SMILE...^_^

Minggu, 13 Februari 2011

MACAM - MACAM SEDEKAH



image
Rasulullah saw. dalam sebuah hadits menjelaskan tentang cakupan shadaqah yang begitu luas, sebagai jawaban atas kegundahan hati para sahabatnya yang tidak mampu secara maksimal bershadaqah dengan hartanya, karena mereka bukanlah orang yang termasuk banyak hartanya. Lalu Rasulullah saw. menjelaskan bahwa shadaqah mencakup:

1. Tasbih, Tahlil dan Tahmid

Rasulullah saw. menggambarkan pada awal penjelasannya tentang shadaqah bahwa setiap tasbih, tahlil dan tahmid adalah shadaqah. Oleh karenanya mereka ‘diminta’ untuk memperbanyak tasbih, tahlil dan tahmid, atau bahkan dzikir-dzikir lainnya. Karena semua dzikir tersebut akan bernilai ibadah di sisi Allah swt. Dalam riwayat lain digambarkan:

Dari Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw. berkata, “Bahwasanya diciptakan dari setiap anak cucu Adam tiga ratus enam puluh persendian. Maka barang siapa yang bertakbir, bertahmid, bertasbih, beristighfar, menyingkirkan batu, duri atau tulang dari jalan, amar ma’ruf nahi mungkar, maka akan dihitung sejumlah tiga ratus enam puluh persendian. Dan ia sedang berjalan pada hari itu, sedangkan ia dibebaskan dirinya dari api neraka.” (HR. Muslim)

2. Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Setelah disebutkan bahwa dzikir merupakan shadaqah, Rasulullah saw. menjelaskan bahwa amar ma’ruf nahi mungkar juga merupakan shadaqah. Karena untuk merealisasikan amar ma’ruf nahi mungkar, seseorang perlu mengeluarkan tenaga, pikiran, waktu, dan perasaannya. Dan semua hal tersebut terhitung sebagai shadaqah. Bahkan jika dicermati secara mendalam, umat ini mendapat julukan ‘khairu ummah’, karena memiliki misi amar ma’ruf nahi mungkar. Dalam sebuah ayat-Nya Allah swt. berfirman:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” [QS. Ali Imran (3): 110]

3. Hubungan Intim Suami Istri

Dalam sebuah Hadits bahkan menggambarkan bahwa hubungan suami istri merupakan shadaqah. Satu pandangan yang cukup asing di telinga para sahabatnya, hingga mereka bertanya, “Apakah salah seorang diantara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan shadaqah?” Kemudian dengan bijak Rasulullah saw. menjawab, “Apa pendapatmu jika ia melampiaskannya pada tempat yang haram, apakah dia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia melampiaskannya pada yang halal, ia akan mendapat pahala.” Di sinilah para sahabat baru menyadari bahwa makna shadaqah sangatlah luas. Bahwa segala bentuk aktivitas yang dilakukan seorang insan, dan diniatkan ikhlas karena Allah, serta tidak melanggar syariah-Nya, maka itu akan terhitung sebagai shadaqah.

Selain bentuk-bentuk di atas yang digambarkan Rasulullah saw. yang dikategorikan sebagai shadaqah, masih terdapat nash-nash hadits lainnya yang menggambarkan bahwa hal tersebut merupakan shadaqah, diantaranya adalah:

4. Bekerja dan memberi nafkah pada sanak keluarganya

Hal ini sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits: Dari Al-Miqdan bin Ma’dikarib Al-Zubaidi ra, dari Rasulullah saw. berkata, “Tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia yang dilakukan oleh seseorang daripada pekerjaan yang dilakukan dari tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri, keluarga, anak dan pembantunya melainkan akan menjadi shadaqah.” (HR. Ibnu Majah)

5. Membantu urusan orang lain

Dari Abdillah bin Qais bin Salim Al-Madani, dari Nabi Muhammad saw. bahwa beliau bersabda, “Setiap muslim harus bershadaqah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana pendapatmu, wahai Rasulullah, jika ia tidak mendapatkan (harta yang dapat disedekahkan)?” Rasulullah saw. bersabda, “Bekerja dengan tangannya sendiri kemudian ia memanfaatkannya untuk dirinya dan bersedekah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” Beliau bersabda, “Menolong orang yang membutuhkan lagi teranaiaya.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” Beliau menjawab, “Mengajak pada yang ma’ruf atau kebaikan.” Salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu, wahai Rasulullah saw.?” Beliau menjawab, “Menahan diri dari perbuatan buruk, itu merupakan shadaqah.” (HR. Muslim)

