seperti bateri malah bateri kuno itu dianggarkan berusia 2,000 hingga 5,000 tahun lalu! Penemuan menggemparkan itu secara tidak langsung mencabar sejarah berikutan bateri dikatakan pertama kali dicipta pada 1800 oleh Count Alessandro Volta. Penemuan itu juga secara tidak langsung menunjukkan masyarakat purba yang wujud 5,000 tahun lalu sudah menemui tenaga elektrik sekali gus ‘menafikan’ Michael Faraday sebagai individu pertama menemui induksi elektromagnetik dan hukum elektrolisis pada 1831. Uji kaji mendapati bateri kuno itu mampu menghasilkan tenaga elektrik antara 1.5 volt hingga dua volt.
  • Lensa optik. Di lokasi sama dengan penemuan bateri kuno di Baghdad, Iraq; turut ditemui lensa optik purba yang dihasilkan kira-kira 2,200 tahun lalu. Lensa purba sebesar kira-kira dua ibu jari itu dijumpai dengan bahagian kacanya sedikit retak. Sebelum penemuan menggemparkan itu, lensa dikatakan pertama kali dihasilkan di Eropa pada abad ke-16. Bagaimanapun penemuan lensa kuno itu menunjukkan masyarakat purba sudah lama mengetahui kaedah menghasilkan lensa serta mengaplikasikannya dalam kehidupan.
  • Kalkulator kuno.  Pada 1901, penyelam di perairan pulau Antikythera, Greece menemui artifak berusia lebih 2,000 tahun dari sebuah runtuhan dasar laut. Artifak menyerupai jam itu dikaji penyelidik, Derek J De Solla Price dan didapati ia berfungsi sebagai ‘kalkulator’ yang menghitung pergerakan bintang dan planet.
  • Jantung buatan. Di dada kiri mumia anak lelaki dalam sebuah piramid Mesir, penyelidik menemui jantung buatan. Sejarah ilmu perubatan pada masa kini memperlihatkan jantung buatan hanya dihasilkan beberapa puluh tahun lalu tetapi penemuan itu memungkinkan jantung buatan sudah dihasil dan dipasang pada 5,000 tahun lalu.
Bersambung ke bagian 3 ...


Salam Open Mind
ARIF RH -- Keturunan Adam dan Hawa


MISTERI PERADABAN ; MANUSIA TERDAHULU TERNYATA JAUH LEBIH CANGGIH – Bagian 3


Lanjutan beberapa fakta arkeologis kecanggihan manusia jaman dulu hasil gooling di dunia maya yang saya copas pada bagian sebelumnya :
  • Robot
    Pada zaman pemerintahan Kaisar Mu (976 hingga 922 SM) di China, pencipta berbakat, Ma Daifeng menghasilkan aplikasi robotik yang dibina tetapi berasaskan mekanisme mekanikal. Robot yang dibina dapat bernyanyi dan menari seperti manusia, membawa peralatan kepada tuannya selain mempunyai organ tubuh seperti tulang, otot, sendi, kulit dan rambut.Turut dicipta Ma Daifeng pada zaman berkenaan adalah alat merekod jarak perjalanan selain aplikasi untuk industri kilang yang mampu bekerja tanpa kawalan manusia.
  • Kendaraan
    Ukiran purba ditemui di sebuah kuil Kerajaan Mesir Purba di Abydos, Mesir menunjukkan gambar kenderaan yang wujud pada zaman ini walaupun ukiran itu dianggarkan dihasilkan lebih 3,000 tahun lalu. Gambar berkenaan yang jelas kelihatan adalah helikopter, kapal selam, bot dan pesawat. Pada 1898, di sebuah makam kuno berusia kira-kira 2,200 tahun di Saqquara, Mesir, replika pesawat yang formatnya mirip dengan pesawat terbang moden ditemui. Catatan : ada informasi katanya yang ini hoax alias palsu. Silahkan teman-teman telusuri untuk yang ini juga yang lainnya.
Luar biasa bukan? Dan satu lagi fakta arkeologis yang sengaja saya pisah dan saya sampaikan di akhir adalah penemuan sebuah reaktor nuklir berusia DUA MILYAR TAHUN! Dan angka dua milyar tahun itu setelah saya cek di dunia maya Itu artinya masa-masa SEBELUM ZAMAN ADAM DAN HAWA! Dua milyar tahun lalu SEBELUM ADAM DAN HAWA ternyata SUDAH ADA MANUSIA yang pengetahuannya sampai ke ilmu fisika quantum yang membahas tentang atom dan partikel! Jadi, keyakinan adam dan hawa sebagai manusia pertama perlu kita tinjau ulang. Bagi yang muslim cek surat ayat yang saya kutip di bagian satu note ini. Oke, kembali ke soal penemuan reaktor nuklir, saya akan copas info yang saya peroleh dari internet tentang reaktor nuklir tersebut di bawah ini.

Pada tahun 1972, ada sebuah perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral uranium dari Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama. Penemuan ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian, dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.

Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!

Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua milyar tahun yang lalu setelah adanya bukti data geologi dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor nuklir ini. Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran selama ini, serta memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah nuklir.

Bersambung ke bagian 4 ...


Salam Open Mind
ARIF RH -- Keturunan Adam dan Hawa


MISTERI PERADABAN ; MANUSIA TERDAHULU TERNYATA JAUH LEBIH CANGGIH – Bagian 4


Penemuan reaktor nuklir berusia 2 milyar tahun itu juga membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan serius kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat manusia. Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat manusia baru dilakukan dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja, dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar tahun yang lampau sudah ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita sekarang ini, serta mengerti betul akan cara penggunaannya.

Semua temuan arkeologis ini sesuai dengan catatan sejarah yang turun-temurun. Kita bisa mengetahui bahwa manusia juga pernah mengembangkan peradaban tinggi di India pada 5.000 tahun silam, bahkan mengetahui cara menggunakan reaktor nuklir, namun oleh karena memperebutkan kekuasaan dan kekayaan serta menggunakan dengan sewenang-wenang, sehingga mereka mengalami kehancuran.

Singkatnya segala uraian di atas berusaha memberikan informasi bahwa umat manusia pernah sangat maju dalam peradaban. Bahkan jauh sebelum 4000 SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat PERANG NUKLIR YANG DAHSYAT hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif. Masa primitif ini berakhir dengan munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu. Nah kisah Adam dan Hawa ini sebenarnya pada peradaban Sumeria ini.

Wow? Mungkin ada di antara anda ada yang gusar mendengar ada tulisan pernah ada perang nuklir sebelum Adam dan Hawa.  Bagi anda yang memegang doktrin tanpa merecheck secara detail antara kitab suci dan sejarah pasti gusar dengan statement saya ini. Tapi itulah kenyataannya. Ini yang diceritakan pak Agung Webe dalam note. Kisah Mahabharata itu bukan sekedar mitos dan cerita pengantar tidur. Kisah itu adalah fakta sejarah tentang PERANG NUKLIR yang dikemas dengan banyak metafora. Tentang kisah mahabharata dan perang nuklir ini saya akan copas lagi di sini tulisan-tulisan yang saya dapatkan dari hasil googling.

Dalam suatu cuplikan cerita dalam Epos Mahabarata dikisahkan bahwa Arjuna dengan gagah berani duduk dalam Weimana (sebuah benda mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal atau roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh, lalu dalam sekejap bumi bergetar hebat, asap tebal membumbung tinggi diatas cakrawala,dalam detik itu juga akibat kekuatan ledakan yang ditimbulkan dengan segera menghancurkan dan menghanguskan semua apa saja yang ada disitu.

Sebenarnya senjata semacam apakah yang dilepaskan Arjuna dengan Weimana-nya itu? Dari hasil riset dan penelitian yang dilakukan ditepian sungai Gangga di India, para arkeolog menemukan banyak sekali sisa-sisa puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu sungai. Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 C. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu yang demikian.

Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan di dalam bangunan juga telah dikacalisasi. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.

Bersambung ke bagian 5 ...


Salam Open Mind
ARIF RH -- Keturunan Adam dan Hawa


MISTERI PERADABAN ; MANUSIA TERDAHULU TERNYATA JAUH LEBIH CANGGIH – Bagian 5 (Tamat)


Ini masih lanjutan copas dari hasil googling yang saya lakukan. Dari berbagai sumber secara umum dapat digambarkan berbagai macam teori dan penelitian mengenai hal ini memberikan beberapa bahan kajian yang menarik. Beberapa poin pentingnya antara lain :
  • Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang bersamaan.
  • Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir.
  • Keduanya memiliki teknologi dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana (Rama) dan Valakri (Atlantis).
  • Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), sesuai naskah Plato.
  •  Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi's City) dengan ibukota Ayodhya dimana salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah Mohenjo-Daroo.
  • Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan menggunakan senjata nuklir.
  • Para ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir skala besar.
  • Dalam sebuah seloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.
  •  Beberapa Seloka dalam kitab Wedha dan Jain secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari 'wahana terbang' yang disebut 'Vimana' yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini.
  • Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk naskah sastra, sedangkan bukti fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu Piramid di Mesir dan Amerika Selatan.
  • Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklir yang dahsyat hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif hingga munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.
Sampai di sini setidaknya kita bisa belajar. Bahwa kemajuan teknologi di satu sisi sangat membantu manusia namun di sisi lain jika tidak diimbangi dengan kedewasaan dalam mengelola diri kita bisa terjebak ego dan keangkuhan. Pinter yang jadi “keminter” dan “meminteri” manusia yang lain. Manusia yang satu ingin mengungguli manusia yang lain. Dan akibatnya, kita akan mengulangi kembali catatan sejarah kemusnahan massal ras manusia, kisah mahabharata episode kedua. Mungkin ada yang masih berpikir. Cih, Mahabharata kan cuman dongeng? Silahkan direnungkan sendiri dan tentunya kita telusuri kembali data serta faktanya.

