SMILE...^_^

Selasa, 08 Mei 2012

MEMBUAT BUKU IMPIAN ; MENYULITKAN ATAU MEMUDAHKAN HIDUP? - By Arif RH


MEMBUAT BUKU IMPIAN ; MENYULITKAN ATAU MEMUDAHKAN HIDUP? - Bagian 1


Saya yakin sebagian besar orang sudah tahu apa itu impian. Secara gampang impian diartikan sebagai satu hal atau banyak hal di masa mendatang yang ingin diraih. Buku yang isinya daftar target kita. Lalu buku impian itu apa? Buku impian adalah sebuah buku yang dibuat sebagai sarana untuk menuliskan atau menempelkan gambar-gambar terkait dengan hal-hal yang diinginkan itu. Buku impian ini  memudahkan kita untuk memvisualisasikan atau mengimajinasikan keinginan-keinginan kita tersebut.

Saya diberitahu tentang buku impian ini pada tahun 2003. Katanya kunci sukses itu HARUS MEMBUAT BUKU IMPIAN. Mengapa? Karena banyak orang tidak sukses karena mereka tidak punya impian. Mereka tidak tahu akan kemana mereka menuju. Ibarat pemain bola mereka tidak punya gawang di lapangan tempat mereka bermain. Iya juga ya? Saya akhirnya baru sadar bahwa sebenarnya sejak SD-Kuliah saya sudah melakukannya. Ya, prestasi akademik saya tergolong sangat baik. Waktu SD saya selalu rangking pertama karena dididik oleh ayah saya untuk punya target. Demikian juga SMP dan SMA. Waktu SMA, kelas 1 tepatnya prestasi saya jatuh karena tidak bikin target ini. Nah waktu kuliah nilai-nilai IPK saya bagus bahkan beberapa kali tertinggi satu angkatan. Jurusnya ya menuliskan impian / target ini.

Karena pengalaman saya di masa studi saya terbiasa menuliskan target maka tahun 2003 ketika saya diberitahu konsep buku impian saya bisa menerimanya. Karena sudah saya buktikan selama ini tentang kekuatan menuliskan target dalam hidup. Kurangnya saya dulu tidak melibatkan unsur gambar. Buku impian yang baik katanya harus ada unsur gambarnya dan akan lebih dahsyat hasilnya. Apa saja yang saya inginkan waktu itu? Yang utama saya tempel di buku tersebut foto ayah dan ibu saya. Saya ingin membahagiakan mereka. Kemudian saya tempel gambar mobil-mobil mewah, gambar rumah mewah yang sangat luas sekali. Gambar motor mewah. Gambar tumpukan uang yaitu penghasilan saya ratusan juta sebulan. Bahkan gambar pesawat pribadi !!! Dan sebagainya. Tentunya di sebelah setiap gambar itu saya menuliskan juga tanggal tanggal dan tahun kapan saya mencapainya.

Setiap hari saya selalu membuka buku impian itu. Terutama saat malam hari atau saat dinihari ketika saya sholat tahajjud / sholat hajat. Saya juga menempelkan gambar-gambar serupa di dinding kamar kost saya. Juga memajangnya di wallpaper komputer saya. Saya melakukan persis sebagaimana yang disampaikan mentor-mentor saya yang sukses kelas berat itu. Kalau mereka bisa dan melakukan ini, maka saya yakin kalo saya mengikuti jejak mereka pasti hasilnya sama. Terus dan terus saya lakukan secara konsisten. Berbagai buku dan video seminar motivasi dan tentunya berbagai pelatihan saya ikuti. Isinya sama. Kalau ingin sukses, BUAT BUKU IMPIAN !!!

Memang energi buku impian ini besar sekali. Sehingga action saya gila-gilaan. Bahkan sampai lupa istirahat. Tidur aja kebayang-bayang impian-impian itu, kadang gak bisa tidur, kadang terbawa masuk ke dalam mimpi. Luar biasa !! Dan pencapaian saya waktu itu dahsyat dalam bisnis yang saya jalani itu. Wah wah keren ini buku impian. Saya pun menularkan konsep buku impian ini kepada siapa saja. Bukan hanya kepada mitra bisnis tapi juga kepada semua saja agar hidup mereka berubah drastis.

Dua tahun berlalu. Dengan energi buku impian itu saya terus action dengan kombinasi antara kerja keras dan kerja cerdas. Action saya tambah hebat ketika saya menambahkan unsur dendam di situ. Ya waktu itu saya ditinggal oleh orang yang saya cintai, dia menikah dengan pria lain lebih mapan. Saya tempel foto dia di buku impian saya. Saya tulis. Saya akan buktikan bahwa kamu menyesal telah mencampakkan saya !!! Waktu terus berlalu. Dan mulai terdapat keanehan. Semua pencapaian saya yang naik semuanya menjadi turun. Padahal action saya semakin keras. Bukan hanya itu, segala sesuatu sepertinya sangat sulit diraih. Dan masalah mulai bermunculan disemua aspek. Bahkan saya mulai terlilit yang namanya hutang. Kata mentor-mentor saya, itulah namanya perjuangan. Itulah jalan yang wajib dilalui orang sukses. Dengan arahan-arahan itu saya terus maju. WINNERS NEVER QUIT !! Orang yang akan menang tidak akan berhenti sebelum sukses. Majuuuuu !!! Action saya tambah keras, namun anehnya hidup saya semakin menderita. Saya mulai merasakan kehidupan ini sangat sulit untuk dijalani.

Bersambung ke bagian 2 ...

Salam Hakikat ...
ARIF RH
(The Happiness Consultant)

MEMBUAT BUKU IMPIAN ; MENYULITKAN ATAU MEMUDAHKAN HIDUP? - Bagian 2


Waktu terus berlalu. Ternyata kondisi kehidupan saya semakin memburuk, terutama dari aspek finansial. Akhirnya saya banting stir dan tidak meneruskan bisnis yang saya jalani itu. Saya sekitar 2 bulan bekerja di sebuah lembaga pendidikan karakter. Tapi karena tidak dibayar, semua karyawan keluar, termasuk saya. Singkat cerita saya bekerja di sebuah lembaga pendidikan dan sambil nyambi membuka jasa analisis data statistik. Dari situ saya berfokus untuk menutup hutang-hutang saya sedikit demi sedikit. Saya terbantu dengan keahlian saya dalam hal statistik, dan duitnya lebih gede dari pekerjaan reguler saya waktu itu. Dan ngomong-ngomong, saya mulai melupakan buku impian saya. Ah bullshit !!!! Saya gak pake gitu-gituan lagi ah. Saya kemudian selama beberapa bulan menjalani kehidupan “apa adanya”, tanpa buku impian dan target. “Sesuk ya dipikir sesuk. Utang rampung dhisik.

Ternyata tanpa target  kehidupan saya terasa ada yang kurang. Sudah biasa bermimpi tinggi lalu “hidup dengan tidak punya impian”. Serasa,”hampa”. Suatu hari saya buka-buka lagi buku impian saya itu. Namun beda halnya dengan dahulu, setelah beberapa bulan tidak membaca buku impian saya itu saat membaca lagi hampir bisa dikatakan biasa saja rasanya. Bahkan dalam hati mengatakan, ah ini masa lalu. Dan nyatanya semua yang aku tulis di sini gak ada yang jadi kenyataan. Padahal dulu kalo buka buku impian semangat saya langsung bangkit. Tahun 2006-2007 itu saya mengalami kegalauan soal hidup. Penghasilan yang standar, kerja kadang pulang larut malam dan tidak punya tabungan. Ini sudah mending siy udah gak pusing mikir utang. Namun saya ingin hidup saya lebih baik. Terutama punya tabungan cukup banyak untuk menikah dan sebagainya.

Sambil menjalani pekerjaan saya di lembaga pendidikan itu ternyata ada sebuah ide. Ya, saya dengan sahabat saya yang saat itu satu kantor punya ide untuk membuat sebuah lembaga pelatihan. Modalnya? Ya pengetahuan selama 3 tahun di bisnis yang pernah kami jalani bersama waktu dulu itu. Wah ide bagus juga. Oke mari kita garap. Dan setiap jeda istirahat kerja selama 30 menit kami mulai menawarkan ke sekolah-sekolah baik SMP dan SMA. Apa yang terjadi? Kami banyak sekali di tolak. Ya, program kami dinilai tidak lazim. Waktu itu program kami adalah untuk pelajar yaitu bagaimana strategi untuk meningkatkan prestasi di sekolah terutama sukses menghadapi ujian nasional. Alasan kami waktu itu adalah kami sendiri udah terbukti cukup bagus dalam prestasi studi. Bahkan ada beberapa sekolah kami tawari training gratis juga gak mau. Ha ha ha ha … kasihan sekali kita. Waktu melakukan penawaran ini saya juga gak pake target atau buku impian. Yah jalani saja yang ada.

Nah, pada suatu titik karena kita terus menerus menawarkan akhirnya ada satu sekolah yang goal. Jujur bayarannya sangat sedikit sekali waktu itu. Training 4 jam cuman 500 ribu kalo gak salah. Buat kas 200 ribu, 300 ribu dibagi dua antara saya dengan rekan saya. Jadi masing-masing dapet 150 ribu. Bayarannya kecil kan? Namun anehnya saya semangat sekali. Saya merasa tidak dibayar kecil. Saya sangat menikmati proses dimana saya memotivasi banyak orang. Saya enjoy berbicara di depan ratusan orang. Di bisnis yang dulu pernah saya jalani ya kerjaan saya mirip-mirip begini yaitu berbicara di depan ratusan bahkan ribuan orang.

Nah “gara-gara” satu sekolah itu ternyata “gethok-tular”. Karena si ibu kepala sekolah tersebut merasa apa yang kami berikan sangat memuaskan beliau “rasan-rasan” alias cerita cerita kepada sekolah lainnya. Dan mulai tuh kami menerima panggilan sebagai motivator untuk adik-adik pelajar. Tarif untuk jasa pelatihan kami mulai naik. Kami berterima kasih kepada si ibu kepala sekolah yang tidak cerita-cerita soal harga yang 500 ribu itu sehingga kami bisa menaikkan harga. Cuman naik 100-200 ribu siy. Tapi yang benar-benar sekarang menjadi perhatian saya adalah kenapa saya semakin mencintai dunia pelatihan ini? Bahkan saya TIDAK PERDULI MAU DIBAYAR ATAU TIDAK. MAU KECIL BAYARANNYA GAK MASALAH ! Ini aneh. Padahal saya tidak menggunakan buku impian atau buku target. Darimana energi saya ini? Padahal waktu itu kami masih nyambi kerja di lembaga pendidikan dan saya masih nyambi buka analisis data statistik yang bayarannya gede. Tapi mengapa dunia training ini bikin saya bergairah ya? Saya akhirnya harus jujur kepada diri sendiri, I LOVE “DUNIA TRAINING”!!

Bersambung ke bagian 3 ...

Salam Hakikat ...
ARIF RH
(The Happiness Consultant)

MEMBUAT BUKU IMPIAN ; MENYULITKAN ATAU MEMUDAHKAN HIDUP? - Bagian 3


Karena permintaan untuk memberikan pelatihan mulai banyak, saya mulai dilanda kebimbangan. Apakah saya mau terjun 100% total di dunia training atau masih mempertahankan pekerjaan saya di lembaga pendidikan ini? Hingga suatu waktu ada sebuah deal project pelatihan selama dua hari yang nilainya sangat besar bagi saya dan rekan waktu itu. Ini delapan kali lipat gaji saya di lembaga pendidikan selama sebulan, kenapa saya tidak berani total?, pikir saya. Akhirnya saya mantap memutuskan, oke saya mengundurkan diri dari pekerjaan saya dan fokus hanya di dua hal yaitu pelatihan dan jasa analisis data statistik. Dan bisnis jasa analisis statistik itu pun setelah 3 bulanan saya lepas dan saya fokus total di dunia pelatihan. Sementara rekan saya masih bertahan 2 bulan lagi karena beberapa alasan teknis yang saya kira tidak perlu untuk saya uraikan di sini.

