SMILE...^_^

Kamis, 04 Agustus 2011

Perjelas Doa Anda



Saya yakin dengan kekuatan doa. Baik doa itu dikabulkan atau tidak, bagi saya semua pasti ada pengaruhnya dalam hidup saya. Dia, Yang Maha Pencipta, juga semakin senang bila kita lebih sering meminta kepada-Nya.
Saya sangat banyak meminta kepada-Nya. Sebagian besar yang saya minta dikabulkan oleh-Nya. Sejak SMP-SMA selama enam tahun saya berdoa agar diterima kuliah di IPB, Alhamdulillah, dikabulkan. Ketika pergi ke Tanah Suci saya berdoa agar buku-buku saya best seller, itupun terkabul. Bahkan buku saya bukan hanya laris di Indonesia tapi juga dicetak di Malaysia.
Saya pernah mendapat pelajaran dari Prof. Didin Hafidhuddin tentang penggunaan kalimat yang tepat dalam berdoa. Sebelumnya saya selalu berdoa, “Ya Allah, cukupkanlah rizki yang halal dan berkah bagi kami, keluarga kami dan orang-orang yang mencintai-Mu.” Kata Prof. Didin, “Bila kamu berdoa dengan kalimat seperti itu, rizkimu hanya dicukupkan dan tidak dilebihkan. Berdoalah dengan kalimat luaskanlah atau lapangkanlah rizkiku.” Sejak saat itu saya mengubah kalimat dalam doa sesuai anjuran Prof. Didin. Hasilnya? Luar biasa, doa itu bekerja dalam kehidupan saya.
Berkaitan dengan doa, saya juga teringat dengan teman saya seorang perempuan. Usianya menjelang 30 tahun belum menikah. Maka atas anjuran banyak orang ia pergi ke Tanah Suci. Disana ia berdoa dan meminta kepada-Nya agar diberi suami yang tepat bagi dirinya. Bukan hanya itu, iapun menyebut ciri-ciri suami yang diminta. Tak lebih dari satu tahun setelah ia pulang dari Tanah Suci, ia pun menikah.
Sekarang ia sudah dikaruniai anak. Sayapun bersahabat baik dengan suaminya. Ketika suatu saat kami bertemu dan berdiskusi tentang kekuatan doa. Ia bercerita tentang dikabulkannya doa meminta suami ketika ia di Tanah Suci. Saya bertanya, “Apakah ciri-ciri suami yang kamu minta dikabulkan oleh-Nya?” Dia langsung menjawab, “Semua dikabulkan, mas. Hanya waktu itu saya lupa meminta satu hal.” “Apa itu?” tanya saya. Segera ia menjawab, “Saya lupa minta suami yang ganteng…”
Salam SuksesMulia!

Hiduplah pada masa SEKARANG



Hiduplah pada masa SEKARANG..Ciri2 kita masih hidup di masa lalu adalah ketika :
1. Kita enggan memaafkan
2. Bangga dengan prestasi masa lalu
3. Jatuh Cinta yang tak bisa dilupakan





lorong pertokoan di pagi hari
Amman-Jordan


Doa untuk Ibu Bapak / Orang Tua


Sesungguhnya jasa orang tua kita tidak terhitung banyaknya. Ibu kita mengandung selama 9 bulan kemudian melahirkan kita dengan resiko nyawa melayang. Ketika kita masih bayi tak berdaya, mereka beri kita minum dan makanan. Ketika kita buang air, tanpa jijik mereka membersihkan kita dengan penuh cinta. Kita diberi pakaian dan juga pendidikan.
Mereka sabar menghadapi kemarahan kita, rengekan, kenakalan, bahkan mungkin ketika kita masih kecil/balita pernah memukul mereka. Mereka tetap mencintai kita. Jadi jika kita merasa kesal dengan mereka, apalagi jika mereka begitu tua sehingga kelakuannya kembali seperti anak-anak, ingatlah kesabaran mereka dulu ketika menghadapi kita. Bagi yang sudah memiliki anak tentu paham tentang kerewelan anak-anak yang butuh kesabaran yang sangat dari orang tua.
Adakah kita mampu membalasnya? Bahkan seandainya orang tua kita tak berdaya sehingga untuk buang air kita yang membersihkannya, itu tidak akan sama. Orang tua membersihkan kita dengan penuh cinta dan harapan agar kita selamat dan panjang umur. Sementara si anak ketika melakukan hal yang sama mungkin akan merengut dan bertanya kapan “ujian” itu akan berakhir.
Begitulah. Seperti kata pepatah, “Kasih anak sepanjang badan, kasih ibu sepanjang jalan” Tidak bisa dibandingkan.
Oleh karena itu hendaknya kita berbakti pada orang tua kita. Minimal kita mendoakan mereka:
Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak yang mendoakannya. (HR. Muslim)
Jika kita tidak berdoa untuk orang tua kita, maka putuslah rezeki kita:
Apabila seorang meninggalkan do’a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)
Oleh karena itu sebagai anak yang berbakti hendaknya kita senantiasa berdoa untuk ibu bapak kita. Di antara doa-doa untuk orang tua yang tercantum dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:


doa4.jpg
Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]
doa1.jpg
Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:41]

doa5.jpg
Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]
doa6.jpg
Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”
Mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaat dari ilmu yang kita dapat dengan mengamalkannya setiap hari. Amiin.


smoga ema&apa bahagia dunia dan akhirat...amiin ya Rabb
nia sangat menyayangi kalian b2
kasih sayang kalian kpd nia tak kan terbalaskan
smoga ema&apa slalu dlm lindungan rahman rahimnya Allah
miss u # bighug

Inilah Bulan Aslinya Diri Kita



Senin, 1 Agustus 2011, kita mengawali puasa Ramadhan. Ini adalah bulan istimewa dimana pahala dilimpahruahkan, setan-setan dibelenggu. Baunya mulut orang yang berpuasa itu harum disisi Allah. Tidurnyapun bernilai ibadah. Bahkan, di bulan ini pula terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan.
Jika setan-setan dibelenggu di bulan ini, maka sungguh terlalu bila di bulan ini kita masih berbuat maksiat. Bukankah si penggoda tak menjalankan tugasnya?
Bulan ini adalah bulan aslinya diri kita, setan tidak berperan di bulan ini. Bila kita malas di bulan ini, berarti memang aslinya kita malas. Bila kita menjelek-jelekkan orang di bulan ini, itu pertanda aslinya kita memang raja/ratu gosip. Bila di bulan ini kita enggan bersedekah, itu juga pertanda bahwa aslinya kita orang yang kikir. Apalagi kalau di bulan ini kita menggoda atau mengajak orang bermaksiat, itu pertanda di bulan-bulan biasa kita adalah sekutunya setan.
Bagaimana agar Anda terarah dan tidak bingung menjalani bulan Ramadhan ini? Tetapkan target kebaikan yang akan Anda lakukan di bulan ini. Selain puasa dan sholat tarawih yang seharusnya memang kita lakukan di bulan ini, tambahkan aktivitas lain yang Anda ditargetkan. Saya, misalnya, menargetkan 3 hal di bulan ini: (1) khatam Al Qur’an dan paham maknanya, (2) dapat Lailatul Qadr, dan (3) menulis satu buku baru.
Target yang Anda buat sebaiknya spesifik. Jangan membuat target yang terlalu umum, seperti: “Ramadhan tahun ini saya harus lebih baik dibandingkan Ramadhan tahun lalu.” Target yang terlalu umum seperti itu tidak ada indikator gagal-berhasilnya dan kurang memiliki daya dorong. Ayo apa target spesifik Anda Ramadhan ini?
Target yang spesifik menjadikan dorongan untuk merealisasikannya semakin kuat sehingga kebaikan-kebaikan yang kita lakukan semakin terarah dan berlimpah. Bila kita terbiasa melakukan kebaikan di bulan ini, saya berharap di bulan-bulan lain kita mampu menaklukan setan. Mengapa? Karena memang aslinya kita adalah sibuk dengan kebaikan dan bermusuhan dengan setan.
Selamat melaksanakan ibadah puasa.
 Follow pak Jamil  di twitter: @jamilazzaini
Salam SuksesMulia!
http://www.jamilazzaini.com/inilah-bulan-aslinya-diri-kita/#comment-2036