Memang harapan saya setelah anda membaca note ini langsung melakukan check dan recheck, bukan anda langsung percaya begitu saja. Kata Bung Karno, "Jangan Lupakan Sejarah". Karena sejarah tidak pernah berbohong. Bukti-bukti arkeologis tidak pernah berbohong. Fosil “berkata” apa adanya. Manusia lah yang kadang berbohong menutupi fakta sejarah demi kepentingannya. Manusia lah yang kadang enggan menerima kebenaran dan fakta. Kebenaran dan fakta selalu menyampaikan apa adanya. Dan tentunya, hanya Tuhan yang Maha Tahu tentang fakta, kenyataan dan kebenaran yang sesungguhnya. Sampai jumpa dalam note selanjutnya.

Tamat


Salam Open Mind
ARIF RH -- Keturunan Adam dan Hawa

KEKUATAN "JIN SHIN JYUTSU" + "BERDIALOG DENGAN TUBUH" + "HUKUM KEKEKALAN ENERGI" -- KISAH NYATA MAS YUSUF ROHMAN


Saya punya seorang sahabat yang luar biasa. Pembelajar sejati. Hampir setiap ada public workshop saya dia hadir dan benar-benar mempraktekkan serta mengeksplorasinya. Terakhir kali kemaren dia ikut workshop saya dengan tema THE AMAZING FINGER ; MENGELOLA EMOSI DENGAN SENTUHAN JARI. Dalam workshop tersebut saya sharingkan tentang JIN SHIN JYUTSU, QUANTUM dan juga tentang KINESIOLOGY yaitu bagaimana mengajak berdialog tubuh agar bisa memberikan informasi tentang kebenaran. Tulisan selanjutnya ini adalah copy paste dari tulisan sahabat saya yang dikirim via inbox … Saya sudah diizinkan untuk membagikan kisah beliau dalam bentuk note … Kisah beliau mirip dengan kisah yang pernah saya alami yang pernah saya tulis di status yaitu ketika saya kehilangan kabel data hape … dan dengan bertanya kepada tubuh saya bisa menemukannya … Baik, mari kita simak ceritanya …

Kemarin tepatnya 19 Desember 2011, saya mendapatkan pengalaman luar biasa mengenai Hukum Kekekalan Energi, Jin shin Jyutsu dan juga Kinesiology, ceritanya dimulai ketika pagi hari nya saya sharing dengan kedua teman saya mengenai Hukum Kekekalan Energi intinya bahwa setiap perbuatan kita entah itu kebaikan atau keburukan akan kembali lagi pada pemilik perbuatan itu, setelah selesai sharing saya langsung pulang ke kosan karena siangnya saya harus menuju Cilacap untuk silaturahim ke rumah Pak Liliek Riyanto, tapi ketika pemeriksaan STNK motor sebelum keluar kampus, saya baru sadar bahwa STNK motor saya tidak ada, untungnya saya kenal baik dengan satpam kampus sehingga tidak terlalu dipermasalahkan, di jalan menuju ke kosan saya mencoba mengingat-ingat dimana STNK berada tapi makin diingat makin membuat saya bingung (kemelekatan) dan saya pun baru sadar kalau selama seharian kemarin saya ke Purwokerto mengikuti workshop The Amazing Fingers saya tidak membawa STNK (Hahaha),

Lanjut ke pencarian STNK, ketika sampai dikosan saya mencoba mencari STNK motor saya namun tak kunjung ketemu, akhirnya saya melakukan Jurus Jin Shin Jyutsu agar saya lebih tenang, sambil tetap berfikir, kemudian saya mencoba bertanya pada tubuh saya dengan jurus Kinesiology, saya bertanya apakah STNK ada di kosan,..?? dan tubuh saya menjawab Ya, kemudian saya teringat laundrian pakaian saya dan saya bertanya lagi apakah STNK motor saya ada di laundry an,..? dan tubuh saya pun menjawab “Ya”, akhirnya untuk memastikan saya keluar dari kamar saya dan segera menuju ke tempat laundry, tapi baru saja saya naik motor saya, teman saya (yg tadi pagi ikut sharing tentang HKE) bertanya : mau kemana mas,..??

Saya : "Mau Nyari STNK"
Teman : "Eh mas STNK nya ada di saya"

Sambil terbengong2 dan gak percaya juga mikir ko bias STNK saya ada di dia, padahal motor saya ga habis dipinjem dia, dan saya ga ngerasa udah ngeluarin STNK dari dompet, dan ternyata emang bener STNK saya ada di teman saya itu (furqon) sambil menginvestigasi lebih jauh, dia pun ga tau darimana STNK nya berasal karena dia pun memperolehnya dari teman satu kost lainnya (yosep), dan saat yosep dating ke kosan langsung saya bertanya, kok bisa STNK saya ada di dia, dia pun Cuma bilang STNK nya ada disamping TV mas (makin bingung saya) bisa2nya STNK saya ada di samping TV, pasalnya saya tipikal orang yg ga nyimpen barang2 berharga saya sembarangan apalagi disamping TV, dan dia pun bilang seinget dya Henry (temen satu kos lainnya) yang naroh itu di samping TV (makin bingung lagi), dan pas Henry keluar kamar, langsung saya Tanya perihal STNK motor saya.