Saya itu tahun 2007 jadi trainer ini modal nekad. Kagak ngerti NLP, hypnosis atau “tethek bengek” dan semacamnya. Mudeng NLP dan Hypnosis dan semacamnya ya mulai ikut-ikut training soal itu mulai tahun 2009 an. Jadi di awal-awal saya banyak belajar secara otodidak melalui buku, modal pengalaman hidup sendiri. Saking seriusnya dengan profesi ini koleksi buku saya waktu kuliah yang isinya filsafat, metode penelitian dan statistik saya jual semua kepada rekan saya yang jadi dosen waktu itu. Buku sebanyak dua kardus  besar diborong sama dia. Uangnya saya belikan buku-buku motivasi untuk pengembangan diri. Nah dari buku-buku yang saya beli ini ternyata kebanyakan juga isinya sama, yaitu MILIKI IMPIAN dan BUAT BUKU IMPIAN. Ah ini sama dengan dulu itu. Tapi apa salahnya saya coba lagi. Mungkin dulu itu ada yang salah sehingga buku impian saya isinya belum ada yang terwujud.

Lalu bagaimana hasilnya? Saya beberapa kali membuat impian dan target pribadi. Saya sudah membayangkan target itu, melakukan visualisasi dan sebagainya kayak di buku-buku. Namun bisa dikatakan 80% sering meleset ! Dan yang aneh justru kadang yang tidak ditargetkan dan tidak dikejar malah tercapai atau datang sendiri. Ah mungkin saya yang kurang total dalam action dan implementasinya. Namun mengapa ini terjadi berulang-ulang? Saya amati sampai awal tahun 2009 juga demikian. Saya mulai curiga jangan-jangan ada yang keliru ini. Hingga pada suatu hari saya membaca ulang sebuah buku yang sudah lama saya beli karya pak Adi. W. Gunawan yang berjudul “Kesalahan-kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian”. Disebutkan dalam buku itu bahwa kita akan mengalami percepatan dalam hidup jika sudah menemukan passion kita. AHA INI DIA !!!

Apa itu passion? Sederhananya passion adalah aktivitas yang memiliki beberapa ciri berikut ini :
  • Kita menyukai pekerjaan atau aktivitas tersebut
  • Kita mau melakukan pekerjaan atau aktivitas tersebut meski tidak dibayar
  • Kita merasa mudah melakukannya, sedangkan orang lain merasa sulit
  • Semakin sering kita melakukannya, semakin baik kita dalam bidang itu
  • Kita sering dipuji orang karena melakukannya
  • Kita selalu bersemangat ketika membicarakan pekerjaan atau aktivitas tersebut
  • Kita selalu memiliki energi yang besar saat melakukan pekerjaan atau aktivitas tersebut
  • Kita sering lupa waktu saat melakukan pekerjaan atau aktivitas tersebut
  • Kita merasa puas ketika melakukan pekerjaan atau aktivitas tersebut
  • Kita merasa bahagia dan pede saat melakukan pekerjaan tersebut
  • Kita mudah mempengaruhi orang lain dalam pekerjaan atau aktivitas tersebut
Dari semua ciri-ciri tersebut saya cek semua tandanya ada pada profesi yang sedang saya jalani saat ini. Kemudian saya merubah niat dalam diri saya. Meskipun saya membuat impian dan target saya tidak perduli lagi dengan tercapai atau tidaknya target-target itu. Saya tidak lagi khawatir dan cemas mau tercapai mau tidak yang penting I LOVE THIS JOB !! I WILL DO MY BEST !! Saya hanya fokus pada passion saya. Saya jalani profesi saya sepenuh hati, apa adanya. Fokus kepada wadah, bukan fokus kepada isi. Karena jika “wadah kita” sudah siap, “isinya” akan datang sendiri.

Bersambung ke bagian 4 ...

Salam Hakikat ...
ARIF RH
(The Happiness Consultant)


MEMBUAT BUKU IMPIAN ; MENYULITKAN ATAU MEMUDAHKAN HIDUP? - Bagian 4 (Tamat)


Lalu apa yang terjadi ketika saya tidak lagi fokus kepada impian-impian saya yang ada di buku dan lebih fokus pada menikmati prosesnya? Keajaiban banyak sekali terjadi di segala aspek. Semua terasa dimudahkan dan didekatkan. Bahkan yang tidak ditargetkan malah datang menghampiri. Dan soal bayaran? Ini suatu keajaiban yang sudah saya buktikan sendiri. Ketika dulu saya fokus pada keinginan / impian dibayar mahal malah lebih sering dibayar murah. Ketika saya tidak perduli lagi soal bayaran, saya fokus kepada pelayanan, mau dibayar murah atau mahal saya berikan yang terbaik, mau gak dibayar pun demikian juga dan entah mengapa kemudian orang-orang membayar saya mahal. Bahkan lebih mahal dari apa yang saya bayangkan. Sehingga saya sangat menyayangkan mereka-mereka yang menakar kualitas kerjanya dengan gaji yang diterimanya. Lebarnya senyum mereka sebagai frontliners disesuaikan dengan banyaknya gaji. That’s wrong !!! Berkerjalah melampaui gaji atau penghasilan kita maka kehidupan akan memberikan lebih dari yang kita minta. Hanya “wadah yang besar” yang bisa menampung “isi yang banyak”.

Dari situ saya menyimpulkan ternyata ada cara untuk mencapai keberhasilan TANPA BEKERJA KERAS. Lho kok bisa? Ya bisa. Caranya? CINTAI APAPUN PEKERJAAN KITA. Karena ketika orang masih merasa bekerja keras, itu tanda ia belum mencintai pekerjaannya. Sekarang saya ilustrasikan begini. Kalau anda saya minta untuk memikirkan wanita yang TIDAK ANDA SUKAI baik “luar” maupun “dalam” SELAMA 8 JAM saya kira anda HANYA AKAN MEMIKIRKANNYA SESUAI INSTRUKSI, yaitu 8 jam bahkan BISA JADI KURANG DARI ITU atau BAHKAN ANDA OGAH SAMA SEKALI. Namun jika anda saya minta memikirkan wanita yang SANGAT SANGAT ANDA SUKAI selama 8 jam, anda dengan SUKA RELA MEMIKIRKANNYA LEBIH DARI 8 jam dan ANDA TIDAK MERASA TERBEBANI. Orang yang mencintai pekerjaannya AKAN BEKERJA MELAMPAUI RATA-RATA ORANG TANPA IA SADARI. Dan inilah yang menyebabkannya BERHASIL. Orang yang mencintai pekerjaannya tidak menyadari bahwa ia telah bekerja keras.

Lalu, bagaimana dengan soal buku impian? Perlu atau tidak sih? Soal perlu atau tidak semua kembali kepada anda, situasi dan kondisinya. Bila anda membuat buku impian namun tidak diiringi dengan menemukan PASSION anda maka buku impian hanya menyulitkan dan membebani hidup anda. Hanya akan menimbulkan KEMELEKATAN TERHADAP KEINGINAN yang menyebabkan penderitaan dalam hidup anda. Menyebabkan pikiran anda SELALU ADA DI MASA DEPAN dan MELEWATKAN SAAT INI. dan ini sangat fatal. Kadang yang dilupakan para pembuat buku impian adalah lupa IMPIAN itu BUTUH WADAH yaitu KESIAPAN dan KEPANTASAN DIRINYA.

Kalau anda bertanya, lha pak Arif Rh ini sekarang punya buku impian tidak. Jujur TIDAK !!!  Mengapa, saya sekarang lebih waspada kepada getaran pikiran dan perasaan. JANGAN TERTIPU DENGAN EFEK SEMANGAT YANG MENGGEBU-GEBU GARA-GARA BUKU IMPIAN. Ini action yang dilatari energy level rendah. Saya amati yang justru harus dicermati BUKAN SOAL PERLU BUKU IMPIAN ATAU TIDAK. Yang harus dicermati adalah APA YANG KITA RASAKAN ATAS BUKU IMPIAN ITU !! Begini, ternyata ketika saya memiliki buku impian justru perasaan saya TIDAK ENAK. Apalagi ketika melihat tanggal dan target yang tertulis di situ malah menimbulkan perasaan PESIMIS atau sebaliknya TERLALU OPTIMIS. Aih aih aiiih !!!, ini bagi saya sangat gawat.

Sebagaimana anda tahu perasaan DAMAI lah yang seharusnya kita miliki selama menuju sebuah impian. Akhirnya saya buang semua buku impian itu. Kalaupun ada keinginan saya hanya inginkan sepintas saja. Mengapa? Hal ini sudah saya uraikan dalam note sebelumnya yaitu MENGKAJI ULANG MAKNA DO’A. Ini terkait bagaimana alam semesta bekerja. Bagi anda yang perasaannya tetap DAMAI  dengan memiliki buku impian ya silahkan diteruskan saja. Namun jika impian-impian itu membuat anda TERLALU TEROBSESI atau CEMAS dan KHAWATIR atau bahkan TERLALU YAKIN YANG BERLEBIHAN maka itu adalah sebuah tanda bahwa buku impian itu akan menjadikan NERAKA dalam hidup anda. Demikian note saya kali ini. Ambil yang bermanfaat, buang yang tidak bermanfaat, sampai jumpa dalam note selanjutnya.

Tamat.

Salam Hakikat ...
ARIF RH
(The Happiness Consultant)

PERTANYAAN WAJIB DALAM HIDUP ; SAYA SEDANG MENGGUNAKAN FORCE ATAU POWER? - By Arif RH


Setiap orang tentu pernah mengalami “jatuh bangun” dalam kehidupannya, termasuk saya. Dan setelah mengetahui bahwa TIDAK ADA yang KEBETULAN dalam hidup suatu saat saya sangat penasaran, apa yang menjadi penyebab jatuh atau bangun itu? Bahkan saya amati orang yang sudah sangat sukses dalam ukuran penilaian saya, bisa jatuh dan semua yang ia miliki sirna, habis entah kemana. Apa sebabnya? Lama saya mencari jawabannya. Hingga suatu saat saya “dipertemukan” dengan konsep FORCE dan POWER. Awalnya saya mengenal konsep ini dari salah satu bukunya pak Adi W. Gunawan, kemudian seiring waktu saya kemudian menemukan buku yang menjadi sumber aslinya yaitu buku yang ditulis oleh David. R. Hawkins, M.D., Ph.D., yang berjudul  POWER VERSUS FORCE ; AN ANATOMY OF CONSCIOUSNESS, THE HIDDEN DETERMINATS OF HUMAN BEHAVIOUR. Buku tersebut adalah hasil riset yang dilakukan David. R. Hawkins, M.D., Ph.D., selama 20 tahun. Setelah membaca buku tersebut mata saya “terbelalak”. Isi buku itu menjawab semua pertanyaan yang selama ini saya pertanyakan. Gara-gara buku ini anda bisa jadi menjadi “semi dukun” loh ha ha ha. Dengan mengamati seseorang menggunakan force atau power kita bisa menyimpulkan masa depan kehidupannya akan baik atau hancur. Saya membuktikan berulang-ulang ini sangat akurat.

