SMILE...^_^

Senin, 05 Desember 2011

Cacat Fisik dan Cacat Jiwa

Oleh Achmad Siddik Thoha
Seorang wanita memencet bel sebuah rumah besar.  Tak lama kemudian, mucullah dari pintu samping rumah sesosok wanita pembantu rumah tangga yang kemudian memberikan uang sekedarnya. Wanita paruh baya itu yang ternyata seorang pengemis. Dia menerima uang sedekah itu dengan riang.

Baru berselang beberapa menit, bel rumah besar itu berbunyi lagi. Ini sudah bel yang ketujuh dan pemencetnya adalah pengemis. Kali ini seorang pemuda berbadan tegap dengan pakaian lusuh berdiri memelas di depan gerbang.

” Mau apa kamu, Pak? Badanmu gede begitu, masa mengemis. Nih, aku punya kerjaan. Mau kamu kerja?” Wanita pembantu rumah tangga rumah itu bersuara keras.

Aneh, pemuda berbadan tegap itu langsung melesat pergi.  Dia tidak mau merespon tawaran kerja. Dia hanya ingin menerima uang sedekah dan dia tidak mau bersusah payah mendapatkannya.

Di tempat lain, seorang pemuda menderita penyakit Muscular Dystrophy Progressive tipe Backer. Ada kelainan di otak kecilnya yang menyebabkan perkembangan syaraf motoriknya terganggu, sehingga pertumbuhannya terhambat dan mengalami kelainan.. Penyakit itu diderita pemuda ini sejak kecil. Hari-harinya harus dilalui dengan kursi roda yang didorong oleh Ibundanya.

Pemuda ”cacat” berusia 22 tahun ini saat ini menjadi ”leader” dalam marketing online di Indonesia.  Pemuda ini mampu menghasilkan uang USD 5.600 per bulan dari bisnis online-nya. Dengan kursi roda, pemuda ini sering menjadi trainer dan narasumber di berbagai training dan workshop marketing online. Dia tak minta disantuni, malah menyantuni.  Dia bekerja produktif dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Pemuda ”cacat” fisik yang suskes itu bernama Habibie Afsyah. Di usia mudanya, Habibie sudah mendirikan “Yayasan Habibie Afsyah” untuk mengangkat kehidupan para penyandang cacat seperti dirinya. Kabarnya Modal Yayasan didapat dengan menyisihkan sebagian penghasilannya dari internet marketing (bisnis online).



Dalam buku yang ditulisnya sendiri berjudul ”Kelemahanku adalah Kekuatanku ” dia menuliskan sebuah pesan di paragraf akhir bukunya.

“Akhirnya, melalui buku ini,aku ingin mengajak Anda semua untuk mensyukuri apa pun yg telah dianugrahkan oleh Tuhan, termasuk diri kita sendiri. Diri kita adalah anugrah yang sangat berharga. Bagaimanapun kondisi kita, kita selalu punya pilihan untuk melejitkan potensi diri kita atau menidurkannya. kelemahan diri, termasuk keterbatasan fisik, tidak harus selalu berujung pada pelumpuhan diri. Pergulatan sudah pasti ada, tetapi kelemahan bisa diolah menjadi kekuatan”.

“Kalau Saya yang punya keterbatasan seperti ini saja bisa, Anda pasti bisa! Kemandirian dan kesuksesan adalah kodrat Anda”. 

Sahabat, begitu banyak karunia-Nya pada kita berupa bentuk penciptaan terbaik di antara makhluk lain. Tuhan menciptakan perut tentu saja DIA menyertakan makanan untuk mengisinya.  Makanan itu sudah tersedia melimpah di alam, namun tidak datang dengan sendiri. Begitu pula, Tuhan menciptakan cacing untuk makanan burung-burung. Cacing itu tak pernah DIA lemparkan langsung ke sarang burung. Cacing itu tersimpan dan hidup di dalam tanah dan burung-burung harus berjuang keras meraihnya. Burung-burung bekerja sangat bersemangat. Mereka tak ingin disantuni bahkan oleh sesamanya. Mereka bekerja sangat serius sebagai bukti ketundukan pada-Nya

Sahabat,banyak diantara kita masih dikaruniai fisik yang normal dan bahkan sebagiannya sangat cantik dan tampan. Kecantikan dan ketampanan fisik seringkali menjadi ”fitnah” yang membuat kita terlena untuk tidak ”menjemput” karunia-Nya dengan bersemangat. Dengan kesempurnaan fisik beberapa orang merasa nyaman menjadi ”pengemis” dan menjadikan potensi dirinya ”lumpuh” dan akhirnya mengalami”cacat” jiwa.