6. Mengishlah dua orang yang berselisih

Dalam sebuah hadits digambarkan oleh Rasulullah saw.: Dari Abu Hurairah r.a. berkata, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Setiap ruas-ruas persendian setiap insan adalah shadaqah. Setiap hari di mana matahari terbit adalah shadaqah, mengishlah di antara manusia (yang berselisih adalah shadaqah).” (HR. Bukhari)

7. Menjenguk orang sakit

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda: Dari Abu Ubaidah bin Jarrah ra berkata, Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menginfakkan kelebihan hartanya di jalan Allah swt., maka Allah akan melipatgandakannya dengan tujuh ratus (kali lipat). Dan barangsiapa yang berinfak untuk dirinya dan keluarganya, atau menjenguk orang sakit, atau menyingkirkan duri, maka mendapatkan kebaikan dan kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya. Puasa itu tameng selama ia tidak merusaknya. Dan barangsiapa yang Allah uji dengan satu ujian pada fisiknya, maka itu akan menjadi penggugur (dosa-dosanya).” (HR. Ahmad)

8. Berwajah manis atau memberikan senyuman

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda: Dari Abu Dzar r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kalian menganggap remeh satu kebaikan pun. Jika ia tidak mendapatkannya, maka hendaklah ia ketika menemui saudaranya, ia menemuinya dengan wajah ramah, dan jika engkau membeli daging, atau memasak dengan periuk/kuali, maka perbanyaklah kuahnya dan berikanlah pada tetanggamu dari padanya.” (HR. Turmudzi)

9. Berlomba-lomba dalam amalan sehari-hari (baca: yaumiyah)

Dalam sebuah riwayat digambarkan: Dari Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapakah di antara kalian yang pagi ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bersabda, “Siapakah hari ini yang mengantarkan jenazah orang yang meninggal?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini memberikan makan pada orang miskin?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bertanya kembali, “Siapakah di antara kalian yang hari ini telah menengok orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya, wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah semua amal di atas terkumpul dalam diri seseorang melainkan ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari)

dari http://www.dakwatuna.com

Sabtu, 12 Februari 2011

SEDEKAH UDAH, DHUHA UDAH, TAPI.........



image
Pernahkah kita kecewa ternyata setelah kita bersedekah untuk mengatasi kesulitan, ternyata kita tidak menerima seperti yang dijanjikan dari beberapa hadits seperti :

# Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)

# Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

Bahkan udah ditambah amal-amal lain seperti dhuha, tahajud dll tapi kesulitan tak kunjung habis..

Nah, jangan buru-buru berkecil hati dan putus asa soalnya saat kita lekas putus asa, bisa digolongkan orang sesat lho.. [Q.S.15:56] Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat"

Lalu apa yang harus dilakukan.?

1.Istighfar, mungkin saja amalan kita masih banyak riya.
2.Shalat Taubat.
3.Tetap konsisten Sholat Dhuha atau Tahajud
4.Perbanyak lagi sedekahnya, mungkin masih kurang dan kita masih pelit dalam bersedekah dengan berlindung dibalik alasan "biar dikit asal ikhlas" (hehehe).

Nah, mudah-mudahan kita bersama bisa menjaga keikhlasan amal kita dimata Allah.

Seminar 7 Keajaiban Rezeki


Ingin pertumbuhan rezeki senantiasa meningkat? Banyak orang menjawabnya iya. Menurut motivator bisnis Ippho Santosa, cara efeftif untuk itu adalah melalui perdagangan dan sedekah.

  Mas Ippho - begitu motivator kelahiran Pekanbaru itu akrab disapa - mengungkapkan rahasia tersebut dalam Seminar 7 Keajaiban Rezeki di Pekanbaru, Ahad (6/6).

Perputaran uang juga akan terjadi melalui dua cara itu. Dua hal tersebut juga diajarkan agama. Nabi dan para sahabat meneladani bahwa perdagangan dan sedekah merupakan dua hal yang tidak ditinggalkan Bahkan disebutkan, banyak pintu rezeki berasal dari perdagangan.

‘’Tidak heran delapan dari 10 sahabat nabi yang dijamin syurga adalah orang-orang kaya. Nabi juga seorang yang kaya tapi hidupnya sederhana,’’ ujarnya di depan 250 peserta seminar.

Diungkapkannya, tidak ada perintah agama menyuruh untuk menjadi orang miskin. Justru perintah agama menganjurkan sebaliknya, misalnya untuk zakat, infak, haji dan lainnya. Ibadah-ibadah tersebut menyiratkan seorang muslim mesti kaya. ‘’Kalau tidak, bisa jadi sebaliknya. Tidak bisa zakat, maka dizakati,’’ ungkap Ippho.

