SMILE...^_^

Selasa, 21 Juni 2011

BAHASA ANGSA*





Bila anda sedang berada di negara 4 musim,
kadang anda melihat Angsa terbang berombongan,
pergi ke daerah yang lebih hangat,
menghindari musim dingin…

Perhatikan, mereka terbang dalam formasi  “V”
Mungkin anda kepingin tahu kenapa……..

Dengan terbang dalam  formasi “ V “, efisiensi seluruh” Grup” akan naik sebesar 71 %, dibandingkan dengan terbang sendiri sendiri.

Pelajaran 1:
Bekerja secara tim, bergerak ke arah tujuan yang sama , membuat kita mencapai tujuan lebih cepat dan lebih ringan.

Ketika salah satu Angsa meninggalkan formasi. Apa yang terjadi ………?..
Dia mengalami daya tahan udara yang besar,  dan kesulitan terbang sendiri………....
Akhirnya dia dengan cepat kembali ke” formasi “ untuk berbagi  efek terbang dalam formasi ..

Pelajaran ke 2:
Selalu kompak di dalam teamyangbergerak ke satu tujuan; akan membutuhkan  lebih sedikit energi. Akan lebih mudah dan lebih menyenangkan untuk mencapai tujuan.
Setiap anggota akan merasa berkewajiban untuk menolong sesama

Ketika team leader  kelelahan ………...Apa  yang terjadi ……………..?
... Dia berpindah ke ujung formasi  “V”,
sementara itu  Angsa lain akan mengambil tempatnya.

Pelajaran 3:
Berbagi kepeminpinan, harus  didasari  saling hormat dan percaya diantara anggota di setiap saat. Saling bebagi tugas  atau masalah yang paling berat.
Pusatkan kemampuan , dan bakat team untuk memecahkan masalah.

Angsa terbang dalam formasi  “V” sambil ber “ kotek “ hal ini akan memberi semangat terbang ‘Team leader”  Juga dengan cara demikian mereka terbang dengan kecepatan yang sama……...

Pelajaran  4:
Bila mana ada semangat dan “penyemangat, kecepatan penyelesain pekerjaan lebih besar.
Keberadaan “ semangat “akan selalu memotivasi ,
 menolong dan menguatkan…Akan menghasikan kwalitas yang terbaik

Ketika salah satu Angsa sakit atau  kelelahan…Dia akan tertinggal dan keluar dari formasi……Apa yang terjadi ……….?
Beberapa Angsa akan keluar juga dari formasi, dan membentuk formasi baru
untuk menolong dan mengawal dia….sampai.  dia sehat dan kembali masuk ke formasi
atau terus dengan formasi tersebut atau jatuh dan meninggal.

Pelajaran  5:
Tinggalah berdampingan dengan yang lain apapun perbedaan kita. Lebih lebih pada waktu kesulitan  dan tantangan yang besar...

Jika kita kompak dan saling mendukung….Jika kita menjiwai kerja sama yang baik..
Melupakan perbedaan masing masing maka kita akan selalu dapat mengatasi tantangan.

Jika kita selami arti dari persahabatan..

Dan kita selalu bersedia untuk berbagi……….....

Menakjubkan bahasa Angsa yang merupakan tanda-tanda kekusaan-Nya.

*Sumber : dari berbagai sumber, salah satunya dari Bahan Tambahan Kuliah Falsafah Sains oleh Almh. Prof. Jajah Koswara

Sabtu, 18 Juni 2011

Kondisi Darah Manusia Ketika Berdoa, Sedih, Takut dan Jatuh Cinta


Sebuah penelitian dilakukan oleh pakar EFT (Emotional Freedom Techniques) untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia disaat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa.

Pakar EFT yang bernama Dr. Felicy tersebut mengambil sampel darah seorang pasien bernama Rebecca, kemudian memotretnya dengan menggunakan “darkfield microscope” yang dihubungkan dengan monitor komputer.
Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah. Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT.

Rebecca melakukan EFT dengan mengundang emosi “sedih” dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT mengambil sampel darahnya.