FORCE dan POWER dalam “kacamata” bukunya David. R. Hawkins, M.D., Ph.D., diartikan berbeda. FORCE adalah kekuatan yang energinya rendah bahkan negatif sedangkan POWER diartikan sebagai kekuatan yang energinya tinggi alias positif. Ketika kita menggunakan FORCE maka konsekuensinya kerja fisik kita HARUS SANGAT KERAS, sedangkan jika kita menggunakan POWER kerja fisik kita lebih hemat. Jadi bila anda sudah bekerja dengan sangat keras namun semuanya seperti serba sulit, segera cek, jangan-jangan anda menggunakan FORCE. Bila anda menggunakan POWER, anda tetap action secara fisik, namun apapun yang anda kejar juga akan berlari ke arah anda, sehingga upaya anda tidak habis-habisan. Dan dalam beberapa kasus, anda belum berupaya pun yang anda cari sudah hadir di depan mata anda. Saya berani bilang begini juga karena telah membuktikan sendiri. Silahkan anda buat target punya tabungan puluhan juta, pada bulan pertama anda pake FORCE, bulan selanjutnya anda pake POWER. Hasil yang diperoleh menggunakan POWER jauh-jauh lebih keren, anda pasti akan bingung ini duit siapa sih pada dateng sendiri, he he he. Anda boleh buktikan sendiri. Dengan FORCE, banyak melesetnya, kalaupun tercapai benar-benar melelahkan, pegel “luar dalam” sodara-sodara.

Nah sedari tadi saya yakin anda penasaran, apa saja yang masuk kategori FORCE dan apa saja yang masuk kategori POWER? Perhatikan baik-baik tabel berikut ini. Ini adalah getaran pikiran dan perasaan yang masuk kategori FORCE.


Sekarang perhatikan baik-baik tabel berikut ini. Ini adalah getaran pikiran dan perasaan yang masuk kategori POWER.


Silahkan cermati dulu kedua tabel di atas. Saya akan jelaskan lebih jauh dengan contoh-contoh nyata tentang fenomena keduanya itu pada bagian selanjutnya.

Bersambung ke bagian 2 ...

Salam Quantum ...


ARIF RH
The Happiness Consultant



PERTANYAAN WAJIB DALAM HIDUP ; SAYA SEDANG MENGGUNAKAN FORCE ATAU POWER? - Bagian 2



Dulu saya adalah aliran “massive action”, yaitu sebuah aliran dimana katanya kunci kesuksesan adalah kerja keras mati-matian, habis-habisan. Kalo masih belum tercapai maka itu tanda saya masih kurang kerja keras dan kurang “habis-habis”an kerjanya. Waktu itu saya belum memahami soal getaran pikiran dan perasaan ikut menentukan hasil. Oleh karenanya saya dulu menggunakan kebencian dan dendam sebagai penggerak action saya. Saya benci dengan keadaan saya punya banyak hutang, saya benci orang yang saya cintai menikah dengan orang lain. Lihat, awas kamu ya !! Kamu bakalan menyesal telah meninggalkan saya !!!. Amarah itu membangkitkan api semangat menggebu-gebu bagi saya mengejar impian. Namun apa yang terjadi? Semua malah tambah sulit, utang saya malah tambah banyak.

Jika kita bahas cuplikan pengalaman saya itu nampak sekali bahwa saya menggunakan FORCE, yaitu MARAH, BENCI, KEINGINAN dan HASRAT YANG SANGAT KUAT TERHADAP SESUATU. Ya pantas saja hasilnya amburadul, bahkan ambu-entut ha ha ha ha ha. Dan jika saya berhasil mendapatkan apa yang saya inginkan maka sudah bisa dipastikan semuanya akan amblas satu per satu. Rekan-rekan saya banyak yang mengalami begitu. Dalam hati saya prediksikan akan mengalami begini begitu dan betul terjadi. Mengapa saya bisa tahu padahal saya hanya mengamati? Lha mereka semua pakai FORCE. Mereka bisa dapet duit banyak, punya mobil, rumah dan sebagainya. Beberapa tahun kemudian amblas semuanya dan terbelit utang setengah milyar lebih. Saya deh yang harus repot menerapi mereka.

Semenjak saya menyadari bahaya penggunaan FORCE ini saya BERHENTI MENJADI MOTIVATOR. Ya, anda tidak salah baca, SAYA SUDAH LAMA BERHENTI MENJADI MOTIVATOR. SAYA BUKAN MOTIVATOR saudara-saudara. Dalam pelatihan-pelatihan saya tidak lagi membombardir peserta dengan kata SEMANGAT dan IMPIAN, itulah sebabnya saya TIDAK COCOK disebut MOTIVATOR he he. Saya banyak membawa ke zona IKHLAS, MENERIMA, SYUKUR dan PASRAH. Karena di sana lah wilayah POWER. Saya mengamati peserta pelatihan saya waktu awal-awal tahun 2007 yang saya jejali dengan konsep MENGEJAR IMPIAN kehidupannya malah morat-marit dan mudah sekali putus asa. Yang pelajar juga prestasinya tambah morat-marit. Ini dosa saya di masa lalu yang tidak boleh terulang. Saya telah merusak kehidupan mereka dengan ajaran-ajaran di wilayah FORCE. Sementara saya amati peserta pelatihan yang saya kenalkan dengan konsep POWER terutama para pelajar, malah hasil ujian nasinal mereka bagus. Padahal dalam sesi tersebut mereka saya minta untuk MELEPASKAN KEINGINAN UNTUK LULUS. Eh malah 100 % LULUS. Dan ini MURNI. Beberapa sekolah tersebut hingga saat ini telah mengundang saya memberikan pelatihan sudah 3 kali dalam 3 tahun terakhir.

Pertanyaannya, apakah FORCE itu sedemikian buruk? No !!! Dalam kadar yang tidak berlebihan itu bermanfaat, namun jika berlebihan akan menjadi racun dalam kehidupan. Kita ambil contoh dalam FORCE ada RASA BERSALAH. RASA BERSALAH ini pada awalnya sangat bagus untuk mendorong orang melakukan PERMINTAAN MAAF dan BERTAUBAT. Namun jika berkepanjangan akan sangat berbahaya. Taukah anda bahwa RASA BERSALAH yang BERKEPANJANGAN merupakan perasaan yang paling dominan yang membuat orang melakukan bunuh diri? Oleh karenanya RASA BERSALAH menurut penelitian David R. Hawkins, M.D., Ph.D., berada di level terbawah yang sangat menyedot energy manusia. Artinya, SANGAT BERBAHAYA. Ini pula sebabnya mengapa salah satu kunci keajaiban dalam hidup adalah MEMAAFKAN, yang dalam hal ini termasuk MEMAAFKAN DIRI SENDIRI. MEMAAFKAN akan membuat kita bisa MENERIMA DIRI SENDIRI dan MENERIMA KENYATAAN akhirnya bisa BERSYUKUR serta MENGAMBIL HIKMAH. Oleh karenanya MEMAAFKAN masuk ke dalam kategori POWER. Dan jika kita sadari inilah sebabnya kenapa TUHAN juga mengenalkan DIRI-NYA sebagai MAHA PENGAMPUN, karena ketika manusia menyadari adanya sifat itu manusia akan TERBEBAS dari RASA BERDOSA dan RASA BERSALAH yang BERKEPANJANGAN. Semua SIFAT TUHAN yang kita kenali sebenarnya bertujuan untuk membawa setiap manusia menuju zona POWER, bukan zona FORCE. Namun yang terjadi tidak sedikit orang beragama yang jiwanya kecanduan menggunakan FORCE, bukan POWER.

Bersambung ke bagian 3 ...

Salam Quantum ...

ARIF RH
The Happiness Consultant

PERTANYAAN WAJIB DALAM HIDUP ; SAYA SEDANG MENGGUNAKAN FORCE ATAU POWER? - Bagian 3 (Tamat)



Apapun pekerjaan, karir, kegiatan bahkan pernikahan yang di dalamnya dibangun dengan energy FORCE, pasti tidak akan lancar, berantakan, amburadul, ambu-entut. Kadang manusia yang belum menyadari ini akan melemparkan keadaan itu kepada Tuhan. Oh ini ujian, oh ini cobaan dari Tuhanku. Mbahmu kui !!! Introspeksi dulu donk. Cek diri kita, kalau sedang dan sering menggunakan FORCE ya itu salah kita sendiri. Mari kita lihat fenomena lain. Bukankah yang sekarang memerintah itu dulunya adalah para pendemo pemerintahan sebelumnya? Lalu kita lihat, saat para pendemo itu naik ke panggung pemerintahan apakah mereka memerintah lebih baik dari pemerintah sebelumnya?  Ndak juga tho? Podo wae gak karu-karuan. Lha demonstrasi itu udah jadi hobi, padahal itu FORCE. Jika anda sekarang sudah menikah silahkan dibuktikan. Bertengkarlah setiap hari dengan pasangan anda, lalu lihat apa yang terjadi dengan rejeki anda berdua. Saya jamin bakalan seret. Ini yang dalam bahasa religi dikatakan “malaikat pembawa rejeki tidak bisa masuk ke rumah anda”. Hmmm seharusnya materi FORCE dan POWER ini wajib diikuti oleh mereka yang akan menikah ya? Hihihihihi.

Tuhan sudah memberikan password kepada kita sebenarnya. Untuk insan-insan yang dekat dengan-Nya dipanggil dengan panggilan WAHAI JIWA YANG TENANG. Bukan Wahai Jiwa Yang Sukses, tapi JIWA YANG TENANG. Coba cermati, ada kata TENANG. Itu jelas POWER, bukan FORCE. Jiwa yang galau, jiwa yang penuh keinginan, jiwa yang penuh kemarahan, jiwa yang penuh dendam, ya jauh dari Tuhan. Jadi ciri sederhana saat kita “jauh” dari Tuhan adalah saat diri kita didominasi pikiran dan perasaan di zona FORCE. Dan saat kita “mendekati” kualitas Tuhan maka diri kita dipenuhi dengan pikiran dan perasaan di zona POWER. Mari kita renungkan. Kita TAKUT KEPADA TUHAN atau MENCINTAI TUHAN? TAKUT itu FORCE, MENCINTAI itu POWER.

Dalam one day workshop AURA TRANSFORMATION saya biasanya mensimulasikan POWER dan FORCE ini. Ada sebuah simulasi dimana dengan niat kita bisa MENGGERAKAN LENGAN orang lain. Ya anda tidak salah baca, MENGGERAKKAN LENGAN. Namun ketika saat melakukan ini diri kita dipenuhi obsesi, keinginan yang berlebihan untuk menggerakan lengan justru TIDAK BISA. Mengapa? Karena simulasi ini HANYA BISA DILAKUKAn saat diri kita TENANG, DAMAI, IKHLAS, PASRAH. Ada pula simulasi yang lain, agak berbeda dengan simulasi yang saya sebutkan tadi yaitu menggerakkan telapak tangannya saja. Jika diri kita dipenuhi FORCE maka yang biasanya terjadi adalah REVERSE. Maksudnya, kita meniatkan menggerakan telapak tangan itu ke kiri dan yang terjadi malah ke kanan. Kalau meniatkan menggerakkan ke kanan, eh malah ke kiri. Ini sebuah penjelasan mengapa kalau kita terlalu ngotot dan bernapsu mengejar sesuatu dalam hidup yang terjadi justru sebaliknya. Bahkan dalam simulasi banyak pula dimana telapak tangan tidak bergerak sama sekali. Ini jelas terjadi akibat niat dipenuhi FORCE. Simulasi-simulasi di atas dengan mudah kita lakukan saat kita menggunakan POWER. TENANG, DAMAI, IKHLAS, PASRAH.