Dan RUPANYA STNK saya memang benar terbawa di laundryan saya, dan ketika Henry ambil Laundryan dya si ibu2 laundry yang mengetahui bahwa STNK motor itu milik saya dan tahu juga kalau Henry itu temen sekosan saya akhirnya menitipkan STNK itu ke Henry. Mekipun prosesnya terlihat panjang tapi jarak waktu ketika saya baru nyadar kalau STNK saya hilang dan mulai mencari sampai akhirnya STNK nya "datang sendiri” kurang lebih Cuma 5 menitan (di sinilah HKE berlaku dan luar biasanya cara Alloh bekerja) antara kehilangan dan proses pengembalian dalam waktu hampir bersamaan, dan memang benar tubuh ga bisa boong (Kinesiology) juga Jin Shin Jutsyu yang bisa bikin tenang dan lepas dari kemelekatan :D

Hehehe ini ceritaku, apa ceritamu :D

Trims kepada mas YUSUF ROHMAN atas sharing pengalamannya :D. Bagi teman-teman yang ikut woskhop di Sidoarjo tanggal 7-8 Januari 2012 kita juga akan membahas hal-hal yang ada di note ini. Sampai jumpa :D


SALAM QUANTUM
ARIF RH

MENGKAJI ULANG MAKNA DO’A – By Arif RH


MENGKAJI ULANG MAKNA DO’A – Bagian 1


Halloooooo !!!! Apa kabaaaarrr !!! hua ha ha ha ha ha !!! Wuakakakkkkkkkkk !!! … Lama tak sua dalam note di facebook. Ni ngomong-ngomong otak sama jari-jari saya kaku juga lama gak nulis note. Jadi saya tidak akan berbasa basi ya … Langsung saja … he he

Dalam beberapa in house training dan workshop di perusahaan kadang muncul pertanyaan ini … “Pak, berdo’a yang baik itu bagaimana sih?” … Wah jujur ini pertanyaan rumit. Mengapa? Karena yang tahu persis bagaimana baiknya ya Tuhan to ha ha ha ha. Selain itu mendefinisikan do’a juga tidak mudah. Tapi pertanyaan itu menembus kesadaran saya untuk menelaah lika liku perjalanan hidup saya sendiri. Mengapa saya sekarang bisa begini? Mengapa bisa 180 derajat berkebalikan dari keadaan saya dahulu?

Bagi saya sederhananya do’a itu ya ruh-nya adalah PERMINTAAN … NJALUK … NYUWUN. Dulu saya ini “raja-nya penjaluk-an” … rajanya minta sama Tuhan. Saya menjalankan sebuah bisnis dimana keinginan saya bahkan punya pesawat. Jangan kaget, saya punya impian punya pesawat terbang pribadi. Saya tempelkan gambar-gambar hal-hal yang saya inginkan dalam sebuah buku yang disebut DREAM BOOK alias BUKU IMPIAN. Katanya, segala sesuatu kalo kita tuliskan dan kita visualisasikan akan lebih cepat jadi kenyataan.

Setiap hari, setiap sholat bahkan kadang saya bangun dinihari untuk memanjatkan do’a kepada Tuhan. Meminta kemudahan, pertolongan untuk mendapatkan hal-hal yang saya tulis di buku impian saya. Tapi saya heran, yang saya rasakan semakin saya minta-minta semakin jauh apa yang saya inginkan. Ah mungkin saya harus menangis, kurang mengiba, kurang tersungkur berlinang air mata sehingga bisa menarik perhatian Tuhan agar do’a saya diprioritaskan.

Namun apa yang terjadi … Ya tidak sebagaimana kata orang-orang. Mungkin kamu kurang puasa, oke saya puasa, tapi ya podo wae. Ah susah amat sih melobi Tuhan !!! Singkat cerita saya malah terbelit banyak utang. Dengan terbelit utang itu saya semakin mengiba, menangis sejadi-jadinya saat berdoa … TUHAAAAN MOHON DENGAN SANGAAAAAT !!!!. Dan Tuhan yang katanya MAHA MENDENGAR itu, bagi saya saat itu saya anggap tidak mendengar. Emosi saya. Akhirnya saya gak sholat. Ah biarin gak ada gunanya !!! Saya menepis kegalauan hati saya mikirin utang dengan rokok yang terus mengepul. Ahhhhh … bwuuushhhhh !!! Dulu saya ini perokok profesional. Bisa saya buktikan kok sekarang saya masih lihai meskipun udah lama stop ha ha ha.

Ups ngelantur. Balik ke topik. Lha gitu lah pokoknya. Saya perasaan udah do’a serius, khusyu, mengiba, berlinang air mata, ya pokoknya udah seperti trik-trik yang diajarkan guru-guru agama saya itu. Tapi kok gak ngefek ya? Saya mulai mempertanyakan semua hal yang diberitahukan ke saya soal do’a, termasuk tata caranya. Ini kayaknya ada yang keliru. Atau paling tidak saya telah keliru memahami do’a. Lalu terlintas sebuah pemikiran bahwa kok sepertinya do’a itu isinya nyuruh-nyuruh Tuhan. Sombong amat kita? Ah tapi kan Tuhan janji, MINTALAH KEPADAKU, NISCAYA KUPERKENANKAN BAGIMU !!!. Tapi apa dengan dalil itu terus AJI MUMPUNG njaluk njaluk sak kepenake? Puas, puas, puas?!!

