SMILE...^_^

Senin, 23 April 2012

"bad attitudes is the only real disability in life"


(sikap yang buruk adalah satu-satunya cacat yang nyata dalam hidup)
IMPERFECT (tidak sempurna) => I'M PERFECT (saya sempurna)
IMPATIENT (tidak sabar) => I'M PATIENT (saya sabar)
IMPOSSIBLE (tidak mungkin) => I'M POSSIBLE (saya mungkin bisa)

"bad attitudes is the only real disability in life"

(sikap yang buruk adalah satu-satunya cacat yang nyata dalam hidup)


google

Rabu, 18 April 2012

Anak 6 Tahun Jualan Limun Demi Selamatkan Ayahnya

Suatu kali Drew Cox, 6 tahun, menggelar meja di depan halaman rumahnya yang berumput dan tak berpagar di Gladewater, Texas, Amerika Serikat. Di situlah ia berjualan limun dalam gelas di atas meja dengan selembar karton bertulisan "Please Help My Dad". Ia menjual limun 25 cent segelasnya.
Semula tetangganya tak begitu memperhatikannya. Namun setelah ada tetangganya yang menghampirinya dan membaca karton itu, si tetangga kontan tersentuh hatinya. Drew, anak pasangan Randy Cox dan Tonya Cooley Cox, berjualan limun dan makanan kecil untuk mengumpulkan uang yang akan diberikan pada orangtuanya untuk menebus obat-obatan bagi sang ayah, Randy Cox, 30 tahun.
Randy memang didiagnosa terkena penyakit seminoma, sejenis kanker yang langka. Untuk penyembuhannya ia harus menjalani terapi dengan biaya yang lumayan besar. Randy harus menjalani empat siklus terapi. Seminggu pertama ia harus datang ke tempat pengobatannya dan menjalani terapi selama enam jam setiap hari selama seminggu. Setelah itu berhenti selama dua minggu. Kemudian terapi lagi seminggu dan berhenti dua minggu. Dan seterusnya.
"Saya sedih. Saya ingin ayah bisa kembali sehat," kata Drew memberi alasan kenapa berjualan limun seperti dikutip KLTV, Texas. "Saya melakukan ini (berjualan) karena ingin menolongnya dengan mengumpulkan uang untuk menebus obat," katanya lagi.
Randy mengaku sedih melihat apa yang dilakukan anak pertama dari tiga anaknya itu. "Itu ungkapan kasih sayangnya pada saya," katanya.
drew
Lalu kabar pun tersebar. Para tetangganya datang ke halaman rumah Randy untuk membeli limun Drew. Bahkan orang-orang di kawasan yang berada di luar kompleks rumahnya pun berdatangan. Dalam sehari itu jalanan di depan rumah Randy penuh oleh mobil-mobil yang diparkir. Sejumlah orang, baik anak-anak maupun orang dewasa ramai-ramai membantu Drew untuk melayani pembeli lain. Dan tentu saja mereka membayar tak seharga seperti yang ditawarkan Drew, 25 cent segelas. Hari itu Drew bisa mengumpulkan pendapatan sampai US$10.000.
Tak hanya itu, orangtua teman sekolah Drew ada juga yang menggagas penggalangan dana lewat Facebook. Dan dalam waktu yang tak terlalu lama sudah terkumpul US$3.500. "Kita tahu bahwa cinta bisa datang dari seorang anak kecil. Sangat mengagumkan," kata seorang penyumbang. (foto: KLRV.com)

http://m.andriewongso.com/artikel/aw_corner/5172/Anak_6_Tahun_Jualan_Limun_Demi_Selamatkan_Ayahnya/#.T47YBCblj9E.facebook

Selasa, 03 April 2012

SIAPAKAH BODYGUARD PEREMPUAN ITU ?


Kisah ini boleh dibaca oleh siapa saja, tanpa kecuali
terutama bagi wanita yang sering pergi sendirian.

Seorang Muslimah yang tinggal di Inggreris, suatu malam keluar rumah menuju seorang sahabat wanitanya, Azimah, untuk belajar Al-Qur’an dan berdiskusi soal agama. Sesuatu yang memang sering ia lakukan , tapi malam itu, karena  asyiiknya berdiskusi, mereka lupa waktu, hingga akhirnya mereka disadarkan oleh dentangan jam dinding yang menunjukkan bahwa waktu telah lewat tengah malam.