Nah, apa kesimpulannya? Selalu tanyakan dalam diri, SEKARANG SAYA SEDANG MENGGUNAKAN FORCE atau POWER? Jika kita menghadapi banyak kesulitan dalam bidang apapun, di awal boleh saja kita mengatakan ini ujian hidup. Tapi kalau terus menerus dan berkepanjangan jelas itu sebuah sinyal dari kehidupan bahwa kita terlalu didominasi oleh FORCE. Termasuk dalam berdo’a. Kita pakai FORCE atau POWER? Mari lebih peka dengan segala sesuatu yang terjadi di sekeliling kita. Karena alam semesta selalu menjuju titik harmoni, ia pun akan mengajak kita ke titik harmoni tersebut. Baca tanda-tandanya, apakah kita menggunakan FORCE atau POWER. BACALAH !!!

Bahasan tentang FORCE dan POWER ini apakah akan mengubah semua orang dari FORCE menuju POWER? No !! Ini bukan mengutuk, tapi PASTI ADA DI ANTARA ANDA yang TIDAK PERCAYA dan MENCIBIR bahasan ini. Memang harus ada yang seperti itu dan harus ADA BANYAK ha ha ha ha ha. Sebagaimana yang saya sering sampaikan, ILMU PASRAH hanya efektif saat banyak orang TIDAK PERCAYA. Dan dari dulu sampai kapanpun semesta akan menjaga keseimbangan tersebut demi keberlangsungan kehidupan. Sampai jumpa di note selanjutnya kawans.

Tamat.

Salam Quantum

ARIF RH
The Happiness Consultant

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI - By Arif RH


BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI - Bagian 1


Dalam beberapa kesempatan seminar dan workshop sering ada pertanyaan dari peserta tentang bagaimana MENGHILANGKAN RASA MALAS . Saya tegaskan bahwa sampai alam semesta hancur lebur pun rasa malas itu tidak akan bisa kita hilangkan. Para peserta bingung dengan jawaban saya itu. Dan bisa jadi ada beberapa di antara anda yang membaca tulisan saya ini pun jadi bingung. Lho kok motivator bilang begitu? Kan sudah saya bilang saya ini bukan motivator, he he. Waktu dulu tahun 2007-2009 ketika saya ditanya demikian pasti saya akan berikan TIPS TIPS JITU MENGHILANGKAN RASA MALAS weheeee keren khaaan? Motivator gitu loooh. Dan soal tips-tips tersebut seringkali saya sendiri GAGAL dalam mempraktekannya untuk diri saya sendiri. Hanya berhasil di awal lalu tidak efektif lagi. Nah sering gagalnya jurus-jurus yang saya pelajari membuat saya merenung apakah ada sesuatu yang salah saya pahami tentang manusia ini? Khususnya tentang diri saya ini? Mengapa ada suatu saat berpikir positif dan berperasan positif itu sangat sulit dilakukan. Semakin saya lakukan semakin saya menderita. Nampak di permukaan saya bahagia, tapi ada ketegangan jiwa yang mengguncang saya.

Dulu saya meyakini bahwa “Kunci sukses adalah ketika kita sudah MENGALAHKAN DIRI SENDIRI” Ternyata seiring waktu saya menemukan jawaban yang lebih bijak. Kuncinya justru BUKAN MENGALAHKAN DIRI SENDIRI melainkan BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI. Selama ini saya telah terjebak pada dimensi TEKNIK saja dan melupakan tentang FILOSOFI MANUSIA. Ya, soalnya waktu kuliah saya ini penggila filsafat, sampe muak pokoknya. Setelah menerjuni dunia pengembangan diri ogah lagi bahas filsafat, namun ternyata pengetahuan filsafat itu masih sangat dibutuhkan. Akhirnya mulai saya menyelami kembali dimensi filsafat khususnya mengenai filosofi manusia ini. AHA !!! Ini dia kuncinya. Sebuah kenyataan bahwa MANUSIA ITU SEMPURNA. Sempurna ini merupakan TANDA bahwa segala sesuatu yang ada di dalam diri manusia SEMUANYA ya memang HARUS BEGITU ADANYA. Artinya jika kita berupaya membuang segala sesuatu yang sudah ada di dalam diri manusia ya sudah pasti tidak akan bisa. Lha wong itu perlengkapan “onderdil” nya manusia kok mau dibuang.

Dalam pelatihan saya biasa mencontohkan yang di awal tadi soal MALAS. Saya tanya kepada audience. “MALAS itu BAIK atau BURUK?”. Biasanya 100 persen peserta akan menjawab BURUUUK !!!. Saya tanya lagi, “Kalau RAJIN itu BAIK atau BURUK?. Serempak mereka menjawab, “BAIIIK”. Kemudian saya tanya lagi, “Kalau MALAS KORUPSI?”. Anehnya peserta menjawab, BAIIIK !! “Kalau RAJIN KORUPSI?”. “BURUUUK !!” “Kalau MALAS MEMFITNAH ORANG?”. Peserta menjawab lagi, BAIIIK !!!. “Kalau RAJIN FITNAH ORANG?”. “BURUUUK !!! Saya tanya lagi, “Kalau MALAS IBADAH?”. Peserta menjawab, BURUUUK !!!. Saya tanya lagi, “Kalau MALAS SEDEKAH?. Peserta menjawab, BURUUK !!. Jadi, MALAS itu BAIK atau BURUK? RAJIN itu BAIK atau BURUK? Mereka bingung. Iya ya? Nah loh. Satu kata akhirnya. TERGANTUNG !!! MALAS DALAM HAL APA DULU? RAJIN DALAM HAL APA DULU?

Dari contoh tersebut jelas MALAS dan RAJIN ini pada dasarnya NETRAL. Dan karena netral baik dan buruknya tergantung situasi dan kondisinya, tergantung konteksnya. Lha kalo udah tau gini terus masih berpikir MEMBUANG RASA MALAS ya saya kira itu “rodho gendheng”. Lha wong itu perangkat kelengkapan kita kok mau dibuang. Sekarang, bayangkan kalau anda TIDAK PUNYA RASA MALAS” dan anda “TERLALU SANGAT SANGAT RAJIN”. Bisa-bisa anda workaholic dan memforsir tubuh anda. Saat rekreasi jalan-jalan di pantai, anda tetap saja memikirkan pekerjaan di kantor, saking rajinnya. Tapi juga sebaliknya jika TERLALU MALAS ya BAHAYA!! Anda akan sering menunda pekerjaan dan akhirnya semuanya berantakan. Di satu sisi malas bisa menurunkan kualitas kita, di sisi lain sangat membantu kita agar bisa beristirahat total.

Nah karena ketidaktahuan saat seseorang malas ia berperang dengan rasa malas itu secara frontal dan berupaya membuangnya. Bahkan ia membenci dirinya. Ia melabeli dirinya sebagai PEMALAS. Kemudian ia sering melakukan afirmasi, SAYA RAJIN, SAYA RAJIN !!! Saya tidak tau bagaimana dengan anda, tapi saya pribadi merasa MENDERITA dengan cara ini. Memang badan bergerak, tapi jiwa ditekan terus menerus. Kita tidak bisa menipu diri kok bahwa kadang kita menganiaya diri sendiri atas nama BERPIKIR POSITIF. Kita tidak menyadari bahwa sebenarnya kita sedang MELAWAN diri sendiri.

Bersambung ke bagian 2 ...

Salam Hakikat ...
ARIF RH
(The Happiness Consultant)


BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI - Bagian 2 (Tamat)


Manusia itu bahasa jawanya MANUNGSA yang bisa dipahami sebagai MANUNGgaling raSA alias BERSATUNYA SEMUA RASA-RASA. Jadi kalo anda merasa menjadi manusia ya semua rasa-rasa itu HARUS ADA !!! Kalo anda merasa MALAS, SEDIH, GALAU, BAHAGIA ya itu MANUSIAWI dan alamiah, karena ANDA MANUSIA, MANGUNGGALING RASA! Kita bisa MENGENAL RAJIN karena punya RASA MALAS, kita bisa mengenal OPTIMIS karena ada RASA PESIMIS, semua memang harus berpasangan. Sebenarnya dinamika dalam diri itu tidak akan jadi masalah. Karena semuanya sebagaimana roda akan berputar dan pasti berlalu. BETAPAPUN BAHAGIANYA ANDA PASTI TIDAK AKAN SELAMANYA BEGITU. Sebaliknya, BETAPAPUN SEDIHNYA ANDA TIDAK AKAN SELAMANYA BEGITU. Lalu apa yang jadi masalah?  Akan jadi masalah ketika kita mempermasalahkannya. Ketika kita membenci dan ingin mengusir bagian dari diri kita sendiri. Dan secara otomatis bagian itu akan semakin menguat untuk mempertahankan diri. Maksudnya bagaimana? Jika kita membenci dan ingin membuang rasa malas itu maka ia akan semakin menguat. So harus bagaimana donk?

Cara terbaik adalah dengan MENERIMANYA. Ya anda tidak salah baca, MENERIMANYA. Dengan menerimanya maka tekanan pada jiwa kita akan berkurang bahkan lenyap. Dengan menerima kita justru bisa melepaskannya. Inilah inti dari berdamai dengan diri sendiri. Loh, kalau lagi malas kok diterima? Apa jadinya gak tambah malas? Sudah saya sampaikan di note bagian satu bahwa malas pun baik. Hanya saja kadang kita keliru mengasosiasikannya dengan hal yang buruk dan tidak memberdayakan. Ingat bahwa CEPAT dan LAMBAT pada sebuah sepeda motor itu sebenarnya sama-sama kekuatan. Hanya saja menjadi konyol saat kita lewat di pasar banyak orang menggunakan CEPAT dan saat menyalip malah menggunakan LAMBAT. Seharusnya, saat lewat di pasar banyak orang, LAMBATLAH. Dan saat kita menyalip kendaraan, CEPATLAH. Anda tentu tidak mau punya motor yang HANYA BISA CEPAT SAJA atau HANYA BISA LAMBAT SAJA. LAMBAT dan CEPAT anda butuhkan dalam sebuah motor karena keduanya merupakan KEKUATAN. Nah sebagaimana analogi sepeda motor itu sama halnya bagaimana kita memandang bagian-bagian dalam diri kita. Semuanya sebenarnya diberikan Tuhan sebagai kekuatan. Kita harus bijak dalam menempatkan atau menggunakannya sesuai situasi dan kondisi.

Nah, yang saya cermati berdasarkan pengalaman pribadi saya dulu, kesalahan umum yang terjadi adalah kita kadang menyiksa diri atas nama berpikir positif. Saat malas kita berupaya “melawannya” dengan affirmasi SAYA RAJIN !! SAYA RAJIN !! Dengan cara ini justru jiwa dan perasaan kita akan semakin ditekan dan menghantam ke dalam. Seharusnya kita terima dulu apa adanya sehingga setelah jadi netral baru kita baru kemudian kita berafirmasi positif. Dengan note ini saya sebenarnya sedang membuktikan apa yang saya tulis. Bukankah anda bisa melihat note bagian satu dengan note lanjutannya ini jedanya begitu lama? Ya, saya kena RASA MALAS. Nah saya langsung buktikan apa yang terjadi ketika saya MELAWAN RASA MALAS ITU SECARA FROTAL? Badan saya sih ready, siap di depan laptop karena SAYA PAKSA dengan kalimat SAYA RAJIN, SAYA RAJIN. Namun PIKIRAN saya BLANK !! Gak bisa menuliskan apapun. Di hari yang lain saya lawan lagi dan TETAP BLANK, demikian juga dengan hari-hari lainnya. Nah dini hari ini saya sebenarnya malas sekali karena masih lelah dengan kegiatan pelatihan yang beruntun. Tapi ketika saya menerima apa adanya eh justru jari-jari saya dan ide-ide dalam pikiran saya mengalir dengan sangat cepat.