Memaafkan itu Membahagiakan

BY JAMILAZZAINI 
“Memoles” atau  mengkader orang adalah salah satu aktivitas yang saya sukai. Saya pernah membawa seorang teman dari daerah untuk saya poles di Jakarta. Dia punya potensi tapi hidupnya kurang beruntung di daerah asalnya.
Setelah melalui berbagai proses akhirnya ia tumbuh menjadi seseorang. Kehidupannya terus membaik dan sayapun ikut senang melihatnya. Namun pada suatu kesempatan ia “menjatuhkan” atau menghina saya di hadapan banyak orang. Saya merasa sakit hati. Saya terluka. Saya membatin, “Orang ini tidak tahu balas budi.”
Sejak saat itu, saya tidak pernah mau menerima teleponnya. Setiap SMS dari orang ini  langsung saya hapus tanpa saya baca sedikitpun. Ketika ia ingin ke rumah saya, sayapun tidak mengizinkannya. Saya selalu menghindar berjumpa dengannya… Satu orang ini telah “menyiksa” hidup saya.
Ketika istri saya di rawat di ruang ICU Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta ia datang bersama keluarganya. Saya tak kuasa menolaknya, walau dalam hati timbul perasaan tak suka. Dalam hati saya berdoa, “Semoga mereka cepat pulang.” Tapi Sang Maha Kuasa berkendak lain, ia dan keluarganya justru menemani saya cukup lama, dari pukul 10.00 sampai 14.00.
Usai makan siang anak pertamanya menghampiri saya, “Pakde, boleh foto bareng sama pakde?” Saya bertanya, “Buat apa foto bareng sama pakde?” Dia menjawab, “Ada tugas dari sekolah, saya harus foto dengan teman terbaik ayah saya.”
“Lho kenapa pilih pakde?” tanya saya lagi. Anak lelaki itu terdiam sejenak. Kemudian ia menjelaskan, “Sebab kata ayah, teman terbaik ayah adalah pakde. Makanya, setiap habis sholat di rumah kami selalu bersama-sama mendoakan pakde. Tadi waktu sholat di mushola rumah sakit ini kami semua juga berdoa untuk pakde dan bude yang sedang sakit.”
Penjelasan  anak itu menyadarkan saya, betapa selama ini hati saya terlalu kotor. Hati saya sempit. Saya menjadi orang yang pendendam dan tak mau memaafkan kesalahan orang lain.
Setelah itu, kuhampiri sahabatku. Saya jabat tangannya dan kupeluk erat, “Maafkan saya, terlalu lama buruk sangka kepadamu.” Sambil terisak dia berkata, “Aku yang minta maaf, mas. Aku telah mengecewakan mas. Aku tak tahu terima kasih. Maafkan aku ya, mas…”
Usai itu, suasana yang tadinya hambar menjadi lebih hangat dan akrab. Sayapun berfoto dengan berbagai gaya dan pose yang membuat anak sahabatku tertawa tiada henti. Suasana itu benar-benar menghiburku, meredakan ketegangan menungu istri di ruang ICU. Saya pun semakin yakin bahwa saling memaafkan itu benar-benar membahagiakan hati…
Salam SuksesMulia!