Sementara, tidak sedikit orang yang diberi ”kasih sayang” oleh-Nya berupa keterbatasan fisik, mampu menjadi inspirasi bagi banyak orang.  Kelumpuhan fisiknya mampu melejitkan potensi dirinya yang lain, yakni akal pikiran dan jiwanya. Tak mengherankan, bila orang yang cacat fisik mampu bekerja lebih produktif dan bisa ”menyantuni” orang yang normal dengan kelebihannya.

https://www.facebook.com/groups/pohoninspirasi/doc/10150358064259113/

*sadar.diri.com

Arif Rh bilang .....
 Seringkali kita resah karena tidak cocok atau merasa disakiti atau didzalimi oleh orang lain ... Namun coba kita renungkan pertanyaan ini ... Apakah kita sanggup menjalani hidup jika di bumi ini hanya ada kita seorang diri dan tidak ada satu pun orang lain? ... *sadar.diri.com
Semua orang yang kita sebut orang lain itu juga menyebut dirinya sebagai AKU ... Sebagaimana kita menyebut diri kita, AKU ... Jadi hakikatnya ya semuanya AKU ... Hakikatnya ya SATU ... Oneness ... :D
 

Kenapa Sedekah/berbagi/berbuat kebajikan bisa menjadi magnet rejeki bahkan menolak bencana dan menyembuhkan penyakit?

Nilai-nilai agama sudah menuliskan tentang hal ini, keajaiban sedekah-berbagi hingga amal sholeh/kebajikan yang bisa melapangkan rejeki, mendatangkan rejeki tiada tersangka tiada terduga, menjadikan hajat nyata terkabul, hingga penyakit sembuh dengan sendirinya - keluar dari badan kembali ke alam asalnya dengan penuh kebaikan.

Ada seorang member (mendalami master) terkena penyakit puluhan tahun. lalu belajar bebersih ruang otak-dada hingga nyawa badan maka keluarlah jutaan kejelekan dalam dirinya yang menjadi penyebab penyakit tersebut.  Semua adalah mahluk ciptaan Allah....
Ketahuilah sebagaimana hukum Tarik Menarik (LOA), penyakit itu pun datang karena perbuatan sendiri, installing di ruang programming hati baik disadari maupun tidak disadari.   Program itulah yang menarik semua elemen penyakit mendatangi programmingnya.
Kalau penyakit biasa, ya kasih obat juga sembuh.  Namun kalau penyakit menahun bahkan puluhan tahun,  bisa jadi itulah akibat pikiran, perasaan dan perbuatannya sendiri yang "berbalas sama".  Bahasa agama temen saya namanya "karma".

Kalau mahluk penyakit 'balasan/karma" ini sudah datang, maka dia yang jumlahnya bisa banyak tentu harus dipulangkan kembali ke alam asalnya.   Manusia saja pasti minta ongkos dan tiket buat pulang.... ya sama saja
Darimana ongkos dan tiket itu.....ya dari amal sedekah dan amal sholeh/kebajikan yang telah kita lakukan selama ini. 

Temen yang sakit puluhan tahun ini rajin bebersih semua pola pikir, pola perasaan dan perbuatan, hingga penyakit "balasan/lkarma".   Kadang sembuh, sehat,  tiba-tiba berapa minggu lagi ya balik lagi....
Hingga suatu saat saya sarankan untuk berbuat kebajikan ya bisa menolong orang.  Inget cerita seseorang yang bersisik ular khan?  Jadi setiap berbuat kebajikan amal sholeh, satu sisik ularnya lepas.......cerita itu adalah cerita hikmah, kiasan, bahwa programming jelek kita yang menjadikan penyakit, sulit rejeki, sulit jodoh, selalu gagal, selalu kena musibah, dan seabrek-abrek lainnya itu bisa terlepas satu persatu bila mau beramal sholeh, berbagi, sedekah kepada siapapun tanpa memandang agama. suku, ras, jenis kelamin......  Semua nabi pembawa agama, sudah mengajarkan ini semua.

Ketika dia mulai menolong orang,  lha....itu penyakitnya kempes, sembuh dan mulai membaik.  