Selain melalui perdagangan, cara kedua melipatkan rezeki adalah dengan bersedekah. Disebutkannya ada hukum horizontal yang berlaku. Jika ingin dapat duit banyak maka banyak pula menyedekahkan duit. ‘Hukum ini berlaku bagi semua orang. Lalu ada yang bertanya, rezeki saya kok sedikit? Karena sedekahnya sedikit. Ibarat memukul garputala, maka suara yang kembali kecil, coba pukul gong, maka suara yang kembali juga besar. Makanya sedekahnya harus banyak, maka yang akan kembali banyak. Duit yang disedekahkan itu akan mengajak teman-temannya kembali ke kita,’’ katanya bertamsil.

Perdagangan dan sedekah tak cukup untuk melipatgantikan rezeki, perlu juga doa dan shalat dhuha, karena shalat di waktu dhuha tersebut memiliki keutamaan menambah rezeki. Untuk itu Ippho memiliki rumus D1 + D2 + D3 + D4 + = D5 + D6 (Dagang + Doa + Dhuha + Derma = Duit + Dahsyat).

Dikemukakannya, ada orang bertanya ia telah banyak bersedekah tapi rezekinya tidak bertambah-tambah. Menurutnya pernyataan itu salah. Karena Allah senantiasa membalas tunai setiap apa yang manusia sedekahkan. ‘’Hanya saja kita tidak mengetahui balasan rezeki apa kita terima. Bisa jadi, kesehatan, terhindar dari kecelakaan adalah balasan dari sedekah yang kita berikan,’’ tambah motivator yang bermastautin di Batam ini.

Dalam seminar yang ditaja Komunitas Pencinta Sedekah dan Taman Kanak-Kanak Khalifah (lembaga pendidikan milik Ippho Santoso yang saat ini memiliki franchise di berbagai kota di Indonesia, termasuk Pekanbaru) ini, Ippho Santosa mengajak peserta untuk mempraktekkan ilmu sedekah tersebut.

Saat akhir seminar terkumpul sedekah berupa uang dan barang seperti 10 jam tangan, empat cincin emas dan 1 handphone dan dua blackberry Ippho juga melelang Al-Quran dan jas miliknya. Al-Quran dihargai peserta dari Pekanbaru hingga angka Rp10 juta dan jas dihargai peserta dari Bukittinggi dengan tawaran tertinggi juga Rp10 juta. Total uang dan barang terkumpul plus keuntungan seminar tersebut mencapai Rp50 juta.

Seluruh sedekah dan hasil lelang tersebut akan disalurkan oleh Komunitas Pencinta Sedekah ke berbagai lembaga yang memerlukan. Pencinta Sedekah adalah komunitas yang dibentuk oleh para facesbooker. Komunitas ini terbuka dan dapat diikuti melalui jejaring sosial Facebook dan Twitter di akun Komunitas Pencinta Sedekah.***


copas dr : www.pecintasedekah.com




Selasa, 08 Februari 2011

Matematika Ajaib


Bapak, Ibu/ sdr/i Yth,

Barakallah > Subhanallah, AllahuAkbar,,

Tahun ini 2011, Allah SWT menciptakan empat tanggal ajaib, yaitu:
1-1-'11, 
11-1-'11, 
1-11-'11 dan
11-11-'11.

Tanggal tsb merupakan angka matematika Ajaib. Mari coba buktikan keajaibannya.




Ambil dua digit terakhir tahun kelahiran kita, lalu tambahkan
dengan usia (umur) kita (anda) sampai akhir tahun ini. Hasilnya pasti = 111.

Amazing.....!! Selamat mencoba!!!.
Wassalam.



Ini foto biasa aja, tp yg difoto ini, sungguh tokoh yg luar biasa..



Ini foto biasa aja, tp yg difoto ini, sungguh tokoh yg luar biasa..

Beliau setiap hari berjualan dawet di sekitar Sonosewu Yogyakarta, dawetnya seger dan maknyus tenan, dan harganya murah tenan cuma Rp 800. Ketika warung angkring menjual segelas teh Rp 1000, beliau masih menjual Rp 600. Dan ketika sekarang warung angkring menjual teh rata2 Rp 1.500, beliau cuma menaikkan menjadi Rp 800.

Tp ini betul2 contoh totalitas dan kepercayaan diri dalam bekerja. Beliau selalu berjualan 'full team' bersama istri dan tiga anak gadisnya yg cantik2, yg semuanya membantu bekerja, karena pembeli gak ada yg beli cuma satu, rata-rata minimal 5, ada yg 10, bahkan banyak yg 20 sekali beli, untuk dibungkus dan dibawa pulang. Dan antrian, setiap aku datang, tak pernah kurang dari lima orang. Semua dilayani dg cepat, ramah, dan tak pernah lupa mengucapkan terima kasih kepada siapa saja. Coba lihat juga bajunya, begitu rapi dan licin karena selalu distrika...
Jam 12 atau jam 1 siang, biasanya dawetnya yg berkali2 dijok, sudah habis tak bersisa.
Sepertinya beliau sudah paham tanpa harus membaca prinsip ekonomi modern, biarlah keuntungan sedikit, yg penting lakunya banyak dan omsetnya besar..