Kekagumanku Pada Kesederhanaan



Saya pernah bertemu dengan orang yang menggunakan mobil mewah, tinggal di rumah elit dan selalu menggunakan busana bermerek. Ia mengajak saya makan di restoran mewah.
Tapi, tahukah Anda, ia tak mampu membayar hutang yang hanya Rp 40 juta. Ia mengajak makan di restoran pun karena hendak meminjam uang kepada saya.
Saya meminjaminya uang? Tidak. Dengan tegas saya katakan, “Jual mobilmu saja, gantilah dengan mobil yang lebih sederhana agar kamu bisa membayar hutangmu.”
“Hah! Menjual mobil, apa kata dunia?” jawabnya.
Rupanya ia memiliki banyak kekhawatiran bila hidupnya sederhana. Ia khawatir ditinggal mitra bisnisnya, tidak mendapat penghormatan dari orang lain dan sulit masuk pergaulan orang-orang elit. Menurut saya, orang yang seperti ini mempersulit hidupnya. Dalam jangka panjang justru dia akan kehilangan mitra bisnis dan penghormatan dari orang lain.
Sebenarnya hidup itu simpel. Sayang banyak yang membuatnya jadi rumit. Masalah yang solusinya sederhana dibuat ruwet agar telihat hebat. Semoga Anda tidak begitu. Karena, percayalah, hidup seperti itu hanya akan menyusahkan bahkan bisa menjerumuskan dan menghancurkan hidup Anda.
Coba bandingkan dengan kehidupan mas Saat, sahabat saya dari Wonosobo. Ketika bisnisnya BMT Tamyiz membuka cabang di Jakarta, ia santai saja tidur di kantor bersama karyawan yang lain. Setiap Jumat sore pulang ke Wonosobo menggunakan bus.
Ia konsisten menjalankan prinsip bisnisnya: memindahkan perputaran uang di Jakarta ke Wonosobo, agar bisnis di kampung halamannya itu hidup. Sementara gaya hidupnya tetap sederhana, walau sudah menjakarta.
Sabtu, 30 Juni 2011 saya berkesempatan ke Wonosobo memberikan seminar dari buku ketiga saya: Tuhan Inilah Proposal Hidupku. Sahabat saya itu, walau bukan panitia, menyediakan waktu menjemput saya ke hotel untuk sarapan di kantornya.
Dari lantai 5 kantor yang kini sudah menjadi milik BMT Tamyiz saya bisa melihat pemandangan indah kota Wonosobo. Ketika saya bertanya berapa aset BMT Tamyiz, dia menjawab ringan “Ya, dua ratusan milyar, mas.”
Usai acara, saya dijamu lagi oleh mas Saat dan teman-teman BMT di Wonosobo. Dengan mobil yang tidak jauh beda dengan lelaki yang punya hutang Rp 40 juta tadi, saya diajak menikmati mie ongklok, makanan khas Wonosobo.
Kami makan di warung kecil yang sederhana. Bukan hanya mie-nya yang nikmat, suasana ngobrol dan gaya hidup mas Saat menambah nikmatnya makan siang ketika itu. Bersama mas Saat saya menghabiskan 3 mangkuk mie ongklok.
Ketika saya pamitan hendak menuju Purworejo, mas Saat berkata, “Nanti mas Jamil lewat pasar Kreteg di sebelah kiri ada toko busana Merah Putih, itu usaha keluarga saya. Silahkan kalau mau mampir.”
Sayang saya tidak sempat mampir karena harus buru-buru ke acara lain di Purworejo. Namun saya sempat melewati toko busana yang ternyata sangat besar.
Melihat toko yang besar itu saya berkomentar, “Wih, pasti omzetnya ratusan juta setiap bulannya.” Komentar saya tersebut diaminkan oleh orang yang ditugaskan mengantakan saya ke Purworejo.
Mas Saat telah mengajarkan kepada saya bahwa hidup sederhana itu ternyata membahagiakan. Rasa kagumku semakin menjadi kepada sahabatku yang bersahaja ini.
Seharusnya, batin saya, lelaki yang punya hutang Rp40 juta tadi meniru gaya hidup Insinyur yang bernama lengkap Saat Suharto Amjad ini.
Salam SuksesMulia!
Ingin ngobrol dengan Bapak JAMILAZZAINI? Follow  di twitter: @jamilazzaini


Selasa, 02 Agustus 2011

Berpikir Sebelum Bertindak





"Acting without thinking is shooting without aiming."
-Chuck Gallozzi-

"Menyesal itu datangnya belakangan."
-Ibunda saya Chairunnisa'-

"Puncak dari pengetahuan dan keahlian kita adalah ketika kita melakukan sesuatu dengan tidak tahu bahwa kita tahu. Untuk begitu, kita perlu latihan dulu."
-Ikhwan Sopa-

"Kita perlu tegas sebelum bergegas."
-Ikhwan Sopa

Dear all, siang tadi saya sempat mensharing tulisan ini:

http://blog.qacomm.com/2011/06/anda-pasti-pernah-mengalami-ini-lesprit.html

Pernahkah Anda pergi ke mall dengan tujuan membeli kaos dan pulang membawa panci?
Pernahkah Anda menyesali sesuatu yang Anda katakan beberapa waktu setelah ia terlontar?
Pernahkah Anda membeli alat olah raga dan kemudian malah tak pernah Anda gunakan?

Contoh-contoh di atas dan kejadian yang sejenis dapat terjadi ketika kita memutuskan sesuatu dalam rangka menenteramkan sebentuk emosi yang tiba-tiba muncul akibat terpicu oleh stimulus dari luar diri.

Dari sesuatu yang kita lihat, dengar, baca, sentuh, dan sebagainya yang memicu stimulus lanjutan di dalam diri kita, yang menciptakan respon dalam bentuk-bentuk emosi yang kurang nyaman dan mendorong kita untuk melakukan sebuah tindakan.

Dan tindakan yang akhirnya kita lakukan itu, sangat bisa jadi bukanlah tindakan yang terbaikuntuk jangka panjang melainkan hanya terbaik pada saat itu. Atau lebih parah lagi, tindakan itu malah bukan tindakan terbaik bagi kita, atau yang paling parah malah menjadi tindakanterburuk bagi diri kita sendiri.

Dari uraian di atas, kita memahami bahwa titik kritis dari kejadian semacam ini adalah munculnya emosi tidak nyaman (positif atau negatif) yang akhirnya mengendalikan pikiran dan tindakan.

"Pikiran menciptakan perasaan, perasaan mengarahkan pikiran."