Singkat cerita saya justru mulai tergugah dengan janji Tuhan yang lainnya, bahwa TUHAN AKAN MEMBERIKAN JALAN KELUAR DARI ARAH YANG TIDAK DISANGKA-SANGKA. Kemudian ada lagi, bahwa JIKA KITA BERSYUKUR MAKA NIKMAT KITA AKAN DITAMBAH. Aahhhh ini cocok !!! Dua hal ini yang kayaknya kurang aku lakukan. Aku selama ini KEBANYAKAN MINTA, LUPA BERSYUKUR !!!  Saya ini sering MENYANGKA-NYANGKA melalui DREAM BOOK saya oleh karenanya ya tidak dapet jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka. Lha sukanya saya menyangka-nyangka ... Ha ha :D

Bersambung ke bagian 2 ...

Salam Hakikat ...
ARIF RH
(The Happiness Consultant)

MENGKAJI ULANG MAKNA DO’A – Bagian 2


Wuzzzzzzzz langsung ganti “zaman”. Niy singkat cerita saya sudah lepas dari persoalan utang. Saya dikenalkan dunia pengembangan diri pada tahun 2007. Nah dari sini saya mendapatkan banyak jawaban atas apa yang saya alami di masa lalu terkait dengan dinamika do’a. Namun mulai tahun 2009 akhir saya mulai menyengajakan untuk membandingkan, untuk melakukan riset pribadi dengan subyek percobaan diri sendiri. Saya menyengajakan untuk MENGEJAR TARGET FINANSIAL YANG BESAR dengan DUA CARA.
  • Cara pertama dengan memperbanyak do’a yang mengiba, memelas, menangis-nangis, ah pokoknya cara yang umum itu. Menuliskan sedetail mungkin target-target saya. Nih Tuhan, harus kayak gini ya pengabulannya.
  • Cara kedua saya mengurangi isi doa yang kata-katanya banyak meminta dan memperbanyak menerima apa adanya. Menghilangkan lebay dalam mengiba, memelas, maksa-maksa dan memperbanyak lebay dalam berterima kasih atas kehidupan. Bahkan saya mulai tidak menuliskan target saya, hanya saya inginkan sekilas, tidak pake imajinasi, visualisasi dan tetek bengek yang merepotkan. Saya putuskan dalam cara kedua ini saya TIDAK MAU MENDIKTE TUHAN. Sombong amat gue nyuruh-nyuruh !!!
Dengan kualitas action yang sama dua cara tersebut saya lakukan dengan zona waktu berbeda masing-masing 4 bulan. Apa yang kemudian terjadi?

Kedua cara itu efektif, tapi LEBIH AMAZING CARA KEDUA. Dengan cara pertama target saya terpenuhi namun kerja kerasnya melampaui kadar seharusnya, begitu juga beban pikiran dan emosi yang saya rasakan. Nah dengan cara kedua  target tersebut terlampaui jauh. Lebih dari dua kali lipatnya. Saya ulangi, LEBIH DARI DUA KALI LIPATNYA. Dan yang “aneh” kerja saya tidak sekeras yang saya bayangkan. Beban pikiran dan emosi juga sangat jauh bila dibandingkan dengan yang saya alami dengan cara pertama. Mengapa kok bisa begitu? Bukannya yang umum diajarkan dan diyakini itu do’a harus rinci, membuat dan menuliskan impian, mengiba pada Tuhan sampai nangis-nangis dengan pembenaran sebagaimana anak minta sama ayahnya? Saya terus mencari jawabannya. Lama saya tidak menemukannya. Sampai saya tidak terobsesi lagi untuk menemukan jawaban tersebut malah jawabannya nongol sendiri.

Ternyata fenomena yang saya alami itu sangat ilmiah. Ini telah diteliti berulang kali dengan hasil yang sama. Saya akan copas sebuah hasil penelitian tentang kekuatan do’a. Hasil riset ini saya ambil dari sebuah buku karya SOL LUCKMAN yang berjudul  “CONSCIOUS HEALING ;  BOOK ONE OF THE REGENETICS METHOD” … Saya copas dulu dalam bahasa inggrisnya, nanti saya bahas intinya, bukan terjemahannya lo ya, english saya acak-acakan … ha ha ha ha …

Other research on the healing power of prayer suggests that a major determining factor of success or failure is the level of nonattachment of the pray-er.
Between 1975 and 1993 the Spindrift Foundation performed hundreds of thousands of tests to assess the effectiveness of directed prayer (i.e., focused on a specific outcome) versus non-directed prayer (in which only what is best for the person is requested).
Both directed and nondirected prayer worked better for the control group for whom no prayers were known to be said, but non-directed prayer showed a significantly higher success rate than directed prayer

Bersambung ke bagian 3 ...