Sat itu, muslimah tersebut baru tersadar kalau ia sudah terlambat pulang, padahal rumahnya berjarak cukup jauh, sahabatnya member saran untuk naik kereta api saja, agar perjalanan lebih cepat. Di jam-jam tengah malam, khususnya di tempat-tempat seperti  stasiun, bukanlah tempat & waktu yang menyenangkan utk dilalui, dengan segala daya ia berusaha menenangkan diri, Ia berucap pada dirinya sendiri “Tenanglah, tidak ada apa-apa”.

Dia memeilih kereta karena ingin segera tiba dirumah, namun ketika berada di stasiun bawah tanah, ia teringat bahwa peristiwa pembunuhan yang diberitakan beberapa waktu yang lalu terjadi di stasiun itu.
Beberapa saat kemudian dia masuk di rung tunggu stasiun, disana dia tidak menemukan siapapun, kecuali seorang lelaki yang berperawakan tegap dan bertampang cukup menyeramkan. Rasa takut menyergapnya karena hanya mereka berdua. Saat itulah, setelah berusaha mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya, ia menghadirkan hafalan Al-Qur’an untuk dilafadzkannya. Sembari  terus membaca, ia bolak balik berjalan dibelakang lelaki itu, hingga kemudian ia menaiki kereta dan sampai dirumahnya dengan selamat.

Hari berikutnya, sebuah berita pembunuhan mengejutkannya. Di sebuah Koran, ia membaca satu berita pembunuhan terhadap seorang wanita di stasiun yang sama, lima belas menit setelah ia berlalu dari tempat itu, dan si pelakupun sudah tertangkap.
Dia berangkat ke kantor polisi dan dia menceritakan bahwa ia berada di lokasi tersebut lima belas menit sebelum kejadian. Karena penasaran, dia meminta kepada polisi untuk diperlihatkan si pelaku  yang tertangkap. Dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui, bahw lelaki itulah yang ada bersamanya di stasiun itu.
Dengan sedikit keberanian, ia mencoba bertanya kepada lelaki itu,
“Anda ingat pada saya?”,
“Apakah saya mengenalmmu ?” tu7kas lelaki itu.
“Saya prempuan yang bersama anda sebelum kejadian”, kata si muslimah mengingatkan.
“ Oh..iya, saya ingat” kata si pelaku.
Si Muslimah kembali bertanya, “Kenapa anda memilih membunuh prempuan itu, kenapa bukan saya ?”
Tanpa ia duga, lelaki itu menjawab, “Bagaimana saya akan membunuh anda, sementara dibelakang anda ada dua lelaki kekar ?”

Subhanallah. Si Muslimah itu ternyata dijaga oleh dua Malaikat yang dikirm Allah untuk menjaganya. Itu karena ia TERUS MEMBACA AL-QUR’AN DALAM KEDAAN IA MERASA TAK BERDAYA, dan tidak ada yang bisa dimintai pertolongan kecuali hanya kepada Allah dengan melafadzkan firman-firman-Nya.
Benarlah apa yang dinyatakan Allah dalam Al-Qur'an surat 13 Ar-Ra'du ayat 11 :"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah........."
Maka mendekatlah kita kepada Allah, karena sesungguhnya Allah itu dekat. Dia selalu menunggu kita mendekat pada-Nya. Jagalah diri kita walaupun dengan beberapa ayat dari Al-Qur’an. Allah SWT memerintahkan kita untuk membaca  Al-Qur’an karena manfaatnya begitu besar dalam kehidupan kita, dalam setiap keadaan kita.

Dalam Surat An-Naml : 91-92 Allah berfirman :
“Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.

Dan supaya aku membacakan Al Qur'an (kepada manusia). Maka barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barang siapa yang sesat maka katakanlah: "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan". 

Seperti itulah yang dituturkan oleh salah satu majalah ibukota.

Rasulullah bersabda : “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi safaat bagi orang yang membacanya” (HR. Muslim)

Sepertinya  bagi hamba-hamba-Nya yang taat dan rajin melafazdkan Al-Qur’an disetiap kesempatan, ternyata  tidak hanya kelak di akhirat Allah selamatkan dia dari ancaman azab yang mengerikan, tapi bagi yang yakin,  Allah buktikan  juga keselamatan  itu  ketika didunia ini, sebagaimana yang dialami Muslimah dalam kisah diatas.

Tidak cukupkah bukti ini bagi kita untuk lebih meningkatkan kwalitas bacaan Al-Qur’an kita..?
Sudahkah kita menjadwalkan bacaan Al-qur’an kita, meski hanya sesaat ?
Sudahkah kita punya target hafalan Al-Qur’an, meski hanya untuk beberapa ayat saja ?
Dan sekarang, saat ini, hari ini sudahkah kita membaca Al-Qur’an dicelah-celah kesibukan kita..?