Bagaimana struktur dari kejadian semacam ini?

Pertama, sebuah kejadian memasuki kehidupan kita.

Kedua, kejadian itu memicu lintasan pikiran dalam bentuk kalimat dan kata-kata yang berseliweran di kepala kita.

Ketiga, pikiran itu memicu emosi, dan kita merasakan bahwa emosi itu tidak nyaman dan menuntut pemuasan. Uniknya, emosi itu tidak semata-mata muncul karena kejadian yang terjadi saat itu, melainkan juga muncul karena disadari atau tidak disadari telah memicu ingatan kita tentang kejadian di masa lalu atau di masa kecil yang strukturnya kurang lebih sama.

Keempat, kita memutuskan pilihan.

Kelima, kita melakukan tindakan.

Tindakan itulah yang kita sesali kemudian.

Titik kritis dari kejadian seperti contoh di atas justru ada pada pilihan tentang tindakan dan bukan pada tindakan itu sendiri.

Tindakan adalah sesuatu yang menghubungkan diri kita dengan dunia luar. Sebagai manusia yang normal, kita pasti menginginkan umpan balik dari dunia luar yang menenteramkan dan membahagiakan diri kita. Ketika umpan balik dari dunia luar itu bekerja sebaliknya, kita merasa tidak tenteram dan mungkin tidak berbahagia.

Saat bertindak, kekuatan kontrol kita sebenarnya sedang melemah sebab energi kita cenderung sedang kita kerahkan sepenuhnya untuk bertindak.

Pilihan adalah sesuatu yang menghubungkan diri kita dengan diri kita sendiri. Pilihan adalah sepenuhnya fenomena internal.

Saat dihadapkan pada pilihan, kita sebenarnya sedang berada di puncak kekuatan kontrol kita jika secara sadar kita mengerahkan seluruh energi kita untuk memilih.

Secara umum, di titik itu kita ditawari dengan dua pilihan, yaitu pilihan yang memuaskan diri kita dalam jangka pendek atau saat itu juga, atau yang menguntungkan kita di masa depan dan dalam jangka panjang.

Bagaimana kita melatih respon yang lebih baik saat berhadapan dengan pilihan? Dengan latihan W.A.I.T atau What Am I Thinking.

Kita butuh memberi jeda sejenak kepada diri kita, saat kita menyadari munculnya emosi yang kurang nyaman. Emosi adalah sinyal di pojok layar yang memberi tanda tentang masuknya "email informasi" ke dalam diri kita. Kita perlu membaca "email" itu terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bertindak.

Emosi kita bukanlah musuh kita, namun demikian kita perlu mendidiknya agar menjadi bagian dari pasukan diri yang berdaya dan memberdayakan.

Di titik "ada sms masuk" itu, inilah yang perlu kita pikirkan.

1. Nyaris pasti, "email" atau "sms" yang masuk itu adalah perintah dari diri kita yang berbunyi, "bacalah!".

2. Lalu ketika "email" atau "sms" itu kita baca, isinya nyaris pasti adalah perintah lanjutan dari diri kita yang berbunyi, "bertanyalah!".

3. Tentu saja, kita perlu menindaklanjuti perintah itu dengan mengajukan pertanyaan.

Kita pun bertanya, "Apa yang saya putuskan untuk menindaklanjuti perasaan ini?"

"Antara stimulus dan respon ada jeda. Di dalam jeda itu tumbuhlah kedewasaan,kesadaran, dan kebjaksanaan."

Ciri dari orang yang makin dewasa, makin sadar, dan makin bijaksana, adalah kesediaannya untuk bertahan lebih lama di titik jeda ini. Bertahan lebih lama dalam rangka melakukan berbagai renungan dan refleksi. Dan di antara yang terpenting dilakukan di titik jeda ini, adalah terus bertanya semakin dalam. Pertanyaan terdalam adalah pertanyaan yang paling mendasar. Apa pertanyaan itu?

Pertanyaan yang paling tepat yang dapat kita ajukan, adalah pertanyaan yang mempertanyakan akurasi dari tindakan yang akan kita lakukan setelah memilih.

Jika kita terjebak pada "bertindak tanpa berpikir" sebenarnya kita bukan tidak berpikir sama sekali, karena hal itu sama sekali tidak mungkin terjadi. Bertindak tanpa berpikir adalah bertindak dengan hanya berpikir sedikit, yaitu hanya menjawap pertanyaan tentang apa yang perlu diputuskan dan ditindaklanjuti, dan kemudian langsung mengambil tindakan. Kita sering mengumpamakan ini dengan "sumbu pendek".