Kondisi darah saat sedih,
Sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata
Lalu Rebecca menggunakan EFT untuk mengundang energi “cinta” untuk memasuki tubuh dan darahnya. Dan seketika darahnya kembali normal, dan sel-sel darah bergerak dengan indah dan timbul substansi yang berkilauan dalam cairan darah.




Kondisi darah saat merasakan cinta,
Sel darah bergerak pelan dan cenderung berkumpul
Satu kenyataan menarik pada sampel darah saat “sedih” terjadi perubahan seperti pada sampel darah saat “merasakan cinta”. Jadi walaupun darah itu sudah meninggalkan tubuh Rebecca ia tetap masih berhubungan dengan pemiliknya.
Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat dan terlihat berjauhan. Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut.

Kondisi darah saat merasa takut,
Sel darah bergerak tidak beraturan dan berjauhan dengan sangat cepat
Lalu Rebecca mecoba untuk memikirkan “sifat feminine Tuhan”, yang dalam keyakinan agamanya ia sebut “divine mother”, sifat penyayang, penyantun dan pemelihara.

Dan memohon kepada-Nya untuk menyalurkan energi feminine itu kedalam tubuh dan darahnya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan seperti ini,
“saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya”
Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat komdisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain.

Kondisi darah saat berdoa,
Timbul substansi putih berkilauan, darah bergerak pelan dan sangat teratur
Cairan darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.

[Sumber: http://www.wiki4you.co.cc/2011/02/kondisi-darah-manusia-ketika-berdoa.html]

Cara Hilangkan Rasa Minder, Pemalu, dan Tak Percaya Diri



Buat Sobat Nida yang masih suka minder, malu, nggak pede, dan kawan-kawannya, ini dia beberapa tipsnya. Yuk, cekidot..!

1. Apa yang menyebabkan kamu merasa minder dan rendah diri?

Karena merasa banyak kekurangan? Karena merasa tidak mampu melakukan apa yang orang lain bisa lakukan?

Kita tidak harus selalu memandang ke atas. Kita juga tidak perlu menjadi orang lain. Jadilah diri sendiri dan itu sudah cukup menyenangkan. Mengenali potensi diri dan mengembangkannya adalah cara terbaik untuk meningkatkan rasa percaya diri. Jadi tidak perlu yang namanya malu atau minder

2. Siapa saja orang yang buat kamu malu dan minder?

Orang-orang yang baru kamu kenal? Orang-orang yang menurut kamu punya derajat lebih tinggi dari kamu?
Oke, mulailah dengan mengubah cara berfikir kamu. Setiap manusia adalah sama. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing bahkan untuk orang-orang yang kamu anggap sempurna. Mereka sama seperti kamu, seperti saya, maka tidak ada alasan untuk merasa minder.

3. Berhentilah memikirkan kekurangan-kekuranganmu 
Terimalah diri kamu apa adanya. Jadikan kekurangan kamu sebagai kelebihan. Tukul Arwana, adalah contoh yang tepat dalam hal ini. Lihat, bagaimana dia memaksimalkan kekurangannnya menjadi kelebihan yang justru tidak dimiliki orang lain. Selalu menutupi kekurangan hanya akan membuat kamu semakin terpuruk dalam sikap minder dan rendah diri.

4. Memperluas pergaulan

Bergaullah dengan orang orang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Pelajari cara cara mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Cara mereka berkenalan dengan orang baru, cara mereka memperlakukan orang lain, cara menyikapi sebuah masalah, cara mengatasi situasi, dan lain lain. Banyak hal yang bisa kamu pelajari dan praktekkan sendiri.

5. Mulailah belajar bertanya kepada orang baru

Belajar bertanya? Yups, bagi orang yang bukan pemalu bertanya kepada orang baru bukan sebuah masalah besar. Tapi, keadaan berbeda dengan orang pemalu. Rata-rata dari mereka jarang sekali memulai pembicaraan atau sebuah pertanyaan. Hal ini hanya bisa dimengerti oleh orang yang sama-sama pendiam.