Apa persisnya yang saya lakukan? Saya punya sebuah kalimat yang menjadi pamungkas saya untuk BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI. Kalimat ini tentu TIDAK ASING bagi anda yang pernah belajar SEDONA METHOD, EFT dan SEFT. Begini kalimatnya ; “WALAUPUN SAYA …. (ISI SENDIRI TITIK-TITIK INI), SAYA MENERIMA DAN MENCINTAI DIRI SAYA, APA ADANYA”. Yang saya lakukan tadi begini, “WALAUPUN SAYA CAPEK DAN MALAS SEKALI MENULIS NOTE, SAYA MENERIMA DAN MENCINTAI DIRI SAYA, APA ADANYA”. Saya katakan itu dalam hati berulang-ulang. Nah yang terjadi ternyata semakin saya ulang-ulang kalimat itu TAMBAH TERJADI PENOLAKAN DALAM DIRI SAYA. Apa yang saya lakukan? Saya katakan begini kepada diri saya sendiri berulang-ulang, “WALAUPUN SAYA SULIT SEKALI MENERIMA DAN MENCINTAI DIRI SAYA, SAYA MENERIMA DAN MENCINTAI DIRI SAYA, APA ADANYA”. Atau dengan kata lain kalimat itu susunannya begini, “WALAUPUN SAYA SULIT IKHLAS, SAYA IKHLAS”, asyik kan he he he. Dan BERHASIL !! Sehingga saya bisa menyelesaikan note bagian kedua ini dengan cepat dan ide yang mengalir.

Demikian note saya tentang BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI. Buktikan apakah yang saya tulis ini benar atau tidak. Karena nasi baru mengenyangkan kita setelah kita memakannya. Sebuah pengetahuan baru akan memberikan dampak nyata dalam kehidupan kita setelah kita mempraktekkannya. Sampai jumpa dalam note berikutnya.

Tamat


Salam hakikat …
ARIF RH
(The Happiness Consultant)

"LIFE IS A VIBRATION GAMES ; BOLEH PERCAYA BOLEH JUGA TIDAK" by Arif RH



"LIFE IS A VIBRATION GAMES ; BOLEH PERCAYA BOLEH JUGA TIDAK" – Bagian 1



Life is a vibration games, kehidupan adalah permainan getaran. Bila anda sulit untuk mempercayai hal ini ya enggak masalah. Makanya judulnya saya buat ada kalimat, BOLEH PERCAYA, BOLEH JUGA TIDAK he he he he. Namun dalam pengamatan terhadap kehidupan pribadi saya dan lingkungan sekeliling demikianlah adanya. Untuk menyimpulkan ini butuh waktu cukup lama, karena laboratorium saya di bidang yang saya tekuni ini ya diri saya sendiri. Dan kemudian biasanya saya adalah percobaan kecil-kecilan kepada beberapa orang. Namun di sini tidak semua hasil percobaan itu saya share. Soalnya bisa mengganggu kestabilan kehidupan. Ini tidak bergurau. Ini serius. Jadi kita bicarakan di sini inti-intinya saja dan tentunya bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Kan sing penting gak kebanyakan teori, tapi opo manfaatnya? He he he.

VIBRASI itu berbicara tentang “behind words”, alias apa yang ada dibalik kata-kata, bayangan, atau pemikiran. Dalam pembahasan ini yang kita cermati adalah RASA YANG MUNCUL, bahkan ini soal RASA DI BALIK RASA. Misalnya, kalimat MEMINTA atau MEMOHON. Dalam tataran kata ini kelihatan baik kan? Namun dari aspek VIBRASI / VIBRATION / GETARAN ini dipahami mekanisme alam semesta sebagai RASA KEKURANGAN dan RASA BELUM PUNYA. Sedangkan saat kita BERTERIMA KASIH atau BERSYUKUR meskipun dalam tataran kata-kata TIDAK MEMINTA tapi mengapa bisa memperbaiki kualitas hidup? Karena BERSYUKUR itu VIBRASINYA adalah MERASA SUDAH BERKELIMPAHAN, MERASA SUDAH BERKECUKUPAN. Kadang  ada yang terjebak pada kalimat BERPIKIR atau VISUALISASI yang positif, membayangkan itu sudah terjadi. Misal anda membayangkan atau memvisualisasikan mendapatkan pekerjaan dengan gaji dan fasilitas bla bla bla. Pada saat ini yang seharusnya dicermati adalah BAGAIMANA PERASAAN ANDA? Bila perasaan anda yang muncul adalah semakin MENEGASKAN BAHWA SEKARANG ANDA BELUM PUNYA PEKERJAAN ya itu yang akan direspon oleh mekanisme kehidupan.

Perlu saya tekankan lagi, mekanisme kehidupan merespon VIBRASI. Bukan AKSI, bukan sekedar KATA-KATA. Bila VIBRASINYA RASA KEKURANGAN kehidupan anda akan dipenuhi kekurangan. Bila VIBRASINYA RASA BERKELIMPAHAN ya kehidupan anda akan dipenuhi kelimpahan. Ketika berbicara vibrasi, bukan berarti aksi menjadi tidak penting. Tapi cara dan aksi yang sama bila dilakukan dengan vibrasi yang berbeda hasilnya berbeda. Sebagaimana share seorang rekan FB di inbox saya beberapa waktu lalu.

“Divisi usaha saya gol Proyek 6 kali lipat,dari proyek sebenarnya kemarin kita hanya ancang - ancang pembuatan program senilai 1,5 juta sekarang malahan dapat senilai 9 juta ...

Saya TIDAK mengajarkan anda untuk TIDAK bekerja keras. Namun BEKERJA KERAS YANG DIIRINGI VIBRASI BURUK HASILNYA AKAN SANGAT JAUH BERBEDA KETIKA ANDA BEKERJA KERAS DENGAN VIBRASI YANG BAIK.

Nah mungkin anda bertanya, mengapa kehidupan itu merespon vibrasi? Baiklah, saya akan jelaskan kembali di sini tentang HOLOGRAPHIC. Yang saya pahami hingga saat ini bahwa DESAIN ALAM SEMESTA ITU HOLOGRAPHIC. Untuk memahami apa yang dimaksud dengan desain holographic maka kita harus paham dulu bagaimana cara kerja atau desain sebuah hologram. Coba perhatikan gambar yang saya upload ini. Perhatikan dengan cermat.


Ada sebuah gambar bintang. Di bawahnya ada dua pecahan dari gambar di atasnya yang masing-masing juga bergambar bintang. Lalu dibawahnya lagi pecahan tadi dipecah lagi dan ada bagian kecil yang gambarnya juga bintang. Apa sih maksudnya? Itulah uniknya desain sebuah gambar hologram. Begini, jika sebuah gambar biasa (bukan hologram) lalu gambarnya kita pecah maka kita akan mendapatkan “bagian” dari gambar utuhnya. Lalu apa bedanya jika gambar itu sebuah hologram? Ketika kita memecah sebuah gambar hologram maka pecahan yang kita peroleh tadi tidak hanya mengandung bagian dari gambar utuhnya. Pecahan sebuah gambar hologram akan mengandung keseluruhan gambar utuhnya dalam ukuran yang lebih kecil. Jadi bila kasusnya gambar hologram yang kita pecah-pecah itu bergambar bintang mau kita pecah-pecah sekecil apapun kita akan selalu menemukan gambar bintang yang utuh di setiap pecahan gambar itu. Lalu apa kaitannya dengan rahasia alam semesta? Kita akan bahas di bagian selanjutnya.

Bersambung ke bagian 2 ...

Salam Quantum ...

ARIF RH
(The Happiness Consultant)



"LIFE IS A VIBRATION GAMES ; BOLEH PERCAYA BOLEH JUGA TIDAK" – Bagian 2



Begini. Ternyata alam semesta ini desainnya sangat mirip dengan hologram, oleh karenanya banyak ilmuwan menyebutnya holographic. Ketika kita memecah-mecah sebuah benda maka yang akan kita dapatkan adalah pola yang mirip dengan benda utuhnya. HOLOGRAPHIC ini juga sering disebut sebagai FRACTAL, makanya saya sering menggabungkannya menjadi FRACTAL HOLOGRAPHIC. Pengertian fractal sebenarnya sama / mirip dengan holographic. Menurut wikipedia pengertian fractal adalah : A fractal is "a rough or fragmented geometric shape that can be split into parts, each of which is (at least approximately) .a reduced size copy of the whole,“ A property called self-similarity. Karena bahasa inggris saya juga gak bagus-bagus banget nih tapi kurang lebih begini pengertiannya. Bahwa FRACTAL adalah sesuatu hal / bentuk yang bisa dibagi-bagi dan setiap bagian-bagian tadi itu akan mewakili bentuk keseluruhannya. Sesuatu yang bentuknya selalu sama dengan dirinya sendiri dan terus berulang tanpa akhir. Perhatikan gambar ini :



Gambar di atas adalah bunga romanesco brocolli. Kalau ndak salah lo ya, ini bunga. Pada gambar itu perhatikan bentuk utuhnya. Lalu perhatikan bentuk kecil-kecil di permukaannya. Itu contoh FRACTAL. Perhatikan baik-baik, benjolan-benjolan kecil di permukaan romanesco brocolli itu sama persis dengan bentuk utuh besarnya. Dan itu terus menerus begitu. Terus berulang. Jadi kuncinya adalah KESAMAAN POLA. Di alam semesta, galaksi, bintang, planet, atom dan kita semua MEMILIKI KESAMAAN POLA. Konsekuensi dari hal ini adalah, apapun yang ADA DI DALAM, ADA DI LUAR. APAPUN YANG ADA DI LUAR YA ADA DI DALAM. Desain FRACTAL HOLOGRAPHIC ini  sebenarnya sangat menguntungkan kita. Why? Karena kita dapat memahami pola ALAM SEMESTA yang sedemikian luas ini hanya dengan MENGEKSPLORASI DIRI KITA. Kenalilah diri kita, maka kita akan mengenali alam semesta keseluruhan. Bahkan siapa yang mengenal dirinya bukan hanya mengenal alam semesta, tapi akan memahami hakikat Tuhannya. Namun saya tidak akan membahas hal ini di sini. Terlalu riskan, nanti saya dilempar jumroh oleh anda semua. Nanti kalau kopi darat aja ya hua ha ha !!!

Kembali ke topik soal VIBRASI. Ingat, VIBRASI ini adalah tentang APA YANG KITA RASAKAN. Lalu bagaimana hubungannya? Begini. ALAM SEMESTA ini boleh kita katakan sebagai sesuatu yang TAMPAK atau bisa di inderai. Sesuatu yang MATERIAL. Nah pada diri kita sesuatu yang NAMPAK / bisa diinderai dan MATERIAL adalah TUBUH KITA. Kalau kita mau cermati apapun yang KITA RASAKAN akan mempengaruhi dinamika TUBUH. Jika kita marah, sedih, galau, bahagia, senang, akan ada gejolak dan proses-proses tertentu dalam tubuh kita. RASA akan mengubah TUBUH. Nah dengan konsep fractal tadi kita bisa menyimpulkan apapun yang kita RASAKAN itu juga akan mengubah ALAM SEMESTA yang TAMPAK, atau kalau tidak cocok dengan istilah ini saya katakan bahwa apapun yang kita rasakan akan mengubah ALAM SEMESTA kita sendiri yaitu ALUR KEHIDUPAN yang kita jalani.