Dan tahukah engkau, kawanku... dengan 'hanya' berjualan dawet spt itu, beliau sudah menunaikan haji... Subhanallah

Lokasi: Sonosewu, Yogyakarta, Januari 2010







Sebenarnya di dunia ini tidak ada orang yang gagal, yang ada adalah orang yang berputus asa. Kegagalan hanya ada di akhirat nanti, yakni mereka orang-orang yang tak lagi bisa memiliki harapan, kecuali neraka. Maka berharaplah pada Allah tentang kebaikan Anda dan orang-orang di sekitar Anda, mumpung Anda masih di dunia..."Kang Zain"


Sabtu, 05 Februari 2011

[UANG vs KASIH]





[UANG vs KASIH]

Uang membangun tempat tinggal.
Kasih membangun rumah tangga yang bahagia.

Uang dapat memerintah.
Kasih selalu melindungi.

Uang menciptakan celah antara kaya dan miskin.
Kasih menciptakan jembatan di antara mereka.

Uang dapat membuat tembok penghalang di antara sesama.
Kasih dapat mempersatukannya.

Uang dapat menimbulkan kejahatan.
Kasih menciptakan perdamaian.

Oleh karena itu, bersyukurlah jika engkau menerima lebih banyak KASIH dibandingkan dengan UANG.

UANG penting, namun akan menjadi tidak berarti tanpa KASIH...





by Lutfi S.Fauzan


Disaat kita merasa tersakiti oleh orang lain,disitulah waktu yang tepat untuk kita mengintrospeksi diri kita,, Sebaik dan sejahat apakah diri kita selama ini pada orang lain,, Kita akan bisa me-recall kembali ingatan kita tentang kejadian-kejadian di masa lalu,, Setelah itu kita akan sadar, pantaskah kita mendapatkan perlakuan yang baik atau tidak dari orang lain,,??


Kamis, 03 Februari 2011

...AKU TAK TAHU TAPI AKU TAHU...



...AKU TAK TAHU TAPI AKU TAHU...

Aku tak tahu mengapa kau datang memilihku
Aku tak tahu apakah aku bermanfaat bagimu
Aku tak tak tahu apakah aku bisa menjaga hatimu
...
Yang aku tahu
ALLAH yang mempertemukan kita
Karena kau yang akan memberikan manfaat bagiku
Karena kau yang akan mengajariku menjaga hati

with love
Cinta

copas dr; mba Cinta Rakhmati ^_^


JIKALAU LELAKI TERLUKA


Banyak kaum perempuan akan menangis saat tersakiti hatinya oleh kaum lelaki. Memang kaum perempuan bisa menangis selama berjam-jam, atau bahkan berhari-hari saat hatinya benar-benar terluka. Tapi dalam waktu singkat, kesedihan akan sirna tanpa disadari dan keceriaan kembali hadir.
Bagaimanakah dengan kaum lelaki? Saat hatinya terluka, mungkin tidak ada air mata yang menetes. Memang banyak lelaki yang seakan tidak memiliki kesedihan sedikitpun. Tetapi yang terlihat hanyalah kebencian dan kekecewaan karena tersakiti.
Benarkah kaum lelaki tidak sedih? Sebenarnya jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ada kesedihan yang terpendam. Meski waktu telah lama berlalu dan segala hal telah berubah, tapi kesedihan itu masih melekat dan muncul dalam ingatannya secara tiba-tiba.
Saat kaum lelaki sudah memiliki pasangan baru, tanpa diduga, dia akan terkenang pada moment dimana dia pernah berjalan dengan mantan PASANGANnya.
Ia akan mengingat bahwa perempuan itu pernah mengisi hari-harinya yang indah dan Ia begitu mencintainya. Saat itulah lelaki akan mengalami kesedihan yang begitu dalam. Tentu saja, hal ini tidak akan terjadi sekali, tapi berulangkali. Sehingga dapat dibayangkan betapa tersiksanya perasaan seorang lelaki.
Dalam sekejap perasaan lelaki menjadi down. Lelaki seakan menjadi begitu lemah dan rapuh. Tapi uniknya, ia berusaha menutupi dan tetap memperlihatkan sikap sewajarnya untuk memulihkan perasaannya sendiri. Sehingga, tak ada seorang pun yang merasakan, kecuali hatinya sendiri yang teriris.
Hati yang terluka akan selalu dipendam dalam diri seorang lelaki, hingga ia benar-benar bisa menghilangkan luka tersebut dari dirinya. Life's must go on, right guys?




copas dari RENUNGAN KISAH INSPIRATIF ^_^