Bertindak dengan berpikir artinya berpikir secara berlapis hingga ke tingkat pemikiran yang mendasar. Untuk menuju ke sana, kita perlu bertanya juga.

Sebagai makhluk intelektual - disadari atau tidak disadari - kita selalu bertindak berdasarkan alasan (intention) yang selalu kita butuhkan dalam rangka menjaga agar pikiran kita tetap sehat dan tetap kuat, yaitu  agar segala sesuatu menjadi  masuk akal alias make sensebagi kita. Alasan itu adalah motivasi atau motif kita untuk bertindak.

4. Maka, pertanyaan yang perlu kita ajukan berikutnya adalah,

Apakah saya akan bertindak dalam rangka memenuhi:

Keinginan?
 Sebab saya ingin memuaskan emosi yang tidak nyaman ini, yang penting tidak seperti ini rasanya. Saya ingin mendapatkannya. Mereka harus ingin memberikannya. Atau,

Keperluan?
Sebab saya perlu mengklarifikasi dan memvalidasi emosi tidak nyaman ini dari dunia luar dengan mendapatkan sesuatu yang memberi nilai tambah bagi kehidupan saya, atau mendapatkan sinyal tentang pengertian dan pemahaman orang lain tentang apa yang saya rasakan. Atau,

Kebutuhan?
Sebab semua ini adalah tentang hidup dan mati saya, atau tentang eksistensi saya, atau tentang baik dan buruknya kehidupan saya. Saya harus mendapatkan itu. Mereka benar-benar harus tahu. Tanpa ini hidup dan eksistensi saya terancam.

Setelah menjawab pertanyaan itu, insya Allah tindakan kita cenderung ekologis danmenguntungkan kehidupan kita sendiri dan kehidupan orang lain yang terlibatkan oleh tindakan kita.

"Idealisme perasaan adalah tentang kehalusannya. Melatih kehalusan perasaan adalah dengan membiasakan rasanya. Idealisme pikiran adalah tentang ketajamannya. Melatih ketajaman pikiran adalah dengan mengasah kemampuannya dalam memilih dan memilah."
-Kata Pengantar, "Manajemen Pikiran Dan Perasaan"-

Sedikit memanjangkan waktu jeda dengan merasakan emosi dan menstimulasi pikiran, akan menguntungkan diri kita. Ketika kita sudah makin terampil tentang hal ini, kita akan menjadi pribadi intuitif yang positif.

Note: Tentang "kecerdasan motif" di atas, dapat dibaca lebih lanjut dalam buku saya "Manajemen Pikiran Dan Perasaan."

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
Founder, Penulis
"Manajemen Pikiran Dan Perasaan"
"Manajemen Pertanyaan"




http://milis-bicara.blogspot.com/2011/06/berpikir-sebelum-bertindak.html

MEMPERBAIKI DIRI

MENGURANGI RASA TERLALU MANIS dari segelas minuman sangatlah SULIT apabila dilakukan  dengan cara MENGANGKAT GULA dari minuman tersebut. Cara yang termudah adalah dengan cara sedikit demi sedikit MENAMBAHKAN AIR secara terus menerus pada minuman tersebut, maka rasa manisnya yang berlebihan berangsur-angsur akan MENGHILANG.Demikian pula halnya cara MEMPERBAIKI DIRI, janganlah kita  terus berfokus untuk mencari cara untuk MENGHILANGKAN suatu KEBIASAAN BURUK yang biasa kita lakukan sehingga kita terpaku pada upaya yang SULIT hingga kita mengabaikan cara lainnya. Salah satu upaya yang LEBIH MUDAH dan LEBIH BIJAK adalah apabila kita MELAKUKAN HAL-HAL YANG BAIK secara terus-menerus lalu kita tingkatkan kualitas maupun kuantitas kebaikannya, maka  insya Allah lambat laun kebiasaan-kebiasan buruk kita tersebut akan TERSINGKIRKAN oleh kebiasaan-kebiasaan yang baik.







https://www.facebook.com/notes/agus-ramli/memperbaiki-diri/488615556631

Bersyukur, karena dirimu telah dihampiri Tuhan, inilah solusi keajaiban kehidupan


Sahabat,
Selamat beribadah ramadhan buat yang menjalani.  Semoga tiada satupun terlewat, insya Allah saya telah memaafkan semua orang yang pernah hadir dalam hidup saya baik memberikan warna warni suka dan duka.
Memaafkan sesungguhnya cara mereset tubuh.  Untuk kepentingan diri sendiri.  Sehingga Tuhan bilang, amalan masuk surga adalah memaafkan.  Bagi saya, adalah surga kehidupan.  Alhamdulillah, kesehatan, kebahagiaan, ketentrama, keberlimpahan terus bertambah dengan amalan ini.  Yuuuk mulai memaafkan siapapun....