6. Perhatikan penampilan

Mulailah memperhatikan penampilan kamu terutama saat keluar dari rumah. Penampilan yang baik dan maksimal dapat membantu kamu meningkatkan rasa percaya diri. Kamu tidak akan merasa minder dan malu saat bertemu dengan orang lain karena kamu sudah tampil All out. Menampilkan yang terbaik.
7. Selalu bersikap tenang

Kesalahan utama orang orang pemalu adalah kurangnya self control (pengendalian diri). Terutama jika berada dalam situasi yang tertekan dan asing. Grogi, cemas, salah tingkah, berkeringat adalah beberapa indikasi seseorang sedang berada dalam tekanan. Sebenarnya hal itu bisa diatasi dengan beberapa tips ringan. Mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan akan membuat kita merasa sedikit lebih rileks dan tenang.

Singkirkan imajinasi negatif kamu mengenai apa yang sedang kamu hadapi. Hilangkan pemikiran bahwa orang-orang sedang memperhatikan kamu dan berfikir negatif tentang kamu. Faktanya, semua berjalan biasa-biasa saja tidak seperti apa yang kamu pikirkan. Semua hal negatif kamu itu hanya ada dalam imajinasi kamu saja.

8. Coba sesuatu yang baru 
Sering mencoba hal-hal baru akan lebih membuka wawasan serta pandangan kamu tentang hidup dan kehidupan. Yang pada akhirnya akan memberi kita sebuah pemahaman bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Semua manusia adalah sama. Kita punya kekurangan mereka juga. Mereka punya kelebihan kita pun memilikinya. Mereka bisa, maka kita juga bisa..!
"Keterbatasan hanyalah sebuah kesalahan dalam cara kita berfikir."
[Sumber: http://www.wiki4you.co.cc/2011/02/cara-hilangkan-rasa-minder-pemalu-dan.html]

Rabu, 15 Juni 2011

5 Tutur Bijak... by:Lutfi S Fz

(1).Jika Anda benar,maka Anda tidak perlu marah
Dan jika Anda salah, maka Anda tidak layak marah

(2).Sabar dengan Keluarga, itu namanya Cinta
Sabar dengan Orang Lain, itu namanya Respect
Sabar dengan Diri Sendiri, itulah Kepercayaan Diri:)

(3).Jangan berpikir terlalu Keras mengenai masa lalu, hal itu membawa Air Mata
Jangan pula berpikir terlalu banyak mengenai masa depan, hal itu membawa Ketakutan
Hiduplah saat ini dgn senyuman, hal itu akan membawa Bahagia.

(4).Setiap Cobaan dalam hidup kita, bisa membuat kita lebih terpuruk atau lebih baik
Setiap masalah datang untuk membuat kita lebih berprestasi, atau hancur sama sekali
Pilihan ada di tangan kita, untuk menjadi seorang Pecundang atau Pemenang....!!!

(5).Temukan hati yang indah & tulus, bukan wajah yang Rupawan atau Menawan.

Hal-hal yang Indah tidak Selalu Baik, namun....
Hal-hal yang Baik Selalu Indah...!!

Senin, 13 Juni 2011

Aku mau mamaku kembali


Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China .


Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.


Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik di antara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luar biasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da dan apa yang dilakukannya, maka saya mau katakan bahwa ia luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.


Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia haru mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.


Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.
Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.


Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih.


Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian.
Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya.


Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.



Aku Mau Mama Kembali
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang dan bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.
Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya.


Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya.
Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.


Betapa pentingnya arti seorang mama …
Sekarang banyak sekali orang yang tidak mengingat akan mamanya sendiri … Hormatilah dan sayangilah mamamu selagi mereka masih ada




http://www.eryevolutions.co.cc/2011/05/aku-mau-mamaku-kembali.html#comment-form

Rabu, 08 Juni 2011

Jangan Salahkan Allah



Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.

“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, apa yang terjadi di jalanan itu menunjukkan bahwa Tuhan itu tidak ada? Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, mengapa ada orang sakit??, mengapa ada anak terlantar??"

"Jika Tuhan ada, pastiah tidak akan ada orang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker, istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”

Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.
“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana,” Si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!” sanggah si tukang cukur.
”Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.

“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.” Itulah point utama-nya!.