Oleh karenanya perhatikan tubuh kita, ia adalah INDIKATOR tentang apa yang terjadi pada alam semesta anda. Saat anda stress diri anda bergejolak bukan? Itu sebuah sinyal bahwa “di luar sana” itu juga akan terjadi alias kehidupan kita berantakan. Rejeki seret, karir macet atau hal-hal buruk lainnya. Namun karena ketidaktahuan orang kadang menabrak sinyal yang diberikan tubuh ini. Ya kayak saya dulu. Tubuh sudah menjerit-jerit kasih sinyal, gue nya aja bloon !!! Manusia itu alam semesta kecil (micro-cosmos) dan alam semesta di luar diri kita itu adalah alam semesta besar (macro-cosmos). Kata nenek dan kakek moyang dulu JAGAD CILIK dan JAGAD GEDHE. Ini sebenarnya bicara tentang FRACTAL HOLOGRAPHIC !!! Sampai di sini semoga jelas apa yang sudah saya sampaikan di awal bahwa ALAM SEMESTA ITU MERESPON VIBRASI !!! Lha alam semesta itu “tubuh besar” kita sih.

Nah setelah sampai pada pemahaman ini lalu bagaimana aplikasinya memanajemen vibrasi kita? Ya ini yang selanjutnya kita bahas. Ini pula yang akan menjawab pertanyaan mengapa ada orang yang sudah berhemat duitnya malah habis terus dan ada orang yang boros duitnya tambah banyak gak habis-habis. Itu dulu saya bingung melihat fenomena itu. Namun setelah menyelami tentang vibrasi ya kagak heran. Dan terus terang hidup saya ini saya jalani dengan manajemen berbasis vibrasi ini. Ketika istri saya mau beli sesuatu maka ukuran saya adalah vibrasinya, bukan soal harga barang yang mau dibeli itu.

Bersambung ke bagian 3 ...

Salam Quantum
ARIF RH
(The Happiness Consultant)



"LIFE IS A VIBRATION GAMES ; BOLEH PERCAYA BOLEH JUGA TIDAK" – Bagian 3 (tamat)



Jadi kalau saya membelikan istri saya sesuatu saya harus pastikan PERASAAN saya baik. Tulus dan ikhlas. Dan apabila saya tidak membelikan sesuatu itu, saya harus pastikan perasaan istri saya juga baik, tidak kecewa atau marah. Saya tidak segan tanya atau bilang ke istri saya begini ; “Saya tidak mau menutup rejeki saya sendiri, jadi kalau kamu kepingin beli ini ya kita beli”. Dan saat saya lakukan ini saya harus meniatkan bahwa ini adalah sedekah untuk istri saya dan juga sedekah berbagi rejeki dengan si penjual barang itu. Sehingga vibrasinya menjadi MEMBERI, bukan MERASA MENGELUARKAN dan JADI KURANG. Nah pada umumnya si suami nampaknya membelikan apapun itu untuk si istri tapi dalam perasaannya ada vibrasi ; “Waduh, uangku habis ini kalau begini”, “Wah, tekor ini saya”. Jika mindsetnya pengeluaran, jelas akan memunculkan VIBRASI semacam itu. Tapi ya dalam hal ini lihat-lihat juga, kalau si istrinya terlalu matre dan memanfaatkan ya “gampar” aja hua ha ha ha ha ha !!! Bercanda loh hua ha ha ha !!!

Dalam pemahaman saya, istri adalah booster vibrasi suami. Demikian juga sebaliknya, suami adalah booster vibrasi istri. Namun jika salah satu vibrasinya jelek bisa merusak vibrasi yang lain. Yang lebih parah kalau vibrasi dua-duanya jelek, ancur dah !!! Oleh karenanya saya betul-betul berupaya menjaga perasaan istri saya. Bagi anda yang sudah berumah tangga, perlakukan pasangan anda sebaik-baiknya. Karena duet anda berdua bisa mendatangkan banyak keajaiban dan juga sebaliknya. Bisa mendatangkan malapetaka penderitaan yang super duper !! Pasangan suami istri menurut saya WAJIB memahami VIBRASI. Mari kita lihat gambaran apa yang terjadi jika pasangan suami istri gak paham soal ini.

Awalnya, karena suatu masalah kecil si istri jengkel sama suami. Dan jengkelnya ini "dipegang" terus dalam diri, enggan memaafkan. Karena terus menerus jelas khan VIBRASI sang istri buruk dan ini akan menutup jalan REJEKI suami. Suami akhirnya mulai gundah karena rejekinya seret dan mulai suka-marah-marah sama istri. VIBRASI suami mulai rusak dan berkolaborasi dengan VIBRASI istri yang juga rusak. Istri yang sudah jengkel tentu tambah jengkel karena nafkahnya kurang. Suami juga yang tambah "emosian" melampiaskankannya kepada istrinya. Lha ini kalau terus-terusan gimana kira-kira?

Sudah deh pasti tu rumah tangga BUBAR, AMBURADUL, AMBU-ENTUT !! LINGKARAN SETAN bro !! Saya kira kita sudah tidak asing sebuah petuah bahwa MENIKAH ITU AKAN MELIPATGANDAKAN REJEKI. O ya? Bisa ya bisa tidak. Ya, DENGAN CATATAN. Saat dua manusia berlainan jenis, YIN dan YANG berpadu. Akan menjadi menimbulkan GABUNGAN VIBRASI yang SANGAT DAHSYAT. Namun jika kedua manusia yang menikah ini saling berseteru, saling memaki, saling mengkhianati. Keduanya akan menjadi MESIN PENGHANCUR VIBRASI satu sama lain. And life will turn into living hell !! So, selaraskan vibrasi dan waspadai vibrasi anda berdua.

Mencermati vibrasi ini awalnya memang tidak mudah, tapi lama kelamaan akan terbiasa. Kuncinya ELING lan WASPODO. Jadilah PENGAMAT atas pikiran dan perasaan anda. Karena ketika anda mengidentikkan jatidiri anda dengan pikiran dan emosi, maka akan sangat sulit mengelola vibrasi. Nah dalam pengalaman saya kuncinya adalah berupaya meminimalisir self oriented. Contohnya begini. Saat perut lapar jelas donk kita INGIN MAKAN. Nah kita akan mencari warung untuk MENGENYANGKAN DIRI KITA. Pada saat itu SEGERA SADARI bahwa VIBRASI kita adalah BERORENTASI PADA DIRI SENDIRI. Langsung diubah sebelum membeli makan kita niatkan ; “saya membeli makanan ini untuk berbagi rejeki dengan si pemilik warung”. Vibrasinya akan berubah menjadi GIVING alias MEMBERI alias BERKELIMPAHAN. Biasakan merubah vibrasi kita saat mau beli makan di warung.

Mengapa ini penting? Karena makan adalah pengeluaran rutin dan pasti setiap hari. Terutama bagi para mahasiswa yang tidak masak sendiri dan biasanya duitnya pas-pas an. Kalau tidak diwaspadai akan sering terjebak di wilayah ini. Sudah awalnya berorientasi mengenyangkan diri, pas bayar buka dompet langsung ada vibrasi ; “ANJRIT !!! DUIT GUE TINGGAL 5.000 BROOO !!” ha ha ha. Dulu saya pas mahasiswa yo kayak begitu. Saat kita self oriented maka akan terjebat pada vibrasi kekurangan. Hati-hati dengan SILENT NEGATIVE AFFIRMATION. Affirmasi diam yang tidak terkatakan ini lebih kuat loh !! Kentut yang tidak bersuara (silent) biasanya baunya lebih memuakkan daripada kentut yang berbunyi hua ha ha ha ha !!! Hati-hati. Mulai hari ini dan seterusnya mari lebih mewaspadai vibrasi kita. Sampai jumpa dalam note selanjutnya.

Tamat.

Salam Quantum

ARIF RH
(The Happiness Consultant)

Arif RH note ^_^

Penderitaan muncul karena banyak macamnya ...
Dan yang sering saya lihat ...
Itu terjadi karena terlalu sering membuka daftar hal-hal yang belum dimiliki ...
Daftar itu panjang sekali entah dimana ujung dan pangkalnya ...







Saat do'a kita tidak atau belum dikabulkan ... Sebenarnya kita sedang dilibatkan dalam proses pengabulan do'a orang lain ...

Sadari bahwa KEAJAIBAN itu TIDAK IDENTIK dengan TERKABULNYA KEINGINAN ...
Saya pribadi menjadi begini ini karena banyak do'a saya yang tidak dikabulkan ...









Suatu saat anda akan ke luar kota dan berdo'a ...

"Ya Allah ... Lancarkan perjalanan hambamu ini"

Dan di saat yang sama ... Seorang tukang tambal ban yang jujur (tidak masang paku secara sengaja) berdo'a ...

"Ya Allah ... Istri saya sakit ... Anak saya besok harus bayar SPP ... Hanya engkau yang bisa menolongku saat ini"

Dan beberapa waktu kemudian ... Ban kendaraan anda bocor ... Di tambal di tempat si tukang tambal ban yang tadi berdo'a itu ...

Mungkin dalam kasus ini do'a anda tidak dikabulkan ... Perjalanan anda tidak lancar sebagaimana yang anda harapkan ...
Tapi bukankah TUHAN menempatkan anda ke tempat yang lebih mulia?

Yaitu menjadi 'KEPANJANGAN TANGAN-NYA" untuk menjawab do'a orang lain ...







Kalimat ajaibnya adalah ini ...

"Ya Tuhan / Ya Allah ... Aku memang menginginkan targetku ini tercapai (misal x rupiah / x ton / x formulir atau apapun) ... Namun apapun yang nanti terjadi, itu yang terbaik ... Dan aku menerimanya apa adanya"

Dan perhatikan apa yang terjadi ...







Kebetulan itu adalah ...

Seperti anda suatu hari meletakkan uang di saku celana anda ...
Kemudian anda LUPA ...
Waktu berlalu dan suatu hari anda menemukan uang itu di saku celana anda ...
Anda senang bukan? Padahal itu uang anda ...
Dan anda yang meletakkannya ...

Kebetulan itu sebenarnya ya bukan kebetulan ...
Kita terlibat dalam prosesnya ...
Dan prosesnya menjadi sempurna karena kita LUPA ...







Selama kau belum bisa melupakan keinginanmu yang membara...
Engkau akan cenderung "menyuruh-nyuruh" Tuhanmu yang MAHA MULIA ...
Dengan "topeng" dan pembenaran bahwa ini adalah do'a ...
Kelihatannya kalimat di bibirmu itu meminta ...
Namun vibrasi dalam hatimu "memaksa" dan "menyuruh-nyuruhnya Nya" ...

Melupakan keinginan ... Adalah puncak kepercayaan total kepada-Nya ...

Selasa, 24 April 2012

Semua bukan kebetulan..... menjadi ada karena sebuah sangkaan, niat alias pola pikir

Salam Sahabat Mahakosmos,

Sesungguhnya apa yang terjadi pada siapapun di dunia ini bukanlah suatu kebetulan. Ada yang mengatur, mempertemukan, menjadikan dan terjadilah apa yang sedang dirasakan oleh setiap mahluk khususnya manusia. Bukan kebetulan ada orang yang berpola bisnis sama dapat bertemu satu sama lain. Bukan kebetulan ada yang hobinya selalu sakit-sakitan, kumat meyuyu. Juga demen banget sih penderitaan menghampiri seseorang. Bukan kebetulan juga sang penyakit pikiran (stress, depresi) menghampiri. Juga yang sering terkena gangguan ilusi (konon kerasukan mahluk halus). Namun ada pula yang bukan kebetulan malah dirasuki uang dan kekayaan, jadi kaya lah dia.