Banyak orang bertanya kepada saya, apakah tips untuk menyembuhkan sakitnya atau solusi atas problem hidupnya. 
Saya bilang:  "bersyukur"
Ternyata banyak orang pula sudah menerapkan, namun tiada hasil.  Sementara yang "paham" hakikatnya, maka dia orang yang beruntung.

Bersyukur yang seperti apa?  Semua orang bisa mengucapkan kata ALHAMDULILLAH, anak kecilpun fasih.  Namun makna bersyukur apa yang menjadikan kehidupan Anda penuh keajaiban?

Semua apapun yang terjadi di dunia ini adalah kehendakNYA, ada DIA dibalik itu semua. Dia mengizinkan terjadinya peristiwa apapun. Dan sekali lagi, DIA ada dibalik itu semua, baik suka dan duka.

Tuhan memberikan pengetahuan kepada para ilmuwan, apapun bentuk kehidupan ini ada unsur terkecil yang disebut sel.  Dan setiap sel kehidupan ada inti (rahasia titik), yang dikelilingi oleh proton, elektron, dan neutro, semuanya berpusar (thowaf) mengelilingi inti.   Baik inti sel di badan ini, angin yang kita pandang, tanah, tanaman, tumbuhan, bakteri, virus, penyakit, rejeki, order pelanggan,  dan lain-lain  semua wujud kehidupan.

Dan ilmuwan penuh keingintahuan membelah lagi inti sel, dan ternyata setelah dibelah hanyalah 'melompong" dengan pecahannya tetap mengelilinginya.  Bentuk melompong yang tidak bisa dibelah lagi, inilah rahasia kekuasaanNYA. Dimensi yang tidak bisa dijangkau oleh mahluk ciptaan.
Cukup sampai disitu pembahasannya, artinya kekuasaanNYA lah yang menghidupi inti sel kehidupan apapun yang kita lihat di seantero jagat raya.

Tuhan Maha Bergerak, dengan kekuasaanNYA menghidupi apapun bentuk kehidupan baik suka dan duka, dan sesuai sangkaan hambaNYA.
Bila DIA tidak bergerak, maka kita seperti berada di sebuah gua...tiada apa-apa, tiada apapun yang datang. Hanya sendirian, tiada rejeki datang, tiada penderitaan datang.  Tawar.
Namun ketika suatu saat Anda menyangka dan menginginkan, maka mulailah sangkaan keinginan itu terjadi.  Tuhan bergerak mengabulkan keinginan itu, maka datanglah rejeki, suka dan duka.
Mulai datanglah ada orang datang ke gua, memberi rejeki, atau bahkan kejadian duka (kejahatan).

Artinya, kedatangan bentuk suka dan duka itu adalah atas kehendakNYA.  Ada DIA yang menghidupi inti kejadian tersebut.  DIA ada disitu.

Mereka yang memahami kedatanganNYA disegerakan bersyukur.
Bersyukur karena telah dihampiri Tuhan yang menghidupi inti kejadian tersebut.

Inilah amalan yang luarbiasa ajaib.
Sayangnya kita hanya bersyukur, namun tiada memahami hakikatnya, sehingga yang terjadi adalah biasa saja, sesuai sangkaan makna syukurnya.
Namun yang memaknai syukur karena DIA menghampiri dalam kejadian tersebut, maka kehidupannya selalu penuh keajaiban.

Bersyukur karena DIA bergerak menghampiri ketika kejadian kita dipuji, dihormati, diberi rejeki, diberi kesenangan, kebahagiaan, keberuntungan, keselamatan, naik karir, naik gaji, bisnis tumbuh, anak cerdas, dan juga bentuk kejadian duka:  ditipu, tidak dihormati, dicaci maki, dibangkrutkan usahanya, penyakit datang, kecelakaan, karir ambruk, bisnis ambruk, dan apapun kejelekan kejadian. 