Sama dengan Tuhan, Tuhan itu juga ada, tapi apa yang terjadi… orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
http://www.annida-online.com/artikel-3140-jangan-salahkan-allah.html
[Sumber:
http://www.apakabardunia.com/2011/05/kisah-tukang-cukur-yang-mempertanyakan.html]

Boleh Jadi Kesalahan Ada Pada Kita



 Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram mentega dari seorang petani. Ia curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram. Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar, berat mentega itu tidak penuh satu kilogram. Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan.  Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu dimajukan ke sidang pengadilan.


Pada saat sidang, hakim berkata pada petani, “Tentu kau mempunyai timbangan?”
“Tidak, tuan hakim,” jawab petani.
“Lalu, bagaimana kau bisa menimbang mentega yang kau jual itu?” tanya hakim.
Petani itu menjawab, “Ah, itu mudah sekali dijelaskan, tuan hakim. Untuk menimbang mentega seberat satu kilogram itu, sebagai penyeimbang, aku gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu.”
Sobat Nida, dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah menaruh curiga pada orang lain, sebagaimana yang dilakukan oleh si tukang roti pada cerita di atas. Kita curiga bahwa orang lain telah berlaku tidak adil pada kita, telah merugikan kita, telah berlaku zolim pada kita, dllsb. Kemudian kita menuntut mereka untuk memenuhi hak kita, bahkan memperkarakan apa yang mereka perbuat terhadap diri kita.
Alih-alih menuntut keadilan, kita malah terlupa untuk melakukan hal pertama dan utama yang seharusnya kita lakukan terlebih dulu, yaitu introspeksi diri!    
Sob, sering kali perbuatan orang lain adalah cerminan dari tingkah laku kita pada mereka. Sehingga ketika mereka melakukan apa yang kita rasa menyebalkan, coba deh lebih dulu periksa kelakuan kita terhadap mereka. Jangan-jangan kita dibegituin karena memang kita orangnya emang begitu (?). Hayyo... malu kan kalau protes, eeh gak taunya kita yang salah!
Semoga kita dapat menjadi orang-orang yang selalu mengintrospeksi diri terlebih dulu sebelum menuntut orang lain. Aamiin.
http://www.annida-online.com/artikel-3195-boleh-jadi-kesalahan-ada-pada-kita-.html

Tidak Perlu Paksa Orang Lain Berubah



Es Balok
Assalamualaikum wrwb.

Sobat Nida, pernah mendengar kisah mengenai seorang raja yang harus melihat benda-benda berwarna hijau agar penyakitnya lebih cepat sembuh?

Menurut tabib, dengan banyak melihat warna hijau, penyakit yang diderita sang raja akan cepat lenyap. Maka, serta-merta sang raja memerintahkan seluruh istananya di-cat berwarna hijau, seluruh tirai juga berganti warna hijau, seluruh pakaian dayang dan pengawalnya juga diganti menjadi hijau, termasuk kamar raja, sprei, bantal, dan karpetnya semua diganti menjadi warna hijau.

Begitu sang tabib datang kembali ke istana untuk memeriksa sang raja, betapa kagetnya ia melihat keadaan istana yang berubah menjadi serba hijau.

"Mohon maaf tuan raja..." ujar sang tabib, "Sebenarnya daripada Anda repot-repot mengubah semua istana menjadi hijau, juga menyuruh semua pengawal dan dayang Anda berseragam hijau, ada cara yang lebih mudah agar Anda selalu melihat warna hijau."

"Cara apa itu?" tanya sang raja.

"Anda ganti saja kacamata Anda dengan yang berlensa hijau!"

Hoho. 

Sobat Nida, merasa gak sih bahwa kita sering kali "memaksa" hal-hal di luar kita untuk menjadi seperti apa yang kita inginkan? Kita repot-repot mengubah semuanya seperti yang kita harapkan. Sungguh melelahkan dan bikin stres, bagi diri kita maupun orang lain. Padahal satu-satunya yang bisa dipaksa untuk diubah adalah cara pandang kita sendiri!

Dalam hidup ini, kita perlu menyadari bahwa tidak semua orang memiliki pandangan yang sama dengan kita. Ketimbang menggunakan kekuasaan kita untuk mengubah orang lain, jauh lebih mudah mencoba "kacamata lain" sehingga kita bisa memahami mengapa orang tersebut tidak sepaham dengan kita. Baru kemudian kita pelan-pelan mengubahnya. Lagipula, perubahan yang tidak diiringi dengan pemahaman dijamin tidak akan langgeng dan malah berpotensi membawa bahaya. 