Agama mengajarkan agar selalu berbuat kebajikan setiap saat setiap hari, baik kepada Allah atau siapapun Dia Dzat Hidup dengan beribadah spiritual kepadaNya.   Dan berbuat kebajikan kepada sesama tanpa pandang bulu....bisa dengan harta, mendoakan orang lain setiap malam (seperti amalannya Siti Khadijah, ra yang luarbiasa), menolong siapapun, sedekah senyum, silaturahim, membersihkan jalanan agar laju jalan orang menjadi lapang, dan lain-lain banyak caranya.

Karena manusia memiliki karakter dasar pamrih, atau minta balasan, ya maka dijanjikanlah surga.  Kalau mau berbuat kebajikan amal sholeh, nanti hadiahnya surga.   Maka berlomba-lombalah orang untuk mencapai surga.   Namun sesungguhnya yang paling dekat adalah surga duniawi, dan sedang kita jalani sekarang ini.
Berbuat kebajikan, sedekah, berbagi akan menjauhkan dari neraka kehidupan seperti sulit rejeki, selalu bermusuhkan, pertengkaran, musibah, bala, bencana, bisnis sulit, karir sulit naik, hingga penyakit berkepanjangan.  Sebaliknya  akan mendapatkan kehidupan penuh surga selalu baik, mudah, lancar, banyak sahabat, dan jauh dari emosi yang menjadikan hidup semrawut.

Pola berbagi, senang berbuat kebajikan, sedekah bila tertanam dalam ruang-ruang hati yang merupakan ruang quantum jagat cilik (kecil) yang sama dengan ruang quantum jagat besar (samudera DzatNya), maka akan menarik semua elemen yang sama.  Semesta alam akan membaginya, memberi kebaikan dan menyedekahinya / mencukupi semua keperluannya.

Berbuat kebajikan, amal sholeh, berbagi ibarat tabungan semesta.   Semakin banyak menabung, maka semakin besarlah tabungannya.  Dan kapan saja bisa diambil, bila membutuhkan bisa dicairkan.  Halah, kayak promosi bank saja.

Tabungan semesta itulah ibarat tiket, ongkos pulang buat semua mahluk ciptaan Allah yang namanya penyakit, penyakit karma/balasan, mahluk sulit, menderita, gagal, penderitaan dan lain-lain.
Istighfar atau minta ampun alias intropeksi dengan bebersih otak-pikiran serta badan dari pola-pola negatif, akan menjadikan semua kejelekan itu keluar dari tubuh.
Namun agar mereka tidak balik lagi, maka pulangkan mereka, kasih tiket dan ongkos pulang.
Yaitu dengan memintalah kepada Dzat Hidup yang menghidupi apapun, Allah SWT, minta ridho / perkenanNya bila tabungan amal kebajikan/sholeh dan sedekahnya menjadikan rahmatNya memindahkan kejelekan yang sudah keluar dari badan itu, kembali ke alam asalnya dengan penuh kebaikan.   Lalu tutup dengan ayat suci, misalnya di agama saya, Al-Fatihah.

Sudah banyak kisah tentang permasalahan yang mereda dan berganti menjadi surga kehidupan.
Sudah banyak kisah, sang ibu beramal ibadah, sedekah dan kebajikan agar anak-anaknya sukses semua, dan nyatanya sukses.
Sudah banyak kisah, sang pengusaha beramal ibadah, menyedekahi siapapun agar bisa menghidupi karyawannya, nyatanya usahanya selalu hidup dan sukses.
Sudah banyak kisah,  penyakit berkepanjangan ditebus dengan memberi makan orang-orang (kafarat) hingga qurban kambing/sapi, nyatanya penyakitnya pulang kembali ke asalnya.

Sahabat, jangan takut menjadi orang baik yang selalu positif berbuat kebajikan kepada sesama dan berbagi.

Salam Ikhlas.
MAHAKOSMOS


https://www.facebook.com/groups/110840218022/doc/10150460822363023/

Zain Ikhlas.... bilang





Apa-apa yang ada diluar sama persis dengan apa yang di dalam. Pagi ini begitu melimpah... kesehatan, kekayaan, rejeki, peluang, keberuntungan... adalah bagian dari sifat alamiah manusia. Bersihkan rumahmu "otak" maka kau temukan begitu semua di dapat dengan sangat mudah.





Energi Syukur - Ikhlas, mampu memberikan sensasi keberlimpahan sepanjang waktu. Berpandai-pandailah dua hal ini....

  
EndLess Motion with Forgiveness. Increase Abundance with Syukur. Increase Your Luck with Ikhlas...