Salam Hakikat ...
ARIF RH
(The Happiness Consultant)


MENGKAJI ULANG MAKNA DO’A – Bagian 3


Ni kebetulan ada sahabat FB saya mas Halim Byll menggunakan Google translator terjemahannya kaya gini:

Penelitian lain pada kekuatan penyembuhan dari doa menunjukkan bahwa faktor penentu utama keberhasilan atau kegagalan adalah tingkat ketidakterikatan dari yang berdo’a.

Antara tahun 1975 dan 1993 Yayasan Spindrift dilakukan ratusan ribu tes untuk menilai efektivitas doa diarahkan (yaitu, fokus pada hasil yang spesifik) versus non-directed doa (di mana hanya yang terbaik bagi orang tersebut diminta).

Kedua diarahkan dan doa nondirected bekerja lebih baik untuk kelompok kontrol untuk siapa tidak ada doa-doa diketahui dikatakan, tetapi non-directed doa menunjukkan tingkat keberhasilan yang signifikan lebih tinggi dari doa diarahkan

Anda pusing ya baca terjemahannya ha ha ha ha. Emang terjemahan google gak bisa pas banget. Oke deh saya jelaskan. Bahwa setelah diteliti melalui ribuan uji coba bahwa penentu keberhasilan dan kegagalan do’a adalah tingkat kemelekatan terhadap do’a itu sendiri. Kemelekatan ini udah saya bahas di note yang lain. Intine kita TERLALU TEROBSESI DENGAN KEINGINAN, ini kemelekatan. Dan dalam riset di atas itu diujikan ada sekelompok orang yang diujicoba untuk mengarahkan do’a untuk kesembuhan seseorang.

Kelompok pertama BERDO’A DENGAN SPESIFIK DAN MENDIKTE(directed-prayer). Saya contohkan do’anya begini : “YA TUHAAAAAAAN SEMBUHKANLAH ORANG INI”. Nah jelas kan? Dalam do’a ini ada kata permintaan yang bernuansa menyuruh-nyuruh atau mendikte Tuhan yaitu SEMBUHKANLAH !

Sedangkan kelompok kedua BERDOA DENGAN TIDAK SPESIFIK, HANYA MENGATAKAN “APAPUN YANG TERBAIK UNTUK ORANG TERSEBUT KAMI MENERIMA APA ADANYA” (non-directed). Kurang lebih begitu. BEDA khan? Kagak nyuruh-nyuruh kan? Bahkan nuansanya hanya menerima, ya menerima apa adanya. Apa yang terjadi?

Ternyata kedua do’a itu EFEKTIF alias ikut memberikan kontribusi bagi kesembuhan orang yang dimaksud. Namun ada yang membedakan. Setelah dibandingkan ternyata KELOMPOK KEDUA YANG MENERIMA APA ADANYA ALIAS TIDAK MEMINTA KESEMBUHAN MALAH MEMBERIKAN HASIL YANG LEBIH SIGNIFIKAN. SIGNIFIKAN ini bahasa riset atau bahasa statistik. Kalo saya jelasin di sini ribet. Intinya JAUH SANGAT SANGAT LEBIH EFEKTIF !!!

Nah lo !!!!. Saya akhirnya menemukan jawabannya. O laaa pantes saja dulu saya mengejar-ngejar impian gak kena-kena. Giliran dengan “santai” malah pada berdatangan sendiri dan melampaui target. Ini dia kuncinya. TIDAK MELEKAT, TIDAK TEROBSESI DENGAN KEINGINAN ATAU DO’A ITU. MENERIMA APA ADANYA. Dan saya terapkan ini terus termasuk dalam melakukan terapi kepada klien. Dan ketika saya bisa membawa klien ini MENERIMA APAPUN YANG DIALAMINYA MAKA MASALAHNYA LENYAP DENGAN CARA AJAIB.

Saya kemudian mencoba membandingkan dengan karya-karya klasik para sufi. Salah satunya tulisan-tulisan-tulisan dari IBNU ATHAILLAH penulis AL HIKAM. Saya tercengang. INI COCOK SEKALI !!!

Bersambung ke bagian 4 ...

Salam Hakikat ...
ARIF RH
(The Happiness Consultant)


MENGKAJI ULANG MAKNA DO’A – Bagian 4


Ada salah satu pengalaman saya terkait dengan topik yang kita bahas ini yang sempat membuat saya shock. Kejadiannya seminggu menjelang pernikahan saya. H min seminggu sebelum tanggal pernikahan saya masih ada agenda memberikan workshop untuk para pelajar di Bumiayu. Banyak yang bilang katanya kalo mau nikah itu 7 hari sebelumnya harus off kegiatan barangkali ada apa-apa. Saya bilang ini sudah kadung disett beberapa bulan lalu dan ini kegiatan sosial. Gak ono duite, cuman buat transport doank saya bilang gitu. Yo wis. Ceritanya pagi-pagi saya udah siap. Saya waktu itu rental mobil avanza. Berangkatlah saya. Jalanan sepi. Sampai di wilayah Cilongok ada satu mobil truck pelan sekali. Entah kenapa saya salip aja karena saya liat jalan depan kosong.