Allah saja tak menghendaki adanya pemaksaan, coba simak ayat 256 surat Al-Baqarah: "Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat."

Artinya, tugas kita adalah selalu memperdalam pemahaman agar semakin jelas bagi kita mana yang benar dan mana yang sesat, serta dapat memperlihatkan pada orang lain kebenaran tanpa perlu mempergunakan paksaan.
Yuk belajar untuk mengubah dari dalam diri sendiri dulu, baru ke luar!

Wassalam
copas dr Annida Online

Jangan Remehkan Kekurangan



Assalamualaikum wrwb.

Sobat Nida pasti pernah mendengar kisah mengenai orang gagap yang menjadi sales buku tebel? Rekan-rekannya sesama sales meremehkan dirinya.

"Gue aja nggak gagap gak bisa jual banyak, apalagi elo yang gagap!"

Tapi orang gagap tersebut tidak mempedulikan omongan orang lain, dan yang mengejutkan... ternyata ia justru menjadi sales terbaik dengan penjualan buku terbanyak bulan itu. 

Tentu saja semua orang bertanya-tanya, apa yang ia lakukan... kok bisa menjual buku dalam jumlah besar padahal gagapnya lebih parah dari Aziz gagap begitu? 

Ia pun bercerita, "Sa... saya ju... ju...wal... jualan... di... di... a... tas bis!" Teman-temannya melongo melihat sang gagap mencontohkan bagaimana cara ia menjajakan buku setebal 300 halaman tersebut di atas bus kota.

"Ba... bapak-bap...bapak, ib...ibu-ibu, sa... saya men...ju...al bu...bu...buku ba...bagus! Ha... harga...nya mu...murah bang...nget, cu...cuma ti...tiga pu..luh li...lima ribu!" 

Rekan-rekannya membayangkan betapa menyebalkannya menunggu si gagap menyelesaikan satu kalimat lengkap, tapi kok banyak yang mau beli ya? Apa karena kasihan? Tapi rupanya tidak, karena rahasia kesuksesan penjualan sang gagap ternyata ada pada kalimat terakhir yang ia ucapkan.

"B...b-bapak d...dan... i...ibu, ma...mau b-be...beli b..buku i...ini, a..a..atau sa...saya b-b-ba...bacakan!" Gubbrag! Daripada buku tebel gitu dibacakan sama si gagap, mendingan pada beli ajah!

Hohoho. Cerdas ya Sobat Nida? Meskipun cerita di atas cuma fiktif, tapi banyak hikmah yang bisa kita ambil loh, Sob.

Yang pertama, jangan pernah meremehkan kekurangan orang lain! Terkadang kekurangan malah bisa menjadi senjata yang menguatkan. Betapa banyak orang yang dianggap memiliki kelemahan, tapi ternyata sukses besar justru karena kelemahan yang diidapnya tersebut.

Yang kedua, jangan pernah mempedulikan cemoohan orang lain pada kita! Mungkin banyak orang yang meragukan kapasitas diri kita, meremehkan kemampuan kita, tidak perlu kita pikirkan semua itu! Satu-satunya yang perlu kita lakukan adalah mengerahkan semua potensi terbaik yang kita miliki.

Yang ketiga, Jangan pernah meremehkan diri sendiri! Orang lain boleh berkata apapun tentang kekurangan kita, tapi kita tidak boleh menjelek-jelekkan diri sendiri hanya karena kekurangan yang kita miliki. Semua orang punya kekurangan kok, tapi ada yang mempermasalahkan kekurangan tersebut, ada pula yang tidak. Nah, jadilah orang yang tidak pernah meremehkan kemampuan diri sendiri. Karena sejatinya, kemampuan yang kita miliki adalah pemberian Allah, ketika kita meremehkannya, berarti kita telah melakukan penghinaan terhadap pemberian Allah.

Yuk kita belajar menjadi orang yang mampu memanfaatkan kelemahan menjadi kekuatan!

Wassalam

copas dr Annida Online