Yuuk....mari kita mulai sekarang juga.

Ingatkanlah diri kita, untuk selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat yang akan menemani kita kemanapun kita pergi, niscaya dia akan menjadi penyelamat kita dalam setiap keadaan.

*Bagi siapa saja yang berniat ingin share, saya persilahkan, semoga bermanfaat

Sabtu, 24 Maret 2012

love & life ^_^

‎#1. Pria adalah Pemimpin bagi wanita, suami adalah pemimpin bagi istri. Pria kuat fisiknya dan logikanya, wanita kuat perasaannya
‎#2. Secara hukum vibrasi energi maka perasaan memiliki vibrasi lebih kuat dibandingkan dengan fisik dan logika

‎#3. Jika pria memimpin wanita hanya menggunakan fisik dan logika maka akan gagal, sebab vibrasinya kalah dari wanita
‎#4. Maka untuk memimpin wanita maka pria harus memiliki "meta-perasaan" atau "perasaan di atas perasaan" yang disebut keimanan
‎#5. Salah satu ciri hari akhir-kerusakan zaman adalah : suami takut kepada istri. Suami yang penakut karena tak punya iman.
#6. Suami takut istri bermakna : suami gak bisa memimpin istrinya dan sang istri enggan dipimpin oleh suaminya
‎#7. Itu sebabnya, jika istri sedang kesal sama suami dan suami gagal menanganinya, maka biasa "pekerjaan suami di kantor" jadi kacau
‎#8. Mari jadilah suami yang tidak penakut. Jadilah suami yg tegas dan adil. Jadilah suami yg tunduk pd Allah dan tidak tunduk pada istri.




#1. Seseorang bisa lebih mudah berdamai dgn dirinya jika ia bisa bedakan mana : keinginan, keperluan, dan kebutuhan
‎#2. Keinginan sifatnya kurang penting-kurang mendesak, bawaan hawa nafsu pribadi
‎#3. Kebutuhan sifatnya penting dan mendesak, bawaan kehendak Tuhan


Sebetulnya, do'a itu dilakukan agar kita tak lagi fokus kepada APA yang kita pinta, tapi kembali tenang dan fokus kepada SIAPA kita meminta.



1. Semakin tak materi suatu zat maka semakin cerdas dalam merespon tingkah laku kita
2. Semakin padat materi maka semakin pasif dalam merespon tingkah kita terhadapnya
‎3. Itu sebabnya, berurusan dengan zat padat itu melelahkan, karena kita terus yang harus aktif
‎4. Dan berurusan dengan Zat yang tidak padat maka kita bisa menggunakan kekuatan vibrasi jiwa kita, yang penting yakin
‎5. Dan Allah bukanlah materi atau tidak materi, tapi DIA Maha Meliputi itu semua. 


#1. Mengeluh itu seperti buang angin, yakni melepaskan "rasa" dari kotoran yang ada di dalam diri
#2. Buang angin itu sebuah "sinyal" bahwa di perut kita banyak kotorannya
‎#3. Mengeluh itu sebuah "sinyal" bahwa di jiwa kita banyak kotoran hatinya
#4. Buang angin menganggu indra penciuman orang-orang di sekitar kita yang lalu mengusik perasaan mereka
‎#5. Mengeluh menganggu indra pendengaran orang-orang di sekitar kita yang lalu mengusik perasaan mereka
#6. Sebagaimana buang angin, maka mengeluh pun menghasilkan perasaan "plong" bagi si pelaku, tapi "sesak" bagi si penerima
#7. Tapi, itu hanya "plong" yang sementara, sebagai sinyal bahwa "kotoran yang asli" harus segera dikeluarkan
#8. Kalau Anda menahannya, enggan mengeluarkannya, maka akan terjadi penzaliman diri sendiri yang menyebabkan Anda sakit
#9. Tuntaskan Buang Angin Anda dengan proses BAB, dan tuntaskan keluhan Anda dengan proses Memaafkan dan Sedekah
‎#10. Buang Angin dan BAB terbaik adalah di saat sedang MULES dan hanya Anda dan Tuhan yang tahu ...
‎#11. Menegluh, Memaafkan, dan Sedekah terbaik adalah di saat Anda sedang DIZALIMI dan di tempat yang hanya Anda dan Tuhan yang tahu