Bukan kebetulan ada orang yang sukses, mudah rejekinya, mudah karirnya. Bukan kebetulan ada pola kehidupan seseorang meraih sukses namun perlu jatuh bangun dulu. Namun ada juga yang tanpa kesulitan dapat meraih yang diinginkan.

Semua bukan kebetulan.....apa rahasianya?

Kalau jawabannya yah Tuhan sudah mengatur demikian........selesai sudah, gak ada pembelajaran. Sesungguhnya semua ada rahasianya karena semua terjadi tidak kebetulan.

Banyak keluarga berada yang hidupnya sangat higienis selalu menggunakan antiseptic agar selalu sehat, dan sudah menghamburkan uang maintenance kesehatan. Nyatanya justru dari golongan ini banyak sekali yang kena penyakit kambuhan. Kadang saya ledek mereka, itu tuh sahabat saya yang cuma mengais rejeki dari sampah, bahkan kerjaannya memegang kotoran binatang dan memakan tanpa antiseptic, nyatanya sehat-sehat saja. Jarang sakit. Paling penyakitnya cuma sebentaran doang, Kenapa?


Banyak yang sering curhat, kenapa saya diumur setua ini kalau ingin meraih sesuatu atau keb
erhasilan, selalu saja jatuh bangun gabruk gabrukan dulu baru deh berhasil. Dan ini terjadi sejak kecil. Kenapa? Padahal banyak juga tuh yang mudah-mudah saja sejak kecil, apa yang diinginkan selalu tercapai dengan mudah dan beruntung.


Juga banyak sekali yang selalu gagal memegang bisnis, organisasi, jabatan. Baru dikelola sebentar sudah mandek. Sementara banyak juga yang mulus mulus saja bin lancar hingga berkembang pesat.

Banyak sekali yang sejak kecil selalu stress, pusing meyuyu akhirnya jadi sakit-sakitan. Padahal banyak juga yang sejak kecil sehat sehat saja dan terus sehat hingga hari tua.


Banyak sekali yang kesulitan jodoh, padahal sudah dandan habis-habisan blass pake gaya serabutan alias apa aja dilakoni (kayak saya dulu). Padahal wajah lumayan, kantong lumayan, cenderung keren, namun kok susah jodohnya. Namun ada juga yang mudah-mudah saja walau wajah ya pas buat dilihat. Nyengir sedikit sudah ada yang menghampiri. Kenapa kok bisa begitu ya? Padahal konon Tuhan sudah menjadikan semua berpasangan. Namun nyatanya banyak yang jomblo ajah.


Banyak yang pake kerja keras sampai malam baru dapat rejeki untuk dapurnya. Sementara banyak yang cuma kerja bentaran ajah sambil nyengir, itu rejeki mengalir kayak air sungai bengawan solo pas lagi musim hujan. Meluap kemana-mana. Kenapa?

Sahabat,
Tuhan Maha Mengabulkan (dalam istilah agama saya DIA memiliki sifat YA MUJIB (maha pengabul))
Dan DIA ada dalam sangkaan hambanya juga ada dalam niat hambanya. Bahasa kerennya sih, MINDSET alias pola pikir.

Pola pikir inilah ibarat jahitan konveksi harus ada polanya. Apapun polanya, maka siapapun tukang jahit pasti bikin baju/celana tersebut akan sama sesuai pola. Dan sampai kapanpun hasil jahitan ya begitu begitu saja, sesuai polanya.
Sama saja seperti rekaman kaset, kalau pola rekamannya dangdut meyuyu, yah pas pagi buta disetel lagi...pasti lagunya dangdut. Kalo pola rekamannya lagu mendayu-dayu, ya sampai kapanpun lagunya ya itu itu ajah. Gak pernah berubah.

Pola pikir (mindset) alias sangkaan / niat yang didalamnya ada TUHAN sedang bekerja, seringkali TIDAK PERNAH DISADARI terlontar atau tercipta.
Contoh:
Maunya diet, akhirnya habis-habisan deh makan ditakar, plus "TRIT MIL". Namun kok ya badannya malah gelembung kayak ikan mas koki yang buntek belendung. Kenapa bisa begitu sahabat, karena ketika melakoni perilaku tersebut....pola pikirnya selalu takut kegemukan. Melakukan itu semua karena takut glembor-glembor badannya. Maka rekaman otak-pikiran-hati akan merekam "GEMUK dan GLEMBOR-GLEMBOR"

Itu juga yang terjadi sama orang banyak makan, selalu teratur agar tidak kurus....yah setidaknya gak kayak papan penggilasan buat nyuci. Nyatanya makan sebakul, badannya kerempeng meyuyu. Kenapa? Karena pola pikirnya sambil ngabisin ransum dapur, otaknya berpola TAKUT KURUS. So, rekamannya jadi KURUS beneran.

Demikian juga karena sejak kecil orangtuanya selalu memotivasi agar kerja keras hingga larut supaya dapat rejeki. Ya bagus, jadilah anak tersebut berkembang jadi pekerja keras bahkan hingga larut malam, sampai "dicengirin" sama rembulan dan dapatlah rejeki. Namun lucunya, kalo gak kerja keras, maka rejeki gak datang. Kenapa?
Karena pola sangkaan yang tercipta adalah: DAPAT REJEKI KALAU KERJA KERAS SAMPAI MALAM. Jadi kalau kerjanya cuma sampai siang, ya gak dapat rejeki.

Sama seperti kebiasaan pola sangkaan: "Pagi-pagi harus bergerak, agar dapat rejeki......." Maka kalau dia kesiangan, maka kecenderungan rejeki gak datang. Kenapa? Karena settingan programnya adalah DAPAT REJEKI KALAU BERGERAK DI PAGI HARI. Banyak yang kesiangan, cuman cengar cengir, dapat rejeki tuh.....

Pola pikir sangkaan inilah yang menjadi kebiasaan terekam kuat dalam otak (hardware), pikiran (software) hingga hati batin (tersembunyi) dan menjadi KARAKTER.

Jadilah semuanya seperti KARAKTER PSIKOSOMATIK, karakter berulang selalu terjadi..... dan terus begitu saja kisah kejadiannya. Karena polanya demikian.

Pernah ada seseorang penjual hebat sehingga dari hasil kantoran tersebut, dia berhasil membangun pabrik sendiri dan keluarlah dari kantornya.......untuk berwirausaha dari hasil job disc sebagai seorang sales kantoran. Pas ditanya apa sih rahasianya kok jualannya bisa bagus banget. Tentu jawabannya klise: ya kerja keras dong dengan manajemen.
Namun sesungguhnya saya tahu persis: kerjaannya hanya datang ke kantor sebentar, buat laporan, lalu keluarlah deh tidur-tiduran di mesjid (tafakur) lalu jalan-jalan dan menjemput kontrak bisnis. Happy sekali dan penuh keberuntungan. SMS order bejibun berdatangan tanpa susah payah. Sementara yang lain sudah pake SPEAK ENGLISH dan GAYA TRENDY plus kerja keras hingga larut malam, namun selalu kurang beruntung. Apa rahasianya?

Yaitu karena sangkaan sang sales tersebut yang layaknya programming terekam dalam magnet dirinya (otak-pikiran-hati-badan) hingga semesta alam dan magnet itu bekerja menarik (hukum law of attraction) sesuai rekaman pola sangkaan tersebut. Dia menyangka seperti sebuah wirid tiada henti bahwa rejeki itu mudah berdatangan dari manapun tanpa henti.


Jadi semua bukan kebetulan, yang terjadi akibat do'a tidak disadari dari NIAT SEPELE dan SANGKAAN (POLA PIKIR) yang terpatri sejak kecil....
Sebuah pelajaran AKHLAK POSITIF dari nilai-nilai ajaran agama yang sering DISEPELEKAN.
Bukan kebetulan ada yang hidupnya begitu mudah, rejeki berdatangan tanpa susah payah, kesuksesan, keberuntungan (keberkahan), hingga cerita kebalikannya yang penuh kesedihan, penderitaan, penyakitan, kurang beruntung dan lain-lain.

Orang positif yang sejak kecil diajarkan nilai positif dan menjadi KARAKTER POLA KEHIDUPAN, maka sampai kapanpun hidupnya penuh hal-hal positif, kesuksesan dan keberuntungan.
Namun sebaliknya sejak kecil kurang diajarkan nilai MINDSET, SANGKAAN, POLA PIKIR POSITIF, NIAT BAIK, KHUSNUDZON, dan terciptalah POLA KEHIDUPANNYA menjadi bermasalah.

Namun dunia belum kiamat, karena masih punya nafas khan?
Jadi selagi masih hidup dan bernafas, marilah kita rubah kehidupan ini dengan merubah SANGKAAN MENJADI POSITIF DAN NIAT BAIK.
"Anakku, istriku, suamiku, rumah tanggaku, pekerjaanku yang selalu membawa keberuntungan"
"Hidupku beruntung karena rejeki selalu berdatangan dengan mudah"
"Tuhan selalu melimpahkanku keberuntungan, apa yang kuinginkan selalu ada nyata....."
"Tuhan selalu melimpahkan pelanggan berdatangan tiada kenal waktu...."
"Tuhan memurahkan segala yang kubutuhkan dalam kehidupan ini...."
"Tuhan selalu melimpahkanku keberuntungan jodoh selalu berdatangan sesuai waktunya..."
dan lain-lain

Namun layaknya sebuah pita rekaman, akan berjalan baik bila pita rekaman lama yang berisi sangkaan salah sejak kecil itu dicabut, dikeluarkan. Barulah ditanamkan program sangkaan baru yang kuat terekam dalam otak-pikiran-badan serta di langit dan bumi.

Salam MAHAKOSMOS buat seluruh sahabatku yang memberikanku keberuntungan,
Jaga selalu hatimu

mas kris
"orang biasa saja, namun biasa selalu beruntung....."
Hidup sudah merupakan limpahan keberuntungan tiada hentinya bagi diriku untuk mengenal Sang Pemberi Keberuntungan (keberkahan)

https://www.facebook.com/groups/110840218022/doc/10150275626708023/

Cara Merubah Perilaku orang lain terhadap diri kita

Salam Sahabat Mahakosmos,

Tentu sudah tidak asing lagi mendengar istilah yang datang dari dunia modern bahkan hingga pemahaman agama bahwa perlakukan orang lain dengan penuh kebaikan seperti apa yang mereka inginkan.

Sehingga lahir juga banyak pemahaman: "aku adalah pikiranku saat ini"
Atau dengan kata lain, apapun yang terjadi pada diri kita dan yang diperolehnya adalah hasil dari apa yang kita pikirkan.

Dalam agama disebut juga dengan bersangka baik atau bahasa keren sekarang adalah Positive Thingking.

Semua pemahaman itu sudah sering kita lahap sehari-hari, namun tidak bisa diaplikasikan ketika menghadapi masalah sehari-hari.  Melempem, ternyata cuma paham teori saja.

Baru saja saya kedatangan seorang sahabat yang baru pulang nyaris tengah malam ini, maklum masih seperti Cinderella yang takut bunyi jam berdentam 12x.  Takut kehilangan sepatu kacanya.
Teori diatas sudah dipahami di mahakosmos, bahkan sering diterapkan untuk berpikir posiitif terus menerus.  Alhamdulillah ya, lumayan banyak perubahan namun tidak signifikan.  Artinya hubungan dengan relasi kerja, keluarga mulai "sedikit" membaik, namun belum maksimal.