Saya ambil kanan dan dari arah berlawanan ada motor melaju kencang sekali. Busset kok saya gak liat. Ambil kanan sempit. Ambil kiri masih ada truck. Akhirnya saya hanya bisa ngerem. Ciiitttttttt … Mobil berhenti dan brakkkkkkkkkkkkkkkk !!!! dorrr !!! Bemper depan ringsek dihajar motor itu dan meledak keluar asap. Singkat cerita radiator avanza itu harus ganti. Semua wilayah depan pokoknya, bagian mesin. Anda bisa tebak sendiri lha wong lampu avanza itu satu biji 500 rb, itu baru lampu. Ajaibnya meskipun mobil depannya ringsek pengendara motor itu gak papa. Hanya motornya butuh perbaikan setengah juta lebih. Pusing saya. Nikah saja biayanya udah buanyak plus kejadian kecelakaan ini. Belum urusan dengan pihak rental. Soale ternyata mobil masuk bengkel selama 3 minggu. Dan anda tahu sendiri selama mobil tidak produktif perjanjian rental itu ya saya tetep dihitung sewa. Sewa sehari 300 ribu dikali 3 minggu. Plus ternyata asuransi tidak mengcover 100% biaya perbaikan. Genap sudah. Tapi saya ingat, jika saya tidak melekat pasti keajaiban sebelumnya akan terulang. APAPUN YANG AKU ALAMI DAN YANG AKU RASAKAN SAAT INI, AKU MENERIMA DIRI DAN KEHIDUPANKU, APA ADANYA.

H plus seminggu setelah saya menikah apa yang terjadi? Seakan akan kehidupan ini mengirim biaya untuk kejadian itu. Semua biaya yang saya bayar seolah diganti oleh kehidupan. Bahkan biaya nikah saya juga diganti semua oleh kehidupan. Job dari mana-mana ini siapa lagi yang mengirim kalao bukan DIA SANG MAHA MENGATUR? Dalam hati saya berguman, setiap saya tidak meminta kenapa kehidupan ini selalu memberi lebih dari yang saya harapkan? Dan ini selalu berulang. So ini JELAS BUKAN KEBETULAN. Namun ketika rahasia ini saya sampaikan kepada khalayak tidak semua bisa menerimanya. Padahal sama sekali belum dipraktekkannya. Itulah sering saya sampaikan di status bahwa KEBENARAN ITU MELAMPAUI APAPUN YANG KITA YAKINI. SAAT KITA TERKOTAK DENGAN KEYAKINAN MAKA BISA MEMBUTAKAN UNTUK MENERIMA KEBENARAN. Tapi ya monggo terserah anda he he.

Sebagaimana dibuktikan dalam riset yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya sebenarnya semua do’a itu efektif. Bedanya adalah TINGKAT SIGNIFIKANSINYA. Dan yang menentukan adalah soal KEMELEKATAN. Selama ini akhirnya saya menyadari bahwa dulu ketika saya mengiba-iba, meratap habis sholat meminta solusi itu justru TERLALU MELEKAT DENGAN KEINGINAN. Akhirnya hasilnya berkebalikan. Mulut saya meminta tapi perasaan saya memancarkan KEKURANGAN. Dan semesta ini menangkap do’a dari vibrasi atau getarannya. Kemelekatan itu penuh dengan rasa kekurangan akut. Itulah dia sebabnya jadi tidak signifikan. Do’a yang penuh kemelekatan juga menyiksa mereka yang berdo’a. Karena ia menunggu pengabulan do’a. Apapun kalo ditunggu ya terasa lama. Dan ketika ditunggu semakin jauh dan tidak jadi realita. Belum lagi dari sudut etika. Berdo’a dengan penuh obsesi beralih menjadi sikap menyuruh-nyuruh dan memerintah Tuhan. Bahkan memaksa.

Saya tidak tahu bagaimana cara anda berdo’a. Saya juga tidak akan menghakimi. Namun silahkan diujicoba sebagaimana saya suka menguji bagaimana kehidupan ini bekerja. Jangan hanya berasumsi. Buktikan sendiri. Apa yang terjadi saat anda melekat, berdo’a dengan “ngotot” dan apa yang terjadi saat do’a itu anda serahkan penuh kepada-Nya. Dan anda melupakan keinginan anda.

Bersambung ke bagian 5 ...