#1. Kalau kita ingin diterima amal ibadah kita oleh-Nya, maka kita harus terus berusaha menerima semua keputusan-Nya
‎#2. Terima keputusan-Nya: terima Perintah-Nya, terima Larangan-Nya, terima Jodoh Anda, terima Kehidupan Anda, terima berbagai masalah Anda
‎#3. Terima berbagai kecewaan yang Anda rasakan, terima bahwa orang lain tak pandai mencintai dan menghargai Anda
#4. Terima saja dulu, lalu KOSONGkan diri Anda dari berbagai analisa sang pikiran, ambillah JEDA, bernafaslah dgn teratur, berdzikirlah
‎#5. Jika Anda menerima hidup Anda, maka Anda akan diterima oleh kehidupan, diterima oleh-Nya. Insya Allah




#1. Selama Anda masih memiliki harapan, maka Anda layak untuk terus berkembang
‎#2. Tapi "harapan" bukan untuk di"miliki", melainkan untuk di"kembalikan" kepada -Nya
‎#3. Dan yang penting, bukan sekedar APA harapan Anda, tapi kepada SIAPA Anda berharap...




Awal dari kehidupan ini adalah SEDERHANA ... tiada topeng ... bahkan pakaian pun hanyalah dedaunan dari semesta....

Tapi kini "topeng" telah merajalela ...
Bahkan kita "topeng" kan hati kita sendiri ...

Ketika kita mengalami kegagalan, maka kita topengi kegagalan dengan istilah "kesuksesan yang tertunda"

Padahal kegagalan itu menjadi indah karena kita menerimanya, apa adanya, tanpa penolakan 
dan melakukan pura-pura bahagia atas kegagalan kita ...

Tak perlu kita pura-pura bahagia ...
Tak perlu kita pura-pura sedih...

Kita terima saja kehidupan kita ini apa adanya, maka kehidupan akan menerima Anda dengan tangan terbuka ....

Buka topeng kita, tampillah apa adanya, bersama-Nya 










Hidup ini perjalanan >> Senang, Tegang, Tenang ...

Makan : Senang
Kenyang : Senang
Cukup Kenyang : Tenang
Sangat Kenyang : Tegang
Mules : Sangat Tegang
Proses BAB : Senang
Setelah BAB : Tenang
Laper : Tegang
Laper Banget : Sangat Tegang





Sederhanakan hidupmu,
Sebab dalam sudut pandangku..
Allah itu Maha Sederhana ...
DIA itu apa adanya ....
Sangat Sederhana ....

Hanya saja kita hobi memperumit diri kita
Sehingga Tuhan pun kita jadikan rumit,
Padahal dia begitu INDAH
Dan INDAH itu apa adanya
Sederhana ...

Lalu kita pun membuat jalan yang rumit untuk menuju-NYA
Kita buat aturan sendiri atas nama Nabi-Nya ....
Padahal Nabi 
Muhammad s.a.w adalah pribadi yang sederhana..
Ndak suka bikin repot umatnya..

Sudahlah para saudaraku sekalian..
Tak usahlah lagi diperumit agama yang sederhana ini...

Tuhan kita sederhana
Nabi kita sederhana
Agama kita sederhana
Kitab suci kita pun sederhana
dari dulu sampai sekarang, ya ayatnya cuman itu-itu saja..
gak pernah ditambah, diganti, atau direvisi..
Sederhana toh?

Dan jika sekarang hidup kita rumit,
pasti karena kita sudah LARI dari yang sederhana..
Mari KEMBALI ke dalam Kesederhanaan ..

Salam Sederhana 








by: Zain Fuad Abdullah





Minggu, 29 Januari 2012

Kunjungan Habibie ke Garuda (Menangis gan Baca Ini!)


Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja keras dengan hati untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Sekedar share. Oh ya artikel ini saya dapat dari milis tangandiatas, yang kemudian saya pos ke website untuk berbagi dan mengisnpirasi kita semua. 
Source : http://brosurkilat.com


Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-

escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan..................

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu..............saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan.................“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur.........Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,............anda semua lihat sendiri..............N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu................di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia.............

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa................

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua.....................?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas.......................

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama.................

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu.........bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir.............kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***
Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....................

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik.............organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik..................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ...........................

“Dik, ..........saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ...........ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........................”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam.............................seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan........................

“Dik, kalian tau.................2 minggu setelah ditinggalkan ibu............suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu......... Ainun......... Ainun ................. Ainun ..............saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini..............’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus...............3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga............................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ...................... ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun..............dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.............

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat............. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata..............................

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui.....................

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu............semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif...................”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo


Sumber : kaskus