Kenapa bisa begitu ya.....kan sudah berpikir positif.  Udah habis-habisan bersangka baik, kenapa cuma sedikit perubahannya??

Ketahuilah "semua berawal dari niat", artinya yang pertama kali kita pikirkan terhadap seseorang maka akan langsung tersetting di Reticular Cortex (RC) otak bagian atas.  Ini seperti magnet yang menarik dan bekerjanya hukum Law of Attraction.
Ketika pertama kali kita melihat seseorang yang baru dikenal namun sudah dipasang pikiran negatif atau melihat sisi negatif dari orang tersebut.  Maka RC otak akan bekerja mensetting dan melepaskan gelombang negatif kepada orang baru tersebut.

Alhasil gelombang ini akan ditangkap oleh otak orang yang baru dikenal tersebut, dan penerimaannya juga negatif pada diri kita.
Jangan salahkan bila kemudian orang tersebut juga berpikir negatif pada diri kita ini, sampai kapanpun sebelum settingan otak kita dirubah.
Dan ketahuilah settingan ini akan semakin permanen ketika terjadi pengulangan.   Dan namanya settingan, bila ingin dirubah ya harus direset dulu dari nol, baru setting baru.  Artinya kalau sudah terlanjur tercipta perilaku orang tersebut jadi memandang jelek terus kepada diri kita.
Atasan kantor jadi selalu memandang negatif.  Temen-temen, relasi customer juga memandang negatif, maka itu adalah hasil dari pancaran RC otak kita yang negatif.

Ketika berusaha membalikkan keadaan, mulai berpikir positif tentang orang-orang tersebut, ternyata hasilnya hanya "sedikit" yang diperoleh.  Ada perubahan sih, namun hanya sedikit, tidak radikal.

Itulah betapa pentingnya ketika bertemu dengan orang baru, lihatlah sisi baiknya.  Sekali lagi, lihatlah sisi baiknya, karena tiada mahluk yang sempurna kecuali Sang Pencipta.
Ketika berpikir dan melihat sisi baiknya walaupun kehidupan orang tersebut luarbiasa kelam,  maka gelombang pikiran orang itu akan juga melihat sisi baik dari diri kita.  Pas Chemistry-nya deh
Itulah cara menghadapi pelanggan baru, atau atasan baru, atau teman baru, atau teman kencan baru.  Caranya fokuslah di bawah ubun-ubun (RC otak), bayangkan sisi baik orang tersebut yang akan kita temui.  Bayangkan dengan kuat selama 5-10 menit.   Bisa juga bayangkan apa yang kita kehendaki sisi baiknya.  Maka ketika kita bertemu dengannya kemudian, semua jadi terasa indah deh. Kalau itu customer, wah bisa deal besar nih.

Namun jika sudah terlanjur diawali dengan pikiran negatif, maka hasilnya pasti dia akan berperilaku sama dengan apa yang kita pikirkan.
Dan yang fatal,  sama seperti koneksi gelombang.  Ketika kita memancarkan gelombang negatif maka akan resonansi dengan gelombang negatifnya orang tersebut.
Efeknya adalah sisi negatif dari orang tersebut akan mengalir, dan tersedot kepada diri kita.
Celakanya, sisi jelek seperti penyakit, apes, penderitaan dan semua yang jelek-jelek akan menularkan kita.

Inilah penyebab banyak permasalahan pada seorang terapis, psikologi, dokter, atau siapapun tidak sengaja terkoneksi gelombang otaknya dengan sang penderita penyakit pikiran atau medis, maka energi negatifnya akan ikut menular dan jadinya berpenyakit sama.   Atau bila dia mampu bertahan, maka energi ini akan menular pada anaknya, istrinya, keluarganya.  Kok bisa, ya bisa, karena otakmu pasti sudah terkoneksi kuat dengan orang yang kamu sayangi.   Jadi apapun energi negatif yang sampai di gelombang otakmu, akan menyebar terdistribusi ke orang-orang yang dirimu sayangi dengan kuat.

Seorang yang jomblo setiap saat berkomunikasi, bertemu dengan teman-temannya yang punya masalah rumah tangga.  Lalu dia berpikir negatif tentang temen-temennya yang punya masalah itu.  Maka energi permasalahan itu akan mengalir pada dirinya.

Ketika di terapi sana-sini, ikut seminar apapun merubah diri, namun tiada hasil.   Ketika akhirnya ditanya pada session curhat kenapa belum tergerak untuk ambil keputusan menikahi lawan jenis, keluarlah pernyataan:  "saya tidak mau berumah tangga, karena takut bermasalah seperti temen-temen saya"
Halah, pola pikirnya sudah terbentuk seperti pola piikir teman-temannya yang bermasalah rumah tangga.  Percuma saja selama ini getol mencari pacar, teman kencan, kalau pada akhirnya gagal maning son.  Gagal maning.

Sahabat, kalau sudah RC otak dan Zone Hampa dari pikiran sadar sudah tersetting negatif pada seseorang lalu dirubah menjadi positif.  Tentu hasilnya kurang maksimal, akan kembali pada settingan semula.   Maka yang harus dilakukan adalah "reset total" dulu semua pemikiran negatif tentang orang tersebut.

Caranya pegang ubun-ubun, lalu sambil intropeksi kepada Tuhanmu. sadari bahwa selama ini seringkali berpikiran negatif pada dia (ceritakan detail dari awal bertemu sampai sekarang ini).  Lalu ikhlaskan pada Tuhanmu untuk melepaskan semua pikiran jelek itu.   Kalau digabung dengan cara agama saya, ya pake Istighfar.  Sampai terasa ubun-ubun itu menghangat, seperti ada hawa energi hangat keluar dari otak, kepala, leher, bahkan kadang sekujur tubuh bila sudah sering berpikir negatif.

Bahkan bisa jadi, penyakit kambuhan itu sembuh sendiri, karena rupanya itu efek menular dari orang yang engkau pikir negatif.  Hukum Transfer,  penyakit yang ikut  pindah  sebagian itu rupanya kembali ke asalnya semula.

Lakukan hingga sekujur tubuh, otak, pikiran menjadi nyaman.  Bisa jadi minimum setengah jam sampai setengah hari atau bahkan seharian bila koneksi pikiran negatifnya sudah sangat dominan.

Setelah itu, pegang ubun-ubung, ikhlaskan pada Tuhanmu, dengan membayangkan dan berpikir semua sisi baik dari orang tersebut.   Lakukan selama 10-15 menit.   Kalau senggang lagi, ya lakukan hal sama terus menerus.

Ketahuilah cara ini banyak yang menjadikan rumah tangga nyaris bubar, menjadi menghangat kembali.
Bahkan istri atau pasangan yang kabur dari dirimu, ternyata muncul kembali lagi.
Atau pelanggan yang sudah lari dari daftar nasabahmu, kelak akan mencari dirimu lagi.
Atau atasanmu yang selama ini seperti selalu berpikir negatif, maka dia akan berubah sumringah seperti membuka lembaran baru.
Yang pasti, hubunganmu makin mesra dengan pasanganmu atau pertemananmu atau relasimu.

Ini sih, kata teman-teman yang konseling ke mahakosmos.  Efeknya mujarab banget.

Kehidupan yang penuh kebaikan akan selalu mengisi lembar-lembar harimu juga rejeki tak tersangka tak terduga,  bila dirimu selalu berpikir dan bersangka sisi baik dari siapapaun orang yang ditemui.

Pasti bisa.

Salam pencerahan,
mas kris

"bukan trainer, bukan terapis, bukan pencerah dan tidak pernah punya sertifikasi"
Hanya diajari oleh  kehidupan dan sang hidup
So, jangan layak dipercaya....!!!


https://www.facebook.com/groups/110840218022/doc/10150609408273023/

Senin, 23 April 2012

"Tuhan mempertemukan kita dengan orang yang salah sebelum memperkenalkan kita kepada orang yang tepat."

Sahabat saya yang baik hatinya,

Bergembiralah, karena:

"Tuhan mempertemukan kita dengan orang yang salah sebelum memperkenalkan kita kepada orang yang tepat."

ADALAH TANDA BAHWA KITA TUMBUH.

Saat kita dulu belum sepenuhnya baik, belum siap, belum pantas bagi kebaikan yang lebih besar - kita ditemukan dengan orang yang 'pantas' bagi kita dulu, yang kita sebut orang yang 'salah'.

Tapi sekarang kita lain; kita telah tumbuh, mendewasa, dan sudah pantas bagi yang lebih baik.

Memang merasa kecewa adalah sangat manusiawi dan wajar.

Yang tidak boleh adalah membawa kekecewaan masa lalu ke hari ini, yang merusak kesempatan kita untuk mencapai yang lebih baik di masa depan.

Kita tumbuh, itu sebabnya kesalahan yang kita sesali itu ada di masa lalu.

Marilah kita tumbuh, dengan sebaik-baiknya niat dan dalam sebaik-baiknya upaya.

Semoga Tuhan menjadikan Anda pribadi yang gagah dalam kedamaian yang mampu, yang lembut pekertinya karena kekuatan pribadi dan kemanfaatan yang besar bagi sesama.

Aamiin

Mario Teguh - Loving you all as always


KEBENCIAN KITA adalah KESUKSESAN BAGI ORANG LAIN..... SO BACA DULU GAN ^__^

Dulu saya pernah menulis status bahwa "KEBENCIAN karena rasa iri / dengki JUSTRU AKAN MEMBUAT ORANG YANG DI BENCI SEMAKIN SUKSES ... Karena kebencian itu akan memberikan energi kepada orang yang dibenci" ... Ini adalah fenomena yang saya amati dari kehidupan selama bertahun-tahun ... Dan juga pengalaman pribadi tentunya ...

Nah kebetulan ada salah satu rekan Fb dari sekian banyak inbox yang berkenan kisahnya dibagi di sini agar maksud status saya itu menjadi semakin jelas ... Mari kita simak ceritanya ...
_______________________

sehat mas?stlh membaca be2rapa status mas arif,akhirnya terjawab lah penasaranku slama ini.

..be2rapa tahun blakangan ini kehidupan sy sgt terpuruk,saya menyimpan kebencian yg sangat mendalam pada seorang cewe yg dulu adl staf sy,trs skg menggantikan sy di posisi lama sy.

..sy udah brusaha utk melupakan tp mmg sulit krn kami msh dlm satu prusahaan walopun beda cabang n beda kota.kehidupan n karir dia smakin menjulang,kekayaanny makin bertambah..hal tsb menambah kebencian sy dan iri hati sy...

..dan anehnya..kehidupan yg skg dia jalani,itu hampir sama persis dgn apa yg dulu2 sy khayalkan..yaitu py jabatan,karir n kekayaan yg berlimpah.....jadi LoA yg slama ini sy lakukan justru dia yg mengalaminya..tambah njengkeli kan mas??
..berbanding terbalik dgn kehidupan sy..utang bertambah,kerja tdk ada prestasi,kehidupan rmh tangga tdk harmonis,rejeki seret..pokoke makin terpuruklah saya..

..membaca status mas ttg kebencian kita justru akan menambah sukses org yg kita benci,menjadi jawaban atas pertanyaan dlm batin sy slama ini..makasih mas,banyak skali satus n note yg mas tulis di FB..menjadi pencerahan bwt saya..skali lagi makasih..
_________________________

*morning.hakikat by Arif RH