Salam Hakikat ...
ARIF RH
(The Happiness Consultant)



MENGKAJI ULANG MAKNA DO’A – Bagian 5 (tamat)


Lalu apakah kontent do’a MEMINTA itu SALAH? No! maksudnya bukan begitu. Tapi PERASAAN APA yang TERPANCARKAN saat kita MEMINTA ini yang penting. MEMINTA kadang tanpa kita sadari menjebak kita pada RASA KEKURANGAN, RASA BELUM MEMILIKI. MEMINTA seharusnya menjadi sebuah sinyal bahwa KITA PASTI DIBERI. Tapi minta ini baru awal dari do’a. Akhir yang sangat penting adalah MELUPAKANNYA. Sadari bahwa YAKIN dan PERCAYA itu berbanding lurus dengan MELUPAKAN. Saya kasih contoh. Kalo anda pinjem duit kepada saya dan saya PERCAYA kepada anda pasti saya gak pikirin. Ah PASTI DIBALIKIN KOK. TAPI kalo saya TIDAK PERCAYA kepada anda pasti dipikir terus. Lha kalo do’a kepada Tuhan diulang-ulang gimana? Ya dicek saja, apa perasaan yang terpancarkan dari kegiatan itu? Kalo saya percaya Tuhan saya itu enggak budeg / tuli kok !! Sekali saja udah cukup bagi DIA. Itu yang saya yakini. Dan karena saya percaya saya lupakan, karena Tuhan saya bukan pelupa yang harus diingatkan berulang kali. Tapi saya tidak tahu bagaimana karakter Tuhan anda. Mungkin perlu diulang-ulang baru DIA ngerti? Ha ha ha mosok begitu !!!

Saya kasih contoh lain. Pernahkah dompet anda keselip entah kemana? Semakin dipikir dan diingat semakin lupa. Namun saat anda santai, lagi mandi, eek atau merokok kali, lalu TING!!! Jadi ingat. Bahkan saat sholat bisa TING !!!, ingat. Why? Karena ANDA MELUPAKANNYA ! Dan karena manusia adalah miniatur alam semesta, kemudian desain alam semesta adalah fractal holographic, maka apapun yang terjadi pada diri ini maka begitu pulalah yang terjadi di “luar sana”. Saat kita melupakan, Tuhan mengabulkan.

Beberapa waktu lalu saya pernah mengupload foto buku yang lama sekali saya cari gak dapet-dapet. Judulnya MEMBACA PIKIRAN TUHAN karya PAUL DAVIES. Tahunan saya nyari buku itu gak nemu. Setelah saya lupa dan tidak terobsesi lagi eh waktu jalan jalan ke perpustakaan daerah tiba-tiba saya liat buku itu !!! Ahaaa … semesta benar-benar sempurna cara kerjanya dan KONSISTEN !!! MELUPAKAN, MELEPASKAN, TIDAK MELEKAT. Inginkan hanya SEPINTAS SAJA atau SESAAT SAJA … that’s it !!

Nah sekarang pernahkah anda melihat orang-orang yang tingkat spiritualitasnya sangat tinggi tapi hidup bersahaja? Tidak bermewah-mewah? Kan mereka itu sudah ahli BERSERAH DIRI? Sudah sangat mudah MELEPASKAN KEINGINAN? Lalu mengapa mereka begitu? He he he … Dulu saya juga bertanya demikian. Tapi saya akhirnya tahu jawabannya. Karena saat menyelami kebenaran bahwa RAHASIA KEHIDUPAN ini ada pada MELEPASKAN dan TIDAK MELEKAT PADA KEINGINAN mereka akan kena virus GAK TERTARIK “DUNIA”. Mereka lebih suka menerima kehidupan apa adanya saja dan kalaupun meminta itu untuk dibagikan lagi. Ini level yang sangat tinggi. Saya akui tidak mudah masuk ke level ini. Saya tegaskan lagi dalam do’a meminta itu perlu. Namun inginkan sekilas saja lalu PASRAHKAN, LEPASKAN, IKHLASKAN. Dan bila sudah menyelami ini bersiaplah kena virus kurang rakus sama dunia he he he he.

Jadi kesimpulannya bagaimana? Apapun do’a kita … sepanjang apapun do’a kita selalu akhiri dengan kalimat melepaskan. Misal kalimat favorit saya ini ; “APAPUN YANG AKU RASAKAN DAN AKU ALAMI SAAT INI, AKU MENERIMA, MENCINTAI DIRI DAN KEHIDUPANKU, APA ADANYA”. Atau yang ini … “APAPUN YANG ENGKAU HADIRKAN SEBAGAI JAWABAN DO’A, ITULAH YANG TERBAIK DAN AKU MENERIMANYA SEPENUH JIWA”. Dengan kalimat-kalimat itu sejauh ini beberapa rekan saya merasa terbantu untuk tidak jadi bos nya Tuhan yang suka nyuruh-nyuruh dan maksa-maksa. Dan banyak keajaiban yang terjadi dalam hidupnya. Ingat sekali lagi, Tuhan bukan babu anda !!

Tulisan saya ini bisa jadi keliru dan sesat semua. Tapi sempatkanlah untuk membuktikannya. Tulisan saya ini bukan untuk diperdebatkan dan juga bukan untuk serta merta dibenarkan. Tapi untuk kita lakukan bersama. Kebenarannya bukan di FB ini, tapi di kehidupan nyata. Selamat berdo’a. Sampai jumpa dalam catatan selanjutnya.

Tamat.

Salam Hakikat ...
ARIF RH
(The Happiness Consultant)