Saya pernah ditipu, dan namanya manusia biasa akhirnya ya mengeluh.  Hingga sebulan kemudian, saya ngeh tersadarkan.  Dia dibalik penipuan tersebut, dengan bentuk wujud kehidupan beberapa manusia yang menipu.
Semalaman saya ngeh dan bersyukur, RABB hamba bersyukur telah dihampiri oleh ENGKAU GUSTI RAJAKU, ampuni hamba yang tidak tahu ENGKAU hadir menjumpaiku.  Ampuni Hamba....ampuni hamba.  Semua dari Engkau dan akan kembali kepada Engkau (Innalillahi wainna illaihi roji"un).
Semalaman saya bersyukur.
Sahabat, paginya saya ditelpon seorang rekan bisnis lama yang rupanya malam itu dia dapat nomor hp saya (karena hp saya ganti)dari seorang sahabat di group ini.  Syukur deh, saya ditransfer uang cukup besar melampaui besarnya nilai penipuan.
Dan saya bersyukur, ini bukan kejadian sekali namun berkali-kali, penuh keajaiban.  Semua duka dicabut, dan digantikan dengan suka.

Sahabat, tips ini pun saya gunakan ketika awal terserang sakit juga keluarga saya.  Alhamdulillah, saya yang tidak punya slip gaji, tunjangan kesehatan, asuransi kesehatan, juga keluarga.  Semua full insuranced by Tuhan.  Saya sudah haqqul yakin, Tuhan telah mengansuransikan semua kehidupan saya. 
Teman-teman gorontalo ketika pelatihan, atau ditempat lain pun tahu, ketika paginya saya terserang flue demam, hanya syukur kupanjatkan karena DIA "maha bergerak" menghampiriku dalam inti sel sakit demam, flue ini.  "Rabb, hamba bersyukur Engkau berkenan menghampiriku dalam bentuk sakit seperti ini....Ampuni Hamba bila demikian banyak perilaku yang salah selama ini.  Alhamdulillah, alhamdulillah atas nikmatMu ini.  (kulantunkan saja sepanjang  pelatihan alhamdulillah seraya "menatapNYA' yang menghidupi semua inti sel kehidupan.
Ternyata, sakit ini langsung mereda, dan lenyap menjelang sorenya.

Keluargaku yang kecelakaan motor, semua orang menyarankan ke ahli pijat tulang atau rumah sakit, karena bengkak sekali, harus dibopong.    Karena saya gak punya asuransi, ya saya claim saja ke DIA.  Kusapa DIA, kuelus DIA yang ada di inti sel sakitnya.  (inilah banyak terlahir teknik pengobatan di barat yang bisa menjadikan tulang bengkok lurus kembali dengan sentuhan quantum).
Tidak berapa lama, sakitnya kok mereda, dan beberapa jam kemudian sakit itu lenyap sempurna.  Ajaibnya DIRIMU.

Sahabat, sesungguhnya ujian itu adalah kehendak DIA yang kangen dengan pujianmu.  Kok dirimu sudah diberi nikmat baik berlebih, juga tidak mau menyapaNYA?
Kata Tuhan, Aku ada untuk dikenal / dipuji.  Aku adalah perbendarahaan rahasia (pada badanmu).
Karena DIA menghidupi inti sel-sel di badan ini.

Ketika mendapat ujian, bukannya memujiNYA, malah mengeluh.  Sesungguhnya pola pikir mengeluh, jengkel, pesimis, menyalahkan atas ujian yang dihadapi, itulah yang menjadikan ujian pada dirimu semakin bertambah.  Kontrak diperpanjang otomatis oleh dirimu sendiri.
Kalau Ujian itu sudah lama Anda derita, itu karena pola pikir dirimu sendiri yang menambah bobot ujiannya.  So, lakukan terapi istighfar, minta ampun karena bukannya bersyukur ditemui Tuhan, malah berpola pikir negatif. 

Ajaibnya, bila bersyukur ini spontan terucap ketika menerima suatu kebaikan.  Maka kebaikan tersebut akan diperluas, ditambah.

Semoga makna bersyukur dihampiri Tuhan dalam setiap bentuk kehidupan suka duka setiap hari menjadi pola pikir (mindset) yang langgeng, dan akhirnya menjadi kepribadian.

Salam Syukur.  Rahayu
mas kris
"orang bodoh yang bodohnya dia meninggalkan pekerjaan,kemapanannya, semua bisnisnya, perusahaannya, hidup seperti burung kemanapun mau, tidak lagi punya slip gaji, juga tidak bisa membuatkan slip gaji, tidak punya asuransi, hanya sekedar pengin mengenalNYA, caraNYA bergerak menghidupi.
bodohnya dia, tapi selalu tercukupi olehNYA"
bodohnya dia, itu pendapat orang-orang beberapa tahun lalu....